Trading & kelola akun MT di Aplikasi HSB Trading
store google
Mengenal Pola Hammer Candle dalam Trading

Hammer Candle adalah salah satu jenis pola Candlestick yang bisa menunjukkan kemungkinan balik arah dari turun jadi naik (downtrend ke uptrend). Kalau dilihat secara sekilas, Candlestick ini seperti palu atau huruf 'T'.

Hammer Candlestick mempunyai badan yang kecil berwarna hijau (atau putih) dengan bayangan bawah (lower shadow) harus lebih panjang setidaknya dua kali dari badan candle dan sedikit atau tidak ada sama sekali bayangan atas (upper shadow).

Pola Hammer Candlestick menunjukkan bahwa meskipun harga dibuka dengan rendah, para pembeli berhasil mendorong harga ke level yang lebih tinggi sebelum akhirnya ditutup di dekat harga pembukaan. Hal ini menunjukkan mulai adanya tekanan beli yang kuat dan potensi pembalikan arah (reversal).

Bertransaksi pada pasar forex memerlukan respon cepat dari Sobat Trader untuk meraih peluang profit trading secara maksimal. Kamu perlu mengenali apa saja karakteristik pola ini agar transaksimu bisa mendulang untung.

1. Bentuk Candle

Pola Hammer Candlestick terdiri dari satu badan candle kecil dengan bayangan bawah yang panjang. Setiap candle menunjukkan informasi tentang pergerakan harga dalam periode waktu tertentu, seperti harga pembukaan, harga tertinggi, harga terendah, dan harga penutupan. Pola-pola tertentu dari candle dapat digunakan sebagai indikator untuk memprediksi pergerakan harga di masa depan.

2. Ukuran Badan Candle

Ukuran badan candle yang kecil dari Pola Hammer Candlestick menunjukkan bahwa harga pembukaan dan harga penutupan cenderung sama atau hampir sama. Dengan kata lain pergerakan harga relatif stabil atau konsolidasi. 

Kondisi ini mengindikasikan bahwa tidak ada kesepakatan yang jelas antara pembeli dan penjual selama periode waktu tersebut. Namun, karena sumbu bawahnya panjang, ini menunjukkan bahwa harga berhasil rebound dan ditutup dekat dengan harga pembukaan, atau juga bisa diartikan sebagai sinyal Bullish yang lemah.

pola hammer candle saat tren turun menuju tren naik

3. Warna Badan Candle

Warna badan candle pada Hammer Candlestick bisa berwarna hijau (putih) atau merah (hitam). Warna hijau menunjukkan adanya kenaikan harga forex yang berarti harga penutupan lebih tinggi daripada harga pembukaan. Ini berarti bahwa bahwa pembeli berhasil mengambil alih kendali dari pasar dan mendorong harga saat ini ke atas harga penutupan lebih tinggi dari harga pembukaan.

Sebaliknya, apabila berwarna merah, hal itu menunjukkan harga penutupan lebih rendah dari harga pembukaan.  Artinya pembeli dapat menerima tekanan jual tetapi tidak mampu menaikkan harga aset melewati harga pembukaan.

Baca Juga:  Identifikasi Pola Candlestick Piercing Line

4. Bayangan Candle

Bayangan bawah panjang dari Hammer Candlestick menunjukkan bahwa harga pembukaan sangat rendah, tetapi harga penutupan berhasil rebound dan ditutup dekat dengan harga pembukaan. Ini menunjukkan bahwa pembeli berhasil mengambil alih kendali dari pasar dan mendorong harga ke atas.

Bayangan atas Hammer Candlestick biasanya sangat pendek atau tidak ada sama sekali. Ini menunjukkan bahwa pembeli berhasil mengambil alih kendali dari pasar dan mendorong harga ke atas, sehingga tidak ada tekanan jual yang signifikan. 

Jika terdapat bayangan atas yang panjang, maka hal itu menjadi tanda bahwa ada tekanan jual yang kuat dan sinyal Bullish menjadi lemah.

5. Terjadi Ketika Pasar Downtrend

Downtrend ditandai dengan serangkaian puncak yang lebih rendah dan lembah yang lebih rendah. Dalam downtrend, harga diharapkan untuk terus menurun selama periode waktu tertentu sampai ada tanda perubahan dalam sentimen pasar.

