Stop Pantengin Chart Seharian! Aktifkan Fitur GTC Ini Biar Cuan Jalan Terus
Sobat Trader, jujur saja, berapa jam sehari yang kamu habiskan cuma buat melototin pergerakan harga candlestick naik-turun? Padahal, trading seharusnya bikin hidup lebih bebas, bukan malah jadi tahanan layar monitor. Kalau kamu masih trading secara manual setiap jam bursa buka, tandanya kamu belum memaksimalkan “asisten otomatis” yang sudah tersedia di aplikasimu.
Asisten itu bernama GTC Order atau Good ‘Til Cancelled. Fitur ini adalah kunci buat kamu yang pengen trading santai tapi tetap disiplin. Bayangkan bisa pasang jebakan harga hari ini, lalu ditinggal liburan, dan seminggu kemudian profit sudah masuk kantong. Artikel ini akan membongkar cara kerja dua jenis GTC paling ampuh: GTC Limit dan GTC Stop, supaya kamu bisa trading lebih cerdas, bukan lebih keras.
Poin Penting (Key Takeaways):
- Efisiensi Waktu: GTC Order tetap aktif berhari-hari (bahkan berminggu-minggu) tanpa perlu diinput ulang setiap pagi.
- GTC Limit: Senjata untuk mendapatkan harga diskon (beli di bawah) atau jual di pucuk (harga spesifik).
- GTC Stop: Perisai pelindung modal (Stop Loss) atau pemicu momentum saat harga menembus level kunci (Breakout).
- Kontrol Emosi: Mencegah keputusan impulsif karena rencana trading sudah dipasang sejak awal.
Apa Itu GTC Order Sebenarnya?
Sebelum masuk ke teknis, kita samakan dulu persepsi. Dalam trading konvensional, biasanya order yang kamu pasang hanya berlaku satu hari (disebut Day Order). Kalau sampai sore order itu belum “kena” atau tereksekusi, sistem akan menghapusnya. Besoknya? Kamu harus pasang ulang. Ribet, kan?
Di sinilah Good ‘Til Cancelled (GTC) berperan. Sesuai namanya, order ini akan “Tetap Berlaku Sampai Dibatalkan”.
- Status: Pending (menggantung).
- Durasi: Tidak terbatas pada sesi harian (tergantung kebijakan broker, biasanya 30-90 hari).
- Pembatalan: Hanya mati jika tereksekusi sistem atau kamu hapus manual.
Fitur ini adalah sahabat terbaik bagi swing trader atau kamu yang punya pekerjaan tetap (part-time trader).
1. GTC Limit Order: Si Pemburu Harga Diskon
Jenis pertama adalah GTC Limit Order. Kunci dari jenis ini adalah: Kualitas Harga. Kamu adalah raja yang menentukan harga. Kamu hanya mau transaksi kalau harganya sesuai keinginanmu, titik.
Cara Kerjanya Simpel:
Misalkan kamu mengincar saham ABCD yang harganya sekarang Rp5.000. Kamu merasa harga ini kemahalan dan analisismu bilang harga bakal turun dulu ke Rp4.500 sebelum naik tinggi.
- Daripada nungguin tiap hari, kamu pasang GTC Buy Limit di Rp4.500.
- Kamu bisa tutup aplikasi, tidur, atau kerja.
- Dua minggu kemudian, ada sentimen pasar yang bikin harga drop sesaat ke Rp4.500. Otomatis terbeli!
Kenapa Wajib Pakai GTC Limit?
- Anti Boncos: Kamu terhindar dari membeli di harga pucuk karena FOMO (Fear of Missing Out).
- Presisi: Kamu bisa menghitung Risk to Reward dengan tepat karena harga masuknya sudah pasti.
- Fleksibel: Cocok buat strategi “Jaring Bawah” (beli saat koreksi) atau “Jaring Atas” (jual saat target profit tercapai).
2. GTC Stop Order: Si Penjaga Keamanan
Berbeda dengan Limit, GTC Stop Order bukan soal tawar-menawar harga, tapi soal Pemicu (Trigger). Order ini “tidur” dan baru aktif menjadi Market Order ketika harga menyentuh angka keramat yang kamu tentukan.
Dua Fungsi Vital GTC Stop:
- Sebagai Pelindung (Stop Loss)
Ini wajib hukumnya. Kamu beli saham di Rp5.000. Kamu nggak mau rugi lebih dari 10%. Maka kamu pasang GTC Sell Stop di Rp4.500.
- Skenario: Kamu lagi sibuk meeting, tiba-tiba pasar crash dan harga sahammu terjun bebas.
