Panduan Indikator True Strength Index (TSI): Rumus & Cara Bacanya
Dalam analisis teknikal, mengukur momentum pasar adalah kunci untuk mengetahui apakah tren masih kuat atau akan segera berbalik arah. Salah satu alat yang sering digunakan trader profesional adalah True Strength Index (TSI).
Artikel ini akan membedah secara mendalam apa itu TSI, bagaimana rumusnya bekerja, serta cara membaca sinyal beli dan jual yang akurat.
Apa Itu True Strength Index (TSI)?
Secara definisi, True Strength Index (TSI) adalah indikator osilator momentum yang dikembangkan oleh William Blau. Indikator ini bertujuan untuk menghaluskan fluktuasi harga (smoothing) agar trader dapat melihat tren dan momentum pasar dengan lebih jernih tanpa gangguan noise jangka pendek.
TSI unik karena menggabungkan karakteristik dua indikator populer:
- Rate of Change (ROC): Untuk mengukur kecepatan perubahan harga.
- Moving Average (MA): Untuk menghaluskan data agar sinyal lebih valid.
Poin Kunci: TSI berfluktuasi di antara nilai positif dan negatif (biasanya -100 hingga +100). Fokus utamanya adalah mengidentifikasi kondisi Overbought (jenuh beli) dan Oversold (jenuh jual).
Rumus dan Cara Menghitung TSI
Meskipun platform trading modern sudah menghitungnya secara otomatis, memahami rumusnya penting agar Kamu tahu dari mana angka itu berasal.
TSI menggunakan teknik “Double Smoothing” (Penghalusan Ganda) dengan langkah berikut:
- Hitung Momentum: Selisih harga penutupan saat ini dengan harga sebelumnya (Momentum = Close – Close sebelumnya).
- Penghalusan Pertama: Hitung EMA (Exponential Moving Average) 25-periode dari Momentum tersebut.
- Penghalusan Kedua: Hitung EMA 13-periode dari hasil EMA pertama di atas.
- Normalisasi: Bagi hasil penghalusan ganda tersebut dengan nilai absolutnya, lalu kalikan 100.
Rumus Sederhana:
TSI = (PCDS / APCDS) x 100
(Di mana PCDS adalah Double Smoothed PC, dan APCDS adalah Double Smoothed Absolute PC)
Tabel Interpretasi Sinyal TSI
Berikut adalah panduan cepat membaca sinyal TSI agar Kamu tidak salah mengambil posisi:
Kondisi Indikator Arti Momentum Sinyal Potensial
Nilai > 0 (Positif) Tren Naik (Bullish) Kuat Fokus mencari peluang Buy
Nilai Tren Turun (Bearish) Kuat Fokus mencari peluang Sell
Melintasi Garis 0 ke Atas Momentum beralih ke Bullish Sinyal Beli (Early Entry)
Melintasi Garis 0 ke Bawah Momentum beralih ke Bearish Sinyal Jual (Early Entry)
Divergensi Arah harga berbeda dengan indikator Sinyal Pembalikan Tren (Reversal)
Cara Menggunakan TSI untuk Trading (Strategi Praktis)
Ada tiga metode utama yang digunakan trader untuk mendapatkan profit menggunakan indikator ini:
1. Sinyal Garis Sinyal (Signal Line Crossover)
Sama seperti MACD, TSI biasanya memiliki garis sinyal (EMA periode 7-12 dari TSI).
- Buy Signal: Saat garis TSI memotong garis Sinyal dari bawah ke atas.
- Sell Signal: Saat garis TSI memotong garis Sinyal dari atas ke bawah.
2. Identifikasi Overbought & Oversold
Meskipun batasnya tidak pasti, trader sering menggunakan level +25 dan -25.
- Area Overbought (+25): Harga dianggap terlalu mahal, bersiap untuk koreksi turun.
- Area Oversold (-25): Harga dianggap terlalu murah, bersiap untuk pantulan naik.
3. Divergensi (Jurus Andalan)
Ini adalah sinyal paling kuat dari TSI.
- Bullish Divergence: Harga membuat Lower Low (semakin rendah), tapi TSI membuat Higher Low (menanjak). Ini tanda tren turun sudah lemah dan harga akan segera naik.
- Bearish Divergence: Harga membuat Higher High (semakin tinggi), tapi TSI membuat Lower High (menurun). Ini tanda tren naik sudah lelah dan harga akan segera jatuh.
FAQ: Pertanyaan Umum Seputar TSI
TSI dan RSI memiliki fungsi serupa, namun TSI cenderung memberikan sinyal yang lebih 'halus' (lagging) karena menggunakan double smoothing, sehingga lebih sedikit memberikan sinyal palsu dibandingkan RSI yang sangat sensitif.
TSI dapat digunakan di semua timeframe, namun paling efektif pada timeframe H4 (4 jam) atau Daily (Harian) untuk menghindari noise pasar.
Tidak disarankan. Gunakan TSI sebagai konfirmasi momentum, namun padukan dengan indikator lain seperti Support/Resistance atau Moving Average untuk menentukan arah tren utama. Apakah TSI lebih baik dari RSI?
Timeframe berapa yang cocok untuk TSI?
Apakah TSI bisa berdiri sendiri?
Tips Terakhir: Jangan Asal Pakai!
Indikator TSI hanyalah alat bantu. Akurasinya akan meningkat drastis jika Kamu menggabungkannya dengan pemahaman Price Action dan manajemen risiko yang ketat. Selalu uji strategi ini di Akun Demo sebelum menggunakan uang asli.
Siap Cuan Pakai Strategi TSI? Pastikan Brokernya Mendukung!
Percuma jago baca sinyal divergence atau crossover dari indikator TSI kalau eksekusi tradingmu telat gara-gara aplikasi lemot. Strategi momentum seperti TSI membutuhkan platform yang responsif dan bebas delay agar kamu bisa masuk pasar di momen yang tepat.
Di HSB Investasi, kamu bisa pasang indikator TSI langsung di dalam aplikasi dengan mudah, analisa chart dengan jernih, dan eksekusi order secepat kilat. Ditambah lagi, danamu dijamin aman karena HSB sudah terdaftar resmi di BAPPEBTI.
Jangan cuma dibayangkan! Uji seberapa akurat analisa TSI kamu menggunakan dana virtual gratis di Akun Demo HSB. Unduh aplikasi HSB Investasi sekarang di Android dan iOS. Mulai perjalanan trading online sekarang!!***