Pola Hammer Candlestick dapat diidentifikasikan ketika pasar berada dalam kondisi downtrend. Kemunculan pola ini di bawah lembah range menunjukkan bahwa pembeli mulai mengambil alih dan mendorong harga kembali ke level yang lebih tinggi dapat dapat diartikan sebagai sinyal pembalik arah Bullish.

Cara Menggunakan Hammer Candlestick

Setelah memahamii ciri-ciri dari pola berbentuk palu ini, sekarang saatnya kamu mengetahui bagaiamana cara menggunakannya dalam grafik teknikal pergerakan harga aset keuangan seperti grafik forex, saham, indeks, maupun komoditas.

Identifikasi Pola

Mengkonfirmasi sinyal pada Pola Hammer Candlestick diperlukan agar Sobat Trader tidak tejebak pada sinyal palsu (fake signal). Pola Hammer Candlestick umumnya muncul di akhir downtrend

Kemunculan Pola Hammer Candlestick dapat diintrepertasikan sebagai penjual yang menekan harga lebih rendah secara signifikan. Namun, pembeli akhirnya dapat mengambil alih tekanan dari penjual dan mendorong harga kembali ke atas mendekati harga pembukaan.

Apabila pola ini diperkuat oleh pergerakan harga pada sesi berikutnya, dimana harga bergerak naik dan ditutup lebih tinggi dari harga pembukaan daripada sesi sebelumnya, maka ini mengkonfirmasi bahwa pola Hammer yang teridentifikasi adalah pola pembalikan Bullish.

Konfirmasi Sebagai Bullish

Warna badan candle pada Hammer Candlestick biasanya tidak terlalu penting. Namun, umumnya warna yang digunakan adalah hijau untuk menunjukkan harga penutupan lebih tinggi dari harga pembukaan. 

Sebaliknya, warna merah digunakan untuk menunjukkan harga penutupan lebih rendah dari harga pembukaan. Jika badan Hammer Candlestick yang muncul setelah tren turun berwarna hijau, maka itu dianggap sebagai sinyal pembalik Bullish dan umumnya lebih valid dibandingkan Hammer Candlestick berwarna merah.

Baca Juga:  Memahami Apa itu Bar Chart dalam Trading Forex

Formasi pola hammer candle

Masuk Posisi Beli

Memasuki pasar saat Pola Hammer Candlestick muncul dapat memberikan harapan profit bagi Sobat Trader dengan memanfaatkan potensi pembalikan arah harga. Bila sinyal Hammer Candlestick terkonfirmasi valid, maka Ini mengindikasikan bahwa tren pasar berpotensi berubah dari downtrend menjadi uptrend.

Setelah sinyal dikonfirmasi, posisi beli dapat dilakukan pada harga penutupan yang mendekati atau sama dengan harga pembukaan saat sesi perdagangan ditutup. Pada saat sesi perdagangan berikutnya dibuka dan benar terjadi pembalikan arah Bullish (uptrend), maka harga forex akan mengalami kenaikan dan hal ini dapat memberikan potensi keuntungan bagi trader.

Meski demikian, Pola Hammer Candlestick bukan sinyal yang 100% akurat. Oleh karena itu Sobat Trader tetap disarankan untuk menggabungkan konfirmasi ini dengan indikator teknis dan fundamental lainnya agar dapat mengelola risiko dan membuat keputusan yang tepat.

Penempatan Stop Loss

Stop Loss adalah order yang ditempatkan untuk menutup posisi trading saat harga menyentuh level tertentu yang ditentukan sebelumnya. Tujuannya adalah untuk membatasi potensi kerugian jika pasar bergerak melawan posisi trading. Stop Loss bisa membantu Sobat Trader mengelola risiko dan memastikan bahwa kerugian terkontrol.

Stop Loss ditempatkan pada level harga tertentu di bawah harga entry untuk posisi beli, atau di atas harga entry untuk posisi jual. Ini berfungsi seperti "pelindung diri" bagi Sobat Trader, karena memastikan bahwa kerugian tidak melebihi jumlah yang ditentukan. Kamu bisa menempatkan Stop Loss secara manual, atau dapat diatur oleh platform trading secara otomatis untuk menutup posisi saat harga menyentuh Level Stop Loss.

