Trading & kelola akun MT di Aplikasi HSB Trading
store google
Sudah Siap Scalping Trading Saham? Begini Caranya

Sobat Trader, apakah kamu sudah siap untuk memahami seluk-beluk Scalping Trading dalam dunia saham? Jika ya, maka kamu berada di jalur yang tepat! Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan dengan detail tentang apa itu scalping dalam trading saham, mengapa beberapa trader memilih strategi ini, serta teknik, manajemen risiko, dan manfaat yang perlu kamu pahami untuk sukses dalam scalping trading saham. Siapkan dirimu untuk menggali lebih dalam ke dalam dunia scalping yang penuh potensi profit!

Pilih saham scalping trading saham

1. Pilih Saham yang Cocok

Identifikasi saham-saham yang memiliki volume perdagangan tinggi dan likuiditas yang cukup. Saham-saham ini cenderung memiliki spread trading yang lebih ketat dan pergerakan harga yang lebih cepat, yang merupakan kondisi ideal untuk scalping. 

Saham yang likuid memiliki volume perdagangan tinggi, yang berarti banyak trader yang membeli dan menjual saham tersebut secara aktif. Likuiditas saham yang tinggi memungkinkan Sobat Trader untuk masuk dan keluar dari posisi dengan mudah tanpa mempengaruhi harga pasar. Jika Sobat Trader berdagang dengan saham yang kurang likuid, kamu mungkin mengalami kesulitan untuk menjual sahammu atau mungkin harus menerima spread yang lebih besar.

2. Pilih Time Frame yang Tepat

Pemilihan time frame yang tepat dalam scalping trading adalah hal yang sangat penting. Time frame mengacu pada periode waktu yang digunakan dalam grafik harga saham atau aset yang kamu amati. Pemilihan time frame yang sesuai dapat memengaruhi seberapa efektif strategi scalping kamu.

Scalping melibatkan perdagangan saham dalam jangka waktu yang sangat singkat, seringkali hanya dalam hitungan detik atau menit. Oleh karena itu, penting untuk memilih time frame yang memberi kamu informasi harga yang cukup real-time. Time frame yang lebih pendek seperti 1-menit atau 5-menit biasanya lebih sesuai daripada time frame yang lebih panjang seperti 1-jam atau 4-jam.

Gunakan indikator teknikal scalping trading saham

3. Gunakan Indikator Teknikal

Gunakan indikator teknikal seperti Moving Averages, Bollinger Bands, Stochastic Oscillator, atau RSI untuk mengidentifikasi peluang scalping. Indikator ini membantu dalam menentukan level masuk dan keluar yang optimal.

4. Tentukan Level Stop Loss dan Take Profit

Tentukan level Stop Loss (SL) dan Take Profit (TP) adalah salah satu aspek paling krusial dalam scalping trading, Sobat Trader. Ini membantu melindungi modal kamu, mengelola risiko, dan mengunci keuntungan. Level Stop Loss berfungsi sebagai batasan kerugian maksimum yang kamu siapkan dalam satu perdagangan. Dengan menentukan SL, kamu memastikan bahwa kerugian tidak akan melebihi batasan yang kamu tetapkan. Ini sangat penting karena scalping trading melibatkan perdagangan dalam jangka waktu yang singkat, di mana pergerakan harga bisa sangat cepat dan volatil. Tanpa SL, kamu berisiko mengalami kerugian yang tidak terkendali.

Baca Juga:  Pahami Faktor, Rumus dan Hitungan Valuasi Saham!

5. Gunakan Order Limit dan Stop

Penggunaan order Limit dan Stop dalam trading saham yang tepat untuk scalping trading memiliki peran yang sangat penting. Ini membantu kamu mengontrol eksekusi perdagangan kamu dengan lebih baik, meningkatkan presisi, dan mengurangi risiko.

Order Limit dan Stop memungkinkan kamu untuk menentukan harga persis di mana kamu ingin membeli atau menjual saham. Dalam scalping, di mana setiap pergerakan harga sangat berharga, ini memastikan bahwa kamu mendapatkan harga yang sesuai dengan rencana kamu. Tanpa order Limit dan Stop, kamu mungkin akan terjebak dalam situasi di mana harga bergerak dengan cepat, dan kamu harus menerima harga yang tidak menguntungkan.

