Trading & kelola akun MT di Aplikasi HSB Trading
store google
Menentukan Stop Loss Berdasarkan Persentase Akun

Menentukan stop loss yang tepat dalam trading merupakan langkah penting untuk mengelola risiko dengan baik. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah menentukan stop loss berdasarkan waktu. Dengan pendekatan ini, kamu dapat mengatur level stop loss sesuai dengan ukuran posisi mereka relatif terhadap total dana yang mereka miliki. 

Setelah membahas menentukan stop loss berdasarkan waktu dalam artikel ini, kami akan membahas tentang pentingnya menentukan stop loss berdasarkan persentase akun dan bagaimana cara mengimplementasikannya dengan baik.

Berikut adalah beberapa langkah untuk menentukan stop loss berdasarkan persentase akun dengan tepat:

1. Tetapkan Persentase Risiko yang Dapat Diterima

kamu perlu menentukan persentase risiko yang dapat mereka terima dalam setiap perdagangan. Persentase ini dapat bervariasi tergantung pada preferensi dan toleransi risiko individu. Sebagai contoh, beberapa kamu mungkin memilih untuk mempertaruhkan 1% hingga 2% dari total akun mereka dalam setiap perdagangan.

2. Hitung Ukuran Stop Loss

Setelah menentukan persentase risiko yang dapat diterima, kamu dapat menghitung ukuran stop loss yang sesuai. Misalnya, jika ukuran akun kamu adalah $10,000 dan mereka memilih risiko 2% per perdagangan, maka mereka dapat membatasi kerugian maksimum pada $200 per perdagangan. Dengan mengetahui ukuran stop loss dalam dolar, kamu dapat menentukan level stop loss secara lebih spesifik.

3. Konversikan Ukuran Stop Loss ke dalam Poin atau Pips

Setelah mengetahui ukuran stop loss dalam dolar

Setelah mengetahui ukuran stop loss dalam dolar, langkah berikutnya adalah mengkonversikannya ke dalam poin atau pips, tergantung pada instrumen yang diperdagangkan. Misalnya, jika kamu berdagang pada pasangan mata uang EUR/USD dan menginginkan stop loss sebesar 50 pips, mereka dapat menghitung berapa nilai pip dalam dolar berdasarkan ukuran posisi mereka.

4. Sesuaikan Ukuran Posisi

Terakhir, kamu dapat menyesuaikan ukuran posisi mereka untuk mencapai ukuran stop loss yang sesuai dengan persentase risiko yang ditentukan sebelumnya. Dengan menyesuaikan ukuran posisi, kamu dapat memastikan bahwa ukuran stop loss mereka sejalan dengan persentase risiko yang telah mereka tetapkan.

Baca Juga:  Mengulik Cara & Sejarah Mata Uang CHF/JPY

Apa Bedanya Stop Loss dan Cut Loss?

Stop loss dan cut loss adalah dua istilah yang sering digunakan dalam trading untuk mengatur risiko dan menghindari kerugian yang tidak terkendali. Meskipun memiliki tujuan yang serupa, yaitu melindungi modal dan menghentikan kerugian, keduanya memiliki perbedaan dalam penggunaan dan konteksnya:

1. Stop Loss

Stop loss adalah perintah yang ditempatkan sebelumnya oleh kamu untuk menjual posisi saat harga mencapai level tertentu. Tujuan utama stop loss adalah untuk menghentikan kerugian dan melindungi modal trading dari pergerakan harga yang merugikan. 

Stop loss biasanya ditempatkan di bawah level entry untuk posisi long dan di atas level entry untuk posisi short. Jika harga mencapai level stop loss, posisi akan secara otomatis ditutup dan kerugian akan terbatas pada batasan yang telah ditetapkan.

Tingkatkan peluang profit trading dengan memanfaatkan leverage HSB up to 1:200

2. Cut Loss

Cut loss merujuk pada tindakan kamu untuk secara manual menutup posisi yang mengalami kerugian yang signifikan. Strategi cut loss dilakukan oleh kamu sebagai keputusan strategis untuk menghentikan kerugian yang terus bertambah, terlepas dari level stop loss yang telah ditetapkan sebelumnya. 

Hal ini biasanya terjadi ketika kondisi pasar atau prediksi trading tidak sesuai dengan ekspektasi awal. Cut loss dilakukan untuk membatasi kerugian lebih lanjut dan keluar dari posisi yang tidak menguntungkan.

Perbedaan utama antara stop loss dan cut loss adalah pada pelaksanaannya. Stop loss ditempatkan sebelumnya sebagai perintah untuk secara otomatis menjual posisi saat harga mencapai level tertentu, sedangkan cut loss dilakukan secara manual oleh kamu sebagai keputusan strategis untuk keluar dari posisi yang merugi. 

Stop loss lebih bersifat mekanis dan ditentukan sebelumnya, sedangkan cut loss lebih bergantung pada penilaian kamu terhadap kondisi pasar dan posisi trading.

