Trading & kelola akun MT di Aplikasi HSB Trading
store google
Mengenal Lebih dalam Pola Belt Hold Trading

Pola Belt Hold adalah salah satu pola candlestick yang sering muncul dalam analisis teknikal trading. Pola ini memiliki karakteristik yang unik dan dapat memberikan indikasi penting tentang pergerakan harga di pasar keuangan. Pola Belt Hold adalah pola candlestick yang terdiri dari satu lilin yang panjang dan tidak memiliki bayangan (shadow) di satu sisi.

Dalam pola ini, jika lilin tersebut berwarna putih atau hijau, ini mengindikasikan sentimen positif di pasar, sedangkan jika berwarna hitam atau merah, ini menunjukkan sentimen negatif. Maka dalam artikel ini, kita akan mengenal lebih dalam pola Belt Hold dalam trading, memahami cara mengidentifikasinya, serta bagaimana pola ini dapat digunakan sebagai sinyal trading yang potensial. 

Pola Belt Hold adalah sebuah jenis pola candlestick yang terjadi dalam analisis teknikal

Apa Itu Pola Belt Hold dalam Trading

Pola Belt Hold adalah sebuah jenis pola candlestick yang terjadi dalam analisis teknikal pada grafik harga. Pola ini terdiri dari dua candlestick berturut-turut, di mana candle pertama mewakili tren sebelumnya, dan candle kedua terbentuk dengan celah yang signifikan dari candle sebelumnya. 

Dalam Pola Belt Hold bullish, candle pertama biasanya bearish, dan candle kedua bullish, membentuk celah naik yang menandakan potensi pembalikan bullish. Sebaliknya, Pola Belt Hold bearish terjadi ketika candle pertama bullish dan candle kedua bearish, menciptakan celah turun yang mengindikasikan potensi pembalikan bearish. 

Pola ini dapat dianggap sebagai sinyal pembalikan harga yang dapat membantu trader dalam membuat keputusan trading. Namun, seperti halnya pola candlestick lainnya, sinyal pada pola ini sebaiknya dikonfirmasi dengan analisis tambahan dan faktor-faktor pasar lainnya sebelum mengambil keputusan trading.

Fungsi Pola Belt Hold 

Fungsi utama dari Pola Belt Hold terletak pada kemampuannya untuk memberikan indikasi kuat mengenai dominasi pembeli atau penjual dalam suatu periode waktu tertentu. Oleh karena itu, pemahaman fungsi dari Pola Belt Hold dapat meningkatkan kemampuan trader dalam mengambil keputusan trading yang lebih terinformasi.

1. Sinyal Pembalikan

Mengetahui sinyal pembalikan candlestick dihasilkan ketika pola Belt Hold terbentuk setelah tren turun yang kuat. Pola ini memiliki ciri khas yaitu candlestick yang membuka pada level yang sama dengan penutupan candlestick sebelumnya, namun kemudian mengalami pergerakan naik yang signifikan selama sesi trading. 

Dalam konteks ini, sinyal pembalikan diindikasikan oleh kekuatan pembeli yang tiba-tiba muncul dan mampu menggeser dominasi penjual. Analisis lebih lanjut tentang faktor-faktor pasar dan konfirmasi dari indikator lainnya diperlukan sebelum mengambil keputusan trading berdasarkan pola Belt Hold.

Baca Juga:  Jelajahi Dasar Pola Candlestick Bullish dan Bearish

Hal ini dapat mencerminkan sentimen positif dan kekuatan pembeli

2. Sentimen Pasar

Pola Belt Hold terdiri dari dua jenis: Bullish Belt Hold dan Bearish Belt Hold. Bullish Belt Hold menunjukkan bahwa pasar dibuka dengan harga rendah namun akhirnya ditutup dengan kenaikan yang signifikan. 

Hal ini dapat mencerminkan sentimen positif dan kekuatan pembeli. Sementara Bearish Belt Hold, menandakan pembukaan dengan harga tinggi namun penurunan signifikan pada akhirnya. Ini dapat mencerminkan sentimen negatif dan dominasi penjual. 

3. Tingkat Keyakinan

Pola Belt Hold terjadi ketika candlestick bullish atau bearish terbentuk dengan tubuh yang panjang dan tidak memiliki shadow atau bayangan. Jika pola ini muncul setelah pergerakan tren sebelumnya, hal itu dapat mengindikasikan keyakinan yang tinggi dari pihak yang mengendalikan pasar. 

