Home Forex Ini Dia Dampak Short Selling

Ini Dia Dampak Short Selling

by Imelia Santoso
Dampak Short Selling

Short selling dianggap sebagai strategi investasi berisiko tinggi karena secara teoritis tidak ada batas bagi potensi kerugian. Oleh sebab itu, short selling hanya boleh dilakukan oleh trader berpengalaman yang memahami risiko yang terlibat. Nah melalui artikel ini, kami paparkan berbagai dampak short selling.

Apa itu Short Selling?

Apa itu Short Selling

Short selling adalah sebuah strategi trading dimana seorang investor meminjam suatu aset, biasanya investasi saham, dari seorang broker dan menjualnya di pasar modal dengan harapan membeli kembali saham tersebut pada harga yang lebih rendah di masa depan. Perbedaan antara harga jual dan harga pembelian kembali mewakili keuntungan bagi short seller.

Hingga saat ini, perdagangan short selling masih belum diperbolehkan secara resmi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Meskipun demikian, mekanisme ini tetap ada di pasar modal, terutama pada saham yang marginable.

Transaksi Short Selling Dalam Forex

Short selling dalam forex mengacu pada strategi trading dimana seorang trader menjual mata uang yang tidak mereka miliki, dengan harapan untuk membelinya kembali nanti dengan harga yang lebih rendah. Tujuannya adalah untuk mendapatkan keuntungan dari selisih harga antara posisi jual dan beli.

Dalam perdagangan forex, mata uang diperdagangkan berpasangan. Misalnya, pasangan euro/Dolar AS (EUR/USD). Ketika seorang trader ingin melakukan transaksi short selling mata uang, mereka pada dasarnya bertaruh bahwa nilai mata uang yang mereka jual akan menurun relatif terhadap mata uang yang mereka beli.

Contoh Short Selling

Misalnya, katakanlah sebuah saham diperdagangkan dengan harga $50 per saham. Kamu memutuskan untuk meminjam saham sebanyak 100 dan menjualnya seharga $5.000. Harga saham tiba-tiba turun menjadi $25 per saham, pada saat itu kamu membeli 100 saham untuk menggantikan yang kamu pinjam, dan menghasilkan keuntungan $2.500.

Contoh Short Selling dalam Forex

Misalnya, jika seorang trader yakin bahwa nilai EUR akan turun relatif terhadap USD, mereka dapat menjual pasangan EUR/USD. Jika pasangan EUR/USD turun nilainya seperti yang diharapkan trader, mereka kemudian dapat membeli kembali euro dalam jumlah yang sama dengan harga lebih rendah, mengantongi selisihnya sebagai keuntungan.

Mekanisme Short Selling

Mekanisme Short Selling

Setelah memahami pengertian dan contoh short selling, saatnya bagi Sobat Trader untuk memahami mekanisme short selling. Mekanisme dari sebuah transaksi short selling adalah seorang investor atau trader meminjam saham terhadap pihak lainnya, umpamanya broker.

Baca Juga:  5 Kesalahan Umum Dalam Trading Forex

Setelah itu, saham tersebut dipasarkan dengan harga yang lebih tinggi untuk memperoleh profit. Kunci utamanya, pelaku short selling harus memperhatikan pergerakan pasar dan memperkirakan kapan penurunan harga saham akan terjadi. Dikala harga telah turun, investor segera membelinya kembali dan mengembalikannya pada broker.

Perlu diketahui, bahwa dalam melakukan transaksi short selling, ada sejumlah mekanisme lain yang harus diperhatikan. Berikut ini adalah mekanisme tersebut.

  1. Tidak semua perusahaan efek atau broker bisa menyediakan fasilitas transaksi short selling untuk nasabah atau investornya. Ada ketentuan permodalan yang harus dipenuhi agar broker bisa menyediakan transaksi short selling.
  2. Tidak semua nasabah bisa melakukan transaksi short selling. Terkait hal ini, regulator telah menetapkan setidaknya tiga syarat, yaitu:
  • Nasabah harus memiliki rekening efek reguler agar riwayat transaksi dapat diketahui
  • Nasabah harus memiliki rekening efek khusus untuk short selling
  • Nasabah sudah menyetor jaminan awal dengan nilai minimal Rp 200 juta.

3. Tidak semua saham bisa jual beli dengan teknik short selling. Saham yang bisa ditransaksikan dengan teknik short selling adalah saham yang telah ditetapkan terlebih dahulu oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

4. Seorang investor atau trader meminjam saham terhadap broker yang sudah diawasi oleh OJK.

5. Investor harus langsung menjual saham tersebut dan menaruh hasilnya pada rekening investor tersebut di perusahaan efek terkait.

6. Investor harus mengakhiri transaksi ini dengan metode membeli kembali saham (buy back). Investor akan menerima profit jikalau harga saham dikala ia membeli kembali (buy back) lebih rendah ketimbang harga saham saat ia meminjam saham itu dari broker. Jika yang terjadi merupakan hal sebaliknya, maka investor akan merugi.

Pro dan Kontra Short Selling

Pro dan Kontra Short Selling

BEI melarang adanya transaksi short selling bukanlah tanpa alasan. Salah satu penyebab BEI melarang adanya praktik short selling adalah karena jenis transaksi ini berpotensi menekan harga saham dan dinilai menjadi penyebab penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara drastis dalam waktu singkat.

Untuk lebih jelasnya, mari simak pro dan kontra melakukan short selling.

Pro:

  • Hedge terhadap penurunan pasar

    Short selling memungkinkan investor untuk mendapatkan keuntungan dari penurunan harga pasar, yang dapat menjadi alat yang berguna untuk hedging terhadap risiko pasar.

