Home Pengetahuan Keuangan 10 Pertanyaan Tentang Investasi yang Sering Ditanyakan

10 Pertanyaan Tentang Investasi yang Sering Ditanyakan

by HSB
0 comment

Baik investor pemula atau berpengalaman, Sobat Trader mungkin memiliki pertanyaan tentang cara menginvestasikan uang dengan bijak. Berikut adalah pertanyaan investasi yang paling sering ditanyakan, dan jawaban atas pertanyaan umum ini.

Pertanyaan Investasi yang Paling Sering Ditanyakan

Inilah pertanyaan tentang investasi yang sering ditanyakan beserta jawabannya.

1. Apa itu investasi?

Investasi adalah sesuatu yang kamu beli atau kamu masukkan dengan uangmu untuk mendapatkan pengembalian yang menguntungkan.

2. Apa perbedaan antara menabung dan investasi?

perbedaan antara menabung dan investasi

Menabung adalah menyisihkan uang untuk digunakan di masa depan. Penting untuk menabung agar kamu dapat menutupi pengeluaran tetap, seperti pembayaran hipotek atau sewa, dan untuk memastikan kamu siap menghadapi keadaan darurat. Umumnya, orang menyimpan tabungan mereka di rekening bank.

Sedangkan, investasi adalah ketika kamu membuat uang bekerja untukmu. Misalnya Sobat Trader memilih berinvestasi dalam bentuk saham atau obligasi, ini artinya kamu memiliki harapan nilai instrumen investasimu akan meningkat seiring waktu.

Akan tetapi, peluang untuk menghasilkan lebih banyak uang ini disertai dengan profil risiko investasi—termasuk hilangnya sebagian atau seluruh investasi yang dimiliki.

Meskipun investasi disertai dengan risiko kehilangan uang, saham atau obligasi, tetapi aktivitas finansial ini tetap memiliki potensi pengembalian yang lebih besar daripada yang kamu terima dibandingkan hanya menyimpan uang di rekening bank.

Jenis investasi yang berbeda memiliki profil risiko yang berbeda pula. Karena itulah, penting bagimu untuk memahami seluk beluk jenis investasi yang diinginkan, termasuk toleransi risiko yang bisa kamu terima—atau selera kamu terhadap risiko investasi tertentu.

Jika kamu bekerja untuk tujuan jangka panjang, ada baiknya mempertimbangkan investasi daripada menabung. Satu hal lain yang perlu diingat, nilai tabungan tidak mengikuti tingkat inflasi.

Inflasi dapat sangat mengikis daya beli kamu dari waktu ke waktu. Ini berarti bahwa jika Sobat Trader menyimpan semua uang di tabungan, daya beli sebenarnya dari uangmu apat menyusut seiring berjalannya waktu.

3. Mengapa saya harus investasi?

Melakukan investasi dapat membantumu mencapai tujuan finansial, seperti membeli rumah atau mendanai masa pensiun kamu. Dengan investasi, kamu juga bisa menempatkan uangmu untuk bekerja dan membantumu mencapai tujuan tersebut.

4. Bagaimana cara saya mulai berinvestasi?

Kamu bisa mulai berinvestasi dengan mempertimbangkan langkah-langkah berikut.

  • Tetapkan tujuanmu
  • Kenali kepribadian investasimu
  • Buat rencanamu
  • Pilih investasimu
  • Lacak kemajuanmu

5. Kapan saya harus berinvestasi?

Umumnya, lebih cepat lebih baik. Secara historis, semakin lama kamu berinvestasi, semakin kecil dampak naik turunnya pasar jangka pendek terhadap keuntunganmu.

Banyak investor pemula yang duduk di pinggir lapangan, menunggu waktu yang “tepat” untuk berinvestasi. Sayangnya, mengatur waktu pasar hampir tidak mungkin. Alih-alih, pertimbangkan untuk memulai dan ingat pepatah investasi lama ini: “Waktu di pasar lebih penting daripada mengatur waktu pasar”.