Analisis tingkat keyakinan ini dapat memberikan petunjuk kepada trader tentang potensi pergerakan harga selanjutnya untuk membantu dalam pengambilan keputusan di pasar keuangan.

pemahaman terhadap Pola Belt Hold dapat memberikan indikasi kuat mengenai arah pergerakan harga selanjutnya

Cara Membaca Pola Belt Hold

Dalam analisis teknikal, pemahaman terhadap Pola Belt Hold dapat memberikan indikasi kuat mengenai arah pergerakan harga selanjutnya. Identifikasi pola ini dapat membantu para trader memperkuat kemampuan mereka dalam mengelola risiko dan mengoptimalkan potensi keuntungan. 

1. Bullish Belt Hold 

Bullish Belt Hold adalah pola candlestick yang mengindikasikan potensi pembalikan bullish dalam tren harga saham atau aset keuangan lainnya. Pola ini terbentuk ketika candlestick pertama membuka pada atau di dekat level terendah, dan kemudian harga terus naik, menutup pada atau dekat level tertingginya. 

Dengan kata lain, tubuh candlestick ini memiliki warna yang mendominasi bullish, menunjukkan kekuatan pembeli. Pola ini dapat dianggap sebagai sinyal bahwa pembeli telah mengambil kendali, dan kemungkinan besar tren bearish sebelumnya akan berubah menjadi tren bullish. 

2. Bearish Belt Hold 

Bearish Belt Hold adalah pola candlestick yang memberikan sinyal potensial pembalikan bearish dalam tren harga saham atau pasar keuangan. Pola ini terjadi ketika candlestick merah (bearish) membuka pada level yang sama dengan candlestick sebelumnya, tetapi kemudian harga terus turun selama sesi trading sehingga menutup pada level terendahnya. 

Dengan kata lain, candlestick Bearish Belt Hold menunjukkan dominasi penjual yang kuat, mengindikasikan potensi penurunan lebih lanjut dalam harga aset. Dalam membaca pola Belt Hold, trader perlu memperhatikan penurunan harga yang signifikan setelah pembukaan pada level yang sama dengan sesi sebelumnya. 

Baca Juga:  Terapkan 10 Cara Belajar Trading yang Efektif!

Pola ini dapat memberikan sinyal bahwa tekanan jual sedang meningkat, dan mungkin merupakan waktu yang baik untuk mempertimbangkan posisi pendek atau menjaga kewaspadaan terhadap potensi penurunan lebih lanjut.

Bagaimana Cara Menggunakan Pola Belt Hold untuk Trading?

Pola Belt Hold merupakan salah satu pola candlestick yang sering digunakan dalam analisa teknikal untuk trading forex, saham dan instrumen keuangan lainnya. Cara mengenali dan menggunakan Pola Belt Hold secara efektif dapat menjadi kunci sukses dalam pengambilan keputusan trading. 

1. Identifikasi Pola Belt Hold

Pola ini terdiri dari satu lilin (candlestick) yang mencerminkan perubahan signifikan dalam sentimen pasar dan terdiri dari dua jenis: Bullish Belt Hold dan Bearish Belt Hold. Bullish Belt Hold muncul saat terjadi kenaikan harga yang signifikan setelah pembukaan, sementara Bearish Belt Hold terjadi saat harga jatuh secara tajam setelah pembukaan. 

Para trader dapat menggunakan pola Belt Hold ini untuk membuat keputusan trading dengan memperhatikan konteks pasar secara keseluruhan. Bullish Belt Hold dapat dianggap sebagai sinyal potensial untuk pembalikan tren naik, sementara Bearish Belt Hold dapat menandakan potensi pembalikan tren turun. 

menggunakan pola Belt Hold sebagai entry point

2. Tentukan Entry Point

Untuk menggunakan pola Belt Hold sebagai entry point, trader dapat menunggu konfirmasi dengan memperhatikan candlestick berikutnya. Jika candlestick berikutnya mengkonfirmasi arah pergerakan yang ditunjukkan oleh Belt Hold, trader dapat mempertimbangkan untuk masuk ke pasar sesuai arah tersebut. 

Namun, penting untuk memperhatikan faktor-faktor tambahan seperti indikator teknikal, level support dan resistance, serta kondisi pasar secara keseluruhan untuk mengonfirmasi keandalan sinyal tersebut sebelum mengambil keputusan trading. Dengan menggunakan pola Belt Hold sebagai bagian dari analisis teknikal, trader dapat meningkatkan kemungkinan keberhasilan trading mereka.

