HSB Blog Pengetahuan Keuangan Kira-kira Berapa EPS yang Bagus untuk Saham Ya? Ini Jawabanya!

Kira-kira Berapa EPS yang Bagus untuk Saham Ya? Ini Jawabanya!

Updated 7 September 2024 Bayu Samudera
Kira-kira Berapa EPS yang Bagus untuk Saham Ya? Ini Jawabanya!

Kalau kamu bertanya kira-kira berapa EPS yang bagus untuk saham, jawabannya bukan satu angka tertentu. EPS biasanya dianggap baik jika nilainya positif, stabil, dan cenderung meningkat dari waktu ke waktu, lalu dibandingkan dengan emiten lain di sektor yang sama.

Artinya, EPS Rp100 belum tentu lebih bagus daripada EPS Rp50 jika struktur bisnis, jumlah saham beredar, dan valuasi kedua perusahaan berbeda. Karena itu, EPS sebaiknya dibaca bersama rasio lain seperti P/E, pertumbuhan laba, margin laba, dan kualitas arus kas.

Apa itu EPS dan kenapa penting untuk menilai saham?

EPS adalah laba per saham, yaitu bagian laba bersih perusahaan yang dialokasikan ke setiap lembar saham biasa. Angka ini membantu investor melihat seberapa besar kemampuan perusahaan menghasilkan laba relatif terhadap jumlah saham yang beredar.

Dalam praktik pelaporan keuangan, EPS umumnya dibagi menjadi basic EPS dan diluted EPS. Basic EPS memakai jumlah rata-rata tertimbang saham biasa beredar, sedangkan diluted EPS memperhitungkan potensi penambahan saham dari instrumen seperti opsi, waran, atau konversi efek tertentu.

EPS artinya apa dalam bahasa sederhana?

Secara sederhana, EPS artinya laba bersih perusahaan dibagi jumlah saham biasa yang beredar. Jika laba naik sementara jumlah saham relatif stabil, EPS cenderung ikut naik. Sebaliknya, jika jumlah saham bertambah besar, EPS bisa tertekan walaupun laba perusahaan tetap tumbuh.

Kenapa EPS sering dilihat investor?

Karena EPS memudahkan perbandingan kinerja laba antarperiode. Investor juga sering menghubungkannya dengan valuasi melalui rasio P/E, yaitu harga saham dibagi EPS, untuk melihat apakah harga saham terlihat mahal atau relatif wajar dibandingkan laba per sahamnya.

EPS yang bagus berapa? Ini patokan yang lebih realistis

Tidak ada standar universal bahwa EPS harus sekian rupiah agar disebut bagus. Patokan yang lebih realistis adalah melihat kualitas EPS dari arah pertumbuhan, konsistensi, dan konteks industrinya.

  • EPS positif: perusahaan menghasilkan laba, bukan rugi.
  • EPS bertumbuh: ada peningkatan dari tahun ke tahun atau kuartal ke kuartal secara sehat.
  • EPS konsisten: tidak sangat fluktuatif tanpa alasan bisnis yang jelas.
  • Lebih baik dari rata-rata sektor: perbandingan harus dilakukan dengan emiten sejenis.
  • Didukung kualitas laba: laba tidak hanya muncul dari keuntungan non-operasional sekali waktu.

Jadi, saat orang bertanya ideal EPS itu berapa, jawaban yang lebih tepat adalah: cari EPS yang sehat dan relevan dengan industrinya, bukan sekadar angka besar secara nominal.

Bagaimana cara menilai EPS saham yang bagus?

EPS saham yang bagus biasanya tidak dinilai dari satu periode saja. Kamu perlu melihat tren beberapa tahun agar bisa membedakan pertumbuhan yang berkelanjutan dengan lonjakan sementara.

1. Lihat tren EPS minimal 3 sampai 5 tahun

Jika EPS naik secara bertahap dalam beberapa tahun, itu bisa menunjukkan model bisnis yang lebih stabil. Namun, tetap cek apakah kenaikan tersebut berasal dari pertumbuhan penjualan dan efisiensi operasional, bukan dari faktor non-rutin.

2. Bandingkan dengan perusahaan sejenis

EPS emiten perbankan, komoditi, konsumer, dan teknologi punya karakter berbeda. Karena itu, membandingkan EPS antarindustri sering kali kurang relevan. Fokuslah pada perusahaan dengan model bisnis yang mirip.

