Home Saham Yuk Pelajari Cara Pembagian Dividen Saham

Yuk Pelajari Cara Pembagian Dividen Saham

by HSB
0 comment

Dalam dunia investasi saham, dividen mengacu pada pembagian laba suatu perusahaan berdasarkan porsi saham yang dimiliki investor. Cara pembagian dividen saham biasanya terhitung setiap satu atau dua tahun sekali, tergantung perusahaan di mana kamu menanamkan modal. Untuk memahami lebih lanjut tentang pembagian dividen saham, yuk simak uraian lengkap berikut ini.

Pengertian Dividen Saham

Dividen saham merupakan laba bersih perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham, tetapi bukan berupa uang. Dividen saham umumnya diberikan dalam bentuk saham gratis, sehingga jumlah saham yang dimiliki investor akan bertambah. 

Perusahaan yang memberikan dividen dalam bentuk saham biasanya tidak memiliki dana yang cukup untuk membagikan dividen secara tunai. Bisa juga untuk mempertahankan uang tunai yang dimiliki perusahaan saat ini untuk kebutuhan operasional atau ekspansi bisnis.

Setelah pembagian dividen saham, harga saham dari perusahaan tersebut cenderung menurun karena ada penyesuaian jumlah saham yang beredar. Sementara itu, nilai perusahaan dalam hal ini kapitalisasi pasar akan tetap sama.

Baca juga: Informasi Perkembangan Investasi Di Indonesia

Kapan Waktu Pembagian Dividen Saham?

Pembagian dividen saham idealnya dilakukan satu tahun sekali. Namun, ada juga perusahaan yang membagikannya dua kali dalam satu tahun. Satu hal yang pasti, pihak emiten akan memberi tahu investor terlebih dahulu mengenai waktu pembagian dividen saham tersebut. Pemberitahuan ini biasanya akan mencakup sejumlah informasi berikut ini:

  • Declaration date, yaitu tanggal pengumuman resmi pembagian dividen saham oleh emiten. Mulai dari tanggal pembayaran, tanggal pencatatan, dan jumlah dividen kas per lembar yang hendak dibagikan.
  • Date of record, merupakan tanggal pencatatan pemegang investasi saham yang berhak menerima dividen saham perusahaan.
  • Payment date, yaitu tanggal pembayaran dividen oleh emiten kepada investor saham yang sudah tercatat.
  • Tanggal cum-dividend, artinya batas tanggal aktivitas jual beli saham yang masuk perhitungan untuk mendapatkan dividen saham.
  • Tanggal ex-dividend, merupakan tanggal yang tidak termasuk perhitungan pembagian dividen saham. Jika ada investor yang membeli saham di tanggal ini, maka ia tidak akan mendapatkan dividen saham perusahaan.

Bagaimana Cara Kerja Pembagian Dividen Saham?

Pihak emiten biasanya akan mencatat dan menentukan nama-nama pemegang saham yang berhak menerima pembagian dividen saham perusahaan. Setelah daftar nama telah ditentukan, selanjutnya akan dilakukan penentuan distribusi dividen yang hendak dilakukan. Penentuan distribusi ini dilakukan melalui Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) atau broker tempat kamu menanamkan modal.

Selanjutnya, pihak emiten akan menentukan waktu pembagian dividen saham ke rekening para pemegang saham. Setiap investor biasanya akan mendapat dividen yang berbeda-beda, tergantung dari jumlah lembar saham yang dimiliki. Perlu kamu ketahui, pembagian dividen saham ini harus mengikutsertakan penghitungan pajak.

Baca juga: 8 Tips Trading Saham Harian

Jenis-jenis Dividen

Jenis-jenis Dividen

Dividen saham terdiri dari beberapa jenis, ada dividen tunai, saham, likuidasi, dan lain sebagainya. Umumnya perusahaan akan memberikan dividen berupa uang tunai, tetapi ada juga berupa saham. Kalau begitu, mari pahami beberapa jenis dividen berikut ini.

1. Dividen Tunai

Sebagaimana namanya, dividen tunai yaitu jenis dividen yang dibagikan perusahaan dalam bentuk uang tunai. Jenis dividen ini termasuk yang sering dilakukan oleh pihak perusahaan. Perusahaan akan mengirimkan uang tunai dengan cara transfer ke rekening masing-masing investor.

