Home Forex Apa itu Analisa Fundamental Forex?

Apa itu Analisa Fundamental Forex?

by HSB
0 comment

Trading forex dikenal sangat berisiko. Untuk itu, diperlukan sebuah analisis trading agar risiko kerugian dapat diminimalisir. Salah satu analisis trading yang dimaksud adalah analisa fundamental forex.

Lantas, apa yang dimaksud dengan analisa fundamental forex? Dan, bagaimana cara menganalisa forex dengan analisa fundamental? Untuk informasi lebih lanjut, mari simak penjelasan di bawah ini!

Apa itu Analisa Fundamental Forex?

apa itu analisa fundamental forex

Analisa fundamental forex adalah studi yang menentukan keputusan untuk membeli, menjual, atau menunggu waktu yang tepat untuk trading pasangan mata uang. Analisa fundamental memeriksa perubahan di harga pasangan mata uang dan mencoba untuk memprediksi ke arah mana harga akan bergerak.

Di pasar forex, trader membeli dan menjual pasangan mata uang dengan tujuan profit. Bank, firma investasi, hedge fund, dan trader semuanya menggunakan analisa fundamental untuk menentukan waktu trading terbaik untuk pasangan mata uang. Adapun analisa ini bisa dilakukan secara manual maupun otomatis.

Secara otomatis dilakukan dengan bantuan software komputer yang menganalisa data-data historis. Namun, bisa juga mengkombinasikan dengan membaca data secara manual dan dengan bantuan analisa komputer.

Analisa Fundamental Forex Meliputi Apa Saja?

Faktor Penting Dalam Analisa Fundamental

Seperti yang telah dijelaskan di atas, sumber yang tersedia untuk trader dalam menganalisis fundamental sangatlah luas dan beragam. Namun, ada beberapa yang lebih penting di antaranya:

  • Pengumuman Bank Sentral

Bank Sentral dapat menjadi penyebab volatilitas yang signifikan di sebagian besar kelas aset. Kebijakan yang mereka keluarkan adalah menaikkan atau menurunkan suku bunga, yang berdampak besar pada mata uang, saham, indeks, dan lainnya.

Namun, analisis fundamental juga akan memperhatikan kebijakan moneter baru (mengisyaratkan bahwa sikap bank sentral dapat berubah dalam waktu dekat), pembelian aset, revaluasi mata uang, perubahan personel, dan sebagainya.

  • Data Kondisi Ekonomi

Hampir setiap aset dipengaruhi oleh ekonomi yang lebih luas, sehingga trader akan mencari tanda-tanda bahwa ekonomi tumbuh atau menyusut.

Indikator utama pertumbuhan ekonomi adalah produk domestik bruto (PDB), yang menghitung jumlah barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu perekonomian. Namun, laporan ketenagakerjaan dan produksi juga penting.

  • Inflasi

Faktor ekonomi utama lainnya adalah inflasi. Inflasi terjadi ketika daya beli mata uang tertentu menurun, dan bank sentral biasanya memiliki tugas untuk menjaganya (sambil menghindari deflasi).

Inflasi tidak hanya mempengaruhi forex; obligasi, komoditas, saham, dan indeks biasanya akan mengalami volatilitas darinya.

  • Sosial dan Politik

Perubahan politik dalam suatu negara dapat terjadi di pasar keuangan. Seorang presiden baru, misalnya, mungkin mempersulit hidup bisnis atau berinvestasi besar-besaran dalam infrastruktur baru.

Geopolitik juga bisa menjadi penting. Misalnya, meningkatnya konflik di Timur Tengah dapat menekan pasokan minyak dunia, sehingga menaikkan harganya. Akibatnya, bisnis yang sangat bergantung pada minyak mungkin melihat keuntungan mereka melemah.

  • Bencana Alam dan Musiman

Kedua faktor ini mungkin tampak tidak terkait dengan pasar forex, tetapi seringkali akan mendorong volatilitas di berbagai aset. Bencana alam dapat membawa hambatan bagi bisnis dan ekonomi, serta memengaruhi rantai pasokan berbagai komoditas.

Keuntungan Analisa Fundamental Forex

mengenal analisa fundamental forex

Keuntungan dari analisa fundamental forex adalah mengetahui sebab-sebab penggerak harga pasar. Analisa fundamental forex bertopang pada prediksi faktor-faktor masa depan yang mempengaruhi suatu negara. Dengan mempelajari analisa fundamental forex akan mengasah kemampuan Sobat Trader memahami aksi pergerakan harga.

