Home Analisa Teknikal Forex Memahami Cara Membaca Titik Support dan Resistance

Memahami Cara Membaca Titik Support dan Resistance

by HSB
0 comment

Titik support dan resistance seringkali disebut-sebut dalam analisis saham, terutama dalam memprediksi kenaikan dan penurunan harga saham. Kedua istilah ini sangat penting untuk membuat keputusan trading dengan tepat. Support dan resistance sendiri merupakan salah satu indikator utama dalam analisis teknikal.

Analisis teknikal diperlukan untuk melihat pola harga saham pada masa lalu dan memprediksi pola harga masa depan. Kamu dapat menggunakan garis atau level support dan resistance dalam mengidentifikasi titik harga pada grafik saham. Dari sini, kamu bisa mengetahui waktu terbaik untuk melakukan buy, sell, dan hold. 

Trader berpengalaman tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah support dan resistance dalam dunia investasi. Lalu, bagaimana dengan kamu yang masih pemula? Mari simak berbagai informasi tentang titik support dan resistance secara lebih dalam di bawah ini.

Apa Itu Support dan Resistance?

Support dan resistance merupakan istilah yang merujuk pada batas harga tertentu dalam analisis saham. Support dapat diartikan sebagai tingkat terendah dari harga saham pada waktu tertentu. Jika kamu menemukan titik support pada grafik, maka harus segera diantisipasi untuk mencegah harga semakin jatuh.

Sementara itu, resistance adalah kebalikan dari support, yaitu tingkat harga tertinggi dari sebuah saham pada waktu tertentu. Pada masa ini, banyak aksi jual yang dilakukan pemegang saham dan berakibat pada sulitnya  harga naik ke tingkat yang lebih tinggi lagi.

Dalam kondisi resistance, harga saham cenderung turun. Namun, adakalanya resistance dapat ditembus atau disebut juga dengan kondisi breakout, di mana harga akan naik. Meski begitu, setelah mengalami kenaikan, harga akan kembali turun. Hal ini ditandai dengan terbentuknya titik resistance yang baru. 

Baca juga: Apa Itu Support & Resistance: Pengertian, Jenis, dan Cara Menggunakanya

Pentingnya Memahami Support dan Resistance dalam Trading

Dalam dunia trading, melakukan pembelian dan penjualan dalam waktu yang tepat merupakan hal yang sangat penting. Mengapa? Tentu supaya kamu mendapat keuntungan yang diharapkan. Nah, caranya dengan memahami support dan resistance sebagai indikator utama dalam analisis teknikal.

Sebab, hanya membaca laporan keuangan dan melakukan analisis fundamental saja tidak cukup. Melalui analisis titik support dan resistance, kamu dapat membaca grafik saham, mempelajari pola grafik, serta menentukan take profit dan stop loss untuk menekan kerugian yang semakin mendalam. 

Analisis support dan resistance memang terlihat sulit bagi pemula, tetapi akan memberikan banyak manfaat ketika kamu sudah memahaminya. Kamu tidak hanya akan meraup keuntungan yang cukup besar, tetapi berpotensi menjadi trader andal. Jadi, dalam dunia trading penting sekali memahami support dan resistance, terutama jika kamu ingin mendapatkan keuntungan yang maksimal. 

4 Cara Menentukan Titik Support Dan Resistance

Cara Kerja Pasar Valuta Asing

Titik support dan resistance digunakan sebagai alat bantu untuk menganalisis pergerakan saham. Penentuan titik support dan resistance dapat dilakukan dengan menarik garis horizontal tersebut. 

Tidak hanya itu, terdapat cara lain yang dapat digunakan untuk menentukan titik support dan resistance, seperti menggambar garis tren, menggunakan indikator teknikal moving average, fibonacci retracement, hingga indikator pivot point. Supaya lebih mudah dimengerti, di bawah ini masing-masing penjelasannya.

1. Garis Horizontal

Menentukan titik support dan resistance menggunakan garis horizontal terbilang cukup mudah. Untuk menentukan support, pilih saham tertentu di bursa efek dan lihat histori pergerakan sahamnya. Cari titik terendah harga saham pada waktu tertentu, lalu tarik garis horizontal tepat di titik terendah saham. Hal yang sama dapat kamu lakukan saat mencari titik resistance.

2. Trendline 

Cara menentukan titik support dan resistance dengan metode ini hampir mirip dengan menarik garis horizontal. Bedanya, pada metode trendline garis ditarik miring atau diagonal mengikuti trend harga saham yang terjadi. Caranya, kamu perlu fokus pada pergerakan saham yang membentuk trend naik (uptrend) atau turun (downtrend).

