Home Saham Pelajari Cara Pembagian Dividen Saham kepada Investor

Pelajari Cara Pembagian Dividen Saham kepada Investor

by HSB
0 comment

Pembagian dividen saham menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu oleh para investor. Bagaimana tidak, mereka sudah menginvestasikan sebagian dananya untuk membeli saham perusahaan tersebut.

Investor mendambakan perusahaan tempatnya menanamkan saham memperoleh laba dalam laporan keuangannya, sehingga membuka peluang dividen masuk ke dalam kantung mereka.

kamu yang baru mulai berinvestasi pasti mengharapkan momen pembagian dividen juga. Namun, pernahkah kamu mencari tahu tentang prosedur pembagian dividen saham hingga bisa diterima oleh investor, mengingat hasilnya ditentukan oleh dewan direksi perusahaan?

Bagaimana jika dividen saham tidak diambil dalam jangka waktu tertentu? Cari tahu jawaban lengkapnya dengan membaca artikel HSB ini.

Baca juga: Apa Itu Saham Blue Chip yang Disukai Investor?

Apa Itu Dividen Saham?

Dividen adalah pembagian hasil investasi berupa laba perusahaan dari perusahaan emiten kepada para pemegang saham (shareholders) atau investor. Investor akan mendapatkan dividen sesuai persentase kepemilikan saham dalam perusahaan tersebut.

Jumlah dividen yang diberikan kepada investor ditentukan oleh dewan direksi atau pimpinan perusahaan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Bentuk Dividen Saham

Bentuk dividen tidak selalu berupa uang tunai, meski pilihan ini menjadi favorit para investor lantaran mereka bisa merasakan langsung imbal hasil investasinya. Berikut ini adalah berbagai bentuk dividen saham yang berpotensi didapatkan.

Syarat Pembagian Dividen Saham

1. Dividen Tunai

Dividen tunai adalah bentuk dividen sahan yang paling umum dan populer di kalangan pemegang saham. Artinya, pembagian dividen saham dilakukan perusahaan dengan membayar uang tunai kepada investor saham.

2. Dividen Properti

Selain saham maupun tunai, ada juga bentuk dividen lainnya, yaitu properti. Dalam situasi ini, sebuah perusahaan bisa membayarkan dividen dalam bentuk properti dengan nilai setara dengan nominal dividen hasil persetujuan rapat umum pemegang saham. Tetapi, bentuk dividen ini tergolong lebih rumit bagi emiten. Jika ingin memberikan properti, emiten harus memastikan bahwa aset tersebut tidak berpengaruh besar saat dilepaskan.

3. Dividen Janji Utang

Ada pula dividen janji utang, di mana perusahaan membuat perjanjian secara tertulis mengenai tanggal pemberian dividen beserta jumlahnya.

4. Dividen Likuidasi

Terakhir, dividen likuidasi diberikan saat perusahaan memutuskan untuk tutup atau mengalami kebangkrutan.

Ada beberapa faktor yang membuat perusahaan tidak memberikan uang tunai sebagai dividen, salah satunya keterbatasan uang tunai di laporan keuangan. Mau tidak mau, mereka harus memberikan bentuk dividen tersebut sebagai imbal hasil investasi saham yang telah dilakukan investor.

Baca Juga: Mari Mengenal Apa Itu IPO Saham

Syarat Pembagian Dividen Saham bagi Investor

Semua investor berhak mendapatkan dividen sebagai imbal hasil investasi saham yang telah dilakukannya, tetapi akan ada syarat yang harus dipenuhi oleh seorang investor apabila ingin mendapatkan dividen.

Syarat paling utama adalah nama investor harus tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) sebuah perusahaan. Nama investor tetap masuk DPS apabila masih memiliki porsi saham hingga masa cum-date selesai atau tidak membeli saham pada masa ex-date.

Apakah yang dimaksud masa cum-date dan ex-date itu? Cum-date merupakan tanggal terakhir saham dijual secara umum di pasar modal dan investor masih memiliki hak menerima dividen.

Satu hari setelah cum-date, muncullah tanggal ex-date, yakni tanggal perdagangan saham di mana investor tidak berhak mendapatkan dividennya. Singkatnya, hak investor terhadap dividen sudah berakhir saat mereka membeli saham pada tanggal ex-date.

