Home Saham Inilah Perbedaan Saham Dan Reksadana

Inilah Perbedaan Saham Dan Reksadana

by HSB
0 comment

Kata investasi sudah tidak asing karena hampir semua orang pasti pernah mendengarnya. Tetapi kemungkinan besar masih banyak yang tidak bisa membedakan instrumen-instrumen investasi yang ada. Bagi para pemula yang baru belajar investasi, mereka tentu kebingungan mengenali perbedaan dari banyaknya instrumen investasi yang ada. 

Jika kamu adalah salah satunya, maka artikel ini tepat untuk dibaca sampai selesai. HSB telah menyiapkan informasi lengkap mengenai perbedaan saham dan reksadana yang perlu kamu tahu. 

Sederhananya, saham dan reksa dana sama-sama melakukan investasi saham di pasar modal. Hanya saja jika saham dilakukan sendiri oleh individu, reksa dana dilakukan oleh seorang manajer investasi. Penasaran perbedaan-perbedaan lain yang dari kedua instrumen ini? Yuk simak selengkapnya berikut ini. 

Perbedaan Definisi Saham dan Reksadana

Untuk memahami perbedaan saham dan reksa dana yang lebih menyeluruh, kamu perlu berkenalan lebih jauh dengan masing-masing instrumen investasi. Oleh karena itu berikut ini adalah penjelasan mengenai saham dan reksa dana. 

  • Pengertian Saham

Saham adalah salah satu dari sekian banyak instrumen investasi yang ada saat ini. Saham menjadi yang paling populer di kalangan para investor karena terdapat berbagai varian saham yang bisa dipilih sesuai kemampuan. 

Keuntungan yang didapat dari melakukan investasi saham juga menarik perhatian para investor, yaitu dividen dan capital gain. 

Investasi saham dilakukan dengan cara memilih satu atau lebih perusahaan yang sahamnya berkualitas menurut setiap investor. Investasi saham dengan menanamkan modal pada suatu perusahaan bertujuan mendapat keuntungan dari modal yang dibiarkan berkembang dalam jangka waktu tertentu. 

Baca juga: Apa Itu Saham Blue Chip yang Disukai Investor?

  • Pengertian Reksa Dana

Instrumen lainnya yang bisa dipilih untuk berinvestasi adalah reksa dana. Reksa dana sendiri sebenarnya hampir sama dengan saham, di mana kamu sebagai investor akan menanamkan modal pada suatu perusahaan. 

Hanya saja tujuan kehadiran reksa dana sebenarnya dikhususkan untuk mereka yang memiliki modal namun tidak memiliki waktu untuk mengelolanya. 

Instrumen ini digunakan sebagai wadah untuk menghimpun dana pemodal lokal yang nantinya akan dikelola oleh manajer investasi. Apa keuntungan menabung reksa dana? Keuntungan menabung atau berinvestasi reksa dana yaitu risiko yang lebih rendah daripada saham karena semua pemilihan dan pengelolaan saham akan menjadi tanggung jawab manajer investasi. 

Dari semua kemudahan yang bisa dirasakan, kamu tetap perlu memahami kekurangan atau risiko dari reksa dana, yaitu likuiditas, berkurangnya nilai efek, dan wanprestasi.

6 Perbedaan Saham dan Reksadana

Perbedaan Kedua Instrumen

Baca juga: Menimbang Antara Investasi Di Reksa Dana Atau Saham

Dari sekilas informasi mengenai saham dan reksa dana di atas, kini seharusnya kamu memiliki pemahaman yang lebih banyak. Apakah kamu masih kebingungan memahami perbedaan keduanya? Tidak apa-apa, kamu bisa memperhatikan perbedaan keduanya yang lebih jelas di bawah ini. 

1. Pengelolaan Dana

Dalam saham, semua dana yang dikeluarkan oleh investor akan dikelola secara pribadi dan langsung oleh investor. Sebaliknya pada reksa dana, semua dana yang dikeluarkan akan dikelola oleh manajer investasi

Semua keputusan terkait pemilihan saham dan berapa persen dana yang ditanamkan, akan diputuskan dari penilaian manajer investasi yang sudah berpengalaman. 

