Harga USD/JPY Hari Ini 5 Desember 2025 Melemah di 154,530

jpy sebagai mata uang yang dipasangkan dengan usd menjadi salah satu pair favorit

JakartaHarga USD/JPY hari ini melemah perdagangan hari Jumat, mata uang Yen Jepang (JPY) menunjukkan performa yang tangguh melawan Dolar Amerika Serikat (USD). Yen berhasil bertahan di dekat level tertingginya dalam tiga minggu terakhir. Penguatan ini terjadi meskipun data ekonomi domestik Jepang yang baru dirilis menunjukkan hasil yang kurang memuaskan. Pengeluaran rumah tangga Jepang secara tak terduga anjlok 2,9% pada bulan Oktober, penurunan tercepat dalam hampir dua tahun.

Meskipun data ekonomi lemah, minat beli terhadap Yen tidak surut. Hal ini karena para trader lebih fokus pada potensi kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral Jepang (BoJ). Gubernur BoJ, Kazuo Ueda, sebelumnya memberikan sinyal kuat bahwa bank sentral sedang mempertimbangkan “pro dan kontra” untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan pertengahan Desember nanti. Ekspektasi kebijakan yang lebih ketat (hawkish) inilah yang menjadi pendorong utama penguatan Yen dan menekan harga USD/JPY hari ini di pasar Asia.

Selain faktor BoJ, rencana belanja besar-besaran dari Perdana Menteri Sanae Takaichi juga turut mendongkrak imbal hasil obligasi pemerintah Jepang ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Naiknya imbal hasil obligasi Jepang memperkecil selisih keuntungan dengan obligasi negara lain, sehingga membuat Yen menjadi lebih menarik di mata investor global. Ditambah lagi, suasana pasar saham yang sedang hati-hati membuat aset aman (safe haven) seperti Yen kembali diburu.

Di sisi lain, Dolar AS sedang kesulitan untuk bangkit. Meskipun sempat menguat sedikit setelah rilis data tenaga kerja AS yang membaik—di mana klaim pengangguran mingguan turun ke level terendah tiga tahun—Dolar tetap terbebani oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed) minggu depan. Pasar sangat yakin bahwa The Fed akan kembali menurunkan biaya pinjaman, yang membuat daya tarik Dolar AS meredup dibandingkan Yen.

Kondisi fundamental yang bertolak belakang antara Jepang (bersiap menaikkan bunga) dan AS (bersiap menurunkan bunga) ini menciptakan tekanan turun yang kuat pada pasangan mata uang USD/JPY. Para trader kini bersikap waspada menanti rilis data inflasi penting AS, yaitu Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE), yang akan keluar nanti malam. Data ini akan menjadi penentu arah kebijakan The Fed selanjutnya dan tentunya akan mempengaruhi pergerakan harga USD/JPY hari ini.

Secara teknikal, tren penurunan pasangan mata uang ini terlihat cukup solid. Kegagalan harga untuk kembali naik di atas level rata-rata pergerakan 100 jam (SMA) dan penembusan ke bawah level psikologis 155.00 menjadi sinyal kemenangan bagi penjual (bears). Jika tekanan jual berlanjut, harga USD/JPY hari ini berisiko turun lebih dalam menuju kisaran 154.00.

Sebaliknya, jika ada upaya pemulihan, Dolar AS akan menghadapi tembok penghalang yang kuat di area 155.40. Agar bisa bangkit kembali, harga harus mampu menembus level tersebut dengan meyakinkan. Namun, dengan sentimen pasar yang masih memihak Yen, jalur pergerakan harga USD/JPY hari ini tampaknya lebih condong ke arah penurunan lanjutan.

Mulai trading dengan 17 pasangan mata uang forex terpopuler dunia di aplikasi HSB

Sobat Trader, dengan semua perubahan di pasar yang dipicu oleh pergerakan Yen Jepang dan kebijakan Federal Reserve, ini adalah saat yang tepat untuk memperdalam pemahamanmu tentang forex dan strategi trading. Mau coba trading tanpa risiko? Yuk, buka akun demo gratis di HSB Investasi!

Di akun demo, kamu bisa belajar dan praktek trading dengan dana virtual. Akses berbagai instrumen trading, dan fitur menarik seperti grafik harga emas, forex, saham, indeks, dan emas melalui aplikasi trading terbaik dari HSB. Sebagai salah satu broker forex terbaik, HSB menyediakan platform yang user-friendly dan mendukung berbagai strategi trading pemula. Unduh aplikasi trading forex untuk Android dan iOS di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News HSB Investasi untuk informasi dan edukasi seputar trading, investasi keuangan, dan ekonomi.

Bagikan Artikel