3. Cek hubungan EPS dengan P/E ratio

EPS yang tinggi belum tentu menarik jika harga saham sudah terlalu mahal. Sebaliknya, EPS yang sedang tetapi tumbuh konsisten bisa lebih menarik jika valuasinya masih masuk akal. Di sini rasio P/E membantu memberi konteks tambahan.

4. Perhatikan basic EPS dan diluted EPS

Jika diluted EPS jauh lebih rendah daripada basic EPS, ada potensi dilusi dari penambahan saham di masa depan. Ini penting karena laba per saham yang diterima pemegang saham bisa terdampak ketika jumlah saham meningkat.

5. Tinjau kualitas laba perusahaan

EPS yang tampak bagus perlu ditopang oleh bisnis inti yang sehat. Cek juga margin laba, arus kas operasional, utang, dan keberlanjutan permintaan terhadap produk atau layanan perusahaan.

Cara menghitung EPS dengan rumus sederhana

Cara menghitung EPS pada dasarnya adalah membagi laba bersih yang tersedia bagi pemegang saham biasa dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar selama periode tertentu.

Komponen Keterangan
Laba bersih Keuntungan perusahaan setelah beban dan pajak
Dividen saham preferen Jika ada, biasanya dikurangkan lebih dulu dari laba bersih
Rata-rata tertimbang saham beredar Jumlah saham biasa yang beredar selama periode pelaporan

Rumus dasar EPS:

EPS = (Laba bersih – dividen saham preferen) / rata-rata tertimbang saham biasa beredar

Dalam laporan keuangan, perusahaan publik biasanya sudah menyajikan basic EPS dan diluted EPS secara langsung. Jadi, investor ritel umumnya tinggal membaca, membandingkan, lalu menganalisis konteksnya.

Apakah EPS tinggi selalu berarti saham bagus?

Tidak selalu. EPS tinggi memang bisa menjadi sinyal bahwa perusahaan menghasilkan laba besar per saham, tetapi keputusan analisis tidak boleh berhenti di sana.

Ada beberapa kondisi ketika EPS tinggi belum tentu berarti sahamnya menarik:

  1. Harga saham sudah sangat mahal dibandingkan pertumbuhan labanya.
  2. Kenaikan EPS berasal dari laba non-berulang, misalnya penjualan aset.
  3. Jumlah saham beredar turun karena buyback, sehingga EPS naik walau bisnis inti tidak banyak berubah.
  4. Perusahaan berada di industri yang sedang siklikal, sehingga laba mudah berubah tajam.

Dengan kata lain, EPS adalah alat bantu penting, tetapi bukan satu-satunya penentu kualitas saham.

Apa beda EPS positif, EPS rendah, dan EPS negatif?

Perbedaan ini penting karena banyak investor pemula hanya fokus pada besar kecilnya angka tanpa memahami maknanya. Padahal, arah dan kualitas EPS sering lebih penting daripada nominal sesaat.

EPS positif

Menunjukkan perusahaan membukukan laba. Ini biasanya menjadi titik awal yang baik untuk analisis lebih lanjut, terutama jika pertumbuhannya konsisten.

EPS rendah

Bisa berarti laba perusahaan tipis, jumlah saham beredar besar, atau bisnis masih dalam tahap ekspansi. EPS rendah tidak otomatis buruk, selama ada prospek pertumbuhan dan valuasinya masuk akal.

EPS negatif

Menandakan perusahaan merugi pada periode tersebut. Saham dengan EPS negatif perlu dianalisis lebih hati-hati karena risikonya cenderung lebih tinggi, terutama jika kerugian terjadi berulang.

Rasio lain yang sebaiknya dibaca bersama EPS

Supaya analisis lebih utuh, EPS sebaiknya tidak berdiri sendiri. Beberapa rasio berikut bisa membantu kamu membaca kualitas laba dan valuasi dengan lebih seimbang.

  • P/E ratio: melihat hubungan harga saham dengan laba per saham.
  • ROE: mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari modal pemegang saham.
  • Net profit margin: menunjukkan efisiensi laba bersih dari penjualan.
  • Debt to equity ratio: membantu melihat struktur utang perusahaan.
  • Arus kas operasional: memastikan laba didukung kas dari kegiatan usaha.

Kalau EPS naik tetapi arus kas lemah atau utang melonjak, kamu perlu lebih berhati-hati dalam menarik kesimpulan.

Kesalahan umum saat membaca EPS saham

Banyak investor pemula melihat EPS hanya sebagai angka ranking. Padahal, tanpa konteks yang tepat, pembacaan EPS bisa menyesatkan.

