Trading & kelola akun MT di Aplikasi HSB Trading
store google
Mudah! Begini Cara Kerja Short Selling di Trading Forex

Pernah mendengar istilah short selling tapi masih bingung cara kerjanya? Jangan khawatir, karena kali ini kita akan mengupas tuntas konsep short selling dalam trading forex dengan cara yang mudah dipahami. Teknik ini memungkinkan kamu meraih potensi keuntungan bahkan saat pasar sedang turun.

Dalam artikel ini, kamu akan menemukan penjelasan lengkap tentang bagaimana short selling bekerja dan bagaimana kamu bisa memanfaatkannya untuk strategi trading kamu. Jadi, siapkan diri kamu untuk memahami dan menguasai teknik yang satu ini agar trading kamu semakin jitu dan menguntungkan!

Apa itu Short Selling?

Cara umum yang dipahami investor menghasilkan uang dari investasi saham itu sederhana. Sesederhana beli saham dengan antisipasi bahwa harganya akan naik seiring waktu, dan jika ya, jual untuk mendapatkan peluang profit. Akan tetapi, saham tidak harus naik untuk menghasilkan uang darinya. Sobat Trader juga bisa mendapat peluang profit saat harga saham turun — dan inilah yang dikenal dengan strategi short selling.

Short selling adalah strategi investasi di mana trader bertaruh bahwa nilai saham akan turun. Dalam short selling, Sobat Trader meminjam saham yang diyakini akan turun harganya, menjual saham pinjaman tersebut dengan harga pasar, lalu membeli kembali saham tersebut dengan harga lebih rendah.

Untuk menyelesaikan short selling, Sobat Trader harus mengembalikan saham ke pemberi pinjaman dan mendapatkan keuntungan dari selisih antara harga jual beli. Jika harga jatuh, Sobat Trader dapat menghasilkan keuntungan yang cukup besar, tetapi mereka dapat mengalami kerugian yang tidak terbatas jika ternyata harga aset justru naik.

Hukum transaksi short selling

Regulasi Short Selling di Indonesia

Transaksi short selling di Indonesia saat ini masih belum dikeluarkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun dalam waktu dekat, BEI akan melonggarkan persyaratan transaksi short selling di Indonesia. Saat ini, belum ada Anggota Bursa (AB) yang memiliki izin short sell. Namun dengan diperlonggarnya persyaratan short selling, maka dalam waktu dekat AB dapat bertransaksi menggunakan short selling.

Apakah short selling melanggar hukum di Indonesia? Transaksi short selling di Indonesia sejatinya sudah diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 55 tahun 2020 Tentang Pembiayaan Transaksi Efek Oleh Perusahaan Efek Bagi Nasabah dan Transaksi Short Selling Oleh Perusahaan Efek.

Baca Juga:  De Nederlandsche Bank, Pilar Bank Sentral Belanda

Tak hanya BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menjadi regulator dan tentunya memiliki aturan terkait transaksi short selling, dalam proses dan masa peminjaman yang terjadi di transaksi short selling juga perusahaan sekuritas atau Anggota Bursa terapkan peraturan, yaitu investor harus mengembalikan lagi saham ke pemilik sesuai perjanjian.

Jika melanggar, investor akan terkena denda dan penyitaan jaminan. Strategi ini berlandaskan spekulasi trader atas penurunan harga suatu instrumen investasi. Untuk itu strategi short selling biasanya digunakan oleh investor yang berpengalaman dan memiliki jam terbang tinggi, dan tidak disarankan ke trader atau investor pemula. Poin penting dari strategi ini adalah kemampuan membaca pergerakan saham dan memperkirakan kapan harga akan turun.

Adapun BEI akan memperlonggar aturan transaksi short selling dengan meluncurkan intraday short selling. Skema intraday short selling ini dilakukan tanpa arus melakukan pinjam meminjam efek. Jadi, pelaku pasar bisa melakukan jual saham di pagi hari, namun tetap harus buyback saat sore hari agar terhindar dari gagal bayar.

