Home Saham Scalping Trading Adalah Strategi Mendapatkan Profit dengan Cepat. Yuk Kenali Lebih Lanjut!

Scalping Trading Adalah Strategi Mendapatkan Profit dengan Cepat. Yuk Kenali Lebih Lanjut!

by HSB
0 comment

Apakah kamu trader pemula? Atau ingin lebih tahu banyak hal seputar dunia trading?  Jika iya, maka kamu perlu belajar tentang scalping trading untuk mendapatkan profit. Scalping trading adalah salah satu strategi yang digunakan trader untuk memperoleh keuntungan dengan cepat. 

Biasanya, trader akan melakukan trading dalam waktu singkat dengan memanfaatkan pergerakan-pergerakan kecil dari komoditas tertentu. Penasaran dengan strategi scalping ini? Mari simak uraian lengkap di bawah ini.

Apa Itu Scalping Trading?

Scalping trading adalah metode perdagangan jangka pendek untuk mendapatkan keuntungan dari volume perdagangan yang lebih cepat. Perdagangan dalam waktu cepat yang dimaksud bisa diartikan dalam hitungan menit atau detik.

Tujuan trader menjual dan membeli saham dalam waktu singkat yaitu untuk mendapatkan cuan. Bahkan trader bisa memperoleh imbal hasil yang tinggi dalam satu hari perdagangan. 

Misalnya, kamu membuka posisi dengan harga Rp15.500. Lalu, setelah beberapa menit harga saham naik menjadi Rp15.520. Kamu bisa langsung menutup posisi untuk mendapatkan cuan sebesar Rp20 dalam hitungan menit.

Baca juga: 6 Cara Trading yang Simple Tapi Untung Bagi Pemula

Kelebihan dan Kelemahan Scalping Trading

Kelebihan dan Kelemahan Scalping Trading

Strategi scalping memang akan mendatangkan profit dalam waktu yang cepat. Namun, strategi ini tidak mudah untuk dilakukan. Kamu harus mengamati pergerakan saham dengan teliti setelah memasukkan limit order. Jadi, strategi scalping ini sebenarnya memiliki kelebihan dan kelemahan sebagai berikut.

1. Mendapat Profit dalam Waktu Cepat

Salah satu kelebihan scalping trading yaitu bisa memperoleh profit dalam waktu cepat. Jadi, kamu tidak perlu menunggu hingga berhari-hari untuk mendapat cuan, dengan strategi scalping trader bisa mendapat keuntungan di hari yang sama.

2. Proses Trading yang Cepat

Kelebihan lain dari strategi scalping yaitu proses trading yang sangat cepat. Pasalnya, penggunaan trading jangka panjang membutuhkan analisis fundamental secara menyeluruh. Berbeda ketika kamu melakukan trading jangka pendek, cukup menggunakan pola market yang kecil dan analisis teknis.

Baca juga: Yuk Pelajari Cara Pembagian Dividen Saham

3. Mudah Membuat Evaluasi

Ketika menggunakan strategi scalping, kamu bisa dengan mudah mengoreksi kesalahan. Misalnya, ketika kamu menyadari salah melakukan open posisi, kamu bisa langsung mengidentifikasinya. Langkah selanjutnya, kamu bisa memilih untuk menutup posisi tersebut dan membuka posisi lain.

4. Teknik yang Sulit

Adapun kelemahan dari scalping trading ini yaitu terletak pada tekniknya yang sulit dan perlu ketelitian. Dalam hal ini, kamu harus memiliki pemahaman yang tinggi mengenai banyak faktor, mulai dari instrumen yang digunakan, pergerakan pasar, dan lain sebagainya. Selain itu, dibutuhkan juga pengalaman dan teknik tertentu untuk mengimplementasikan teknik scalping ini.

5. Risiko Besar

Untuk memperoleh cuan yang besar, maka kamu harus berani mengambil risiko besar juga. Menerapkan strategi scalping bisa dikatakan cukup berisiko, lantaran menentukan arah trend jangka pendek kadang-kadang tidak bisa diprediksi. Risiko besar ini termasuk ke dalam salah satu kelemahan dari strategi scalping juga. 

