Trading & kelola akun MT di Aplikasi HSB Trading
store google
7 Cara Mengukur Peningkatan Volume Trading

Volume trading adalah salah satu faktor penting yang sering digunakan oleh trader dan analis pasar untuk mengukur kekuatan dan kecenderungan di pasar keuangan. Peningkatan volume bisa menjadi indikasi penting tentang aktivitas pasar yang meningkat dan pemahaman tentang bagaimana mengukurnya dapat membantu dalam pengambilan keputusan trading yang lebih baik. 

Indikator volume dalam trading forex dapat membantu mengidentifikasi apakah pasar sedang mengalami tren naik atau tren turun. Volume yang tinggi selama tren naik dapat menunjukkan kekuatan, sementara volume yang tinggi selama tren turun dapat menunjukkan tekanan jual kuat. Dalam artikel ini, kita akan membahas ke tujuh cara untuk mengukur peningkatan volume trading dalam pasar keuangan.

trader memerhatikan peningkatan volume trading

1. Perhatikan Grafik Volume

Volume trading mencerminkan jumlah unit saham atau kontrak yang ditradingkan dalam suatu periode waktu tertentu. Peningkatan volume trading dapat memberikan sinyal tentang kekuatan atau kelemahan suatu tren. 

Misalnya, jika terjadi peningkatan volume selama periode penguatan harga, itu bisa diartikan sebagai konfirmasi bahwa banyak pelaku pasar mengakui dan mendukung kenaikan harga tersebut. 

Sebaliknya, jika terjadi peningkatan volume selama periode penurunan harga, itu bisa menjadi indikasi bahwa tekanan jual sedang meningkat, dan tren penurunan mungkin berlanjut. Grafik volume juga membantu dalam mengidentifikasi pembalikan tren atau pembentukan pola harga. 

Jika terjadi peningkatan volume yang signifikan bersamaan dengan pembentukan pola harga seperti pola double bottom atau head and shoulders dapat menjadi sinyal kuat bahwa pasar bersiap untuk berbalik arah. 

Seiring dengan itu, pemantauan volume dapat membantu menghindari sinyal palsu yang mungkin muncul hanya karena perubahan harga rendah dengan volume rendah pula. Oleh karena itu, memahami dan memerhatikan grafik volume adalah kunci mengukur kekuatan tren dan mengambil keputusan yang lebih akurat dalam trading.

2. Bandingkan dengan Rata-rata

Menggunakan rata-rata sebagai cara untuk mengukur peningkatan volume trading dapat memberikan pemahaman yang baik tentang tren dan perubahan dalam aktivitas pasar. Rata-rata volume trading sering digunakan untuk mengidentifikasi apakah instrumen keuangan mengalami peningkatan atau penurunan dalam likuiditasnya. 

Dengan menghitung rata-rata volume trading selama periode waktu tertentu, seperti hari, minggu, atau bulan, trader dapat mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang sejauh mana suatu aset ditradingkan. 

Peningkatan volume di atas rata-rata dapat diartikan sebagai minat yang meningkat dari para pelaku pasar, sementara penurunan volume mungkin mencerminkan kurangnya minat atau ketidakpastian. Dengan membandingkan volume trading aktual dengan rata-rata historis, trader dapat mengidentifikasi potensi peluang atau risiko yang mungkin muncul seiring dengan perubahan dalam partisipasi pasar.

Namun, nilai rata-rata sebagai alat pengukuran tidak selalu memberikan gambaran yang akurat. Berita ekonomi besar, peristiwa politik, atau pengumuman perusahaan dapat secara signifikan mempengaruhi aktivitas pasar yang mungkin tidak tercermin dalam rata-rata historis. 

Baca Juga:  Begini Cara Mengaktifkan Notifikasi MT4 dengan Mudah

Oleh karena itu, trader perlu mempertimbangkan konteks dan faktor-faktor lainnya yang mungkin memengaruhi volume trading. Selain itu, menggunakan indikator tambahan dan analisis teknis dapat membantu memberikan pemahaman lebih holistik tentang dinamika pasar dan mengoptimalkan keputusan trading.

Indikator volume merupakan alat yang penting dalam analisa teknikal

3. Gunakan Indikator Volume

Indikator volume merupakan alat yang penting dalam analisa teknikal untuk mengukur aktivitas trading di pasar keuangan. Indikator ini memberikan gambaran tentang sejauh mana partisipasi pasar dalam suatu saham atau instrumen keuangan. 

Peningkatan volume dapat diartikan sebagai tanda kekuatan atau konfirmasi dari tren yang sedang berlangsung. Sebagai contoh, jika terjadi kenaikan harga saham bersamaan dengan peningkatan volume trading, hal ini bisa dianggap sebagai dukungan yang kuat untuk tren naik tersebut, menandakan bahwa banyak pelaku pasar berpartisipasi dalam pergerakan harga tersebut.