6. Berapa banyak yang harus saya investasikan?

Berapa banyak yang harus saya investasikan

Jumlahnya tergantung pada seberapa banyak yang Sobat Trader miliki, serta tujuan dan jangka waktu yang paling sesuai denganmu.

Akan tetapi, aturan yang baik adalah menginvestasikan sesuai kemampuan dan kenyamananm. Setelah menyisihkan dana darurat, melunasi hutang berbiaya tinggi, mendanai biaya hidup sehari-hari, dan menabung untuk tujuan jangka pendek apapun, barulah kamu bisa menyisihkan untuk dana investasi.

Dengan berinvestasi secara teratur, seiring waktu kamu berpotensi mencapai pengembalian yang lebih besar melalui penggabungan investasi di masa lalu.

7. Apakah investasi berisiko?

Berinvestasi tentu memiliki risiko. Namun, Sobat Trader tidak perlu takut karena sebuah risiko hadir semata-mata untuk dikelola dengan baik. Kami yakin cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan memiliki rencana, mengetahui kapan kamu membutuhkan uang, dan mendiversifikasi portofoliomu.

Diversifikasi menyebarkan uangmu ke berbagai jenis investasi, jadi kamu tidak meletakkan semua telurmu dalam satu keranjang.

Kamu dapat membagi uangmu dalam beragam instrumen investasi pasar modal seperti saham, obligasi, reksa dana, dan investasi lainnya berdasarkan toleransi risiko dan jangka waktumu.

Kami yakin memiliki berbagai jenis instrumen investasi adalah ide yang bagus karena kinerja dan potensi profitnya dapat berbeda dari waktu ke waktu.

Membagi lebih jauh lagi, kamu dapat menyertakan berbagai jenis investasi saham, seperti saham perusahaan berkapitalisasi besar, perusahaan berkapitalisasi kecil, dan perusahaan internasional.

Dan di dalam penggolongan tersebut, kamu dapat memiliki investasi saham yang mewakili berbagai sektor (misalnya, sektor teknologi dan kesehatan). Tujuan utamanya adalah memiliki investasi yang secara historis tidak bergerak bersamaan.

8. Apa saja jenis instrumen investasi yang umum?

  • Investasi Saham

Investasi Saham

Investasi saham (ekuitas) mewakili kepemilikan dalam suatu perusahaan. Sebagai pemegang saham, kamu dapat mencapai pengembalian dengan dua cara utama:

a. Harga saham bisa naik, memungkinkan kamu menjual saham dan mengalami untung.
b. Perusahaan dapat membagikan sebagian pendapatannya kepada pemegang saham dalam bentuk dividen.

Investasi saham dianggap relatif berisiko, karena harga saham juga bisa turun dan tidak ada jaminan kamu akan mendapat dividen.

  • Obligasi

    Obligasi mewakili pinjaman yang kamu berikan kepada pemerintah pusat, pemerintah kota, atau korporasi (penerbit).

    Sebagai imbalannya, penerbit tersebut berjanji untuk membayarkan kembali nominal yang Sobat Trader pinjamkan beserta tingkat bunga pengembalian dalam jangka waktu tertentu.

    Obligasi dapat menjadi pemasukan pasif yang dapat diprediksi karena umumnya pemerintah membayar bunga kepada pemegang obligasi dua kali setahun. Obligasi juga berguna untuk menjaga modal, karena mereka berjanji untuk membayar kembali jumlah pinjaman awal pada saat periode jatuh tempo.

    Seperti halnya investasi manapun, obligasi memiliki profil risiko, seperti risiko gagal bayar dan risiko reinvestasi.

  • Dana yang diperdagangkan di bursa/Exchange-traded funds (ETF)

    Dana yang diperdagangkan di bursa/Exchange-traded funds (ETF) adalah dana investasi yang umumnya memiliki satu kelas aset tertentu, seperti saham, obligasi, atau komoditas.

