Trading & kelola akun MT di Aplikasi HSB Trading
store google
Mengenal Indikator True Strength Index

Indikator TSI memberikan informasi tentang momentum dan kekuatan tren. Nilai positif menunjukkan momentum positif dan kekuatan tren naik, sementara nilai negatif menunjukkan momentum negatif dan kekuatan tren turun. Sinyal beli atau jual biasanya muncul ketika TSI melintasi level nol atau ketika terjadi divergensi antara pergerakan harga dan TSI.

Penggunaan TSI dalam analisis teknikal melibatkan identifikasi tren, sinyal pembalikan harga, dan konfirmasi divergensi. Ini membantu trader dan analis dalam mengambil keputusan trading dengan memperhatikan kondisi momentum pasar dan kekuatan tren yang sedang berlangsung.

Namun, penting untuk diingat bahwa indikator TSI, seperti indikator lainnya, tidak sempurna dan memiliki keterbatasan. Sinyal yang dihasilkan oleh TSI perlu dikonfirmasi dengan analisis lain dan pertimbangan lainnya sebelum dijadikan dasar untuk mengambil keputusan trading.

Pemahaman yang mendalam tentang indikator True Strength Index dapat membantu trader dan analis dalam mengenali kondisi pasar relevan dan meningkatkan pemahaman tentang pergerakan harga serta potensi pembalikan tren.

Pengertian True Strength Index 

Indikator True Strength Index (TSI) adalah indikator momentum teknikal yang digunakan dalam analisis pasar untuk mengidentifikasi kekuatan tren dan memberikan sinyal pembalikan harga potensial. Ini adalah indikator momentum menggabungkan konsep dari dua indikator terpisah, yaitu Moving Average Convergence Divergence (MACD) dan Rate of Change (ROC).

TSI dihitung dengan menggunakan perbedaan antara dua garis moving average eksponensial (EMA) berdasarkan pergerakan harga. Garis pertama, disebut "line TSI", mewakili perbedaan antara dua EMA jangka pendek, sedangkan garis kedua, yang disebut "line signal", mewakili EMA dari line TSI. Selanjutnya, TSI dinormalisasi dan ditampilkan dalam bentuk grafik dengan nilai antara -100 hingga +100.

Ketika TSI berada di atas level nol, menunjukkan bahwa momentum positif mendominasi pasar dan ada kekuatan tren naik. Sebaliknya, ketika TSI berada di bawah level nol, menunjukkan momentum negatif dan ada kekuatan tren turun. Sinyal beli biasanya muncul ketika TSI melintasi level nol dari bawah ke atas, sementara sinyal jual muncul ketika TSI melintasi level nol dari atas ke bawah.

Selain itu, TSI juga dapat memberikan sinyal pembalikan harga potensial ketika terjadi divergensi antara pergerakan harga dan TSI. Divergensi bullish terjadi ketika harga menciptakan level rendah yang lebih rendah.

Sementara TSI menciptakan level rendah lebih tinggi, mengindikasikan adanya potensi pembalikan tren naik. Divergensi bearish terjadi ketika harga menciptakan level tinggi lebih tinggi sementara TSI menciptakan level tinggi yang lebih rendah, mengindikasikan potensi pembalikan tren turun.

Penggunaan TSI dapat membantu trader dan analis untuk memperoleh wawasan tentang kondisi indikator momentum dan kekuatan tren yang ada dalam pasar. Namun, seperti indikator teknikal lainnya, TSI juga memiliki keterbatasan, perlu digunakan bersama dengan analisis lain serta pertimbangan lainnya untuk mengambil keputusan trading lebih baik.

Baca Juga:  Accelator Oscillator vs Awesome Oscillator

Rumus True Strength Index

inilah rumus true strength index di metatrader 5

True Strength Index (TSI) adalah sebuah indikator teknikal yang digunakan untuk mengukur kekuatan dan momentum tren dalam pasar. Rumus TSI melibatkan perhitungan perbedaan antara dua garis moving average eksponensial (EMA) dan kemudian menghasilkan nilai yang dinormalisasi.

Berikut adalah penjelasan rumus True Strength Index secara lebih rinci:

1. Hitung perbedaan antara dua garis EMA berdasarkan pergerakan harga:

  • Ambil harga saat ini dan kurangi dengan harga pada periode sebelumnya.
  • Gunakan periode yang ditentukan, misalnya N periode, untuk menghitung perbedaan harga tersebut,

2. Hitung garis TSI:

  • Ambil EMA dari perbedaan harga yang dihitung pada langkah sebelumnya menggunakan periode EMA pertama yang ditentukan.
  • Lakukan hal yang sama untuk EMA perbedaan harga dengan menggunakan periode EMA kedua yang ditentukan.
  • Kurangkan EMA kedua dari EMA pertama untuk mendapatkan garis TSI.