Intraday short selling

Intraday Short Selling

Apa Itu Intraday Short Selling?

Sobat Trader, intraday short selling adalah strategi perdagangan di mana kamu menjual saham yang tidak kamu miliki pada awal hari perdagangan dan membelinya kembali pada hari yang sama sebelum pasar tutup. Tujuannya adalah untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga saham yang menurun dalam satu hari perdagangan. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai intraday short selling:

Cara Kerja Intraday Short Selling

  • Penjualan di Pagi Hari: Kamu menjual saham di pasar pada harga yang berlaku di pagi hari. Meskipun kamu belum memiliki saham tersebut, transaksi ini dilakukan dengan tujuan untuk membelinya kembali nanti pada hari yang sama.
  • Pembelian Kembali di Sore Hari: Kamu harus membeli kembali saham yang sama sebelum pasar tutup pada hari yang sama untuk menutup posisi short. Jika harga saham telah turun seperti yang kamu prediksi, kamu bisa membeli kembali saham tersebut dengan harga yang lebih rendah, sehingga mendapatkan keuntungan dari selisih harga jual dan beli.

Risiko transaksi short selling

Risiko Transaksi Short Selling

Strategi short selling ini biasanya juga dinilai sebagai strategi investasi dengan risiko yang tinggi. Karena harapan investor dari peminjaman saham dari sekuritas adalah saham tersebut akan mengalami penurunan harga saat sudah dijual.

Baca Juga:  People's Bank of China: Jantung Ekonomi Asia

Sehingga dia bisa membelinya kembali dan mengembalikannya ke perusahaan sekuritas, nah selisih harga jual beli inilah yang memberikan profit ke pihak investor. Namun, bagaimana bila yang terjadi sebaliknya? Jadi saat investor sudah menjual saham pinjaman, harga dari saham tersebut malah mengalami kenaikan harga.

Mau tidak mau investor harus mengeluarkan dana tambahan untuk membeli kembali saham pinjaman itu. Itulah risiko utama yang harus investor hadapi bila analisisnya tidak sesuai harapan awal.

Selain itu, karena maksimal potensi penurunan harga saham adalah 100%, sedangkan potensi kenaikan saham bisa jauh melebihi itu, dengan short selling, berarti maksimum keuntungan investor adalah 100%, sedangkan maksimum kerugiannya tidak terhingga. Ini menjadi salah satu faktor yang menjadi alasan mengapa transaksi short selling sempat dilarang di Indonesia.

Oleh karena itu, risiko terbesar short selling saham terletak pada asimetri antara potensi untung dan ruginya. Hal ini karena kenaikan harga saham bisa tidak terbatas, sedangkan penurunan harga saham ada batasnya, misal di harga 50 rupiah.

Contoh Transaksi Short Selling

Trader A meminjam 1.000 saham emiten X dari sebuah sekuritas dengan harga Rp5.000 per lembar atau total harganya Rp5.000.000. Trader tersebut meminjam dengan sejumlah perhitungan dan spekulasi yakni saham X akan turun 20% menjadi Rp 4.000 per lembar. Setelah mendapatkan 1.000 saham emiten X senilai Rp5.000 per lembar, trader tersebut langsung menjual saham tersebut dengan nilai Rp5.000.000.

Trader tersebut tentu saja masih memiliki tanggung jawab untuk mengembalikan saham kepada sekuritas yang dipinjam. Sesuai spekulasi, saham emiten X akhirnya memang turun menjadi Rp 4.000 per lembar sehingga trader langsung membeli 1.000 saham. Nilai transaksi senilai Rp 4.000.000. Saham dan nilai yang dibayar lebih murah sehingga ada keuntungan dari transaksi short selling.