  • Peluang spekulatif

    Short selling memberi investor kesempatan untuk berspekulasi tentang pergerakan harga saham, yang bisa menjadi cara untuk menghasilkan keuntungan di pasar yang sedang menurun.

  • Peningkatan likuiditas pasar

    Short selling meningkatkan likuiditas pasar, karena memungkinkan investor untuk melakukan transaksi jual saham yang tidak mereka miliki, menciptakan permintaan tambahan untuk saham tersebut.

Baca Juga:  Ini Dia 10 Bank Sentral Paling Berpengaruh di Eropa

Kontra:

  • Potensi kerugian tanpa batas

    Saat Sobat Trader membeli saham (mengambil posisi beli), kerugian kamu terbatas pada 100% dari uang yang kamu investasikan. Namun saat kamu menjual saham, harganya bisa terus naik. Secara teori, itu berarti tidak ada batas atas jumlah yang harus kamu bayar untuk mengganti saham yang dipinjam.

    Misalnya, kamu memasuki posisi jual pada 100 lembar saham XYZ seharga $80, tetapi bukannya jatuh, harga saham tersebut naik menjadi $100. Maka, kamu harus membelanjakan $10.000 untuk membayar kembali saham pinjaman—dengan kerugian $2.000.

    Kerugian untuk short-seller bisa sangat berat selama apa yang disebut short-squeeze, yang dapat terjadi ketika saham dalam transaksi short selling tiba-tiba naik nilainya, memicu kenaikan harga lebih lanjut karena semakin banyak short-seller terpaksa membeli saham untuk menutup posisi mereka.

    Setiap gelombang pembelian menyebabkan harga saham melonjak lebih tinggi, merugikan siapa pun yang memegang posisi jual.

  • Biaya broker

    Short selling melibatkan peminjaman saham dari broker, yang dapat menghasilkan biaya broker tambahan.

  • Manipulasi pasar

    Short selling dapat digunakan untuk memanipulasi pasar dan menurunkan harga saham, yang dapat merugikan kepentingan investor jangka panjang.

  • Pembayaran dividen.

    Short seller tidak berhak atas pembayaran dividen dari saham yang mereka pinjam. Faktanya, nilai dari setiap dividen yang dibayarkan akan dipotong dari rekening efek short seller pada tanggal pembayaran dan dikirimkan ke pemilik saham.

    Beberapa short seller memilih untuk menutup posisi jual mereka sebelum tanggal ex-dividen saham untuk menghindari keharusan membayar.

    (Sebagai pengingat, tanggal ex-dividen adalah hari pertama harga saham tidak lagi mencakup nilai dividen yang diumumkan. Itu karena nilai pembayaran dividen berikutnya adalah hutang kepada pemilik saham.)

  • Margin call.

    Jika nilai agunan di akun margin kamu turun di bawah persyaratan ekuitas minimum—biasanya 30% hingga 35% dari nilai saham yang dipinjam, tergantung pada perusahaan dan sekuritas tertentu yang kamu miliki.

    Broker mungkin meminta kamu untuk menyetor lebih banyak uang tunai atau surat berharga untuk segera menutupi kekurangan tersebut.

    Misalnya, selama 100 lembar saham XYZ kamu tetap $80 per lembar, kamu memerlukan $2.400 di akun margin—dengan asumsi persyaratan ekuitas 30% ($8.000 x 0,30). Namun, jika saham tiba-tiba naik menjadi $100 per saham, kamu memerlukan $3.000 ($10.000 x 0,30)—membutuhkan suntikan dana segera sebesar $600 ke akun.

    Jika kamu gagal memenuhi margin call, perusahaan broker dapat menutup posisi terbuka untuk mengembalikan akun ke persyaratan minimum.

Baca Juga:  Kondisi Saham yang Mempengaruhi Pasar Forex

Itulah informasi seputar short selling dan dampaknya. Nah, buat kamu yang ingin melakukan investasi dan trading, pastikan broker yang Sobat Trader gunakan sudah teregulasi BAPPEBTI dan menawarkan transaksi yang aman transparan agar terhindar dari investasi bodong. Salah satu broker trading yang bisa kamu percayakan adalah HSB Investasi.

HSB Investasi

HSB merupakan salah satu broker di Indonesia yang menyesuaikan kebutuhan dan pola trading para trader tanpa perantara IB (Introducing Broker), sehingga trader bisa menikmati penawaran harga terendah dengan service terbaik. Produk investasi yang dapat kamu akses di HSB diantaranya forex, indeks, dan komoditi seperti emas dan perak.

Di HSB, keamanan data kamu dijamin oleh sistem akun terpisah, artinya dana nasabah dan dana perusahaan dipisahkan, sehingga kegiatan trading pun jadi lebih aman. Belum lagi, dengan kredibilitas HSB sebagai aplikasi trading yang telah mendapatkan sertifikat BAPPEBTI, trading pun jadi lebih tepercaya.

Tak hanya mengantongi izin resmi BAPPEBTI, tetapi HSB Investasi juga meraih penghargaan Best Innovative Broker 2022 dari ICDX. Jadi, tunggu apa lagi? Jadilah bagian dari jutaan trader sukses bersama HSB Investasi! Download dan registrasikan akun trading-mu sekarang juga!***

DISCLAIMER

Artikel ini ditujukan sebatas sebagai sumber informasi dan edukasi serta tidak ditujukan sebagai sumber utama pemberian saran. Perlu dipahami bahwa aktivitas finansial investasi dan trading memiliki tingkat risiko yang perlu dikelola dengan baik. Pastikan Sobat Trader telah memahami potensi risiko yang mungkin muncul agar dapat meminimalisir kerugian di masa yang akan datang.

Quick Links
HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288