Faktor-faktor yang perlu diutamakan dalam strategi trading adalah jangka waktu, jumlah trading, biaya dan target profit. Pada artikel ini, HSB Investasi akan membahas mengenai strategi berdasarkan jangka waktu.

Bagi trader yang tidak membuat strategi terlebih dahulu, akan sulit bagi mereka untuk mencapai profit target yang diinginkan, karena terkadang pasar bergerak dengan volatilitas tinggi. Maka itu untuk mengantisipasi pergerakan pasar tersebut, trader sebaiknya memiliki strategi trading.

Terdapat dua strategi trading yang berhubungan dengan jangka waktu, yaitu: short term dan long term. Manakah yang terbaik dari antara kedua strategi berdasarkan jangka waktu ini? Jawabannya adalah kondisi dari diri trader itu sendiri. Jadi kondisi trader menentukan strategi yang cocok dengannya. Bila trader memiliki banyak waktu untuk selalu memperhatikan chart dan pergerakan harga maka strategi short term cocok digunakan. Bila trader hanya dapat memperhatikan chart dan pergerakan harga untuk waktu yang singkat, maka cocok untuk menggunakan strategi long term.

Strategi Short Term Trading Forex

Strategi short term sangat mengandalkan chart sebagai alat analisa teknikal. Strategi ini juga biasa disebut day trading atau intraday karena hanya memerlukan waktu kurang dari satu hari untuk mencapai hasil, bisa juga hanya dalam hitungan jam atau bahkan menit. Timeframe yang digunakan biasanya antara M1 (1 menit) hingga H1 ( 1 hour / 1 jam).  

Biasanya terdapat 3 hingga 4 kali pembukaan posisi per hari, sehingga memiliki kesempatan trading yang lebih banyak untuk meningkatkan peluang profit, ataupun jumlah profit dari beberapa kali trading dapat menutupi loss dari trading sebelumnya.

Strategi ini memerlukan trader untuk meluangkan banyak waktu dan memperhatikan lebih chart lebih seksama, dan hampir selalu menggunakan fitur stop loss.

Strategi Long Term Trading Forex

Long term biasanya membutuhkan waktu minimum 1 hari. Timeframe yang digunakan untuk membaca chart adalah D1 (atau berarti Day 1 / 1 hari), W1 (Week 1 / 1 minggu) dan M1 (Month 1 / 1 bulan). Transaksi sbiasanya dilakukan satu kali per bulan. Strategi long term juga memerlukan trader untuk deposit lebih banyak dibandingkan deposit untuk trading short term karena akan menemui beberapa kali volatilitas selama proses.

Perlu kesabaran lebih karena strategi trading long term bisa memakan waktu berhari-hari hingga berbulan-bulan. Bagi trader yang terbiasa intraday trading atau day trading, akan kesulitan untuk cocok dengan strategi ini.

Trader dapat menahan posisi dalam jangka waktu yang lama di pasar forex. Yang perlu dipertimbangkan bila ingin menahan posisi hingga jangka waktu yang sangat lama seperti berbulan-bulan adalah faktor swap.

Disclaimer

Artikel di atas hanyalah sebagai informasi dan pendidikan saja. Informasi di atas tidak bertujuan untuk dijadikan saran. Produk dengan leverage memiliki tingkat risiko yang tinggi terhadap modal yang Anda investasikan. Nilai investasi dapat turun atau naik dan Anda dapat kehilangan pembayaran margin awal Anda. Pastikan Anda telah memahami sepenuhnya semua risiko yang terlibat.

Klik disini untuk trading produk forex dan komoditas seperti emas dan minyak dengan akun real di HSB Investasi.