Harga AUD/USD Hari Ini 9 Januari 2026 Melemah di 0,66894
Jakarta – Harga AUD/USD hari ini mengalami pelemahan terhadap Dolar AS (USD) pada perdagangan hari Jumat, melanjutkan tren negatif selama tiga hari berturut-turut. Tekanan jual terhadap mata uang Negeri Kanguru ini sebagian besar dipicu oleh rilis data ekonomi dari China, yang merupakan mitra dagang utama Australia. Data terbaru menunjukkan Indeks Harga Konsumen (CPI) China naik 0,8% secara tahunan, angka yang lebih rendah dari perkiraan pasar. Kondisi ekonomi China yang belum sepenuhnya pulih ini menjadi sentimen negatif yang memberatkan pergerakan harga AUD/USD hari ini di pasar valuta asing.
Selain faktor China, data domestik Australia juga kurang menggembirakan. Surplus perdagangan negara tersebut menyusut drastis menjadi 2.936 juta pada bulan November, jauh di bawah pencapaian bulan sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh penurunan nilai ekspor sebesar 2,9%, yang menandakan berkurangnya permintaan global terhadap komoditas Australia. Penurunan kinerja ekspor ini tentu saja mengurangi permintaan terhadap mata uang Dolar Australia, sehingga membuat harga AUD/USD hari ini semakin sulit untuk bangkit melawan Dolar AS yang sedang kuat.
Di sisi lain, ketidakpastian mengenai kebijakan Bank Sentral Australia (RBA) juga turut mempengaruhi psikologi pasar. Meskipun inflasi melambat ke 3,4%, angka ini masih di atas target bank sentral, membuat para trader bingung menentukan arah kebijakan selanjutnya. Deputi Gubernur RBA, Andrew Hauser, menegaskan bahwa pemangkasan suku bunga sepertinya belum akan terjadi dalam waktu dekat. Pernyataan ini seharusnya mendukung mata uang, namun karena data ekonomi yang campur aduk, harga AUD/USD hari ini justru merespons dengan pergerakan yang cenderung menyamping (sideways) dan lemah.
Sementara itu, Dolar AS (USD) terus menunjukkan taringnya berkat data pasar tenaga kerja yang solid. Indeks Dolar AS terpantau menguat di kisaran 98.90, didorong oleh data klaim pengangguran mingguan yang meskipun naik sedikit, namun masih menunjukkan pasar kerja yang tangguh. Kekuatan Dolar AS ini secara otomatis menekan mata uang lawannya, membuat harga AUD/USD hari ini terdorong mendekati level dukungan teknikal yang krusial di grafik harian.
Fokus utama para trader kini tertuju pada rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang akan keluar nanti malam. Data ini sangat penting karena akan memberikan gambaran nyata tentang kesehatan ekonomi AS dan mempengaruhi keputusan The Fed ke depannya. Pasar memprediksi adanya penambahan 60.000 pekerjaan di bulan Desember. Jika data ini dirilis lebih baik dari ekspektasi, Dolar AS bisa menguat lebih lanjut dan menekan harga AUD/USD hari ini turun lebih dalam lagi.
Secara teknikal, posisi Dolar Australia saat ini sedang menguji batas bawah dari pola pergerakan harganya di level 0.6690. Indikator momentum RSI juga menunjukkan bahwa tenaga pembeli mulai berkurang. Jika batas bawah ini ditembus, harga AUD/USD hari ini berisiko jatuh menuju level rata-rata pergerakan 50 hari di 0.6628.
Sebaliknya, agar bisa pulih, pasangan mata uang ini harus mampu menembus level resistensi terdekat di 0.6700. Jika level ini berhasil dilewati, ada peluang bagi harga AUD/USD hari ini untuk kembali mengejar target kenaikan di 0.6766. Namun, mengingat banyaknya data ekonomi penting yang akan dirilis, volatilitas pasar diperkirakan akan tetap tinggi menjelang penutupan pekan ini.