Pantau perdagangan scalping trading saham

6. Selalu Pantau Perdagangan

Dalam scalping, peluang untuk mendapatkan keuntungan seringkali muncul dalam waktu yang sangat singkat. Dengan memantau perdagangan secara aktif, kamu dapat mendeteksi peluang-peluang ini segera setelah mereka muncul. Perubahan harga yang cepat dan kecil dapat digunakan untuk menghasilkan keuntungan dalam jumlah yang signifikan dalam jumlah perdagangan yang besar. Tanpa pemantauan yang aktif, kamu mungkin akan melewatkan peluang berharga ini.

Scalping melibatkan tindakan cepat dalam merespons perubahan pasar. Dengan selalu memantau perdagangan, kamu dapat merespons dengan cepat terhadap perubahan harga atau situasi pasar yang tidak terduga. Hal ini memungkinkan kamu untuk keluar dari perdagangan dengan keuntungan atau meminimalkan kerugian sebelum situasi semakin buruk.

7. Hindari Berita Besar

Berita besar atau peristiwa ekonomi yang dapat mempengaruhi pasar secara dramatis sering kali menghasilkan volatilitas yang tidak dapat diprediksi. Jika Sobat Trader seorang scalper, hindari perdagangan selama periode ini.

8. Lakukan Manajemen Risiko yang Ketat

Memantau perdagangan secara terus-menerus juga penting dalam manajemen risiko. Dalam scalping, kerugian dapat terjadi dengan cepat jika harga bergerak melawan rencana kamu. Dengan memantau perdagangan, kamu dapat segera mengidentifikasi jika harga bergerak dalam arah yang merugikan dan mengambil tindakan untuk meminimalkan kerugian. Ini termasuk penggunaan order Stop Loss atau Take Profit yang telah direncanakan sebelumnya.

Baca Juga:  Saham Atas Nama: Memahami Definisi dan Contohnya

Overtrading adalah salah satu kesalahan umum dalam scalping. Ketika trader terlalu sering masuk ke perdagangan tanpa rencana yang jelas atau sinyal yang kuat, mereka dapat menghadapi kerugian besar. Dengan memantau perdagangan dengan disiplin, kamu dapat menghindari jatuh ke dalam jebakan overtrading dan hanya masuk ke perdagangan saat ada peluang yang benar-benar menguntungkan.

9. Evaluasi dan Perbaiki Strategi

Setelah selesai trading, evaluasilah hasilnya. Identifikasi apa yang telah berhasil dan apa yang perlu diperbaiki. Teruslah mengembangkan dan memperbaiki strategi scalpingmu seiring waktu.

10. Berlatih dengan Akun Demo

Sebelum mulai menggunakan uang sungguhan, berlatihlah dengan akun demo. Ini memungkinkanmu untuk menguji strategi dan membiasakan diri dengan pergerakan harga dalam kondisi pasar nyata tanpa risiko keuangan. Ingatlah bahwa scalping adalah strategi yang memerlukan fokus dan kedisiplinan yang tinggi. Tidak semua trader cocok untuk scalping/pipsing, dan ada risiko yang terkait dengan strategi ini. Penting untuk memahami risiko dan memiliki rencana yang solid sebelum mencoba scalping dalam trading saham.

Apakah Scalping Cocok Untukmu?

Sebelum memutuskan apakah scalping cocok untukmu, kamu perlu mempertimbangkan dengan cermat. Bandingkan scalping dengan strategi trading lainnya dan pertimbangkan apakah kamu memiliki waktu, kemampuan, dan toleransi risiko yang diperlukan untuk menjadi seorang scalper yang sukses.

Namun, ingatlah bahwa untuk sukses dalam scalping atau strategi trading apapun, meningkatkan kemampuan trading adalah suatu keharusan. Kamu harus selalu memperbarui pengetahuanmu, mengasah keterampilan analisis, dan melatih reaksi cepat dalam berbagai situasi pasar.

Trading bebas risiko dengan dana virtual akun demo HSB Investasi

Dalam upaya untuk meningkatkan kemampuan tradingmu, ada satu alat penting yang bisa kamu manfaatkan, yaitu akun demo trading HSB. Dengan akun demo ini, kamu bisa berlatih secara intensif tanpa perlu mengambil risiko finansial yang sesungguhnya. Kamu bisa menguji strategi scalping trading sahammu, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan, dan memperoleh pengalaman berharga tanpa takut kehilangan uang sungguhan.