Sebelum memasuki pasar dengan Pola Hammer Candlestick ini, Sobat Trader sebaiknya menentukan Level Stop Loss pada level harga yang diinginkan. Hal Ini dilakukan untuk membatasi potensi kerugian jika ternyata sinyal dari Pola Hammer Candlestick adalah palsu (fake signal).

Target Profit

Apabila pembalikan arah Bullish Hammer Candlestick terjadi dan harga mengalami kenaikan, maka Sobat Trader sebaiknya memutuskan level optimal untuk keluar dari perdagangan dan mengambil keuntungan Anda.

Target Profit adalah harga yang diharapkan dapat dicapai setelah membuka posisi beli atau jual. Ini bisa membantu Sobat Trader untuk menentukan potensi keuntungan dari suatu transaksi.  Target ini dapat ditentukan dengan dua metode utama: menggunakan rasio risk/reward atau menentukan Level Resistance atau Support.

Baca Juga:  Ini Dia Panduan Ringkas Membaca Pola Candlestick!

Metode pertama, rasio risk/reward, menentukan Target Profit berdasarkan rasio antara jumlah risiko yang diterima dan jumlah keuntungan yang diharapkan. Misalnya, jika trader menentukan rasio risk/reward sebesar 1:3, maka untuk setiap $1 risiko yang diambil, Sobat Trader bisa mengharapkan keuntungan sebesar $3.

Metode kedua, menentukan Level Resistance atau Support. Jika Sobat Trader membuka posisi beli pada Level Support, maka target profit dapat ditentukan pada level Resistance di sesi berikutnya.

Catatan: Target Profit sebaiknya selalu ditentukan sebelum membuka posisi dan selalu diupdate sesuai dengan perubahan kondisi pasar. Manajemen risiko yang baik selalu penting dalam Trading Forex.

Formasi pola inverted hammer candlestick

Mengenal Inverted Hammer Candlestick

Pola Inverted Hammer adalah Pola Pembalikan Bullish yang muncul pada pasar downtrend. Pola ini mirip dengan Hammer Candlestick dengan bentuk “palu” terbalik. Pola Inverted Hammer terdiri dari satu candle dengan upper shadow yang panjang dan lower shadow atau body yang kecil atau tidak ada sama sekali. 

Upper shadow menunjukkan bahwa harga telah berusaha naik tetapi ditolak oleh tekanan penjual, sehingga harga akhirnya ditutup pada level yang sama atau sedikit lebih rendah dari level pembukaan.

Meskipun Inverted Hammer sering muncul pada akhir tren Bearish, pola ini tidak selalu mengindikasikan pembalikan tren. Namun, Inverted Hammer dapat digunakan sebagai sinyal Bullish Reversal jika dikonfirmasi oleh pergerakan harga yang Bullish pada sesi trading berikutnya. 

Untuk bisa mengenali kemunculan Pola Hammer Candle ataupun Inverted Hammer Candlestick, kamu bisa mengamatinya dari grafik pergerakan harga dalam platform atau aplikasi trading HSB Investasi. Cukup dengan registrasikan akun trading-mu, dan mulailah perjalanan seru meraih untung bersama HSB Investasi.***

gunakan akun demo sebagai latihan dalam trading tanpa takut rugi.

DISCLAIMER

Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, ditujukan sebagai sumber pembelajaran dan bukan sebagai saran dalam pengambilan keputusan. Perlu dipahami bahwa aktivitas trading dan investasi memiliki tingkat risiko yang harus dikelola dengan bijak. HSB Investasi tidak bertanggung jawab atas kesalahan keputusan yang dibuat berdasarkan konten ini. Sesuai ketentuan yang berlaku, HSB hanya menyediakan 45 instrumen trading yang dapat Anda pelajari di website resmi kami.

DISCLAIMER
Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, ditujukan hanya sebagai sumber pembelajaran dan bukan sebagai saran dalam pengambilan keputusan. Perlu Anda pahami bahwa produk dengan leverage tinggi memiliki potensi risiko kerugian yang juga tinggi, sehingga perlu dikelola dengan baik melalui pemahaman dan kemampuan analisa yang tepat. HSB Investasi tidak bertanggung jawab atas kesalahan keputusan yang dibuat berdasarkan konten ini. Sesuai ketentuan yang berlaku, HSB hanya menyediakan 45 instrumen trading yang dapat Anda pelajari di website resmi kami.

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB1

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
Artikel Lainnya

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
bonus tanpa deposit
Mulai Pengalaman Trading Terbaik