Ketika menggunakan analisa ini trader mencermati perubahan di pasar forex dengan memonitor angka-angka pada data ekonomi penting suatu negara seperti GDP (gross domestic product), tingkat pengangguran (unemployment), tingkat suku bunga (interest), tingkat inflasi, serta data-data ekonomi makro dan mikro lainnya.

Selain itu, berita-berita ekonomi, berita politik, hukum, sosial, peristiwa geopolitis, dan lain-lain juga menjadi indikator dalam analisis fundamental forex.

Sebagai contoh, bila seorang trader membuat analisis fundamental forex terhadap pasangan mata uang EUR/USD, maka ia akan mencari tahu informasi mengenai tingkat suku bunga di Zona Euro. Trader tersebut akan menantikan berita-berita terbaru lain yang berpengaruh yang berasal dari negara-negara Eropa.

Cara Menganalisis Fundamental Forex

Langkah-Langkah Menganalisis Fundamental Forex

Kamu dapat menerapkan analisis fundamental forex dengan membuka akun demo. Berikut ini adalah langkah-langkah untuk menganalisis data ekonomi global dan memutuskan mata uang mana yang akan dibeli atau dijual melalui analisis fundamental forex.

Langkah 1: Pelajari Makroekonomi

Dasar analisis fundamental melibatkan studi ekonomi makro pada skala global. Dalam melakukannya, kamu perlu memeriksa dinamika siklus ekonomi, kebijakan moneter bank sentral, dan beberapa indikator lainnya.

Perilaku masa lalu lembaga moneter juga memiliki relevansi yang besar dengan pilihan masa depan mereka, oleh karena itu kita harus mengingat data historis saat menganalisis arah pasar di masa depan.

Inovasi teknologi, lingkungan politik, fundamental pasar yang sedang berkembang juga mempengaruhi dinamika yang dapat meningkatkan produktivitas dan menciptakan periode ekspansi ekonomi non-inflasi dalam skala global.

Langkah 2: Pelajari Kebijakan Moneter Global

Pada langkah kedua, kita beralih dari studi umum dari langkah pertama ke diskusi yang lebih spesifik tentang ekonomi negara.

Jika pada langkah pertama kita memeriksa faktor-faktor yang mempengaruhi keadaan ekonomi semua negara, sekarang kita akan melihat lebih dekat pada kebijakan moneter.

Secara umum, bias kebijakan moneter Bank Sentral bisa dibedakan menjadi tiga:

  • Hawkish, condong pada pengetatan moneter (tight monetary policy):

Membendung pertumbuhan Money Supply (M3), menaikkan suku bunga acuan, melaksanakan penjualan sekuritas (obligasi), dan memangkas stimulus moneter (tapering). Pertimbangannya, apabila suku bunga terlalu rendah dalam waktu lama, maka dapat mengakibatkan bubble yang berbahaya bagi perekonomian.

  • Dovish, condong pada pelonggaran moneter (loose monetary policy):

Menunjang pertumbuhan Money Supply (M3), memangkas suku bunga atau justru menerapkan suku bunga negatif, melaksanakan pembelian sekuritas (obligasi), dan melancarkan stimulus moneter (Quantitative Easing). Pertimbangannya, apabila suku bunga dinaikkan dikala situasi ekonomi kurang sehat, maka nanti akan mengekang ekspansi bisnis akibat tingginya bunga pinjaman yang semestinya dibayar.

  • Netral, condong untuk membiarkan kebijakan yang telah diambil

Dengan kata lain, tak menjalankan perubahan apa-apa.

Dengan mempelajari bias kebijakan moneter global terbaru, kita dapat membandingkannya dengan situasi sebelumnya, kemudian memperkirakan imbasnya bagi perekonomian global.