3. Gunakan Pending Order

Menggunakan pending orders merupakan strategi yang efektif dalam memanfaatkan pola Belt Hold dalam aktivitas trading. Untuk memanfaatkannya, trader dapat menempatkan pending orders seperti Buy Stop atau Sell Stop di atas atau di bawah level harga yang menciptakan pola Belt Hold. 

Dengan menggunakan pending orders, trader dapat mengantisipasi pergerakan harga yang lebih jauh setelah pola terkonfirmasi, tanpa perlu terus-menerus memantau pasar. Ini memungkinkan mereka untuk memasuki pasar dengan cepat dan efisien ketika harga mencapai level tertentu, sambil tetap mengelola risiko secara bijak melalui penempatan stop loss. 

Baca Juga:  Langkah Mudah Menyesuaikan Tampilan Grafik TradingView

Dengan demikian, penggunaan pending orders dapat menjadi strategi yang efektif dalam memaksimalkan potensi keuntungan dan mengurangi risiko dalam trading berdasarkan pola Belt Hold.

4.  Gunakan Akun Demo

Dengan menggunakan akun demo trading, trader dapat mengimplementasikan strategi trading berdasarkan pola Belt Hold tanpa risiko keuangan yang sebenarnya. Akun demo menyediakan lingkungan simulasi pasar real-time, memungkinkan trader untuk mengamati bagaimana pola Belt Hold berkembang dan memberikan gambaran tentang efektivitasnya dalam kondisi pasar yang berbeda. 

Dengan mengasah keterampilan trading menggunakan akun demo trading HSB, trader dapat membangun kepercayaan diri sebelum melakukan transaksi di akun live, serta meningkatkan pemahaman mereka terhadap potensi keuntungan dan risiko yang terkait dengan pola Belt Hold. 

Ini adalah langkah cerdas untuk meningkatkan keterampilan trading sebelum terlibat secara penuh dalam pasar finansial yang dinamis karena HSB Investasi memberikan dana virtual $100.000 bagi trader untuk belajar dan meningkatkan pemahaman tentang 17 pasangan mata uang forex. 20 Saham AS, 5 Indeks dan produk komoditas minyak dan emas.

Trading bebas risiko dengan dana virtual akun demo HSB Investasi

Sehingga, kamu tidak perlu khawatir akan risiko atau kerugian yang terjadi pada modal yang kamu miliki, kamu bisa memanfaatkan akun demo trading ini melalui website atau aplikasi trading HSB meraih penghargaan “The Most Innovative Broker 2022” dari ICDX. 

Setelah memahami akun demo trading, beralih menggunakan akun live trading HSB jalan terbaik bagi kamu untuk memulai meraih keuntungan dengan mengikuti langkah berikut: 

  1. Registrasi akun live HSB menggunakan nomor hp dan lengkapi dokumen yang diminta untuk mengisi formulir.
  2. Lakukan proses KYC HSB dan tunggu beberapa menit.
  3. Deposit minimal $50 atau setara dengan Rp600.000
  4. Selesai! 

Trading di HSB Investasi sangat aman, transparan, dan terdepan, HSB juga terus berupaya mengedukasi seluruh tradernya melalui beragam sumber media belajar trading baik online maupun offline sebagai bentuk dedikasi HSB melahirkan trader-trader sukses di Indonesia. Jadi, tidak ada alasan bagimu untuk menunda peluang kesuksesan trading. Bergabunglah dengan HSB sekarang dan raih peluang profit tradingmu kemudian!***

Tag Terkait:
DISCLAIMER
Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, ditujukan hanya sebagai sumber pembelajaran dan bukan sebagai saran dalam pengambilan keputusan. Perlu Anda pahami bahwa produk dengan leverage tinggi memiliki potensi risiko kerugian yang juga tinggi, sehingga perlu dikelola dengan baik melalui pemahaman dan kemampuan analisa yang tepat. HSB Investasi tidak bertanggung jawab atas kesalahan keputusan yang dibuat berdasarkan konten ini. Sesuai ketentuan yang berlaku, HSB hanya menyediakan 45 instrumen trading yang dapat Anda pelajari di website resmi kami.

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB1

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
Artikel Lainnya

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
bonus tanpa deposit
Mulai Pengalaman Trading Terbaik