Trading & kelola akun MT di Aplikasi HSB Trading
store google
Teknik Scalping Forex: Indikator dan Strateginya

Kali ini kita akan membahas salah satu strategi trading yang banyak dikenal, tapi juga masih banyak yang menyalahartikannya, yaitu strategi scalping forex.

Jika kamu suka membuka dan menutup posisi trading dalama periode waktu yang singkat, maka strategi scalping forex bisa jadi strategi tepat yang bisa kamu gunakan.

[lwptoc]

Apa Itu Scalping Forex?

Apa Itu Scalping Forex

Scalping forex adalah salah satu metode trading yang sering digunakan oleh para trader. Ini biasanya melibatkan pembuatan sejumlah besar trading dalam waktu singkat untuk menangkap pergerakan harga kecil.

Meskipun banyak trader yang mengatakan bahwa metode ini rendah risiko dengan potensi profit yang cukup menjanjikan, namun nyatanya menerapkan teknik scalping membutuhkan fokus dan kedisiplinan tinggi dalam menganalisa pergerakan harga aset trading di pasar.

Bagaimana Cara Kerja Scalping Trading?

Bagaimana Cara Kerja Scalping Trading

Teknik scalping adalah metode trading yang memanfaatkan perubahan-perubahan kecil harga aset yang bergerak secara cepat untuk mendapatkan keuntungan. Teknik mendapatkan keuntungan ini hampir mirip dengan teknik yang biasa digunakan dalam day trading.

Hanya saja, perbedaannya terletak pada periode waktu buka dan tutup posisi scalping yang terjadi hanya dalam hitungan menit atau jam saja, bukan seharian layaknya day trading.

Di awal telah disebutkan, meskipun terlihat mudah dan sederhana, namun scalper - trader yang menggunakan teknik scalping, dituntut untuk fokus dan disiplin dalam menganalisa dan mendokumentasikan gerakan harga aset di pasar.

Mengapa demikian? Karena dalam teknik scalping, potensi keuntungan dapat diraih dengan ketepatan dan kesigapan scalper untuk mengambil keputusan menjual atau membeli aset trading dalam waktu yang super singkat.

Tentunya tanpa fokus yang tinggi, kamu mungkin akan melewatkan titik menguntungkan dari sebuah aset. Dan tanpa kedisiplinan tinggi untuk memahami analisa pergerakan harga serta pendokumentasian yang baik, kamu akan kesulitan membaca kemungkinan pola yang tercipta dan kecenderungan arah pergerakan harga di pasar.

Tujuan Scalping Trading

Tujuan Scalping Trading

Tujuan dari scalping forex adalah untuk mengumpulkan keuntungan kecil dengan cepat, yang dapat menambah keuntungan yang signifikan dari waktu ke waktu. Berikut adalah beberapa tujuan utama strategi scalping trading.

  • Menghasilkan keuntungan yang konsisten

Tujuan utama scalping trading adalah untuk menghasilkan keuntungan yang konsisten dengan memanfaatkan pergerakan harga yang kecil. 

Scalping bertujuan untuk mengambil keuntungan dari fluktuasi harga yang kecil, biasanya dalam kisaran beberapa pips, untuk mengumpulkan keuntungan dari waktu ke waktu.

  • Meminimalkan eksposur risiko

Forex scalping biasanya melibatkan menahan posisi untuk waktu yang sangat singkat, seringkali hanya beberapa detik atau menit. Ini berarti scalper terkena risiko pasar minimal dibandingkan dengan trader jangka panjang yang memegang posisi selama berhari-hari, berminggu-minggu, atau berbulan-bulan. 

Scalping bertujuan untuk meminimalkan paparan risiko dengan mengambil keuntungan cepat dan memotong kerugian dengan cepat.

  • Meningkatkan frekuensi trading

Scalper forex melakukan banyak trading dalam waktu singkat, yang berarti mereka memiliki potensi untuk menghasilkan lebih banyak keuntungan daripada trader jangka panjang yang melakukan lebih sedikit trading.

Scalping memungkinkan trader untuk memanfaatkan lebih banyak peluang trading, yang dapat meningkatkan profitabilitas mereka secara keseluruhan.

  • Memanfaatkan inefisiensi pasar

Pasar valas terus berkembang, dan pergerakan harga tidak dapat diprediksi. Namun, ada kalanya pasar menunjukkan inefisiensi, seperti saat harga bergerak cepat ke satu arah.

Scalping bertujuan untuk mengambil keuntungan dari ketidakefisienan ini dengan cepat masuk dan keluar dari trading untuk mendapatkan keuntungan kecil.

  • Meningkatkan disiplin trading

Forex scalping membutuhkan tingkat disiplin dan fokus yang tinggi. Scalper harus dapat dengan cepat mengidentifikasi peluang trading dan mengeksekusi trading dengan presisi. Ini dapat membantu trader mengembangkan kebiasaan trading yang lebih baik dan meningkatkan disiplin dan fokus mereka secara keseluruhan.