2. Tingkat Risiko

Risiko yang dibawa dari instrumen saham lebih besar daripada reksa dana. Bagi kamu yang hanya memiliki sedikit pengetahuan terhadap instrumen saham, pasti akan kesulitan menghadapi berbagai tren di pasar modal. Risiko saham lebih kepada kesalahan kamu sebagai investor dalam memilih kualitas saham yang terbaik. 

Jika salah dalam memilih saham, kamu bisa kehilangan dana awal yang telah dikeluarkan. Untuk reksa dana tidak memerlukan penilaian investor untuk memilih saham mana yang terbaik. 

Semua penilaian akan diserahkan kepada manajer investasi yang memiliki kemampuan menilai saham yang baik. 

3. Return

Pengembalian atau keuntungan yang didapat dari saham sudah pasti akan lebih besar, mengingat bahwa investor yang mengelolanya sendiri dan tidak menggunakan jasa seperti reksa dana. Semua keuntungan yang berhasil didapatkan akan langsung menuju rekening investor. 

Jika dana yang diinvestasikan besar dan saham perusahaan yang dipilih berkualitas, maka pengembalian yang diterima pasti sangat besar. 

Hal ini berbeda dengan investasi di reksa dana, di mana kamu perlu “membayar jasa” manajer investasi yang telah mengelola saham. Selain itu pada setiap penarikan dana akan ada biaya yang perlu dibayarkan. 

4. Batas Minimum Investasi

Batas minimum untuk berinvestasi saham memang cukup besar, yaitu sejumlah Rp5.000.000. Sedangkan batas minimal reksa dana biasanya sangat kecil. Kamu bisa mulai berinvestasi dari Rp50.000 sampai Rp100.000. Ini akan sangat cocok bagi para pemula dalam dunia investasi karena mereka tidak perlu mengumpulkan uang jutaan rupiah untuk dapat berinvestasi. 

5. Proses Pencairan Dana

Pencairan dana saham tanpa pihak ketiga pasti akan lebih mudah dan cepat jika dibandingkan dengan reksa dana. Dalam investasi saham, kamu bisa langsung mencairkan dana saat itu juga. Untuk reksa dana sendiri, pencarian akan memakan waktu yang lebih lama, yaitu dalam lima hari kerja. 

6. Pajak

Keuntungan lain dari berinvestasi dengan reksa dana berada pada aspek pembayaran pajak. Umumnya pendapatan dari reksa dana tidak dikenakan pajak, kamu hanya perlu melaporkannya dalam  SPT. 

Pada sisi lain, investasi saham akan dikenakan pajak sebesar 0,1 % dari nilai penjualan saham dan akan bertambah 10% apabila kamu menerima dividen. 

Mana yang Lebih Untung, Saham atau Reksa Dana?

Lebih Untung, Saham atau Reksa Dana?

Jawaban dari pertanyaan mana yang lebih untung sebenarnya kembali pada masing-masing individu yang berinvestasi. Jika untung yang dimaksudkan berupa nominal uang yang didapat, maka jawabannya adalah investasi saham. Ini karena semua keuntungan dari nilai saham yang tinggi saat dijual bisa kamu nikmati sendiri. 

Lain halnya dengan reksa dana, di mana kamu perlu membagi hasil pada pihak ketiga karena telah menggunakan jasa mereka. Tetapi ketika untung yang dimaksudkan berupa risiko yang lebih kecil dan kemudahan dalam mengelolanya, maka reksa dana akan lebih menguntungkan. 

Jadi, instrumen investasi apa yang kamu pilih? Semoga informasi terkait perbedaan saham dan reksadana di atas dapat menambahkan wawasan, serta membantu kamu memilih instrumen yang terbaik.

Selain investasi, ada juga trading yang saat ini sedang populer di kalangan masyarakat. Keduanya sama-sama memberikan keuntungan yang menarik saat dilakukan dengan benar. Namun kamu perlu berhati-hati mengenai platform-platform ilegal yang menjanjikan keuntungan besar. 

Apabila sedang mencari platform yang legal, aman, dan bisa dipercaya, kamu bisa mencoba trading online aman dan berujuang cuan dengan HSB, broker No. 1 Indonesia dan teregulasi BAPPEBTI. Mulai buka akun trading kamu dan nikmati beragam penawaran eksklusif hanya di HSB, Invest in Time.***

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288