Tidak hanya investor, emiten juga harus memenuhi beberapa syarat untuk melakukan pembagian dividen. Persyaratannya berkisar pada persetujuan pembagian dividen di Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), jumlah saldo ditahan, serta harga teoretis saham sudah sesuai peraturannya.

Syarat tersebut harus dipenuhi agar pembagian hasil dividennya dapat memuaskan investor sekaligus menghindari potensi kerugian.

Baca juga: Inilah Perbedaan Saham Dan Reksadana

Tata Cara Pembagian Dividen Saham

kamu harus memahami tata cara atau mekanisme pembagian dividen saham hingga sampai ke tangan investor. Dari pihak perusahaan, ada tata cara yang harus dipenuhi agar pembayaran dividen berjalan lancar. Dividen yang dibagikan tentu mengalami pemotongan pajak sesuai regulasi negara yang berlaku.

Mekanisme pemberian dividen kepada investor digambarkan dalam beberapa poin ini.

Tata Cara Pembagian Dividen Saham

  • Finalisasi Keputusan RUPS

Saat mendekati masa payment date alias tanggal pembayaran dividen kepada investor, dewan direksi harus mengadakan RUPS. Agenda RUPS berisi perumusan beberapa keputusan terkait pembagian dividen saham, termasuk jumlah yang akan diterima investor.

Setelah mencapai keputusan final, barulah dividen dibagikan kepada shareholders pada masa payment date tersebut.

  • Pembagian Dividen kepada Investor dalam DPS

Hasil keputusan RUPS sudah final dan tibalah masa pembagian dividen kepada investor. Pada proses ini, emiten harus melihat nama-nama investor yang tersedia dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) serta tanggal kepemilikannya.

Mereka harus memerhatikan jadwal pembelian investor berdasarkan masa cum-date atau ex-date agar tidak salah sasaran, mengingat tidak semua orang yang membeli saham perusahaan bisa mendapatkan dividen.

  • Pembayaran Profit secara Individu atau Bersama

Investor harus memerhatikan jadwal pembagian dividen saham berdasarkan keputusan emitennya. Berapa kali pembagian dividen dalam setahun oleh emiten? Jawabannya bisa sekali atau dua kali, tergantung kebijakan dari emiten.

Ada perusahaan yang membayar dividen secara kolektif, ada pula secara individual. Perusahaan kustodian menjadi tempat penitipan pembagian dividen dari emiten secara kolektif.

Lain halnya jika mereka membagikannya secara individu atau eksklusif, perusahaan kustodian mentransfer sejumlah dana kepada emiten, kemudian emiten memberikannya kepada shareholders sesuai porsi yang ditentukan.

Baca juga: Kenali Apa Itu Right Issue Saham Dan Cara Membelinya

  • Pemotongan Pajak Dividen

Investor harus mengetahui bahwa ada pajak yang dikenakan saat penerimaan dividen. Sistematika pemotongan pajaknya berbeda-beda tergantung jenis dividen yang diterima, tapi sesuai regulasi yang ditetapkan.

Kalau investor menerima dividen tunai, nominal yang diberikan dipotong sesuai jumlah pajaknya. Untuk dividen saham, nilainya berbeda-beda tergantung kepemilikan NPWP investor. Jika sudah memiliki NPWP, pajak dividen yang dikenakan senilai 30%.

Apa akibat jika pemegang saham tidak mengambil dividen? Tentu saja ada konsekuensi sesuai Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Dividen yang tidak diambil setelah lima tahun sejak payment date dimasukkan ke dalam cadangan khusus dan masih bisa ditebus oleh investor sesuai keputusan RUPS.

Konsekuensi lebih besar terjadi jika dividen tidak diambil lebih dari sepuluh tahun, imbal hasilnya sudah menjadi hak perusahaan sepenuhnya.

 

Mekanisme pembagian dividen saham memang menjadi dari urusan emiten, tapi sebagai investor kita harus bisa meningkatkan nilainya demi mendapat profit yang diinginkan. Dividen tidak sama dengan capital gain, karena istilah tersebut berlaku dalam trading saham yang dilakukan secara jangka pendek.

Apakah kamu lebih tertarik mendapatkan capital gain dibandingkan dividen? Download aplikasi trading saham online tercanggih dan menyeluruh, aplikasi HSB untuk menemani petualangan tradingmu.***

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288