3. Moving Average

Garis pada moving average akan menampilkan rata-rata perubahan harga suatu aset dalam periode tertentu. Untuk menentukan titik support dan resistance, kamu bisa melihat histori pergerakan harga saham sebelumnya dalam rentang waktu 20 hari atau sesuai dengan kebutuhan. 

Perhatikan garis moving average pada grafik saham yang ditampilkan. Apabila garis moving average berada di bawah harga, maka berfungsi sebagai support. Begitu pun sebaliknya. 

Baca Juga: 6 Setting Indikator Moving Average Trading Terbaik dan Paling Akurat

4. Fibonacci Retracement

Metode ini dapat menganalisis pergerakan harga saham dengan menarik garis-garis horizontal yang merepresentasikan rasio bilangan fibonacci. Kamu dapat menerapkan indikator fibonacci dengan menarik garis fibonacci dari titik terendah ke titik tertinggi. Area support dan resistance dapat kamu temukan ketika titik harga bersinggungan dengan garis-garis fibonacci, terutama garis 0.618 atau 6.18%.

3 Tips Trading dengan Konsep Support Dan Resistance

Tips Trading dengan Konsep Support Dan Resistance

Pada dasarnya, titik support dan resistance membantu kamu menganalisis pergerakan harga pasar. Jika kamu melakukannya dengan benar, maka peluang cuan pun semakin dekat. Supaya hal ini terjadi, mari simak tips trading dengan konsep support dan resistance di bawah ini.

1. Gunakan Metode Analisis yang Paling Mudah

Kamu dapat menggunakan metode analisis yang paling mudah atau sesuai dengan kebutuhan. Untuk pemula, direkomendasikan untuk menggunakan metode trendline, lantaran memberikan gambaran yang cukup jelas dalam menunjukkan titik support dan resistance. 

Pada metode ini, kamu akan menemukan bahwa trend yang naik turun seringkali memiliki arah yang tidak mudah terlihat. Misalnya, uptrend terjadi saat harga tertinggi dikalahkan oleh titik yang lebih tinggi. Begitu pun sebaliknya saat terjadi downtrend. 

Trendline memang metode yang paling mudah dan aplikatif. Namun, untuk mendapatkan hasil yang maksimal, penggunaannya harus dikombinasikan dengan metode analisis lain, seperti moving average. 

2. Perhatikan Major dan Minor dalam Menentukan Support dan Resistance

Minor yang dimaksud merujuk pada pergerakan harga semu yang biasanya tidak akan bertahan lama. Hal ini sering terjadi ketika harga aset sedang membuat trend menurun atau naik. Misalnya, kenaikan dan penurunan harga terjadi dalam waktu yang cepat. Maka hal ini akan menyebabkan pergerakan harga saham yang semu.

Sementara, major yang dimaksud di sini yaitu ketika level harga terendah dan tertinggi dapat menyebabkan pembalikan tren harga aset. Misalnya, jika pasar sedang dalam kondisi uptrend kemudian berbalik downtrend, maka level pembalikan yang terjadi adalah resistance major.

3. Perhatikan False Breakout

False breakout atau alarm palsu yaitu kondisi ketika harga aset bergerak sedikit lebih jauh dari yang diharapkan. Kondisi ini sebenarnya merupakan peluang yang baik dalam trading. Sebab, kondisi ini dapat menjadi kunci cuan, terutama saat pasar sedang mengalami bullish. 

Misalnya, pasar sedang mengalami uptrend, kemudian harganya tiba-tiba kembali ke arah support-nya. Dalam kondisi ini, kamu bisa melakukan aksi profit taking dengan mengakumulasi aset tersebut sebelum harganya kembali naik. 

Jika trend turun dan harga mengalami resistance, biarkan harga menembus di atas resistance, lalu lakukan short sell saat harga mulai turun di bawah resistance. 

Baca juga: Breakout Trading: Pengertian dan Cara Trading Saham

Nah, itu dia cara membaca titik support dan resistance dalam menganalisis pergerakan harga instrumen trading. Bagaimana? Cukup mudah bukan? Setelah memahaminya, kini saatnya kamu mengimplementasikan pengetahuan yang baru saja didapatkan. 

Tenang, kamu bisa membuat akun demo terlebih dahulu di aplikasi trading online HSB sebelum terjun langsung. Di sana, kamu bisa berlatih trading forex, saham, dan berbagai komoditas seperti emas, perak, dan minyak mentah. Kamu bisa selalu memantau pergerakan harga realtime via aplikasi HSB

Jadi, tunggu apalagi? Download aplikasi HSB sekarang juga! dan nikmati trading aman serta transparan!***

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

Quick Links
HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288