6. Menghabiskan Banyak Waktu

Saat kamu menerapkan strategi scalping, maka kamu harus bersedia menghabiskan banyak waktu seharian di depan layar laptop untuk melakukan trading. Pasalnya, kamu harus melakukan ratusan transaksi dalam menerapkan strategi scalping ini. 

Baca juga: Kapan Waktu Trading Forex Paling Tepat?

5 Indikator yang Penting dalam Scalping Trading

Indikator yang Penting dalam Scalping Trading

Scalping trading adalah metode yang memerlukan indikator untuk bekerja. Untuk trader pemula yang ingin menerapkan strategi scalping, kamu bisa memanfaatkan indikator untuk membantu menyusun strategi agar bisa profit. Berikut ini beberapa indikator scalping tersebut.

1. Moving Average

Indikator satu ini dianggap sebagai indikator favorit di kalangan trader. Sebab, indikator ini dirancang dengan sederhana, sehingga trader pemula tidak akan mengalami kesulitan saat mengaplikasikannya. 

Namun, perlu kamu ingat bahwa indikator moving average tidak selalu berakhir cuan. Hal ini dikarenakan rawan terjadi fake signal. Jadi, kamu harus bersiap-siap ketika harga tidak bergerak ke arah yang dikehendaki akibat sinyal palsu tersebut.

2. Bollinger Bands

Indikator populer lainnya ada bollinger bands. Kamu bisa menerapkan setting default dengan time frame 5 menit. Dalam hal ini, jika harga menyentuh lower band, maka lakukan pembelian. Sebaliknya, jika harga mencapai upper band, maka lakukan penjualan. Indikator bollinger bands cocok diaplikasikan di pasar yang sedang ranging atau sideways. Jika kamu menerapkan indikator ini saat pasar sedang trending justru akan merugi.

Baca juga: 8 Tips Trading Saham Harian

3. Stochastic

Stochastic merupakan indikator pelengkap untuk indikator lainnya, seperti moving average dan bollinger bands. Saat pasar sedang mengalami kenaikan harga, kamu perlu melakukan open posisi saat ada sinyal buy dari crossover stochastic. 

Sementara itu, jika harga pasar sedang mengalami penurunan, kamu perlu mengincar sinyal sell. Namun, kamu juga perlu memilih pair mata uang yang menguntungkan dan bergerak aktif untuk melakukan teknik scalping dengan indikator ini. 

4. Average Directional Index (ADX)

ADX merupakan indikator untuk mengukur kekuatan suatu trend. Kamu bisa menggunakan indikator ADX dengan indikator moving average untuk mendapatkan hasil analisis yang lebih efektif. Apabila kamu menerapkan indikator ADX dan moving average dengan tepat, bukan tidak mungkin trading yang kamu lakukan akan profitable dan peluang untuk entry jadi lebih teruji.

5. Moving Average Convergence Divergence (MACD)

Indikator MACD sering dikombinasikan juga dengan indikator moving average. MACD sering digunakan karena bisa berjalan pada semua time frame. Caranya, kamu harus menentukan momentum entry terlebih dahulu. 

Kemudian entry buy dilakukan saat kurva MACD memotong garis sinyal ke arah bawah dan histogram bergerak ke arah atas. Kondisi ini dapat disimpulkan bahwa pasar sedang mengalami uptrend yang kuat.

Untuk menerapkan strategi scalping dengan tepat, kamu perlu memahami beberapa indikatornya terlebih dahulu. Mengingat scalping trading adalah metode trading yang menghasilkan cuan dengan cepat ketika mengombinasikan beberapa indikator. Untuk mempelajari indikator scalping lebih lanjut, kamu bisa belajar trading di HSB Academy.

Kamu juga bisa membuat akun demo di aplikasi HSB untuk melakukan simulasi trading. Jika sudah siap trading, kamu bisa membuat akun live di HSB. Download aplikasi HSB dan registrasikan akun tradingmu sekarang juga, rasakan kemudahan transaksi trading yang aman dan transparan bersama kami!***

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288