Strategi yang Tepat untuk Scalping Trading

Strategi yang Tepat untuk Scalping Trading

Scalper biasanya menggunakan analisis teknis untuk mengidentifikasi peluang trading dan menggunakan grafik jangka pendek seperti grafik 1 menit, 5 menit, atau 15 menit untuk mengeksekusi trading mereka.

Dengan rentang waktu yang sangat singkat dalam teknik scalping, biasanya menuntutmu untuk menggunakan indikator-indikator analisa teknikal tertentu untuk menganalisa potensi keuntungan. Indikator yang umumnya digunakan dalam scalping forex antara lain:

1. Menggunakan Exponential Moving Average (EMA)

Saat menganalisa teknik scalping, kamu mungkin akan banyak mendengar istilah Moving Average, salah satu bentuknya adalah Exponential Moving Average (EMA).

EMA sangat sensitif terhadap momentum pergerakan harga yang sedang terjadi, sehingga akan sangat membantu scalper dalam membaca pola pergerakan harga yang bergerak sangat cepat.

  • Setting Moving Average

Indikator ini banyak disebut sebagai indikator analisa teknikal trading yang paling mudah dan sederhana. Moving average bisa kamu tentukan dengan melihat time frame trading yang telah kamu tentukan sesuai tujuan trading yang ditetapkan.

Garis indikator moving average ini menunjukkan harga rata-rata aset trading yang ditunjukkan dengan harga pembukaan, penutupan, harga aset tertinggi, terendah, dan median atau titik tengahnya.

Kamu juga bisa melihat grafik harga aset dan garis Moving Average untuk membaca tren pergerakan harga di pasar, mengidentifikasi nilai aset, serta menentukan garis support dan resistance dalam grafik pergerakan aset.

2. Menggunakan Strategi Bollinger Bands

Sobat Trader juga bisa menggunakan indikator Bollinger Bands dalam scalping forex, loh! Dengan indikator ini, Sobat bisa mengetahui kapan tren pergerakan harga sedang mengalami titik jenuh beli (overbought) atau titik jenuh jual (oversold).

  • Bollinger Bands dalam Scalping

Bollinger bands ditunjukkan dengan dua bands atau pita yang berada di sekitar struktur grafik pergerakan aset trading yang dapat dilakukan dalam periode waktu pendek maupun panjang.

Indikator ini memiliki beberapa fungsi yang dapat kamu manfaatkan untuk membaca potensi keuntungan scalping, seperti kemampuannya membaca volatilitas harga pasar, mendeteksi potensi terjadinya tren pembalikan (Reversal Trend), dan menganalisa titik jenuh beli dan titik jenuh jual aset yang terlihat dalam grafik harga.

3. Teknik Scalping Menggunakan Stochastic

Indikator analisa teknikal berikutnya adalah Stochastic Oscillator (SO). Meski terdengar sederhana, namun nyatanya banyak scalper yang terkecoh dengan penerapan indikator ini dalam scalping. Mengapa demikian? Hal ini karena pada indikator SO, kamu bisa terjebak dalam sinyal palsu pola harga.

  • Setting Stochastic untuk Scalping

Dalam indikator Stochastic, kamu bisa melihat titik oversold di bagian bawah dan overbought di bagian atas. Indikator ini juga digunakan untuk menentukan momentum perbandingan harga closing trading terbaru untuk menganalisa potensi tren pembalikan.

Nah, sekarang kamu sudah memiliki bekal yang lebih mantap tentang apa itu scalping trading. Seperti yang sudah dijelaskan, apapun strategi pilihanmu, sebaiknya kamu memahami dengan baik beragam analisa yang biasa digunakan dalam trading.

Mengkuti beragam kelas online trading HSB Academy di aplikasi HSB Investasi, membaca informasi terupdate seputar trading, maupun sesi konsultasi dengan trader profesional bisa menjadi jalan untuk meningkatkan kemampuan tradingmu. Jangan tunda lagi, download aplikasinya sekarang dan mulai keseruan trading bersama HSB Investasi, Invest in Time!***

DISCLAIMER

Artikel ini ditujukan sebatas sebagai sumber informasi dan edukasi serta tidak ditujukan sebagai sumber utama pemberian saran. Perlu dipahami bahwa aktivitas finansial investasi dan trading memiliki tingkat risiko yang perlu dikelola dengan baik. Pastikan Sobat Trader telah memahami potensi risiko yang mungkin muncul agar dapat meminimalisir kerugian di masa yang akan datang.

DISCLAIMER
Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, ditujukan hanya sebagai sumber pembelajaran dan bukan sebagai saran dalam pengambilan keputusan. Perlu Anda pahami bahwa produk dengan leverage tinggi memiliki potensi risiko kerugian yang juga tinggi, sehingga perlu dikelola dengan baik melalui pemahaman dan kemampuan analisa yang tepat. HSB Investasi tidak bertanggung jawab atas kesalahan keputusan yang dibuat berdasarkan konten ini. Sesuai ketentuan yang berlaku, HSB hanya menyediakan 45 instrumen trading yang dapat Anda pelajari di website resmi kami.

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
Artikel Lainnya

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
bonus tanpa deposit
Mulai Pengalaman Trading Terbaik