Home Pengetahuan Keuangan 7 Cara Menghindari Investasi Bodong dengan Pintar

7 Cara Menghindari Investasi Bodong dengan Pintar

by HSB
0 comment

Investasi menjadi salah satu cara mengelola keuangan paling bijak demi masa depan yang lebih baik. Namun saat ini makin sering terdengar kasus investasi bodong dari pemberitaan media-media online. Jadi pastikan kamu sudah tahu cara menghindari investasi bodong supaya tidak masuk ke dalam jebakan.

Melalui data yang dihimpun oleh SWI (Satuan Tugas Waspada Investasi) bersama OJK (Otoritas Jasa Keuangan) tercatat bahwa selama tahun 2021-2022 korban investasi bodong mencapai Rp117,5 triliun. 

Jangan sampai kamu menjadi korban dan menambahkan angka kerugian dengan memahami ciri-ciri investasi bodong. Mari tekan angka kasus investasi ilegal dengan mempelajari seluruh informasi pentingnya di bawah ini! 

Apa Itu Investasi Bodong?

Investasi bodong adalah kebohongan penanaman modal yang dilakukan dengan cara meminta sejumlah uang yang telah ditentukan. Jadi pelaku investasi akan memberikan iming-iming keuntungan besar melalui uang yang berhasil didapatkan dari korban. 

Ketika sudah menerima uang tersebut maka pelaku akan langsung kabur dan tidak bisa dihubungi oleh korban. Modus yang digunakannya juga sangat banyak dan umumnya dekat dengan aktivitas masyarakat sehari-hari. Contohnya seperti arisan online dan menabung di koperasi simpan pinjam. 

Mengapa Sekarang Ini Banyak Orang Tertipu Kasus Penipuan Investasi Bodong?

Mengapa Sekarang Ini Banyak Orang Tertipu Kasus Penipuan Investasi Bodong

Data dari SWI yang disebutkan di bagian awal mendapati 3 alasan mengapa masyarakat masih sering tertipu dengan investasi bodong. Ketiga alasan tersebut ialah minimnya literasi keuangan, kesalahan mindset investasi, dan pengaruh media sosial. Berikut masing-masing penjelasannya. 

1. Minim Literasi Keuangan

SWI menyatakan bahwa mayoritas masyarakat yang tertipu adalah kelas menengah ke atas. Fakta ini cukup mengagetkan karena sebenarnya masyarakat menengah ke atas mampu mengakses informasi dan mencari kebenaran di balik setiap tindakan investasi ilegal. 

Namun jelas bahwa mereka tidak mau berusaha mencarinya. Masyarakat masih minim literasi keuangan dan investasi yang berujung pada terjebaknya mereka dalam kasus penanaman modal bodong. 

2. Salah Mindset dalam Investasi

Kekeliruan dalam mindset yang dimiliki masyarakat menjadi salah satu penyebab mengapa kasus investasi bodong terus-menerus terjadi. Meski sudah banyak mendengar soal investasi bodong, masyarakat tetap ingin melakukan investasi ilegal demi mendapatkan keuntungan. 

Banyak masyarakat memercayai bahwa keuntungan akan tetap didapatkan ketika mereka bergabung lebih awal. Padahal investasi yang sesungguhnya tidak berhubungan dengan bergabung di awal atau di akhir. Setiap orang yang berinvestasi tidak pernah disebut terlambat karena penanaman modal bukanlah kompetisi. 

3. Termakan Iklan dan Pengaruh Media Sosial

Tidak bisa dimungkiri bahwa pengaruh media sosial terutama para influencer menjadi pendorong bagi masyarakat melakukan investasi. Melihat budaya flexing di media sosial membuat banyak orang berbondong-bondong ikut investasi demi bisa menikmati hidup seperti influencer.

Ciri-Ciri Investasi Bodong

Menghindari investasi bodong sebenarnya tidak sulit selama kamu benar-benar waspada serta membuka mata terhadap segala kejanggalan yang ada. Coba perhatikan ciri-ciri investasi bodong berikut ini agar kamu tidak tertipu. 

1. Izin Palsu atau Bahkan Tidak Berizin

Investasi ilegal biasanya tidak memiliki izin operasional yang sah dari berbagai lembaga terkait seperti OJK, BI, BAPPEBTI, Kementerian Koperasi, dan masih banyak lagi. Namun jangan langsung percaya juga saat surat izin diberikan. 

Kamu masih harus memeriksa legalitasnya apakah benar bahwa surat izin tersebut sah atau tidak. Pasalnya banyak surat perizinan yang dipalsukan dan berusaha dibuat serupa seperti aslinya. 

2. Keuntungan Tidak Masuk Akal

Keuntungan yang ditawarkan juga sangat tidak masuk akal. Biasanya pelaku berkata bahwa dengan modal Rp2.000.000 korban dapat mengantongi keuntungan sampai Rp200.000.000. 

Keuntungan yang sangat besar dalam waktu singkat dengan modal kecil bukanlah prinsip kerja investasi. Benar bahwa keuntungan besar bisa didapatkan tetapi cara kerjanya jelas dengan pemberitahuan risiko yang juga besar. Apabila kamu hanya diberitahukan keuntungan tanpa risiko maka sudah jelas bahwa investasi tersebut bodong. 

3. Persyaratannya Terlalu Mudah

Persyaratan investasi saat ini memang sangat mudah. Tetapi bukan berarti kamu akan mendapatkan perlakuan khusus saat ingin berinvestasi. Seharusnya tidak ada yang berbeda antara kamu dan orang lain yang juga melakukan investasi. 

Selain itu keuntungan investasi tidak bisa diprediksi secara akurat. Jika pelaku menawarkan keuntungan dalam kurun waktu cepat tanpa risiko dan proses kompleks lainnya maka kamu sudah harus waspada terhadap penipuan. 