Dalam mengukur peningkatan volume trading, trader dapat memperhatikan perubahan-perubahan signifikan dalam volume trading pada suatu periode tertentu. Analisis dapat dilakukan dengan membandingkan volume saat ini dengan rata-rata volume historis atau dengan melibatkan indikator lain seperti Moving Average pada volume. 

Peningkatan volume signifikan dapat diartikan sebagai sinyal bahwa adanya peningkatan di pasar yang mungkin mengindikasikan perubahan dalam sentimen atau potensi kelanjutan tren. Namun, perlu dicatat bahwa penggunaan indikator volume sebaiknya dilakukan bersamaan dengan analisis lainnya untuk mendapatkan pemahaman yang lebih lengkap tentang kondisi pasar dan untuk menghindari kesalahan interpretasi mungkin terjadi.

trader sedang memantau berita ekonomi untuk mengukur volume trading

4. Amati Berita dan Peristiwa

Peristiwa-peristiwa tertentu, seperti rilis data ekonomi, kebijakan pemerintah, atau peristiwa global yang signifikan, dapat memiliki dampak besar terhadap perilaku investor dan menggerakkan pasar keuangan. 

Sebagai contoh, rilis laporan lapangan kerja dapat memicu reaksi pasar yang signifikan, dengan investor bereaksi terhadap data tersebut dan melakukan transaksi besar-besaran. Observasi terhadap bagaimana berita dan peristiwa tertentu memengaruhi aktivitas trading dapat memberikan wawasan mendalam tentang dinamika pasar dan faktor-faktor yang mendorong peningkatan volume trading.

Selain itu, analisis terhadap reaksi pasar terhadap berita dan peristiwa juga dapat memberikan sinyal tentang sentimen investor. Peningkatan volume trading yang terjadi seiring dengan peristiwa tertentu dapat mencerminkan ketidakpastian atau kepercayaan yang meningkat di pasar. 

Misalnya, keputusan suatu negara untuk menaikkan suku bunga dapat menciptakan gejolak pasar dan meningkatkan aktivitas trading karena investor mencari peluang baru atau menyesuaikan portofolio mereka. 

Dengan mengamati berita dan peristiwa secara cermat, para pelaku pasar dapat mengidentifikasi peluang trading potensial dan mengukur tingkat minat atau kekhawatiran investor, yang semuanya dapat tercermin dalam peningkatan volume trading di pasar keuangan.

5. Perhatikan Perubahan Harga

Harga saham atau aset keuangan lainnya mencerminkan keseimbangan antara penawaran dan permintaan di pasar. Ketika volume trading meningkat, perubahan harga dapat menjadi indikator yang signifikan untuk menilai sejauh mana minat pasar terhadap suatu instrumen keuangan

Baca Juga:  Dampak Joe Biden Mundur Pilpres dalam Dunia Trading

Peningkatan volume trading yang diiringi oleh kenaikan harga dapat mencerminkan adanya permintaan yang kuat dari para pembeli, sementara penurunan harga bersamaan dengan peningkatan volume dapat menunjukkan tindakan jual yang signifikan.

Sebagai contoh, ketika volume trading meningkat dan harga mengalami kenaikan, hal tersebut dapat mengindikasikan bahwa lebih banyak pelaku pasar masuk ke dalam transaksi, mengekspresikan optimisme terhadap suatu aset. 

Sebaliknya, jika volume meningkat tetapi harga mengalami penurunan, ini dapat menunjukkan bahwa ada tekanan jual yang lebih besar yang dapat diartikan sebagai tanda ketidakpastian atau kekhawatiran di kalangan pelaku pasar. 

Oleh karena itu, memahami perubahan harga dalam volume trading dapat membantu para pelaku pasar untuk mengidentifikasi tren, mengantisipasi perubahan sentimen, dan membuat keputusan trading yang lebih informasional.

trader menggunakan analisa teknikal untuk peningkatan volume trading

6. Gunakan Analisa Teknikal

Analisis teknis merupakan pendekatan yang memanfaatkan berbagai alat dan indikator untuk menganalisis data historis harga dan volume trading suatu aset. Peningkatan volume trading dapat tercermin dalam grafik harga dengan adanya lonjakan yang signifikan dalam volume trading. 

Sebagai contoh, jika volume trading meningkat secara tajam saat harga suatu aset naik, hal ini dapat dianggap sebagai indikasi kuat bahwa tren bullish mungkin berlanjut. 

Selain itu, analisis teknis juga melibatkan penggunaan berbagai indikator teknis seperti Moving Average, Relative Strength Index (RSI), dan MACD yang dapat memberikan sinyal tambahan tentang kekuatan atau kelemahan dalam tren pergerakan harga dan volume trading. 

Dengan memahami pola-pola ini, para trader dapat mengukur sejauh mana peningkatan volume trading tersebut dapat berlanjut atau memunculkan potensi perubahan tren.

7. Level Support dan Resistance

Level support adalah titik di mana harga cenderung berbalik arah naik setelah mengalami penurunan, sementara level resistance adalah titik di mana harga cenderung berbalik arah turun setelah mengalami kenaikan. 