    Sebagian besar ETF yang dianggap sebagai investasi pasif, juga dikenal sebagai dana indeks, artinya mereka melacak indeks pasar uang untuk mereplikasi kinerja bagian pasar tertentu.

    Misalnya, ETF yang melacak Indeks S&P 500 mencoba mencerminkan kinerja perusahaan di S&P 500. ETF diperdagangkan seperti saham di bursa dan harganya berubah sepanjang hari, karena saham dibeli dan dijual.

  • Reksa dana

    Reksa dana mengumpulkan uang dari banyak investor dan kemudian menginvestasikan kumpulan itu dalam berbagai investasi, seperti saham, obligasi, dan sekuritas lainnya.

    Reksa dana biasa dikelola oleh seorang fund manager. Ketika kamu membeli reksa dana, kamu membeli aset di semua dana yang diinvestasikan dan pendapatan apapun yang dihasilkan dari investasi tersebut.

    Reksa dana memudahkanmu untuk membangun portofolio yang terdiversifikasi sekaligus mendapatkan manajemen profesional, sehingga kamu tidak perlu meneliti, membeli, dan melacak sendiri setiap sekuritas dalam dana tersebut.

    Adapun reksa dana terdiri dari empat jenis, yaitu reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, saham, dan campuran. Setiap jenis punya karakteristiknya masing-masing. kamu hanya perlu memilih jenis reksadana ideal yang mana yang sesuai denganmu.

9. Bagaimana saya bisa berinvestasi tanpa membayar banyak uang?

Investasi umumnya membutuhkan uang. Jadi, apa yang dapat kamu lakukan?

  • Cari broker yang membebankan komisi trading rendah.
  • Pertimbangkan instrumen investasi dengan biaya operasional yang rendah.
  • Cari instrumen investasi tanpa biaya transaksi, reksadana tanpa biaya transaksi memungkinkan kamu membeli dan menjual aset tanpa membayar biaya ini.

10. Apa saja tanda bahaya investasi bodong?

tanda bahaya investasi bodong

Investasi itu penting. Tapi, bagaimana cara mengetahui investasi yang benar dengan investasi bodong? Berikut ini beberapa tanda bahaya yang harus kamu waspadai saat melakukan investasi. Jika kamu melihat salah satu dari tanda ini, waktunya mungkin tidak tepat.

  • Janji Berlebihan

    Jika kamu dijanjikan pembayaran besar untuk investasi kecil, itu mungkin penipuan. Jangan biarkan dirimu terombang-ambing dengan pembicaraan halus tentang penghasilan tinggi, tanpa biaya, investasi kecil, dll! Dunia investasi tidak bekerja seperti itu.

  • Jika Mereka Memberitahumu Tidak Ada Risiko Terlibat

    Semua opsi investasi memiliki profil risiko yang berbeda, jadi jika kamu ditawarkan kesempatan untuk investasi “bebas risiko”, pergilah! Sederhananya: tidak ada investasi yang benar-benar bebas risiko.

Itulah pertanyaan tentang investasi yang sering ditanyakan, dan jawaban atas pertanyaan umum ini. Buat kamu yang ingin melakukan investasi dan trading, pastikan broker yang Sobat Trader gunakan sudah teregulasi BAPPEBTI dan menawarkan transaksi yang aman transparan agar terhindar dari investasi bodong.

Salah satu broker trading yang bisa kamu percayakan adalah HSB Investasi. HSB Investasi tak hanya mengantongi izin resmi BAPPEBTI, tetapi juga meraih penghargaan Best Innovative Broker 2022 dari ICDX. Jangan tunda lagi, jadilah bagian dari jutaan trader sukses bersama HSB Investasi! Download dan registrasikan akun trading-mu sekarang juga!***

Banner Trading

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288