Home Forex Inilah Cara Memilih Teknik Trading Forex!

Inilah Cara Memilih Teknik Trading Forex!

by Beladdina Annisa
0 comment
Cara Memilih Teknik Trading Forex

Sebelum kamu memulai trading forex, pentingnya untuk mempersiapkan teknik dan strategi tentunya. Hal ini mencegah kamu agar tidak salah mengambil keputusan saat memulainya. Lantas, bagaimanakah cara memilih teknik trading yang baik dan tepat bagimu? Kamu bisa membaca artikel ini sebagai referensi.

1. Memahami Pasar dan Produk Trading

Sebelum memilih teknik trading forex, sebaiknya kamu memahami terlebih dahulu tentang pasar dan produk trading.

Pasar forex adalah pasar yang terbuka selama 24 jam non-stop, kecuali pada akhir pekan. Pasar ini memungkinkan perdagangan berbagai jenis mata uang asing dari berbagai negara di dunia. Produk trading di pasar forex terdiri dari pasangan mata uang utama seperti EUR/USD, USD/JPY, GBP/USD, dan sebagainya.

Untuk memilih teknik trading forex yang tepat, kamu perlu mempertimbangkan produk trading yang ingin kamu perdagangkan. Setiap pasangan mata uang memiliki karakteristik yang berbeda-beda, termasuk volatilitas, likuiditas, dan spread. Misalnya, pasangan mata uang yang paling likuid dan populer adalah EUR/USD. Sementara itu, pasangan mata uang dengan volatilitas tinggi dan spread yang rendah biasanya adalah USD/JPY.

Setelah memahami karakteristik produk trading, kamu juga perlu mempertimbangkan gaya trading. Apakah ingin menjadi trader jangka pendek yang melakukan trading dalam waktu singkat atau trader jangka panjang yang mencari keuntungan dalam jangka waktu yang lebih lama. Hal ini akan mempengaruhi pilihan teknik trading forex yang tepat.

Ada beberapa teknik trading forex yang dapat kamu pilih, seperti trading berdasarkan tren, trading berdasarkan pola chart, atau trading berdasarkan berita. Setiap teknik trading memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, sehingga penting untuk memahami dengan baik setiap teknik trading sebelum memutuskan untuk menggunakannya.

2. Tentukan Risiko yang Bisa Ditoleransi

Tentukan Risiko yang Bisa Ditoleransi

Sebelum memilih teknik trading forex, penting untuk menentukan risiko yang bisa ditoleransi. Hal ini akan mempengaruhi strategi trading yang akan digunakan dan menentukan seberapa banyak dana yang akan diinvestasikan. Sebagai trader, kamu harus memiliki pemahaman yang baik tentang risiko dan manajemen risiko.

Pertama, tentukan batas maksimum kerugian yang bisa kamu tanggung dalam satu perdagangan. Hal ini akan membantu membatasi risiko dan memastikan bahwa kehilangan dana tidak melebihi batas yang telah ditentukan.

Baca Juga:  10 Cara Simple Belajar Trading Forex untuk Pemula

Kedua, pahami volatilitas pasar dan produk trading yang akandi perdagangkan. Beberapa pasangan mata uang dan instrumen keuangan lainnya dapat sangat volatile dan memiliki risiko yang tinggi, sementara yang lainnya cenderung stabil dengan risiko yang lebih rendah.

Terakhir, pastikan untuk mengikuti prinsip diversifikasi dan tidak mempertaruhkan seluruh dana pada satu perdagangan. Diversifikasi dapat membantu mengurangi risiko dengan memperdagangkan berbagai instrumen keuangan yang berbeda, sehingga jika satu instrumen mengalami kerugian, kerugian tersebut dapat diimbangi oleh keuntungan pada instrumen lainnya.

3. Tentukan Indikator Trading yang Akan Dipakai

Tentukan Indikator Trading yang Akan Dipakai

Setelah menentukan risiko yang bisa ditoleransi dan memahami produk trading yang akan diperdagangkan, langkah selanjutnya dalam memilih teknik trading forex adalah menentukan indikator yang akan digunakan. Indikator trading adalah alat yang digunakan untuk membantu trader memprediksi arah pasar.

Beberapa indikator populer yang dapat digunakan dalam trading forex antara lain:

  • Moving Average (MA) – indikator ini menghitung rata-rata harga selama periode tertentu dan dapat membantu mengidentifikasi tren pasar.
  • Relative Strength Index (RSI) – indikator ini mengukur kekuatan atau kelemahan suatu pasangan mata uang dan dapat membantu mengidentifikasi level oversold atau overbought
  • Bollinger Bands – indikator ini mengukur volatilitas pasar dan dapat membantu mengidentifikasi support dan resistance.

Ada banyak indikator lain yang dapat digunakan dalam trading forex, dan setiap trader dapat memilih indikator yang paling sesuai dengan gaya trading dan strategi mereka. Penting untuk diingat bahwa indikator trading hanya membantu dalam mengambil keputusan trading, dan tidak harus menjadi satu-satunya faktor yang digunakan dalam membuat keputusan trading.

Semua indikator  tersebut dapat kamu gunakan di aplikasi trading milik HSB Investasi. Aplikasi ini menyediakan berbagai strategi teknikal trading bagi kamu yang ingin menggunakannya untuk memasuki pasar forex, sehingga mereka memiliki fitur yang berbeda dari broker lainnya.

Aplikasinya juga mudah digunakan dengan adanya video tutorial, CS online 24 jam dan buku panduan akan membantu kamu dalam memulai trading tanpa harus khawatir karena tidak memahami cara menggunakannya.

Selain itu, HSB Investasi merupakan broker forex tepercaya, aman dan sudah memiliki izin resmi dari BAPPEBTI. Raih keuntungan dengan cara registrasikan akunmu dan download aplikasinya, jadilah bagian dari day trader sukses di Indonesia.