Baca Juga:  5 Cara Utama Mengukur Volatilitas Trading Forex

Kedua konsep ini penting dalam manajemen risiko trading. Stop loss membantu menjaga disiplin dan melindungi modal, sementara cut loss memberikan fleksibilitas untuk mengatasi situasi yang tidak diharapkan. Penting bagi kamu untuk memiliki rencana manajemen risiko yang jelas dan mempertimbangkan penggunaan stop loss dan cut loss sesuai dengan strategi trading mereka.

Apakah Stop Loss dapat dijadikan Sebagai Srategi Trading?

stop loss dapat dijadikan sebagai strategi trading yang penting dan efektif.

Ya, stop loss dapat dijadikan sebagai strategi trading yang penting dan efektif. Stop loss merupakan mekanisme yang digunakan oleh kamu untuk membatasi kerugian dalam trading mereka. Strategi stop loss bertujuan untuk mengendalikan risiko dan melindungi modal kamu dari pergerakan harga yang merugikan.

Dalam strategi trading, stop loss digunakan untuk menentukan level harga di mana kamu akan menutup posisi secara otomatis jika harga bergerak melawan mereka. Dengan menempatkan stop loss, kamu dapat membatasi kerugian mereka jika pasar tidak bergerak sesuai dengan prediksi mereka. Hal ini membantu menghindari kerugian besar dan menjaga disiplin dalam manajemen risiko.

Beberapa strategi trading yang menggunakan stop loss antara lain:

1. Stop Loss Tetap

kamu menentukan level stop loss yang tetap dan menggunakannya secara konsisten dalam setiap trading. Stop loss tetap membantu kamu menjaga risiko dalam jumlah yang dapat diterima dan memberikan batasan yang jelas bagi posisi yang merugi.

2. Trailing Stop Loss

Strategi trailing stop loss melibatkan penyesuaian level stop loss secara otomatis seiring pergerakan harga yang menguntungkan. Level stop loss akan diatur pada jarak tertentu di belakang atau di atas level harga saat ini, sehingga memungkinkan kamu untuk melindungi keuntungan yang telah diperoleh.

3. Break-even Stop Loss

Dalam strategi ini, kamu menggeser level stop loss ke level break-even setelah mencapai sejumlah keuntungan tertentu. Dengan demikian, jika harga berbalik melawan posisi, kamu masih dapat keluar dari trading tanpa mengalami kerugian.

Baca Juga:  Pengaruh Data Produksi Industri terhadap Forex

4. Volatility-based Stop Loss

stop loss akan ditempatkan pada jarak yang sesuai dengan volatilitas pasar.

Strategi ini menggunakan indikator volatilitas seperti Average True Range (ATR) untuk menentukan level stop loss. Stop loss akan ditempatkan pada jarak yang sesuai dengan volatilitas pasar saat itu, sehingga memberikan ruang yang cukup untuk pergerakan harga yang wajar.

Kamu sedang mencari broker dengan sistem MT5? HSB Investasi adalah jawabannya memiliki trading sistem menggunakan Metatrader 5! Kamu dapat merasakan sistem trading fleksibel, analisa teknikal profesional karena terdapat 38 indikator bisa kamu gunakan, copy trading dari kamu sukses lain dan fitur paling mengesankan dari Metatrader 5 ini adalah algoritma trading yang dapat membantu kamu dalam trading. 

Tunggu apalagi? Segera Unduh aplikasi HSB Investasi dan nikmati kemudahan meraih keuntungan dan jangan lupa untuk melakukan deposit di HSB Investasi sekarang juga dan rasakan pengalaman trading yang lebih mudah, cepat, dan efisien. 

Dapatkan kesempatan untuk meraih keuntungan di pasar keuangan global hanya dengan aplikasi HSB Investasi. Jadilah bagian dari kamu sukses di Indonesia dan memotivasi kamu lainnya dengan cara registrasikan akunmu dan mulailah untuk trading sekarang juga. 

Aplikasi HSB Investasi mudah digunakan dengan adanya video tutorial, CS online 24 jam dan buku panduan akan membantu kamu dalam memulai trading tanpa harus khawatir karena tidak memahami cara menggunakannya. 

Tag Terkait:
DISCLAIMER
Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, ditujukan hanya sebagai sumber pembelajaran dan bukan sebagai saran dalam pengambilan keputusan. Perlu Anda pahami bahwa produk dengan leverage tinggi memiliki potensi risiko kerugian yang juga tinggi, sehingga perlu dikelola dengan baik melalui pemahaman dan kemampuan analisa yang tepat. HSB Investasi tidak bertanggung jawab atas kesalahan keputusan yang dibuat berdasarkan konten ini. Sesuai ketentuan yang berlaku, HSB hanya menyediakan 45 instrumen trading yang dapat Anda pelajari di website resmi kami.

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB1

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
Artikel Lainnya

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
bonus tanpa deposit
Mulai Pengalaman Trading Terbaik