- Penyelamatan: Begitu harga sentuh Rp4.500, sistem otomatis menjual sahammu. Kamu rugi sedikit, tapi modalmu selamat dari kehancuran lebih parah. Tanpa GTC Stop, kamu mungkin baru sadar saat harga sudah di Rp3.000.
- Sebagai Strategi Dobrakan (Buy Stop/Breakout)
Kamu melihat saham XYZ di harga Rp1.000. Ada tembok resisten kuat di Rp1.050. Kamu yakin kalau tembus Rp1.050, harga bakal terbang ke Rp1.500.
- Kamu pasang GTC Buy Stop di Rp1.060.
- Tujuannya bukan beli murah, tapi membeli momentum. Kamu hanya mau masuk pasar kalau tren kenaikan sudah terkonfirmasi (menembus resisten).
Perbandingan Cepat: Limit vs Stop
Biar nggak bingung dan salah pasang, hafalkan tabel sederhana ini. Kesalahan memilih jenis order bisa fatal, lho!
Kategori GTC Limit Order GTC Stop Order
Tujuan Utama Mendapatkan harga terbaik (Price Guarantee). Mendapatkan kepastian eksekusi (Protection/Momentum).
Posisi Harga Beli di bawah harga pasar, atau Jual di atas harga pasar. Jual di bawah harga pasar (Cut Loss), atau Beli di atas harga pasar (Breakout).
Risiko Order mungkin tidak tereksekusi jika harga kurang sedikit lagi menyentuh target. Terjadi Slippage (selisih harga) jika pasar bergerak terlalu liar saat order aktif.
Tips Strategis Menggunakan GTC Biar Maksimal
- Jangan “Set and Forget” Selamanya: Mentang-mentang otomatis, jangan ditinggal setahun juga. Review order GTC-mu minimal seminggu sekali. Apakah trennya masih valid? Apakah level support berubah?
- Waspada Celah Harga (Gap): GTC Stop Order bisa sedikit tricky. Kalau pasar tutup di Rp5.000 dan besok pagi langsung buka di Rp4.000 (Gap Down), Stop Loss kamu di Rp4.500 akan tereksekusi di harga pembukaan (Rp4.000), bukan Rp4.500. Ini risiko pasar yang harus dipahami.
- Manfaatkan OCO (One Cancels the Other): Kalau aplikasimu canggih, gabungkan keduanya. Pasang GTC Limit untuk ambil untung (Take Profit) dan GTC Stop untuk batasi rugi (Stop Loss). Kalau salah satu kena, yang lain otomatis batal. Trading jadi full otomatis!
Dengan menguasai kedua jenis order ini, kamu mengubah gaya tradingmu dari yang “emosional dan melelahkan” menjadi “sistematis dan santai”. Biarkan sistem bekerja untuk uangmu, bukan kamu yang bekerja untuk memantau sistem.
FAQ (Pertanyaan Umum)
Tergantung broker, biasanya berkisar antara 30 hingga 90 hari kalender. Jika lewat dari itu belum tereksekusi, sistem akan membatalkannya (expired). Pastikan cek aturan di aplikasi tradingmu.
Tidak ada biaya ekstra untuk memasang status GTC. Kamu hanya dikenakan biaya transaksi (fee beli/jual) standar ketika order tersebut benar-benar tereksekusi (match).
Tentu saja. Selama statusnya masih Open atau Pending, kamu bebas mengubah harga, mengubah jumlah lot, atau membatalkannya kapan saja tanpa denda. Berapa lama GTC Order bertahan?
Apakah kena biaya tambahan buat pasang GTC?
Bisakah saya membatalkan GTC sebelum tereksekusi?
Siap Trading Santai? Yuk Praktek Sekarang!
Teori GTC Order di atas adalah kunci kebebasan waktu, tapi hanya akan berguna kalau kamu praktekkan. Takut salah pencet saat mencoba? Tenang, kamu bisa latihan dulu menggunakan akun demo HSB Investasi yang sudah dibekali dana virtual gratis hingga $10,000. Ini adalah tempat paling aman untuk menguji strategi GTC Limit maupun Stop tanpa risiko kehilangan uang sepeserpun.
Selain fitur aplikasinya yang canggih dan mendukung order GTC, keamanan danamu juga terjamin karena HSB sudah teregulasi resmi oleh Bappebti dan meraih penghargaan “The Most Innovative Broker” dari ICDX. Unduh aplikasi HSB Investasi sekarang di Android dan iOS. Mulai perjalanan trading online sekarang!!***