2. Dividen Saham

Pada jenis dividen saham, investor tidak akan mendapatkan uang tunai, melainkan berupa saham tambahan. Jadi, kamu akan mendapatkan peningkatan jumlah saham dari perusahaan tersebut. Saham yang ditambahkan berdasarkan proporsi saham yang sudah kamu miliki sebelumnya.

3. Dividen Properti

Perusahaan akan memberikan dividen dalam bentuk aset. Biasanya akan diterapkan apabila uang kas perusahaan ditanamkan dalam bentuk aset. Namun, tidak banyak perusahaan yang yang menerapkan pembagian dividen ini, lantaran prosesnya yang terbilang cukup rumit.

4. Dividen Likuidasi

Pembagian dividen likuidasi biasanya dilakukan saat perusahaan mengalami kebangkrutan atau menghentikan operasionalnya. Selama perusahaan memiliki aset, maka para investor akan mendapatkan dividen tersebut dalam bentuk pengembalian modal atau sebagian laba.

Baca juga: 5 Jenis Investasi Jangka Pendek yang Cocok untuk Pemula

5. Dividen Janji Utang

Pihak pemegang saham akan menerima dividen perusahaan dalam bentuk surat janji utang. Surat ini merupakan bentuk perjanjian dari perusahaan untuk memberikan hak dividen kepada investor dalam jangka waktu tertentu. 

Cara Menghitung Pembagian Dividen Saham

Cara Menghitung Pembagian Dividen Saham

Perhitungan dividen saham akan dilakukan pada saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Cara pembagian dividen saham ini cukup sederhana dengan menggunakan rumus berikut ini:

Total jumlah dividen yang akan dibagi = 

laba bersih x persentase rasio pembayaran dividen (%)

Dari rumus tersebut, pihak perusahaan akan bisa menentukan jumlah dividen per saham melalui rumus di bawah ini:

Jumlah dividen per saham =

 total nominal dividen x jumlah saham beredar

Supaya kamu mendapat gambaran bagaimana cara menghitung pembagian dividen saham ini, mari simak contoh berikut ini.

1. Cara Menghitung Dividen Saham

Emiten A membagikan dividen saham sebanyak 5%. Dalam hal ini, kamu akan mendapatkan jumlah peningkatan saham sebesar 5%. Setiap kepemilikan 20 saham akan mendapat 1 saham tambahan.

Sebagai contoh, kamu punya satu juta saham di emiten A, berarti kamu akan menerima saham tambahan sebanyak 50.000 saham baru. Jika kamu memiliki 100 saham, maka akan mendapat 5 saham baru.

Baca juga: 10 Rekomendasi dan Macam-macam Saham untuk Pemula

2. Cara Menghitung Dividen Per Lembar Saham

Misalnya kamu memiliki 100 lot atau 10.000 lembar saham B. Pada tahun berikutnya, perusahaan memutuskan akan memberikan dividen tunai senilai Rp430 per lembar. Berikut ini cara menghitungnya:

Dividen sebelum pajak = 10.000 lembar x Rp430 = Rp4.300.000

Dividen setelah pajak = Rp4.300.000 – (Rp4.300.000 x 10%) = Rp3.870.000

Jadi, dividen tunai yang akan kamu terima atas kepemilikan saham B yaitu sebesar Rp3.870.000 yang akan langsung di transfer ke rekening kamu.

Sekarang kamu telah mengetahui bagaimana cara pembagian dividen saham dari sebuah perusahaan. Meski pembagian dividen saham ini dilakukan oleh emiten, tetapi tidak ada salahnya untuk menghitung dividen sendiri. 

Untuk mendapatkan dividen saham ini, kamu perlu melakukan investasi terlebih dahulu. Lakukan investasi di broker tepercaya dengan proses transaksi yang transparan seperti HSB. Temukan berbagai jenis instrumen investasi di HSB yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. 

Apakah kamu sudah siap berinvestasi? Unduh aplikasi HSB sekarang juga. Lalu, buat akun demo untuk melakukan simulasi investasi. Jika sudah paham, kamu bisa langsung membuat akun real. Rasakan proses transaksi investasi yang cepat, aman, mudah, dan transparan bersama HSB! ***

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288