Home Forex Menghindari Margin Call Adalah Sebuah Keharusan

Menghindari Margin Call Adalah Sebuah Keharusan

by Imelia Santoso
0 comment

Sebelum Sobat Trader mulai memasang posisi trading forex, ada baiknya kamu mengenal terlebih dahulu salah satu aspek krusial dalam aktivitas trading, yaitu Margin Call.

Margin Call adalah bagian penting aktivitas trading forex yang bisa memberikanmu kesempatan meraih peluang profit atau justru menjadi hambatan yang bisa membawamu pada kerugian. Kenali lebih dalam tentang Margin Call trading forex di bawah ini.

Apa itu Margin Call?

Bagi Sobat Trader pemula, mungkin kamu bertanya-tanya tentang apa yang dimaksud dengan Margin Call? Margin Call (MC) adalah peringatan yang diberikan broker forex kepada trader bahwa margin level yang tersisa untuk mempertahankan posisi trading telah mencapai nilai minimum.

Jika margin yang tersisa tidak cukup untuk mempertahankan posisi, broker akan memaksa trader untuk menutup posisi tersebut terlepas apapun kondisi tren harga dan posisi trading saat itu.

Baca juga: Apa itu Resesi Global: Pengertian, Penyebab, dan Dampak

apa itu margin call

Mengenal Margin Call Forex

Margin Call adalah istilah yang sering dipakai dalam dunia perdagangan mata uang asing atau trading forex. Istilah ini muncul saat broker memberikan peringatan jumlah dana yang tersisa di rekening trader. Langkah berikutnya, broker akan mengingatkan trader untuk menambah dana atau margin level.

Broker membutuhkan margin trading yang cukup untuk mempertahankan posisi trading berjalan. Jika margin trading yang tersedia di rekening trader tidak mencukupi, sistem terpaksa menutup semua posisi trading yang sedang berjalan.

Pada umumnya, broker akan memberikan waktu 3-5 hari untuk trader menambah dana (margin requirement) yang diinvestasikan, sebelum posisi yang diambil broker ditutup secara otomatis.

Apa Penyebab Margin Call?

Secara garis besar, setidaknya ada tiga penyebab yang perlu Sobat Trader kenali agar bisa mencegah Margin Call terjadi, yaitu:

1. Kerugian Transaksi Trading Forex

Salah satu penyebab Margin Call dalam trading mata uang adalah kerugian yang dialami oleh trader selama transaksi trading berlangsung.

Margin Call muncul ketika nilai akun tersebut telah mencapai nilai negatif, dan ini berarti trader tidak memiliki cukup margin requirement untuk mempertahankan posisi terbukanya lagi.

2. Kurangnya Perencanaan dan Pengetahuan

Kurangnya pengetahuan akan menyebabkan Margin Call karena Sobat Trader tidak memahami level margin requirement yang dibutuhkan untuk mempertahankan posisi. Kondisi ini akan menyebabkan posisi yang Sobat Trader ambil menjadi lebih berisiko mengalami kerugian.

3. Terlalu Percaya Diri

Salah satu faktor kunci keberhasilan transaksi trading valuta asing adalah kemampuan manajemen emosi yang baik oleh Trader. Emosi negatif seperti terlalu percaya diri atau overconfidence dapat menjadi jebakan yang merugikanmu, loh Sobat Trader.

Sifat overconfidence dapat mengaburkan rencana dan target trading yang sudah kamu tetapkan. Misalkan, kamu langsung mengambil posisi trading yang kamu yakini berpeluang memberikanmu profit besar tanpa memperhitungkan margin requirement yang tersisa. Akibatnya, kamu bisa terkena Margin Call.

Baca juga: Apa itu Volatilitas? Jenis dan Faktornya

jika margin bebas habis

Apa yang Terjadi Jika Margin Bebas Habis?

Dari penjelasan di atas, kamu mungkin sudah mengira-ngira apa yang akan terjadi jika sisa dana trading (free margin) sudah tidak mencukupi margin requirement untuk melanjutkan transaksi.

Yup, benar sekali! Mau tidak mau, suka tidak suka, sistem peringatan dari broker forex akan memintamu segera menutup posisi trading yang sedang berjalan dan menyedot free margin yang tersisa saat kamu kena Margin Call.

Lantas, apakah kamu akan mendapatkan keuntungan dari menutup posisi trading saat terjadi Margin Call? Jawabannya bisa YA dan bisa Tidak. Kamu bisa tetap meraih profit jika pada saat itu posisimu sudah menunjukkan nilai keuntungan.

Akan tetapi kamu bisa jadi rugi jika terpaksa menutup posisi di level yang belum memberikanmu keuntungan. Satu hal yang pasti, jika margin requirement dalam akun trading tidak mencukupi saat terjadi Margin Call, kamu mungkin tidak bisa membuka posisi trading yang baru dan melanjutkan transaksi.

Jika kamu mengalami Margin Call dan tidak segera menambahkan dana di akun trading, besar kemungkinan kamu akan melewatkan peluang profit yang lebih besar lagi beberapa saat kemudian dan mengalami stop out.

Istilah stop out digunakan untuk menggambarkan keadaan dimana seorang trader telah kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan dalam transaksi perdagangan di pasar forex.