Pada prakteknya dalam analisis fundamental, kita bisa berperilaku berdasar kesimpulan berikut:

  • Kebijakan moneter longgar sesudah masa resesi itu normal. Bagi kita, itu berarti kita dapat meningkatkan toleransi risiko dalam portofolio. Kita bisa memilih aset-aset finansial dan mata uang yang berisiko lebih tinggi.
  • Kebijakan moneter longgar yang berkepanjangan menghadirkan risiko economic bubble. Mata uang negara-negara dengan fundamental ekonomi lemah akan terapresiasi (kurs naik) sampai melampaui tingkat wajar, sehingga membuka kesempatan untuk melakukan short-selling atasnya.
  • Kebijakan moneter ketat sesudah masa puncak itu mensinyalkan diawalinya jangka waktu siklus selanjutnya. Artinya, kita perlu mengurangi toleransi risiko dalam portofolio dengan memilih aset dan mata uang yang relatif lebih aman.
  • Kebijakan moneter ketat berkepanjangan itu akan memaksa spekulan untuk memangkas aksinya di pasar, sebab suku bunga terus meninggi. Pada akhirnya, mata uang negara-negara dengan fundamental ekonomi kuat akan terapresiasi (kurs naik) sampai melampaui tingkat wajar, sehingga membuka kesempatan untuk melakukan short-selling atasnya.

Akan tetapi, perhatikan bahwa analisis fundamental ini bukanlah hukum alam yang bersifat pasti. Keempat skenario tersebut bisa saja tidak terjadi, jikalau terjadi krisis karena pecahnya bubble, harga komoditi melesat akibat krisis, atau ada isu geopolitik tertentu.

Langkah 3: Memutuskan Mata Uang yang Akan Dibeli atau Jual

Terakhir, pada langkah ketiga kita akan memutuskan mata uang sebenarnya yang akan kita beli atau jual, dan berapa lama kita akan mempertahankan posisi kita. Indikator terpenting yang harus dipelajari adalah:

  • Suku bunga

Tingkat suku bunga menjadi faktor penting yang dipertimbangkan oleh trader sebelum melakukan order. Tingkat suku bunga yang tinggi akan mendatangkan banyak investor ke negara tersebut dan secara langsung meningkatkan nilai mata uang negara itu juga.

Namun, apabila tingkat suku bunga terlalu tinggi, maka inflasi akan sulit dihindari dan akan mengurangi nilai mata uang tersebut.

  • Neraca pembayaran mata uang

Neraca pembayaran suatu negara seperti neraca perusahaan. Semakin sehat neraca pembayaran, semakin kuat mata uang negara tersebut pada saat terjadi gejolak ekonomi.

Jika suatu negara memiliki neraca perdagangan surplus, maka itu berarti adanya permintaan tinggi terhadap produk dan jasa negara tersebut, sehingga permintaan akan mata uang negara tersebut juga meningkat. Dua faktor tersebut adalah faktor-faktor utama yang mempengaruhi nilai mata uang.

  • PDB

Produk Domestik Bruto (PDB) adalah pengukuran semua barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu ekonomi dalam periode tertentu dan diyakini sebagai indikator terbaik kesehatan ekonomi secara keseluruhan.

Tingkat perubahan PDB selama periode waktu tertentu dapat memberi tahu kamu banyak hal tentang kesehatan ekonomi, seperti apakah ekonomi tumbuh atau menyusut. Hal ini pada gilirannya dapat memberikan indikasi kekuatan mata uang suatu negara, peningkatan PDB cenderung memiliki efek positif pada nilai mata uang.

Apa Perbedaan Analisa Fundamental dan Analisa Teknikal?

Analisa Fundamental adalah metode yang mengacu pada kondisi perusahaan dan situasi kondisi ekonomi, politik, dan keamanan secara global atau secara regional tergantung negara asal bursa indeks saham, perusahaan yang mengeluarkan saham, atau negara yang mata uangnya diperdagangkan.

Sementara itu, analisa teknikal mengukur perubahan harga menggunakan perangkat statistik seperti grafik (chart) dan rumus-rumus matematis. Penerapan analisa teknikal membutuhkan grafik harga (chart) dan indikator yang ditelaah dengan metode tertentu.

Itulah informasi seputar analisis fundamental forex. Buat kamu yang ingin melakukan investasi dan trading, pastikan broker yang Sobat Trader gunakan sudah teregulasi BAPPEBTI dan menawarkan transaksi yang aman transparan agar terhindar dari investasi bodong.

Salah satu broker trading yang bisa kamu percayakan adalah HSB Investasi. HSB Investasi tak hanya mengantongi izin resmi BAPPEBTI, tetapi juga meraih penghargaan Best Innovative Broker 2022 dari ICDX. Jangan tunda lagi, jadilah bagian dari jutaan trader sukses bersama HSB Investasi! Download dan registrasikan akun trading-mu sekarang juga!***

Banner Trading

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288