7 Cara Menghindari Investasi Bodong

Menghindari Investasi Bodong

Supaya kamu tidak terkena penipuan maka perhatikan baik-baik bagaimana perizinannya. Perhitungkan juga keuntungan yang ditawarkan masuk akal atau tidak. Mencari tahu informasi yang lebih banyak sebelum memutuskan akan berinvestasi menjadi langkah krusial untuk menghindari investasi bodong.

Kemudian ikuti beberapa cara lainnya berikut ini. 

1. Jangan Terburu-buru atau FOMO

Jangan pernah melakukan investasi karena alasan FOMO  Fear Of Missing Out. Alasan melakukan investasi seharusnya adalah untuk mengelola keuangan demi masa depan yang lebih baik. Tidak salah menginginkan kekayaan tetapi kamu tidak boleh dibutakan oleh iming-iming menarik yang terlihat dari media sosial. 

Percayalah bahwa tidak semua hal indah yang kamu lihat di media sosial harus dimiliki. Berhenti membanding-bandingkan dirimu dengan kepemilikan orang lain dapat membantu untuk berpikir lebih jernih terhadap investasi yang akan dilakukan. 

2. Periksa Izin Operasional

Jika kamu ingin melakukan investasi maka coba periksa dahulu izin operasional yang dimilikinya. Investasi yang legal seharusnya memiliki semua dokumen penting perizinan yang terlampir dalam website resmi. 

Jadi coba cari website investasi tersebut dan cari perizinannya. Kalau dokumen tidak bisa diberikan atau bahkan tidak memiliki website resmi maka ada baiknya kamu tidak melakukan investasi di tempat tersebut. 

3. Perhitungkan Keuntungan yang Ditawarkan Masuk Akal atau Tidak

Semua informasi keuntungan yang ditawarkan perlu kamu perhitungkan lebih lagi. Coba periksa apakah perhitungan tersebut masuk akal dengan semua persyaratan serta modal yang dibutuhkan. 

Cari tahu juga bagaimana cara kerja dari investasi yang ditawarkan. Apabila ada yang tidak kamu pahami maka bertanyalah sampai benar-benar mengerti. Kalau menemukan kejanggalan dalam sistem perhitungan keuntungan atau cara kerjanya maka jangan lanjutkan investasi. 

4. Cari Tahu Informasi Perusahaan atau Platform Investasi Tersebut

Cari tahu informasi menyeluruh tentang perusahaan atau platform investasi tersebut. Temukan sejarahnya, visi misi, sekaligus pemberitaan media terkait. Apabila informasinya tidak lengkap maka kemungkinan besar investasi tersebut hanyalah tipuan. 

5. Periksa Produk yang Dijual dan Cara Pemasarannya

Jangan juga langsung mengikuti anjuran investasi dari produk yang ditawarkan. Cari tahu lebih lanjut apa saja produk investasi yang dijual. Kemudian teliti baik-baik apakah produk tersebut benar-benar aman untuk diinvestasikan. Perhatikan caranya memasarkan produk investasi, apakah terlalu mencolok, dan aneh.

6. Rencanakan Investasi dengan Matang

Investasi harus dilakukan dengan penuh perencanaan dan strategi yang tepat. Tentu kamu tidak akan bisa melakukan perencanaan tanpa memahami konsep investasi, bukan? Jadi mulailah pelajari bagaimana investasi bekerja serta instrumen apa saja yang bisa digunakan untuk berinvestasi. 

Cari tahu platform apa saja yang sudah terjamin aman dan tepercaya untuk menanamkan modal. Kemudian buat rencana detail bagaimana kamu akan melakukan investasi. Tentukan jumlah modal awal yang ingin diinvestasikan sekaligus instrumen yang dipilih. 

Coba bayangkan seperti apa jalannya investasi beserta potensi risiko yang harus ditanggung supaya kamu tidak kaget dengan kejadian pada waktu-waktu mendatang. 

7. Lakukan Investasi Tanpa Perantara

Melakukan investasi tanpa perantara orang yang menanamkan modal dapat menjadi cara paling tepat dan bijak untuk menghindari kasus penipuan. Saat ini kamu tidak hanya bisa berinvestasi dalam koperasi atau arisan online

Kamu bisa memilih investasi yang bisa dilakukan sendiri dari smartphone seperti trading, reksa dana, obligasi, dan lain sebagainya. Kamu hanya perlu mencari aplikasi yang sudah terjamin aman lalu buat akun dan tinggal lakukan investasi sesuai modal yang ada. 

Modal yang dibutuhkan secara umum tidak besar yakni mulai dari Rp100.000. Melakukannya sendiri akan membuat kamu bisa mengawasi ke mana modal diinvestasikan dan bagaimana pergerakannya. Jadi tidak ada lagi kasus penipuan investasi bodong yang akan terjadi. 

Cara menghindari investasi bodong yang baru saja dijelaskan diharapkan bisa membantu kamu menjadi seorang investor cerdas. Pastikan kamu melakukan pemeriksaan ulang terkait semua sistem dan perizinannya supaya tidak tertipu. 

Jangan lupa pilih platform yang aman tepercaya seperti HSB yang sudah mengantongi izin dari 3 lembaga lokal sekaligus yaitu BAPPEBTI, ICH, dan ICDX. HSB sebagai platform trading unggulan juga telah memberikan layanan terbaik bagi nasabah. 

HSB dikenal sebagai salah satu broker dengan komisi terendah yang bisa kamu temukan di Indonesia. Download aplikasi HSB sekarang dan rasakan pengalaman trading yang berbeda serta menyenangkan!***

Banner Trading

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288