Hitungan keuntungan tersebut adalah:
= Total harga jual saham pinjaman - harga beli saham ketika turun 20%
Rp 5.000.000 - Rp 4.000.000
= Rp 1.000.000

Trader untung karena perhitungannya tepat yakni saham emiten X turun. Risiko short selling akan berubah drastis jika perhitungan salah yakni saham emiten X malah naik. Pasalnya, trader A harus mengeluarkan uang lebih untuk membeli lagi saham emiten X.

Baca Juga:  Fakta Menarik dan Sejarah Mata Uang RUB/USD

coba trading menggunakan leverage ideal di akun demo HSB

Trading 17 Pasangan Forex Terpopuler Tanpa Risiko

Short selling adalah salah satu strategi yang cukup populer di pasar forex, namun juga memerlukan pemahaman yang mendalam tentang cara kerjanya. Bagi Sobat Trader yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang short selling dan bagaimana mengimplementasikannya dalam trading forex, sangat disarankan untuk mengasah kemampuan trading tanpa risiko terlebih dahulu. 

Di akun demo trading HSB, Sobat Trader akan diberikan dana virtual hingga $100,000 secara gratis. Dengan akun demo ini, Sobat Trader dapat mencoba dan menguji strategi short selling 17 pasangan forex terpopuler dunia tanpa harus menghadapi risiko kehilangan modal. 

Setelah merasa yakin dan siap untuk trading live, Sobat Trader bisa membuka akun trading live HSB dengan mudah. Prosesnya sangat sederhana, hanya dengan melengkapi dokumen identitas diri, melakukan verifikasi data KYC, dan mentransfer dana deposit trading ke rekening segregasi resmi HSB Investasi. 

Dengan regulasi resmi BAPPEBTI, HSB memberikan jaminan keamanan dan kepercayaan kepada para nasabahnya. Jangan lupa untuk memanfaatkan berbagai promo trading menarik yang disediakan oleh HSB untuk membantu memaksimalkan potensi profit dalam trading forex.***

FAQ

Apa itu short selling dalam trading?

Short selling adalah strategi trading di mana seorang investor meminjam aset dari broker dan menjualnya di pasar dengan harapan harga akan turun. Setelah harga turun, investor kemudian membeli kembali aset yang dipinjam dengan harga yang lebih rendah, mengembalikannya kepada broker, dan mengantongi selisihnya sebagai keuntungan.

Kenapa short selling dilarang?

Short selling bisa dilarang dalam beberapa situasi untuk melindungi pasar atau investor dari potensi manipulasi harga atau kegagalan sistemik. Dalam kondisi pasar tertentu, seperti saat terjadi penurunan harga yang tajam atau ketidakstabilan ekonomi, pemerintah atau otoritas pasar dapat melarang short selling untuk mengurangi volatilitas pasar dan risiko kejatuhan lebih lanjut.

Apakah short selling melanggar hukum?

Short selling tidak secara intrinsik melanggar hukum, tetapi ada beberapa aturan dan regulasi yang mengatur praktik ini. Sebagian besar pasar keuangan memiliki peraturan tentang short selling untuk mencegah manipulasi harga, memastikan likuiditas pasar yang sehat, dan melindungi investor dari potensi kerugian yang besar. Melanggar aturan yang mengatur short selling bisa berujung pada sanksi hukum.

Tag Terkait:
DISCLAIMER
Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, ditujukan hanya sebagai sumber pembelajaran dan bukan sebagai saran dalam pengambilan keputusan. Perlu Anda pahami bahwa produk dengan leverage tinggi memiliki potensi risiko kerugian yang juga tinggi, sehingga perlu dikelola dengan baik melalui pemahaman dan kemampuan analisa yang tepat. HSB Investasi tidak bertanggung jawab atas kesalahan keputusan yang dibuat berdasarkan konten ini. Sesuai ketentuan yang berlaku, HSB hanya menyediakan 45 instrumen trading yang dapat Anda pelajari di website resmi kami.

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB1

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
Artikel Lainnya

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
bonus tanpa deposit
Mulai Pengalaman Trading Terbaik