3. Hitung garis sinyal:

  • Ambil EMA dari garis TSI yang dihitung pada langkah sebelumnya menggunakan periode EMA sinyal yang ditentukan.
  1. Normalisasi garis sinyal untuk mendapatkan nilai TSI:
  • Bagi nilai garis sinyal dengan nilai garis TSI, lalu kalikan dengan 100.
  • Ini akan menghasilkan nilai TSI yang dinormalisasi dalam bentuk persentase.

Rumus tersebut memberikan indikator TSI yang dapat digunakan untuk mengamati momentum dan kekuatan tren dalam pasar. Nilai TSI di atas nol menunjukkan kekuatan tren naik, sedangkan nilai TSI di bawah nol menunjukkan kekuatan tren turun.

Sinyal pembalikan harga potensial dapat ditemukan ketika TSI melintasi level nol dari bawah ke atas atau dari atas ke bawah.

realisasikan trading plan dengan transaksi di pasar keuangan secara real-time

Rumus Menghitung True Strength Index (TSI)

Rumus untuk menghitung True Strength Index (TSI) adalah sebagai berikut:

Hitung perbedaan antara dua garis moving average eksponensial (EMA) berdasarkan pergerakan harga dengan periode yang ditentukan. Misalnya, jika menggunakan periode 25 dan 13, hitung perbedaan antara EMA 25-periode dan EMA 13-periode.

Line TSI = EMA (perbedaan harga, periode EMA pertama) - EMA (perbedaan harga, periode EMA kedua)

Hitung nilai EMA dari garis TSI yang dihasilkan pada langkah sebelumnya dengan periode yang ditentukan. Misalnya, jika menggunakan periode 7, hitung nilai EMA dari garis TSI.

Line Signal = EMA (Line TSI, periode EMA sinyal)

Normalisasi nilai Line Signal untuk mendapatkan nilai TSI yang akhir.

TSI = (Line Signal / Line TSI) * 100

Rumus tersebut memberikan hasil TSI dalam bentuk persentase dengan rentang nilai antara -100 hingga +100.

Penting untuk dicatat bahwa periode yang digunakan dalam rumus ini dapat disesuaikan sesuai dengan preferensi trader atau analis. Periode yang umum digunakan adalah 25, 13, dan 7, tetapi dapat disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan dan gaya trading individu.

Baca Juga:  10 Langkah Identifikasi Pola Three White Soldiers

Interpretasi Sinyal TSI

Interpretasi sinyal True Strength Index (TSI) melibatkan pengamatan terhadap nilai TSI dan perpotongan dengan level referensi tertentu. Berikut adalah penjelasan interpretasi umum dari sinyal TSI:

1. Sinyal Kekuatan Tren

  • Nilai TSI di atas nol menunjukkan kekuatan tren naik.
  • Nilai TSI di bawah nol menunjukkan kekuatan tren turun.
  • Semakin tinggi nilai TSI di atas nol, semakin kuat tren naik.
  • Semakin rendah nilai TSI di bawah nol, semakin kuat tren turun.

2. Sinyal Pembalikan Harga

  • Sinyal beli muncul ketika TSI melintasi level nol dari bawah ke atas. Ini menunjukkan potensi pembalikan tren turun menjadi tren naik.
  • Sinyal jual muncul ketika TSI melintasi level nol dari atas ke bawah. Ini menunjukkan potensi pembalikan tren naik menjadi tren turun.

3. Divergensi

  • Divergensi bullish terjadi ketika harga mencapai level rendah lebih rendah sementara TSI mencapai level rendah yang lebih tinggi. Ini mengindikasikan potensi pembalikan tren turun menjadi tren naik.
  • Divergensi bearish terjadi ketika harga mencapai level tinggi lebih tinggi sementara TSI mencapai level tinggi lebih rendah. Ini mengindikasikan potensi pembalikan tren naik menjadi tren turun.

Penting untuk mengonfirmasi sinyal TSI dengan analisis tambahan dan menggunakan alat bantu lainnya dalam pengambilan keputusan trading. Sinyal TSI yang dihasilkan sebaiknya dipertimbangkan bersamaan dengan analisis harga, pola grafik, dan indikator teknikal lainnya memperoleh pemahaman lebih komprehensif tentang kondisi pasar dan tren sedang berlangsung.

Selain itu, penting juga untuk menyesuaikan pengaturan periode TSI sesuai dengan kebutuhan dan gaya trading. Eksperimen dengan berbagai periode dapat membantu mengoptimalkan penggunaan TSI untuk instrumen dan kerangka waktu yang spesifik.

