Langkah Mudah Menghitung Expected Return buat Investor Saham Pemula

Investasi saham bisa menjadi cara yang sangat efektif untuk membangun portofolio jangka panjang. Namun, karena sifat saham yang dinamis dan risikonya yang tinggi, sangat penting bagi investor untuk memiliki pemahaman yang kuat tentang dasar-dasar berinvestasi. Pemahaman ini akan menjadi kunci utama, terutama saat kita perlu memperkirakan pengembalian yang diharapkan dari portofolio kita.
Untuk menghitung ekspektasi pengembalian portofolio, kita perlu paham banget soal riwayat pengembalian saham, berapa persen tiap saham berkontribusi dalam portofolio, dan juga cara pakai rumus yang tepat. HSB bakal kasih panduan lengkap tentang cara menghitung expected rate of return portofolio saham. Jangan lewatkan panduan ini, ya!
Apa Itu Expected Return Portofolio?
Expected return portofolio adalah tingkat pengembalian rata-rata yang diharapkan dari sekumpulan saham yang ada dalam suatu portofolio. Portofolio saham ini bisa terdiri dari saham-saham yang berasal dari berbagai perusahaan yang berbeda.
Setiap saham memiliki risiko dan tingkat pengembalian yang berbeda sehingga dengan menggabungkan beberapa saham ke dalam portofolio, investor dapat meminimalkan risiko dan mencapai pengembalian yang lebih stabil dan diharapkan.
Expected return portofolio adalah pengukuran yang penting bagi investor karena dapat memberikan gambaran tentang pengembalian yang diharapkan dari investasi mereka dan membantu dalam pengambilan keputusan investasi.
Selain itu, menghitung expected return dapat membantu investor untuk merencanakan investasi jangka panjang dengan lebih baik. Misalnya, jika investor memerlukan jumlah dana tertentu pada masa depan, mereka dapat memilih investasi yang memberikan expected return yang sesuai dengan tujuan keuangan mereka.
Untuk menghitung expected return portofolio, investor harus memperhitungkan berbagai faktor seperti pengembalian historis saham dan faktor risiko meliputi fluktuasi pasar, mata uang, dan faktor-faktor lain yang memengaruhi pasar.
Sebagai contoh, seorang investor yang mencari pendapatan keuntungan yang lebih stabil mungkin memilih portofolio dengan saham dari perusahaan-perusahaan besar dan mapan. Sementara investor yang mencari keuntungan yang lebih tinggi mungkin memilih portofolio dengan saham dari perusahaan-perusahaan yang lebih kecil dengan potensi pertumbuhan yang lebih tinggi.
Dalam semua kasus, investor harus menghitung expected return portofolio untuk memastikan bahwa mereka membuat keputusan investasi yang tepat.
Cara Menghitung Expected Return Portofolio Saham
Untuk menghitung expected return portofolio saham, terdapat beberapa langkah yang harus diikuti. Berikut ini adalah beberapa cara menghitung expected return portofolio saham yang sebaiknya kamu ketahui:
1. Menghitung Tingkat Pengembalian Historis Saham
Pertama-tama, investor perlu mengumpulkan data mengenai pengembalian historis setiap saham dalam portofolio. Data ini bisa didapatkan dari berbagai sumber, seperti situs web keuangan atau platform broker saham.
Pengembalian historis saham dihitung dengan membandingkan harga pembelian dengan harga penjualan, ditambah dengan pembayaran dividen atau imbalan lain yang diterima oleh investor selama periode waktu tertentu.
Setelah pengembalian historis dari setiap saham dalam portofolio dihitung, investor dapat menghitung rata-rata pengembalian dari setiap saham. Rata-rata pengembalian inilah yang akan digunakan untuk menghitung expected return portofolio.
2. Menghitung Proporsi Setiap Saham dalam Portofolio
Setelah menghitung tingkat pengembalian historis saham, investor perlu menentukan proporsi setiap saham dalam portofolio. Proporsi ini dapat dihitung dengan cara membagi nilai pasar setiap saham dengan total nilai pasar seluruh saham dalam portofolio.
Misalnya, jika investor memiliki dua saham dalam portofolio, dan masing-masing saham memiliki nilai pasar $10.000 dan $20.000, maka nilai pasar keseluruhan portofolio adalah $30.000. Dalam hal ini, proporsi setiap saham dalam portofolio akan dihitung sebagai berikut:
- Proporsi saham 1 = nilai pasar saham 1 nilai pasar saham keseluruhan portofolio
Proporsi saham 1 = $10.000$30.000
Proporsi saham 1 = 13 atau sekitar 0,33
- Proporsi saham 2 = nilai pasar saham 2 nilai pasar saham keseluruhan portofolio
Proporsi saham 2 = $20.000$30.000
Proporsi saham 2 = 23 atau sekitar 0,67
Dalam hal ini, investor memiliki 33% dari saham 1 dan 67% dari saham 2 dalam portofolio mereka.
