Home Pengetahuan Keuangan Apa Arti Bearish Reversal dalam Trading Saham?

Apa Arti Bearish Reversal dalam Trading Saham?

by HSB
0 comment

Trader pemula perlu tahu arti bearish reversal supaya bisa membaca pola saham dengan tepat. Sebelum itu, pahami dulu arti dari reversal. Reversal merupakan pergerakan arah harga saham ke arah yang berlawanan. Perubahan ini bisa naik atau turun dari harga sebelumnya.

Reversal terbagi menjadi dua macam, yaitu bullish reversal dan bearish reversal. Bullish reversal yaitu terjadinya perubahan harga saham yang sebelumnya turun menjadi naik, sedangkan bearish reversal kebalikannya, yaitu penurunan harga saham. 

Pada artikel kali ini akan lebih fokus membahas tentang bearish reversal, supaya kamu bisa mengidentifikasi penurunan harga saham dengan tepat dan bisa menerapkan strategi lain untuk mengantisipasinya. 

Pengertian Bearish Reversal

Bearish reversal merupakan perubahan harga saham yang berbalik turun dari yang sebelumnya naik. Selain itu, bearish reversal mengindikasikan harga saham yang akan mengalami downtrend atau penurunan harga. 

Untuk mengetahui saham sedang dalam kondisi bearish, kamu perlu memahami ciri-cirinya, yaitu selalu diawali dengan adanya uptrend atau kenaikan harga dan adanya sinyal dari candlestick yang mengindikasikan bearish. 

Kedua ciri-ciri tersebut akan memberikan data yang valid atas kondisi bearish, apalagi kalau dikombinasikan dengan analisa support resistance. Dalam hal ini, kamu dapat menentukan tindakan take profit pada saham yang kamu miliki supaya tidak mengalami kerugian.

Baca juga: Apa Itu Candlestick? Komponen dan Bentuk-bentuk Dasarnya

 arti bearish reversal

Apa yang Dimaksud dengan Reversal Pattern?

Reversal pattern merupakan pola pergerakan harga saham yang menunjukkan adanya kenaikan atau penurunan harga saham yang kemudian disebut dengan pembalikan trend. Sebagai contoh, apabila harga saham mengalami kenaikan, lalu terjadi pembalikan trend, saham tersebut akan mengalami bearish atau penurunan harga.

3 Tips Mengidentifikasi Bearish Reversal

Bagaimana cara mengetahui saham akan mengalami penurunan trend? Tentu dengan memahami apa itu bearish reversal serta cara mengidentifikasinya. Berikut tips mengidentifikasi bearish reversal, terutama untuk investor pemula.

1. Menganalisa Candlestick

Candlestick merupakan analisa teknikal dengan membaca pergerakan saham melalui grafik. Bentuk candlestick terdiri dari dua bagian, yaitu batang berbentuk persegi panjang dan bagian ekor berupa garis lurus.

Bagian batang menunjukkan harga pembukaan dan penutupan, sedangkan bagian ekor dengan garis lurus ke atas menunjukkan harga tertinggi dan ekor dengan garis lurus ke bawah menunjukkan harga terendah.

Dari candlestick ini kamu bisa membaca pola pembalikan trend atau yang dikenal dengan istilah candle reversal pattern. Candlestick yang menunjukkan warna merah artinya sedang terjadi bearish atau penurunan harga saham.

2. Memahami Chart Pattern

Melalui analisa teknikal chart pattern, kamu bisa mengamati pergerakan saham yang memiliki pola berulang. Pola-pola inilah yang kemudian dapat dijadikan acuan dalam mengambil kesimpulan bahwa harga saham mengalami penurunan atau bearish. 

3. Memahami Indikator Teknikal

Selain membaca pola kenaikan dan penurunan saham melalui candlestick dan chart pattern, kamu bisa menganalisa trend bearish dengan menganalisa indikator teknikal. Terdapat berbagai indikator teknikal, seperti Moving Average, Bollinger Band, dan lain-lain.

Sebagai contoh, jika kamu menerapkan indikator Bollinger Band pada grafik saham tertentu, maka kamu bisa melihat pola bearish engulfing yang menembus garis upper band atau garis warna merah bagian atas. Pola ini menunjukkan bahwa terjadi bearish reversal pada saham tersebut.

Baca juga: Mengenal 12 Jenis Chart Pattern Lengkap Untuk Pemula

6 Jenis Pola Bearish Reversal

Terdapat beberapa pola bearish reversal yang perlu kamu kenali saat melakukan trading saham. Apa saja itu? Simak di bawah ini ya. 

1. Spike Pattern 

Pola ini akan didahului oleh kenaikan harga saham yang tajam dan signifikan, tetapi akan mengalami penurunan dalam waktu yang singkat. Trend ini biasanya terjadi pada saham yang berlikuiditas kecil. 

Kamu dapat melihat penurunan harga ini dari ujung pattern yang runcing seperti huruf V terbalik. Spike pattern dapat dikonfirmasi apabila harga menembus breakdown dengan volume yang tinggi. 

Pola Double Tops

2. Double Tops

Pola double tops memiliki ciri-ciri kenaikan dan penurunan harga saham yang cepat dan signifikan. Tetapi, pola pergerakannya tidak secepat spike pattern, lantaran saham dengan pola double tops masih bergerak sebelum benar-benar mengalami penurunan harga. 

Kondisi double tops dapat dikonfirmasi saat polanya membentuk huruf M dan terjadi breakdown dengan volume perdagangan yang tinggi. Perkiraan breakdown berikutnya juga dapat diukur melalui ketinggian puncak. 

Pola Triple Tops

3. Triple Tops

Saham yang membentuk triple tops biasanya terjadi pada saham-saham yang pergerakannya lambat. Pola ini akan membentuk tiga puncak dengan kedalaman yang sama dan akan mengalami breakdown yang dapat diukur dari ketinggian puncak.

Pola Head and Shoulder

4. Head and Shoulder

Pola ini terdiri dari satu puncak yang lebih tinggi (head) yang berada di bagian tengah, lalu diikuti dengan puncak yang lebih rendah (shoulder) di bagian kanan dan kiri. Untuk mengonfirmasi terjadinya penurunan harga saham melalui pola ini, yaitu dengan mengukur jarak dari head ke area breakdown. 

5. Rounding Tops

Pola rounding tops muncul apabila saham bergerak dan membentuk seperti mangkuk terbalik. Harga saham dikonfirmasi menurun apabila terjadi breakdown yang sangat tinggi, sedangkan dalam memperkirakan sejauh mana saham akan bergerak turun dapat dilakukan dengan mengukur ketinggian pola.

6. Rising Wedge

Pola rising wedge akan ditandai dengan harga saham yang semakin mengerucut ke atas saat mengalami kenaikan harga. Lalu, ketika harga turun volume transaksi semakin tinggi. 

Baca juga: 7 Cara Membaca Candlestick 1 Menit Dalam Trading Agar Profit

Nah, setelah kamu memahami arti bearish reversal dalam trading saham, saatnya mempraktekannya. Kamu bisa latihan terlebih dahulu sebelum terjun langsung dengan membuka akun demo di aplikasi HSB.

HSB merupakan aplikasi trading saham online yang telah terdaftar di BAPPEBTI secara resmi. Artinya, aplikasi ini telah diawasi pemerintah dan dijamin aman. Sudah siap trading? Download aplikasinya dan registrasikan akun tradingmu sekarang juga!

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

Quick Links
HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288