Di akun demo HSB, secara otomatis kamu akan diberikan dana virtual hingga $100,000 yang tentunya bisa digunakan untuk mencoba beragam metode trading, posisi, hingga melatih kemampuanmu menganalisa pergerakan tren pasar. Kamu bisa memanfaatkan akun demo di aplikasi trading HSB yang meraih penghargaan “The Most Innovative Broker 2022” dari ICDX. 

Jika sudah siap, kamu bisa mulai memasuki keseruan pasar trading dunia melalui akun live HSB yang menyediakan 45 instrumen trading berupa 17 pasangan mata uang forex, 20 saham AS terpopuler, 5 Indeks raksasa dunia, dan 3 jenis komoditi paling hits seperti logam mulia emas, perak, serta minyak mentah.

Baca Juga:  Mengenal Istilah Delisting Saham dan Dampaknya!

Komitmen dan dukungan penuh HSB untuk menjaga keamanan serta transparansi transaksi nasabahnya terwujud dalam regulasi resmi yang disahkan oleh BAPPEBTI di bawah Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Regulasi menjadi manajemen risiko trading paling dasar yang perlu Sobat Trader utamakan.

Bukan hanya aman, transparan, dan terdepan, HSB juga terus berupaya mengedukasi seluruh tradernya melalui beragam sumber media belajar trading baik online maupun offline sebagai bentuk dedikasi HSB melahirkan trader-trader profesional terbaik Indonesia. Jadi, tidak ada alasan bagimu untuk menunda peluang kesuksesan trading. Bergabunglah dengan HSB sekarang dan raih peluang profit tradingmu kemudian!***

Pertanyaan Paling Sering Ditanyakan

Apakah scalping aman?

Scalping bisa menjadi strategi trading yang aman jika dilakukan dengan cermat dan memperhatikan manajemen risiko. Penting untuk memiliki pengetahuan yang baik, pengalaman, dan keterampilan yang dibutuhkan untuk sukses dalam scalping.

Apa beda scalping dan swing trading?

Scalping adalah strategi trading jangka pendek di mana trader mencoba untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga yang kecil dalam waktu singkat, sementara swing trading adalah strategi yang berfokus pada pergerakan harga dalam jangka waktu yang lebih panjang, biasanya beberapa hari hingga beberapa minggu.

Scalping pakai time frame berapa?

Scalping biasanya menggunakan time frame yang sangat singkat, seperti 1 atau 5 menit. Tujuannya adalah untuk memanfaatkan pergerakan harga yang cepat dalam waktu yang sangat singkat.

Berapa pips untuk scalping?

Jumlah pips yang diambil dalam scalping bisa bervariasi, tetapi biasanya trader scalping mencoba untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga sekitar 5 hingga 10 pips atau bahkan lebih kecil. Hal ini tergantung pada strategi dan kondisi pasar saat itu.

DISCLAIMER

Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, ditujukan hanya sebagai sumber pembelajaran dan bukan sebagai saran dalam pengambilan keputusan. Perlu Sobat Trader pahami bahwa produk dengan leverage tinggi memiliki potensi risiko kerugian yang juga tinggi, sehingga perlu dikelola dengan baik melalui pemahaman dan kemampuan analisa yang tepat. HSB Investasi tidak bertanggung jawab atas kesalahan keputusan yang dibuat berdasarkan konten ini. Sesuai ketentuan yang berlaku, HSB hanya menyediakan 45 instrumen trading yang dapat Sobat Trader pelajari di website resmi kami.

 

DISCLAIMER
Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, ditujukan hanya sebagai sumber pembelajaran dan bukan sebagai saran dalam pengambilan keputusan. Perlu Anda pahami bahwa produk dengan leverage tinggi memiliki potensi risiko kerugian yang juga tinggi, sehingga perlu dikelola dengan baik melalui pemahaman dan kemampuan analisa yang tepat. HSB Investasi tidak bertanggung jawab atas kesalahan keputusan yang dibuat berdasarkan konten ini. Sesuai ketentuan yang berlaku, HSB hanya menyediakan 45 instrumen trading yang dapat Anda pelajari di website resmi kami.

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB1

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
Artikel Lainnya

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
bonus tanpa deposit
Mulai Pengalaman Trading Terbaik