Pengaturan dan Interpretasi Level TSI

pengaturan dan interpretasi level tsi dalam trading

Pengaturan dan interpretasi level TSI (True Strength Index) melibatkan penggunaan level referensi untuk membantu mengidentifikasi kondisi pasar yang berpotensi overbought (jenuh beli) atau oversold (jenuh jual). Berikut adalah langkah-langkah umum dalam mengatur dan menginterpretasikan level TSI:

1. Menentukan Level Referensi

  • Level nol: Level nol sering digunakan sebagai referensi untuk membedakan antara kekuatan tren naik (nilai TSI di atas nol) dan kekuatan tren turun (nilai TSI di bawah nol).
  • Level overbought dan oversold: Trader dapat menentukan level overbought dan oversold mengidentifikasi kondisi jenuh beli atau jenuh jual. Biasanya, level 25 dan -25 digunakan sebagai level overbought dan oversold. Namun, level ini dapat disesuaikan berdasarkan pengalaman dan preferensi individu.

2. Interpretasi Level TSI

  • Nilai TSI di atas level overbought menunjukkan kondisi jenuh beli, dapat mengindikasikan potensi pembalikan harga ke bawah atau perlambatan tren naik.
  • Nilai TSI di bawah level oversold menunjukkan kondisi jenuh jual, dapat mengindikasikan potensi pembalikan harga ke atas atau perlambatan tren turun.
  • Ketika TSI berada di antara level overbought dan oversold, ini menunjukkan kondisi pasar yang seimbang atau tidak jenuh.
Baca Juga:  Kuasai Pasar Forex dengan Moving Average Crossover

3. Menggunakan Level sebagai Sinyal Trading

  • Sinyal beli: Ketika TSI melintasi level oversold dari bawah ke atas, ini dapat dianggap sebagai sinyal beli potensial, menunjukkan potensi pembalikan harga ke atas atau awal tren naik.
  • Sinyal jual: Ketika TSI melintasi level overbought dari atas ke bawah, ini dapat dianggap sebagai sinyal jual potensial, menunjukkan potensi pembalikan harga ke bawah atau awal tren turun.

Penting untuk dicatat bahwa penggunaan level TSI sebagai sinyal trading harus diterapkan bersamaan dengan analisis, konfirmasi dari indikator atau alat bantu lainnya. Level TSI tidak selalu menghasilkan sinyal sempurna dan dapat menghasilkan sinyal palsu.

Oleh karena itu, penting untuk memadukan penggunaan level TSI dengan analisis teknikal komprehensif dan manajemen risiko yang baik untuk pengambilan keputusan trading yang lebih baik.

Kamu sedang mencari broker dengan sistem MT5? HSB Investasi adalah jawabannya yang memiliki trading sistem menggunakan MetaTrader 5! Kamu dapat merasakan sistem trading fleksibel, analisa teknikal yang profesional karena terdapat 38 indikator bisa kamu gunakan, copy trading dari trader sukses lain dan fitur paling mengesankan dari MetaTrader 5 ini adalah algoritma trading yang dapat membantu kamu dalam trading. 

Tunggu apalagi? Segera Unduh aplikasi HSB Investasi dan nikmati kemudahan meraih keuntungan dan jangan lupa untuk melakukan deposit di HSB Investasi sekarang juga dan rasakan pengalaman trading yang lebih mudah, cepat, dan efisien. 

Dapatkan kesempatan untuk meraih keuntungan di pasar keuangan global hanya dengan aplikasi HSB Investasi. Jadilah bagian dari trader sukses di Indonesia dan memotivasi trader lainnya dengan cara registrasikan akunmu dan mulailah untuk trading sekarang juga. 

Aplikasi HSB Investasi mudah digunakan dengan adanya video tutorial, CS online 24 jam dan buku panduan akan membantu kamu dalam memulai trading tanpa harus khawatir karena tidak memahami cara menggunakannya. 

DISCLAIMER

Artikel ini ditujukan sebatas sebagai sumber informasi dan edukasi serta tidak ditujukan sebagai sumber utama pemberian saran. Perlu dipahami bahwa aktivitas finansial investasi dan trading memiliki tingkat risiko yang perlu dikelola dengan baik. Pastikan Sobat Trader telah memahami potensi risiko yang mungkin muncul agar dapat meminimalisir kerugian di masa yang akan datang.

Tag Terkait:
DISCLAIMER
Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, ditujukan hanya sebagai sumber pembelajaran dan bukan sebagai saran dalam pengambilan keputusan. Perlu Anda pahami bahwa produk dengan leverage tinggi memiliki potensi risiko kerugian yang juga tinggi, sehingga perlu dikelola dengan baik melalui pemahaman dan kemampuan analisa yang tepat. HSB Investasi tidak bertanggung jawab atas kesalahan keputusan yang dibuat berdasarkan konten ini. Sesuai ketentuan yang berlaku, HSB hanya menyediakan 45 instrumen trading yang dapat Anda pelajari di website resmi kami.

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB1

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
Artikel Lainnya

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
bonus tanpa deposit
Mulai Pengalaman Trading Terbaik