  • Membandingkan EPS antarindustri yang karakter bisnisnya berbeda.
  • Hanya melihat satu kuartal tanpa membaca tren tahunan.
  • Mengabaikan diluted EPS dan potensi dilusi saham.
  • Tidak mengecek sumber kenaikan laba.
  • Langsung menganggap EPS besar berarti saham pasti lebih baik.

Karena itu, gunakan EPS sebagai pintu masuk analisis, lalu lanjutkan dengan membaca laporan keuangan, prospek bisnis, dan valuasi pasar.

Jadi, kira-kira berapa EPS yang bagus untuk saham?

Jawaban paling aman dan relevan adalah: EPS yang bagus bukan ditentukan oleh angka mutlak, melainkan oleh kualitasnya. EPS yang positif, bertumbuh, konsisten, dan lebih baik dibanding perusahaan sejenis biasanya lebih layak diperhatikan.

Kalau kamu ingin menilai saham dengan lebih matang, jangan berhenti pada pertanyaan eps berapa yang ideal. Fokuslah pada apakah laba perusahaan berkelanjutan, bagaimana valuasinya, dan apakah bisnisnya cukup kuat menghadapi perubahan siklus pasar.

Pertanyaan Seputar Kira-kira Berapa EPS yang Bagus untuk Saham Ya? Ini Jawabanya!

EPS yang bagus berapa untuk saham?

Tidak ada angka EPS yang pasti bisa disebut bagus untuk semua saham. EPS biasanya dinilai baik jika positif, tumbuh konsisten, dan lebih kuat dibanding perusahaan sejenis. Penilaian juga perlu melihat valuasi, kondisi industri, arus kas, serta apakah laba berasal dari bisnis inti perusahaan.

Apa itu EPS dalam saham?

EPS adalah earnings per share atau laba per saham, yaitu laba bersih perusahaan yang dibagi dengan jumlah saham biasa yang beredar. Angka ini membantu investor menilai kemampuan emiten menghasilkan laba per lembar saham, tetapi tetap perlu dibaca bersama rasio lain agar analisis lebih lengkap.

Bagaimana cara menghitung EPS?

Cara menghitung EPS adalah membagi laba bersih yang tersedia bagi pemegang saham biasa dengan rata-rata tertimbang jumlah saham biasa beredar. Jika perusahaan memiliki saham preferen, dividen preferen biasanya dikurangkan lebih dulu. Dalam laporan keuangan, emiten umumnya sudah menampilkan basic EPS dan diluted EPS.

Apakah EPS tinggi selalu berarti saham bagus?

Tidak selalu. EPS tinggi bisa terlihat menarik, tetapi belum tentu menunjukkan saham layak dibeli. Investor tetap perlu memeriksa apakah harga saham sudah terlalu mahal, apakah laba berasal dari kegiatan operasional, dan apakah pertumbuhan EPS tersebut konsisten dalam beberapa periode, bukan hanya sesaat.

Apa beda basic EPS dan diluted EPS?

Basic EPS dihitung dari laba bersih dibagi rata-rata tertimbang saham biasa beredar. Diluted EPS memasukkan potensi tambahan saham dari instrumen seperti opsi, waran, atau konversi efek. Jika diluted EPS lebih rendah, itu bisa menandakan adanya potensi dilusi yang perlu diperhatikan investor.

Belajar Membaca Rasio Saham dengan Pendekatan yang Lebih Terstruktur

Memahami EPS bisa membantu kamu membaca kualitas laba perusahaan dengan lebih rapi, terutama saat membandingkan emiten dalam sektor yang sama. Namun, analisis saham akan lebih kuat jika kamu juga membiasakan diri melihat valuasi, tren kinerja, dan risiko bisnis secara menyeluruh.

Kalau kamu ingin mulai belajar pasar keuangan dengan platform yang praktis, kamu bisa daftarkan diri melalui HSB Investasi. HSB juga menyediakan akun demo dengan $10,000 dana virtual untuk membantu kamu berlatih memahami pergerakan pasar dan cara kerja analisis sebelum masuk ke tahap berikutnya.

Untuk akses yang lebih fleksibel, kamu juga bisa unduh aplikasi HSB untuk Android dan iOS sekarang! Dengan begitu, kamu bisa memantau pasar, belajar fitur platform, dan menyusun rutinitas analisis langsung dari perangkatmu.