Karena itulah, untuk menghindari Margin Call, pastikan dahulu dana dalam akun tradingmu sudah cukup untuk kamu transaksikan hingga mencapai batas target profit yang hendak kamu capai ya, Sobat Trader.

Bagaimana Cara Mencegah Margin Call?

Meskipun kehabisan dana saat melakukan transaksi atau stop out terdengar menyeramkan, tetapi ada beberapa car yang bisa Sobat Trader lakukan untuk mencegahnya, seperti:

1. Menggunakan Trading Plan

Memiliki sebuah trading plan yang baik dan mendetail akan sangat membantu untuk mencegah Margin Call terjadi karena dalam perencanaan yang dibuat, tentunya Sobat Trader sudah menetapkan target profit dan jumlah dana yang dibutuhkan untuk mencapainya.

Trading plan juga perlu memasukkan unsur manajemen risiko yang memperhitungkan strategi dan cara kembali ke posisi aman jika mengalami kerugian.

Perhitungan manajemen risiko perlu dilakukan dengan baik agar kamu bisa mempersiapkan margin dana tambahan yang bisa digunakan manakala kerugian benar terjadi dan mencegah Margin Call.

Baca juga: Apa Itu Trading Plan? Cara Membuat dan Contohnya.

risiko margin call

2. Menggunakan Stop Loss

Kamu perlu memasang stop loss sebelum mulai membuka posisi dan melakukan transaksi trading. Stop loss adalah sebuah order yang ditempatkan di bawah harga pasar saat ini untuk membeli atau di atas harga pasar saat ini untuk menjual.

Stop loss akan membantu Sobat Trader mengontrol risiko kerugian dengan membatasi kerugian maksimum yang bisa kamu tanggung. Karena itulah kamu perlu mengenal sejauh apa level risiko yang bisa kamu toleransi.

Memasang stop loss di level yang tepat sebelum mulai membuka posisi dapat membantumu menghindari Margin Call dengan potensi kerugian yang jauh lebih besar lagi.

3. Gunakan Dana Tambahan

Jika kamu menerima peringatan dari broker tentang Margin Level yang akan membawamu pada Margin Call, segera tambahkan jumlah dana trading ke dalam akunmu.

Cara ini bisa kamu lakukan untuk menghindari terjadinya stop out yang tentu akan merugikanmu. Karena itulah Sobat Trader bukan hanya harus mempersiapkan Margin Level yang cukup sebelum memasang posisi, tetapi juga harus rajin mengecek Margin Level selama transaksi trading.

4. Memanfaatkan Leverage

Leverage dari broker mampu memberikan manfaat bagi transaksi trading nasabah-nasabahnya. Sobat Trader bisa menggunakan leverage untuk meningkatkan potensi keuntungan dan meningkatkan level margin. Akan tetapi, Sobat Trader juga perlu tahu bahwa penggunaan leverage bernilai besar juga memiliki potensi risiko yang besar pula.

Jika pasar bergerak melawan posisi yang Sobat Trader pasang, tidak menutup kemungkinan kamu akan mengalami Margin Call. Namun jika kamu bisa menghitung leverage dengan baik, tentunya bukan hanya Margin Call yang bisa kamu hindari, tetapi juga meraih peluang profit yang lebih besar.

5. Manajemen Keuangan yang Baik

Jika dirangkum dari keempat cara mencegah Margin Call, pada akhirnya manajemen keuang yang baiklah yang bisa menyelamatkan uang dalam akun trading Sobat Trader.

Manajemen keuangan sangat penting untuk mencapai kesuksesan dalam tradingmu. Selain itu, mengelola keuangan dengan baik sama dengan mengelola risiko dan memanfaatkan peluang yang ada.

Membuat keputusan yang tepat dalam manajemen keuangan akan membantu Sobat Trader mencapai kesuksesan dalam trading valuta asing. Dengan memahami risiko dan peluang yang ada serta mMenetapkan tujuan dan strategi yang jelas akan dapat menghindarkanmu dari Margin Call.

Baca juga: Pentingnya Menerapkan Money Management Dalam Investasi! Berikut Alasannya

Salah satu bentuk pengelolaan keuangan yang baik adalah dengan membuat pos khusus untuk investasi dan trading sebagai sumber passive income dalam jangka panjang dan pendek.

Akan tetapi, pastikan broker yang menjadi perantara trading dan investasimu adalah broker tepercaya. Yang pasti, broker harus mengantongi izin operasi resmi dari BAPPEBTI ya Sobat Trader. Seperti broker forex pemenang The Most Innovative Broker di tahun 2022, HSB Investasi. Bukan hanya inovatif, HSB juga sudah teregulasi, aman, dan transparan.

Pencapaian tersebut menunjukkan komitmen dan dedikasi HSB yang terus meningkatkan layanan investasi dan tradingnya demi keamanan dan kenyamanan transaksi nasabah dengan dukungan platform dan aplikasi trading broker all-in-one yang bisa kamu download di  sini.  

Jangan tunda lagi! Segera buka akun tradingmu dan jadilah bagian dari trader forex sukses Indonesia bersama HSB Investasi, Invest in Time!***

Banner Trading

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288