HSB Blog Trading Dealing Desk vs Non-Dealing Desk: Panduan Untuk Trader

Dealing Desk vs Non-Dealing Desk: Panduan Untuk Trader

Updated 23 April 2026 Bayu Samudera
Dealing Desk vs Non-Dealing Desk: Panduan Untuk Trader

Pernah nggak sih kamu merasa lagi asyik trading, tiba-tiba harga seolah “lari” dari jemari kamu? Atau mungkin kamu bingung kenapa ada broker yang kasih spread nol tapi ada biaya komisi, sementara yang lain kasih spread tetap tapi nggak ada biaya tambahan? Nah, semua itu bermuara pada satu hal fundamental: model eksekusi yang dipakai broker tersebut. 

Memilih antara Dealing Desk (DD) dan Non-Dealing Desk (NDD) itu ibarat memilih jalur saat mau pergi ke kantor; ada jalur yang macet tapi murah, ada jalur tol yang cepat tapi ada biayanya. Di artikel ini, kita bakal bedah habis supaya kamu nggak salah pilih “kendaraan” buat petualangan finansialmu.

Key Points Utama:

  • Dealing Desk (Market Maker): Broker yang menciptakan pasar sendiri dan menjadi lawan transaksi nasabah.
  • Non-Dealing Desk (STP/ECN): Broker yang melemparkan pesanan langsung ke penyedia likuiditas global.
  • Spread vs Komisi: DD biasanya menggunakan spread tetap, sedangkan NDD menggunakan spread variabel plus komisi.
  • Eksekusi Order: Memahami risiko requote pada model DD dibandingkan transparansi harga pada model NDD.

Mengenal Lebih Dekat Dealing Desk (Market Maker)

mengenal dealing desk

Broker dengan model Dealing Desk sering juga disebut sebagai Market Maker. Sesuai namanya, mereka secara harfiah “membuat pasar” untuk kamu. Saat kamu menekan tombol “Buy”, broker ini nggak langsung pergi ke bank internasional buat beli mata uang itu. Sebaliknya, mereka akan melihat dulu apakah ada nasabah lain yang sedang menekan tombol “Sell” di waktu yang sama. Kalau ada, mereka tinggal mempertemukan keduanya.

Tapi, bagaimana kalau nggak ada lawan transaksinya? Di sinilah keunikannya. Broker Dealing Desk akan mengambil sisi berlawanan dari posisi kamu. Jadi, kalau kamu beli, mereka yang jual ke kamu. Ini sering menimbulkan mitos adanya konflik kepentingan, padahal ini adalah bagian dari manajemen risiko mereka. Mereka biasanya mendapatkan keuntungan dari selisih harga beli dan jual (spread).

Kelebihan Menggunakan Broker Dealing Desk

Ada alasan kenapa model ini masih sangat populer, terutama buat trader pemula:

  • Spread yang Stabil: Biasanya mereka menawarkan spread tetap (fixed spread). Jadi, meskipun pasar lagi kacau karena berita besar, selisih harganya tetap segitu-gitu saja.
  • Modal Lebih Terjangkau: Broker model ini sering mengizinkan akun mikro atau cent, sehingga kamu bisa mulai trading dengan modal receh.
  • Eksekusi Instan: Karena mereka yang mengatur harganya, proses eksekusi biasanya terasa sangat cepat di kondisi normal.

Apa Itu Non-Dealing Desk (STP dan ECN)?

apa itu non dealing desk

Berbeda total dengan Market Maker, broker Non-Dealing Desk (NDD) bertindak murni sebagai jembatan. Mereka nggak punya “meja dealing” yang memproses pesananmu secara manual atau internal. Begitu kamu klik “Buy”, pesanan kamu langsung terbang ke pasar likuiditas besar yang isinya bank-bank raksasa atau institusi keuangan global.

Model NDD ini biasanya terbagi lagi menjadi dua jenis utama yang sering kita dengar:

  1. STP (Straight Through Processing): Pesananmu langsung diteruskan ke penyedia likuiditas. Kecepatannya sangat bergantung pada teknologi broker tersebut.
  2. ECN (Electronic Communication Network): Ini adalah level yang lebih tinggi lagi, di mana kamu bisa melihat kedalaman pasar dan berinteraksi langsung dengan peserta pasar lainnya secara transparan.

Kenapa Trader Profesional Suka NDD?

  • Transparansi Harga: Kamu mendapatkan harga asli dari pasar global. Tidak ada manipulasi atau intervensi dari pihak broker.
  • Tidak Ada Requote: Di model NDD, hampir mustahil terjadi requote (pesanan ditolak karena harga berubah). Kalau harga geser, yang terjadi adalah slippage, tapi order tetap masuk.
  • Spread Sangat Tipis: Pada jam-jam sibuk, spread bisa sangat rendah, bahkan menyentuh nol poin pada pasangan mata uang utama seperti EUR/USD.