3. Menghitung Expected Return Portofolio
Setelah tingkat pengembalian historis saham dan proporsi setiap saham dalam portofolio dihitung, investor dapat menghitung expected return portofolio yang dihitung dengan mengalikan tingkat pengembalian historis dari setiap saham dengan proporsi saham dalam portofolio, kemudian menjumlahkan hasilnya. Secara matematis, formula untuk menghitung expected return portofolio adalah sebagai berikut:
Expected Return Portofolio = Σ (Tingkat Pengembalian Historis Saham x Proporsi Saham dalam Portofolio)
Misalnya, jika investor memiliki dua saham dalam portofolio, dan tingkat pengembalian historis dari saham 1 adalah 10%, sedangkan tingkat pengembalian historis dari saham 2 adalah 15%, dan proporsi setiap saham dalam portofolio adalah 33% dan 67% seperti pada contoh sebelumnya, maka expected return portofolio dapat dihitung sebagai berikut:
Expected Return Portofolio = (0,10 x 0,33) + (0,15 x 0,67)
ExpectedReturn Portofolio = 0,0485 atau sekitar 4,85%
Dalam hal ini, investor dapat mengharapkan pengembalian portofolio sebesar 4,85%. Angka ini dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan investasi selanjutnya. Tentu saja, perlu diingat bahwa expected return portofolio hanyalah proyeksi pengembalian dan tidak menjamin hasil yang pasti.
4. Menggunakan Model Penilaian Aset Modal (CAPM)
Model Penilaian Aset Modal (Capital Asset Pricing Model, CAPM) adalah metode lain yang sering digunakan untuk mengestimasi expected return dari portofolio. Rumus dasar CAPM adalah:
Expected Return =Risk-Free Rate + β ×(Expected Market Return−Risk-Free Rate)
Di mana:
– Risk-Free Rate adalah tingkat pengembalian dari investasi tanpa risiko, seperti Treasury Bills.
– Beta adalah ukuran volatilitas saham atau portofolio dibandingkan dengan pasar keseluruhan.
– Expected Market Return adalah rata-rata pengembalian yang diharapkan dari pasar.
Investor perlu menghitung beta untuk setiap saham dalam portofolio mereka dan kemudian menghitung weighted average beta untuk portofolio. Expected return portofolio kemudian dihitung dengan memasukkan beta portofolio dan expected market return ke dalam rumus CAPM.
5. Pendekatan Simulasi Monte Carlo
Metode simulasi Monte Carlo dapat digunakan untuk mengestimasi expected return portofolio saham dengan mensimulasikan berbagai skenario pasar berdasarkan distribusi pengembalian historis dan volatilitas saham. Ini dilakukan dengan cara berikut:
– Menghasilkan serangkaian pengembalian hipotetis saham untuk periode waktu yang akan datang berdasarkan data historis.
– Menghitung pengembalian portofolio untuk setiap skenario dengan memberikan bobot yang sesuai untuk setiap saham dalam portofolio.
– Mengulangi proses tersebut berkali-kali (misalnya, 10.000 kali) untuk mendapatkan distribusi pengembalian portofolio yang diharapkan.
Dengan menggunakan hasil simulasi ini, investor dapat memperoleh expected return portofolio saham dan juga memahami distribusi potensial dari pengembalian tersebut, yang membantu dalam mengukur risiko.
Pengembalian yang sebenarnya dapat berbeda dari expected return portofolio karena faktor-faktor seperti perubahan kondisi pasar atau peristiwa tak terduga yang dapat memengaruhi harga saham. Oleh karena itu, investor perlu mempertimbangkan risiko dan melakukan diversifikasi portofolio untuk meminimalkan risiko dan mencapai hasil investasi yang optimal.
Ingin Trading Tanpa Risiko? Coba Akun Demo HSB!
Sekian penjelasan lengkap tentang Cara Menghitung Expected Return. Jika kamu bisa memahami dengan baik itu akan sangat membantu aktivitas investasi kamu. Ingatlah untuk selalu memadukan analisis teknikal dengan manajemen risiko yang baik. Dan jika kamu ingin mengasah kemampuan trading kamu tanpa risiko, jangan ragu untuk mencoba trading di akun demo gratis HSB Investasi.
HSB Investasi juga memiliki Relation Manager (RM) yang tidak dimiliki broker lain. RM di sini berperan sebagai mentor trading yang bisa kamu ajak diskusi seputar trading. Selain itu, trading di HSB juga sangat menguntungkan karena kami memiliki komisi dan spread rendah serta promo-promo yang menarik.
Unduh platform trading terbaik sekarang di Android dan iOS dan mulai perjalanan tradingmu hari ini!
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Bagaimana cara menghitung expected return?
Rumus mengitung return ini pada dasarnya hanya mengalikan bobot masing-masing asset dalam portofolio dengan return yang diharapkan, kemudian menambahkan semua angka tersebut.
Apa itu expected return portofolio?
Return ekspektasi portofolio (portfolio expected return) adalah rata rata tertimbang dari return ekspektasi tiap sekuritas di dalam portofolio.
Bagaimana cara menentukan portofolio yang efisien?
Portofolio dikatakan efisien jika portofolio tersebut memenuhi kondisi yaitu memberikan risiko terkecil dengan expected return yang sama, atau Memberikan expected return terbesar dengan risiko yang sama.