Baca Juga:  5 Regulasi Utama Trading Forex oleh BAPPEBTI

4. Lakukan Uji Coba Trading

Lakukan Uji Coba Trading

Setelah menentukan risiko yang dapat ditoleransi, memahami produk trading dan menentukan indikator trading yang akan digunakan, langkah selanjutnya dalam memilih teknik trading forex adalah melakukan uji coba trading.

Uji coba trading dapat dilakukan dengan menggunakan akun demo, di mana trader dapat melakukan trading dengan uang virtual tanpa risiko kehilangan uang riil. Akun demo umumnya disediakan oleh broker forex dan dapat digunakan untuk menguji strategi trading dan memperoleh pengalaman trading tanpa risiko finansial.

Dalam melakukan uji coba trading, trader dapat menguji efektivitas strategi trading yang telah ditentukan, mengidentifikasi kelemahan dan kelebihan strategi trading, dan menyesuaikan strategi trading jika diperlukan.

Dalam uji coba trading, penting untuk mencatat hasil trading dan memperhatikan faktor-faktor seperti tingkat keuntungan dan kerugian, jumlah perdagangan yang berhasil, dan jumlah perdagangan yang gagal. Dengan mencatat hasil trading, trader dapat belajar dari kesalahan mereka dan meningkatkan kinerja trading di masa depan.

Setelah merasa nyaman dengan strategi trading yang telah diuji coba dan merasa yakin dalam melakukan trading forex, trader dapat memulai trading dengan uang riil. Namun, selalu ingat untuk memperhatikan risiko dan melakukan manajemen risiko yang baik dalam melakukan trading forex.

5. Lakukan Evaluasi Secara Berkala

Setelah memulai trading dengan teknik tertentu, sangat penting untuk melakukan evaluasi secara berkala untuk mengevaluasi kinerja kamu dan melihat apakah teknik tersebut efektif. Beberapa hal yang perlu dievaluasi meliputi:

  • Kinerja trading: Hitung total keuntungan dan kerugian selama periode tertentu. Catat strategi yang menghasilkan keuntungan yang baik dan perlu dipertahankan, serta strategi yang menghasilkan kerugian dan perlu diubah.
  • Analisis pasar: Tinjau bagaimana pasar telah berubah selama periode tertentu, dan apakah strategi kamu masih relevan dan efektif dalam kondisi pasar saat ini.
  • Kelola risiko: Tinjau strategi manajemen risiko dan pastikan masih nyaman dengan level risiko yang diambil.
  • Refleksi diri: Evaluasi bagaimana emosi dan psikologi memengaruhi hasil trading. Apakah kamu melakukan overtrading, atau apakah terlalu takut untuk mengambil posisi? Evaluasi diri secara jujur ​​dan buat perubahan yang diperlukan untuk memperbaiki hasil trading kamu.

6. Time Frame

Time Frame

Time frame adalah periode waktu yang digunakan untuk menganalisis pergerakan harga pada chart atau grafik trading. Dalam trading, time frame sangat penting karena memengaruhi cara seorang trader melakukan analisis dan pengambilan keputusan.

Baca Juga:  3 Cara Membaca Indikator Momentum bagi Investor Pemula

Pemilihan time frame yang tepat sangat tergantung pada strategi trading dan preferensi masing-masing trader. Sebagai contoh, trader jangka pendek mungkin lebih memilih time frame pendek seperti 15 atau 30 menit, sementara trader jangka panjang mungkin lebih memilih time frame mingguan atau bulanan. 

Namun, penting untuk diingat bahwa semakin rendah time frame yang dipilih, semakin banyak sinyal palsu yang mungkin muncul, sehingga perlu diimbangi dengan manajemen risiko yang baik.

7. Karakter Trader

Karakter trader merujuk pada sifat dan kepribadian yang dimiliki oleh seorang trader saat bertrading di pasar keuangan. Karakter trader yang baik sangat penting untuk membantu menentukan strategi dan taktik trading yang tepat serta mengelola risiko dengan baik.

Berikut adalah beberapa karakter trader yang penting:

  • Disiplin: Seorang trader yang disiplin dapat mengikuti trading plan yang telah ditentukan dan menghindari melakukan trading secara emosional.
  • Sabar: Seorang trader yang sabar dapat menunggu kesempatan yang tepat untuk masuk dan keluar dari pasar, dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan.
  • Konsisten: Seorang trader yang konsisten dapat mempertahankan rencana trading yang telah ditentukan dalam jangka waktu yang panjang, dan tidak mudah terpengaruh oleh perubahan pasar
  • Fokus: Seorang trader yang fokus dapat menghindari gangguan dan tetap terfokus pada tujuan trading yang telah ditentukan
  • Berani: Seorang trader yang berani dapat mengambil risiko dengan bijaksana dan memiliki kemampuan untuk keluar dari posisi yang salah.
  • Objektif: Seorang trader yang objektif dapat menilai pasar secara obyektif dan tidak terpengaruh oleh emosi atau pendapat orang lain.
  • Adaptable: Seorang trader yang dapat beradaptasi dapat mengubah rencana trading ketika pasar berubah dan menghindari keputusan trading yang terburu-

DISCLAIMER

Artikel ini ditujukan sebatas sebagai sumber informasi dan edukasi serta tidak ditujukan sebagai sumber utama pemberian saran. Perlu dipahami bahwa aktivitas finansial investasi dan trading memiliki tingkat risiko yang perlu dikelola dengan baik. Pastikan Sobat Trader telah memahami potensi risiko yang mungkin muncul agar dapat meminimalisir kerugian di masa yang akan datang.

Banner Trading

Mungkin kamu suka

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288