Perbandingan Head-to-Head: Mana yang Cocok Buat Kamu?

head to head dd dan ndd

Untuk memudahkan kamu dalam mengambil keputusan, coba perhatikan tabel perbandingan di bawah ini yang menyederhanakan poin-poin krusial antara kedua model eksekusi tersebut:

FiturDealing Desk (Market Maker)Non-Dealing Desk (STP/ECN)
Lawan TransaksiPihak Broker SendiriBank atau Likuiditas Global
Jenis SpreadUmumnya Tetap (Fixed)Variabel (Berubah-ubah)
Biaya TambahanJarang Ada KomisiBiasanya Ada Komisi per Lot
KecepatanInstan (Bisa Requote)Sangat Cepat (Slippage)
Gaya TradingCocok untuk PemulaCocok untuk Scalper/Pro

Membedah Masalah Requote dan Slippage

Salah satu bagian paling menyebalkan dalam trading adalah saat eksekusi nggak sesuai rencana. Di broker Dealing Desk, kamu mungkin sering menemui pesan “Price has changed” atau requote. Ini terjadi karena broker nggak mau memberikan harga tersebut karena pasar bergerak terlalu cepat sebelum mereka sempat memproses posisi lawan untukmu.

Sedangkan di model Non-Dealing Desk, masalahnya berganti jadi slippage. Karena mereka melemparkan order ke pasar nyata, jika harga bergerak sangat cepat (misal saat rilis data NFP), kamu mungkin masuk di harga yang sedikit berbeda dari yang kamu klik. Menurut riset industri, eksekusi pada model NDD yang murni biasanya memiliki rata-rata latensi atau keterlambatan di bawah 50 milidetik, yang sangat krusial buat kamu yang hobi scalping.

Cara Memilih Broker Berdasarkan Gaya Tradingmu

Memilih model eksekusi bukan soal mana yang “benar”, tapi mana yang sesuai dengan strategi yang kamu jalankan.

Jika kamu adalah seorang Day Trader atau Scalper yang membuka puluhan posisi dalam sehari, model NDD (terutama ECN) biasanya lebih menguntungkan karena spread-nya yang tipis memudahkan kamu untuk cepat mencapai area profit. Namun, kamu harus siap dengan biaya komisi yang dihitung per transaksi.

Sebaliknya, jika kamu adalah seorang Swing Trader yang menahan posisi selama berhari-hari, spread tetap dari broker Dealing Desk mungkin lebih nyaman. Kamu nggak perlu pusing kalau tiba-tiba spread melebar saat malam hari karena pergerakannya sudah dikunci oleh kebijakan broker tersebut.

Fakta Penting: Keamanan Dana dan Regulasi

Apapun model yang kamu pilih, ada satu fakta yang nggak bisa ditawar: Integritas Broker. Broker Dealing Desk yang teregulasi ketat sering kali jauh lebih baik daripada broker NDD yang nggak punya izin jelas. Pastikan broker yang kamu pilih memiliki transparansi mengenai bagaimana mereka menangani pesananmu dan apakah mereka memiliki pemisahan dana yang jelas.

Pastikan juga kamu memeriksa apakah broker tersebut memiliki sistem pelaporan yang bisa kamu akses. Broker yang jujur biasanya bangga menunjukkan kecepatan eksekusi mereka dan bagaimana mereka menangani konflik kepentingan demi menjaga kepercayaan nasabah jangka panjang.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

Apakah broker Dealing Desk selalu merugikan nasabah?

Nggak selalu. Broker DD yang kredibel justru memberikan stabilitas harga melalui spread tetap, yang sangat membantu trader pemula untuk menghitung risiko dengan lebih pasti tanpa gangguan fluktuasi spread yang liar.

Apa yang dimaksud dengan 'Conflict of Interest' pada Market Maker?

Ini adalah kondisi di mana keuntungan broker bisa berasal dari kerugian nasabah (karena mereka adalah lawan transaksi). Namun, broker besar biasanya melakukan hedging atau membuang risiko mereka ke pasar besar lainnya untuk menjaga netralitas.

Broker mana yang lebih baik untuk akun kecil?

Biasanya model Dealing Desk lebih ramah untuk akun kecil karena batasan deposit yang rendah dan adanya pilihan akun mikro yang memungkinkan kamu bertransaksi dengan volume yang sangat kecil.

Apakah model NDD pasti bebas dari Requote?

Secara teknis, ya. Di model NDD, perintah kamu langsung dieksekusi pada harga pasar terbaik yang tersedia saat itu. Jika harga berubah, kamu akan mendapatkan harga berikutnya (slippage), bukan penolakan order (requote).

 

Mulai Trading dengan Aman dan Transparan Bersama HSB Investasi

Trading micro lot di HSB mulai dari 0.01 lot dengan deposit hanya Rp300 ribu.

Setelah memahami perbedaan mendalam antara Dealing Desk dan Non-Dealing Desk, saatnya kamu melangkah ke pasar modal dengan partner yang tepat. HSB Investasi hadir sebagai solusi bagi trader Indonesia yang menginginkan eksekusi transparan dan teknologi mutakhir. Kamu nggak perlu khawatir soal keamanan, karena HSB Investasi telah resmi teregulasi oleh BAPPEBTI serta berada dalam pengawasan ketat OJK dan Bank Indonesia (BI) untuk memastikan sistem pembayaran yang sah.

Keamanan dana nasabah adalah prioritas utama kami, di mana seluruh dana ditempatkan pada rekening terpisah (segregated account) yang diawasi oleh lembaga kliring negara, sehingga dana kamu tidak akan bercampur dengan operasional perusahaan. Jangan tunda lagi peluang profitmu, Segera Registrasi di HSB Investasi dan rasakan pengalaman trading profesional dengan dukungan penuh dari tim ahli kami!

Yuk, download aplikasi HSB Investasi Android dan iOS sekarang! Mulai dari deposit kecil, latihan strategi di akun demo, lalu kembangkan modalmu di akun real. Saatnya jadi trader yang lebih percaya diri.