Call Spread: Strategi Trading Opsi Minim Risiko Buat Pemula

bull call spread

Sobat Trader, pernah nggak sih kamu merasa yakin harga saham bakal naik, tapi takut beli opsi Call murni karena preminya mahal banget? Atau sebaliknya, kamu yakin pasar bakal turun, tapi ngeri kalau tiba-tiba harga rebound dan bikin portofolio berantakan?

Kalau kamu ada di posisi itu, tandanya kamu butuh strategi yang lebih canggih daripada sekadar beli atau jual opsi biasa. Kenalan yuk sama Call Spread. Ini adalah teknik “combo” yang sering dipakai trader profesional untuk menekan biaya modal sekaligus membatasi risiko kerugian. Ibarat naik motor, strategi ini adalah helm full-face kamu; tetap bisa ngebut, tapi jauh lebih aman kalau ada benturan.

Poin Penting (Key Takeaways):

  • Definisi: Call Spread adalah strategi membeli dan menjual dua opsi Call berbeda pada aset yang sama dengan waktu kedaluwarsa yang sama.
  • Dua Jenis Utama: Terbagi menjadi Bull Call Spread (untuk pasar naik) dan Bear Call Spread (untuk pasar turun/sideways).
  • Manajemen Risiko: Strategi ini secara otomatis membatasi kerugian maksimal yang bisa kamu derita, tapi juga membatasi keuntungan maksimal.
  • Efisiensi Modal: Biaya (premi) yang dikeluarkan biasanya lebih murah dibandingkan membeli opsi Call biasa.

Apa Itu Call Spread Sebenarnya?

Secara sederhana, Call Spread adalah strategi trading opsi vertikal. Konsep dasarnya adalah kamu tidak hanya membuka satu posisi, melainkan dua posisi sekaligus secara bersamaan pada satu aset (misalnya saham Apple atau Indeks S&P 500).

Kuncinya ada di kata “Spread” atau selisih. Kamu memanfaatkan selisih harga antara dua Strike Price (harga kesepakatan) yang berbeda. Tujuannya cuma satu: menyeimbangkan risiko dan reward. Kamu rela mengorbankan sedikit potensi keuntungan demi mendapatkan perlindungan (proteksi) modal yang lebih kuat.

Dalam dunia trading, ada dua varian utama dari strategi ini yang wajib kamu kuasai: Bull Call Spread dan Bear Call Spread. Mari kita bedah satu per satu dengan bahasa yang gampang dicerna.

1. Bull Call Spread: Cara Murah Naik Ombak Bullish

apa itu bull call spread

Varian pertama adalah Bull Call Spread (sering juga disebut Debit Call Spread). Sesuai namanya, strategi ini dipakai kalau kamu yakin harga aset bakal NAIK (Bullish), tapi naiknya moderat alias nggak terbang ke bulan.

Cara Kerjanya:

Kamu melakukan dua aksi sekaligus:

  1. Beli (Buy) opsi Call di Strike Price rendah (mendekati harga pasar saat ini).
  2. Jual (Sell) opsi Call di Strike Price yang lebih tinggi.

Kenapa harus jual opsi yang strike-nya lebih tinggi? Uang hasil penjualan opsi kedua ini dipakai untuk “mensubsidi” biaya pembelian opsi pertama. Hasilnya, modal yang kamu keluarkan (debit) jadi lebih kecil.

Contoh Kasus Nyata:

Katakanlah saham XYZ harganya sekarang $100.

  • Kamu Beli Call di strike $100 seharga $5 (kamu keluar uang).
  • Kamu Jual Call di strike $110 seharga $2 (kamu terima uang).
  • Total Biaya (Net Debit): $5 – $2 = $3.

Bandingkan kalau kamu cuma beli Call biasa, kamu harus bayar $5. Dengan strategi ini, kamu cuma bayar $3. Kalau harga saham naik ke $115, keuntunganmu memang dibatasi sampai level strike $110, tapi persentase ROI (Return on Investment) kamu bisa lebih tinggi karena modal awalnya kecil.

2. Bear Call Spread: Cuan Saat Pasar Lesu

risiko spread obligasi

Varian kedua adalah kebalikannya, yaitu Bear Call Spread (atau Credit Call Spread). Strategi ini cocok banget dipakai kalau kamu memprediksi harga aset bakal TURUN atau setidaknya jalan di tempat (Sideways).

Cara Kerjanya:

Di sini kamu berperan sebagai penjual utama:

  1. Jual (Sell) opsi Call di Strike Price rendah.
  2. Beli (Buy) opsi Call di Strike Price yang lebih tinggi sebagai asuransi.

Tujuannya adalah untuk mendapatkan uang (kredit) di awal transaksi. Kamu cuan dari premi yang kamu terima. Opsi yang kamu beli (poin 2) fungsinya cuma sebagai “rem darurat” kalau ternyata harga malah naik drastis.

Contoh Kasus Nyata:

Saham ABC harganya $50. Kamu yakin harganya bakal turun atau stay di $50.

  • Kamu Jual Call di strike $50 seharga $4 (kamu terima uang).
  • Kamu Beli Call di strike $55 seharga $1 (kamu keluar uang buat jaga-jaga).
  • Total Kredit (Net Credit): $4 – $1 = $3.