Saat volume trading meningkat di sekitar level support atau resistance, ini dapat mengindikasikan kekuatan atau kelemahan pasar yang signifikan. Pada level support, peningkatan volume dapat menunjukkan bahwa banyak trader bersedia membeli aset pada harga tersebut, mengindikasikan keyakinan dalam potensi kenaikan harga dari titik tersebut. 

Sebaliknya, pada level resistance, peningkatan volume dapat menggambarkan sejumlah besar trader yang bersedia menjual aset pada harga tertentu, menunjukkan keyakinan dalam potensi penurunan harga dari titik tersebut. 

Dengan memahami perubahan volume di sekitar level support dan resistance, trader dapat mengukur sentimen pasar dan membuat keputusan yang lebih informasional dalam merencanakan strategi trading mereka. 

Baca Juga:  FOMC: Definisi Hingga Pengaruhnya ke Trading

Dengan kata lain, pemahaman yang mendalam tentang hubungan antara level support, resistance serta volume trading dapat memberikan wawasan berharga untuk mengukur kekuatan atau kelemahan suatu tren harga.

Mengukur Volume Trading Tanpa Risiko!

Sobat Trader, mengukur peningkatan volume trading adalah bagian penting dari analisis pasar dalam trading. Volume adalah indikator penting yang dapat membantu trader dan analis mengidentifikasi tren, konfirmasi pergerakan harga, dan mendeteksi perubahan pasar. 

Dengan menggunakan alat dan teknik yang tepat, trader dapat memanfaatkan peningkatan volume untuk membuat keputusan trading yang lebih baik dan mengambil keuntungan dari pergerakan pasar yang signifikan. 

Penting untuk selalu memahami konteks pasar dan mengkombinasikan volume dengan analisis lainnya untuk membuat keputusan trading yang lebih informatif. Untuk itu, kamu dapat memanfaatkan akun demo trading HSB. Dengan akun demo ini, kamu bisa berlatih trading forex dengan memperhatikan volume trading tanpa harus mengambil risiko dengan uang sungguhan. 

Trading bebas risiko dengan dana virtual akun demo HSB Investasi

Kamu bisa menggunakan akun demo di website atau aplikasi trading HSB yang meraih penghargaan “The Most Innovative Broker 2022” dari ICDX.  Aplikasi HSB Investasi juga mudah digunakan dengan adanya fitur CS online 24 jam, talent board dan menu deposit yang dapat membantu kamu dalam mengeksekusi trading jadi lebih mudah, cepat dan efisien.

Kamu juga bisa mencoba trading secara real-time dengan 45 instrumen berupa 17 pasangan mata uang forex, 20 saham AS terpopuler, 5 Indeks raksasa dunia, dan 3 jenis komoditi paling hits seperti logam mulia emas, perak, serta minyak mentah tanpa harus khawatir merugi di aplikasi trading HSB.

Jika sudah siap, kamu bisa mulai memasuki keseruan pasar trading dunia bersama HSB hanya dengan 4 langkah simple ini:
1. Registrasikan akun live HSB dengan menyertakan dokumen pendukung
2. Tunggu panggilan telepon tim KYC HSB untuk verifikasi data dirimu
3. Buat deposit trading melalui segregated account HSB yang telah teregulasi
4. Dan mulai pengalaman seru meraih peluang profit trading di pasar global dunia!

Komitmen dan dukungan penuh HSB untuk menjaga keamanan serta transparansi transaksi nasabahnya terwujud dalam regulasi resmi yang disahkan oleh BAPPEBTI di bawah Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Regulasi menjadi manajemen risiko trading paling dasar yang perlu Sobat Trader utamakan.

Bukan hanya aman, transparan, dan terdepan, HSB juga terus berupaya mengedukasi seluruh tradernya melalui beragam sumber media belajar trading baik online maupun offline sebagai bentuk dedikasi HSB melahirkan trader-trader sukses di Indonesia. Jadi, tidak ada alasan bagimu untuk menunda peluang kesuksesan trading. Bergabunglah dengan HSB sekarang dan raih peluang profit tradingmu kemudian!***

DISCLAIMER
Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, ditujukan hanya sebagai sumber pembelajaran dan bukan sebagai saran dalam pengambilan keputusan. Perlu Anda pahami bahwa produk dengan leverage tinggi memiliki potensi risiko kerugian yang juga tinggi, sehingga perlu dikelola dengan baik melalui pemahaman dan kemampuan analisa yang tepat. HSB Investasi tidak bertanggung jawab atas kesalahan keputusan yang dibuat berdasarkan konten ini. Sesuai ketentuan yang berlaku, HSB hanya menyediakan 45 instrumen trading yang dapat Anda pelajari di website resmi kami.

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB1

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
Artikel Lainnya

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
bonus tanpa deposit
Mulai Pengalaman Trading Terbaik