Harga AUD/USD Hari Ini 25 Februari 2026 Menguat di 0,71142
Jakarta – Harga AUD/USD hari ini yang tercatat naik sebesar 0,7% hingga berhasil menembus level 0,7100 di sesi perdagangan Asia. Penguatan tajam ini terjadi setelah data inflasi Australia di bulan Januari dirilis jauh lebih panas daripada yang diperkirakan oleh pasar.
Berdasarkan laporan terbaru dari Biro Statistik Australia (ABS), kenaikan harga-harga di tingkat konsumen atau Indeks Harga Konsumen (IHK) terpantau terus membandel. Fakta ini membuat pasar mulai memprediksi kebijakan bank sentral yang lebih tegas untuk membantu kestabilan harga AUD/USD hari ini. Secara bulanan, inflasi Australia tumbuh sebesar 0,4%, melonjak cukup tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan bulan Desember yang hanya sebesar 0,1%.
Data yang lebih spesifik, yaitu inflasi inti (Trimmed Mean CPI), juga merangkak naik ke angka 0,3% secara bulanan. Secara tahunan, inflasi inti ini tumbuh 3,4%, lebih cepat dari perkiraan maupun angka periode sebelumnya yang berada di level 3,3%. Sementara itu, inflasi utama secara tahunan tertahan stabil di angka 3,8%, padahal banyak pihak berharap angka tersebut bisa melandai ke level 3,7%. Ketangguhan data inflasi ini secara langsung mendorong kenaikan harga AUD/USD hari ini.
Kondisi ini memberikan alasan kuat bagi Reserve Bank of Australia (RBA) untuk tetap bersikap hawkish atau condong menaikkan suku bunga. Sebelumnya, pada pertemuan kebijakan awal Februari, RBA telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,85% karena melihat adanya risiko kenaikan harga yang masih tinggi. Gubernur RBA, Michele Bullock, bahkan sempat menegaskan bahwa denyut inflasi saat ini masih terlalu kuat dan tidak boleh dibiarkan lepas kendali, yang pada akhirnya memengaruhi dinamika harga AUD/USD hari ini.
Di sisi lain, mata uang Dolar AS (USD) justru terpantau mengalami pelemahan. Penurunan nilai Greenback ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato kenegaraan (State of the Union) pertamanya. Dalam pidato tersebut, Trump membela kebijakan tarif yang diterapkannya dan memberikan kritik terhadap putusan Mahkamah Agung yang membatalkan aturan tarif tersebut. Ketidakpastian politik ini ikut memengaruhi sentimen terhadap harga AUD/USD hari ini.
Saat laporan ini disusun, Indeks Dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan Dolar terhadap enam mata uang utama lainnya sedang turun 0,13% ke kisaran level 97,75. Melemahnya mata uang AS ini menjadi berkah tambahan bagi Dolar Australia, sehingga para trader melihat adanya tren positif harga AUD/USD hari ini di pasar global. Dolar Australia pun tercatat sebagai mata uang dengan performa paling kuat dibandingkan mata uang lainnya hari ini.
Meskipun ekonomi dunia masih dibayangi berbagai tantangan, data domestik Australia yang tetap panas memberikan fondasi yang kuat bagi mata uang tersebut. RBA pun masih membuka pintu lebar-lebar untuk kembali menaikkan suku bunga di masa depan jika inflasi tidak kunjung mendekati target yang diinginkan. Hal ini tentu menjadi perhatian utama bagi siapa pun yang memantau perkembangan harga AUD/USD hari ini di pasar valuta asing.