Uang $3 ini langsung masuk ke saldo akunmu. Kalau harga saham tetap di bawah $50 sampai jatuh tempo, uang $3 itu jadi milikmu sepenuhnya (profit maksimal). Kalau harga naik gila-gilaan, kerugianmu dibatasi oleh opsi yang kamu beli tadi.

Perbandingan Head-to-Head: Bull vs Bear

Supaya kamu nggak bingung mau pakai yang mana, coba perhatikan tabel perbandingan di bawah ini. Data ini bisa jadi acuan cepat sebelum kamu eksekusi order.

Fitur StrategiBull Call SpreadBear Call Spread
Pandangan PasarOptimis (Harga akan Naik)Pesimis (Harga Turun/Datar)
Tipe TransaksiDebit (Bayar di depan)Kredit (Terima uang di depan)
Aksi UtamaBeli Strike Rendah, Jual Strike TinggiJual Strike Rendah, Beli Strike Tinggi
Profit Maksimal(Selisih Strike - Debit)Total Kredit yang diterima
Risiko MaksimalSebesar modal (Debit) yang dibayar(Selisih Strike - Kredit)
Titik Impas (BEP)Strike Beli + DebitStrike Jual + Kredit

Kapan Waktu Terbaik Menggunakan Call Spread?

waktu terbaik trading microlot

Pertanyaan sejuta dolar: Kapan harus pakai “jurus” ini?

Gunakan Bull Call Spread saat:

  • Volatilitas pasar sedang tinggi (harga premi opsi mahal). Dengan menjual opsi kedua, kamu mengurangi dampak mahalnya premi tersebut.
  • Kamu punya target harga yang spesifik. Misalnya, kamu yakin saham akan naik dari $100 ke $110, tapi ragu bisa tembus $120.

Gunakan Bear Call Spread saat:

  • Kamu ingin pendapatan rutin (income generation).
  • Pasar sedang membosankan (sideways) atau ada resistensi kuat yang sulit ditembus harga.
  • Kamu ingin short selling tapi takut risiko kerugian yang tak terbatas (unlimited loss). Strategi ini membatasi risiko tersebut.

Risiko yang Wajib Kamu Pahami

Meskipun judulnya “Minim Risiko”, bukan berarti tanpa risiko sama sekali ya, Sobat Trader.

Dalam Bull Call Spread, risiko terburuknya adalah kamu kehilangan seluruh modal yang kamu bayarkan di awal (Debit) jika harga saham tidak bergerak naik atau malah turun. Sementara dalam Bear Call Spread, kamu bisa mengalami kerugian jika harga saham malah naik menembus strike price tertinggi yang kamu pasang.

Namun, keindahan dari strategi spread adalah kepastian. Sebelum kamu klik tombol “Place Order”, kamu sudah tahu persis berapa maksimal uang yang bisa hilang dan berapa maksimal cuan yang bisa didapat. Tidak ada kejutan margin call yang bikin jantungan di tengah malam. Ini membuat psikologi trading kamu jadi jauh lebih tenang dan terukur.

FAQ (Pertanyaan Umum) Seputar Call Spread

Apakah Call Spread cocok untuk pemula?

Sangat cocok. Justru strategi ini lebih disarankan untuk pemula dibandingkan membeli opsi naked (tunggal) karena adanya batasan risiko yang jelas dan terukur sejak awal.

Berapa modal minimal untuk melakukan Call Spread?

Tergantung harga asetnya, tapi umumnya jauh lebih murah daripada membeli sahamnya secara langsung. Karena sifatnya spread, modal yang dibutuhkan (margin requirement) biasanya lebih rendah dibanding strategi opsi lainnya.

Apa perbedaan Call Spread dengan Put Spread?

Mekanismenya mirip, tapi arahnya beda. Call Spread menggunakan opsi Call (hak beli), sedangkan Put Spread menggunakan opsi Put (hak jual). Bull Call Spread profit kalau pasar naik, sedangkan Bull Put Spread juga profit kalau pasar naik tapi menggunakan mekanisme kredit.

Siap Praktek Strategi Call Spread Tanpa Risiko?

Trading micro lot di HSB mulai dari 0.01 lot dengan deposit hanya Rp300 ribu.

Teori tentang Call Spread memang terdengar menjanjikan, namun eksekusinya membutuhkan ketelitian agar kamu tidak salah menentukan Strike Price yang bisa berakibat fatal. Jangan sampai niat hati ingin membatasi risiko, malah boncos karena kurang jam terbang. Solusi terbaiknya, kamu bisa mempertajam insting dan strategimu menggunakan akun demo HSB Investasi

Selain fasilitas simulasi yang lengkap, keamanan aktivitas tradingmu juga terjamin karena HSB Investasi telah teregulasi resmi oleh Bappebti dan dianugerahi penghargaan “The Most Innovative Broker” oleh ICDX. Ini saatnya mengubah wawasan teoritismu menjadi profit nyata di lingkungan yang aman. Yuk, jangan tunda lagi, Unduh aplikasi HSB Investasi sekarang di Android dan iOS dan mulailah trading dengan dukungan fitur dan edukasi kelas dunia!***

Bagikan Artikel