Cara Menentukan Stop Loss & Bedanya dengan Cut Loss!

menentukan stop loss yang tepat dalam trading merupakan langkah penting untuk mengelola risiko dengan baik.

Stop loss adalah salah satu alat manajemen risiko paling penting dalam trading. Dengan stop loss, kamu bisa membatasi kerugian ketika pasar bergerak berlawanan dengan prediksi.

Ada banyak cara menentukan stop loss, mulai dari berdasarkan waktu, persentase akun, hingga indikator volatilitas.

1. Tetapkan Persentase Risiko yang Dapat Diterima

  • Umumnya trader risiko 1–2% dari total akun per transaksi.

  • Contoh: akun $10,000 → risiko 2% = $200 per trade.

2. Hitung Ukuran Stop Loss

Setelah mengetahui ukuran stop loss dalam dolar

3. Konversikan Ukuran Stop Loss ke dalam Poin atau Pips

  • Misal di EUR/USD, kamu ingin stop loss 50 pips.

  • Tinggal hitung berapa nilai pip sesuai lot size.

4. Sesuaikan Ukuran Posisi

stop loss akan ditempatkan pada jarak yang sesuai dengan volatilitas pasar.

Strategi Stop Loss dalam Trading

Jenis Stop LossCara KerjaKelebihan
Stop Loss TetapLevel ditentukan di awal, tidak berubahDisiplin & konsisten
Trailing StopStop loss ikut bergerak seiring profitAmankan keuntungan berjalan
Break-evenGeser SL ke harga masuk setelah profit tertentuLindungi modal, trading jadi ?risk-free?
Volatility-based (ATR)Gunakan indikator volatilitas untuk jarak SLSL lebih adaptif dengan kondisi pasar

Apakah Stop Loss dapat dijadikan Sebagai Srategi Trading?

Ya, tentu! Stop loss bukan hanya proteksi, tapi juga bagian dari strategi trading:

Namun, stop loss tidak berdiri sendiri. Harus dipadukan dengan analisis teknikal, fundamental, dan manajemen risiko menyeluruh.

HSB Investasi - Trading Forex dengan bantuan AI. Gunakan Smart AI HSB untuk insight instan, analisis pasar otomatis, dan keputusan trading cepat. Cocok untuk trader pemula hingga profesional.

Apa Bedanya Stop Loss dan Cut Loss?

Stop loss dan cut loss adalah dua istilah yang sering digunakan dalam trading untuk mengatur risiko dan menghindari kerugian yang tidak terkendali. Meskipun memiliki tujuan yang serupa, yaitu melindungi modal dan menghentikan kerugian, keduanya memiliki perbedaan dalam penggunaan dan konteksnya:

AspekStop LossCut Loss
DefinisiPerintah otomatis menutup posisi di level tertentuAksi manual menutup posisi merugi
EksekusiMekanis, dipasang sejak awalSubjektif, sesuai kondisi pasar
TujuanBatasi kerugian sesuai rencanaHentikan kerugian tak terkendali
DisiplinMembantu konsistensiBergantung pada psikologi trader

HSB Investasi menyediakan fitur lengkap agar trader lebih mudah menggunakan stop loss:

  • Platform MetaTrader 5 (MT5) dengan 38 indikator teknikal.

  • Akun demo gratis untuk latihan manajemen risiko.

  • Sinyal trading dari para analis.

  • AI trading untuk strategi otomatis.

Mau latihan dulu? Coba akun demo HSB.

Tunggu apalagi? Segera Unduh aplikasi HSB Investasi di Android dan iOS

Pertanyaan Seputar Menentukan Stop Loss

Bagaimana cara menghitung stop loss dalam persentase?

Tentukan berapa persen dari modal yang bersedia Anda risiko dalam satu transaksi. Misalnya, Anda hanya ingin risiko 2% dari total modal Anda. Kemudian, Kalikan persentase risiko dengan total modal Anda. Hasilnya adalah nilai rupiah yang bersedia Anda rugikan.

Bagaimana cara mengatur stop loss?

Setiap platform trading memiliki cara yang berbeda untuk mengatur stop loss. Biasanya, Anda akan menemukan fitur stop loss saat membuat order.

Berapa stop loss yang baik untuk opsi?

Secara umum, disarankan untuk menggunakan stop loss yang cukup ketat untuk opsi, terutama untuk opsi dengan waktu kadaluarsa yang pendek.

Bagikan Artikel