Home Pengetahuan Keuangan Financial Leverage: Arti, Jenis, dan Cara Kerjanya

Financial Leverage: Arti, Jenis, dan Cara Kerjanya

by HSB
0 comment

Kegiatan investasi dapat dilakukan jika kamu memiliki modal untuk memulainya. Lantas bagaimana jika seseorang tidak punya modal? Financial leverage merupakan salah satu cara yang bisa digunakan untuk mendapatkan modal investasi.

Cara yang satu ini juga digunakan oleh bisnis serta perusahaan ketika mereka membutuhkan modal untuk bertahan dan melaksanakan kegiatan bisnisnya. Umumnya, para trader atau penggiat investasi jangka pendeklah yang banyak memanfaatkan hal ini.

Mengapa financial leverage sering digunakan pada kegiatan trading? Apa saja jenis-jenisnya, dan seperti apa cara kerjanya? Untuk mengetahui jawaban dari beragam hal tersebut, simak berbagai macam informasi berikut ini.

Apa Itu Financial Leverage?

Pengertian umum dari financial leverage adalah penggunaan dana utang agar mampu memperoleh aset tambahan atau mendanai kegiatan bisnis. Utang akan didapatkan oleh individu atau bisnis setelah mereka meminjam uang. 

Imbalan dari peminjaman uang tersebut berbentuk pembayaran kembali sesuai jumlah pokok dan bunga pinjaman jika ada. Financial leverage ini juga disebut sebagai perdagangan ekuitas.

Lantas, mengapa sebuah bisnis atau individu menggunakan cara ini? Alasannya karena jika nilai aset meningkat dan tingkat bunga pinjaman lebih rendah daripada kenaikan nilai aset, maka pemilik aset mampu mendapatkan pengembalian yang lebih besar. 

Bukan berarti cara ini tidak memiliki risiko. Ketika nilai aset menurun, artinya pemilik aset bisa mengalami kerugian finansial yang lebih besar. Hal ini menciptakan utang lebih besar dan harus dilunasi. 

Baca juga: 7 Tips Cara Membaca Candlestick 1 Menit Dalam Trading

financial leverage adalah

Financial Leverage dalam Dunia Trading

Dalam dunia trading, financial leverage menjadi sebuah cara bagi para trader untuk menambah modal mereka agar dapat melakukan kegiatan investasi jangka pendek. Cara ini dianggap sebagai solusi paling tepat untuk mendapatkan modal dalam waktu singkat karena tenor dari pinjaman yang disediakan broker tidak terlalu lama.

Pemanfaatan metode ini sering sekali terjadi pada dunia trading forex. Pasar forex memuat transaksi cepat sehingga membuat para trader harus selalu siap sedia memantau keadaan dari pasar.

Tentu saja kamu tidak ingin berada pada kondisi ketika keadaan pasar sedang positif, modal yang diperlukan agar bisa menjalankan trading tidak cukup. Broker valuta asing menyadari hal ini dan menawarkan fitur tersebut pada kliennya.

Baca juga: Credit Default Swap: Pengertian, Cara Kerja, & Contohnya

Tujuan Financial Leverage

Melalui proses financial leverage yang mudah, maka para trader sangat diuntungkan. Mereka memiliki modal lebih untuk menjalankan kegiatan trading. Hal ini dapat meningkatkan potensi meraih keuntungan dalam pasar valuta asing atau instrumen investasi lainnya.

Intinya, melalui financial leverage para trader berharap mampu mendapatkan hasil yang lebih besar daripada modal yang mereka pinjam. Keuntungan ini nantinya akan dipergunakan sebagian untuk melunasi utang tersebut, lalu sebagian lagi menjadi hasil trading yang dinikmati.

Pada bisnis, financial leverage memiliki tujuan untuk memperoleh modal yang akan dipergunakan membeli properti atau peralatan tambahan guna meningkatkan keuntungan. Hal ini nantinya mampu menambah nilai pemegang saham.

Mengapa Utang Disebut Sebagai Financial Leverage?

Financial leverage disebut sebagai utang karena perusahaan atau individu akan meminjam dana yang kemudian dijanjikan untuk dibayarkan kembali sesuai jumlah dan bunganya.

3 Jenis Financial Leverage

Beberapa jenis financial leverage yang dapat digunakan oleh perusahaan ataupun individu seperti trader adalah:

1. Time Interest Earned Ratio

Jenis financial leverage ini merupakan rasio antara laba sebelum pajak dan bunga (EBIT) dengan beban bunga. Time Interest Earned Ratio mengukur kemampuan perusahaan atau individu untuk bisa melunasi beban tetap berbentuk bunga atau mengukur pengurangan laba perusahaan sebelum mengalami kesulitan keuangan untuk membayar bunga. Rumus yang digunakan akan membagi debit dengan interest.

2. Fixed Coverage Ratio

Fixed Coverage merupakan rasio untuk mengukur berapa besar kemampuan perusahaan dalam menutup beban tetapnya, seperti pembayaran dividen, bunga, angsuran pinjaman, dan sewa. Rumus untuk menghitung Fixed Coverage Ratio berbentuk seperti ini: Laba operasi + pembayaran leasing/Biaya bunga + pembayaran leasing

3. Debit Ratio

Jenis financial leverage ini dipengaruhi oleh tingginya risiko yang dihadapi. Rasio debit yang tinggi juga menunjukkan proporsi modal yang rendah untuk membiayai aktiva. Untuk menghitungnya, digunakan rumus dengan menghitung total kewajiban dibagi dengan total aktiva.

Baca juga: Chart Pattern Lengkap Akurat: Pengertian, Jenis, Dan Cara Bacanya

Risiko Menggunakan Financial Leverage

3 Risiko Menggunakan Financial Leverage

Selain membantu kamu mendapatkan modal cepat yang bisa digunakan untuk berbagai macam kebutuhan, financial leverage juga memiliki beberapa risiko yang harus diwaspadai. Beberapa di antaranya seperti:

1. Kebangkrutan

Baik bagi perusahaan atau seorang trader, keuntungan yang selalu berfluktuasi menjadi kesulitan dalam menjamin kemampuan untuk membayar kewajiban yang diperlukan. Titik terparahnya, perusahaan harus menyatakan kebangkrutan karena tidak sanggup membayar pinjamannya.

Bagi para trader, hal ini juga dapat dialami karena setiap investasi memiliki risiko. Sulit untuk memprediksi dengan benar apakah sebuah kegiatan trading mampu mendatangkan keuntungan. 

Ketika modal yang dipinjam jumlahnya banyak dan kamu tidak mampu membayarnya, maka tidak ada jawaban selain kebangkrutan.

2. Volatilitas Harga Saham

Jumlah financial leverage yang meningkat bisa menciptakan perubahan besar dalam keuntungan perusahaan. Hal ini membuat harga saham perusahaan menjadi sering naik dan turun, menghambat pembukuan yang tepat. Kenaikan pada harga saham ini juga berarti perusahaan harus membayar bunga yang lebih tinggi untuk pemegang saham.

3. Risiko Financial Leverage Lebih Besar Daripada Aset

Sulit untuk memprediksi dengan benar apakah sebuah kegiatan trading mampu mendatangkan keuntungan. Terutama jika kamu tidak memiliki pemahaman dan strategi mumpuni.

Ketika modal yang dipinjam jumlahnya banyak dan kamu tidak mampu membayarnya, maka kebangkrutan merupakan kondisi yang harus dihadapi.

Itulah beragam informasi mengenai financial leverage yang bisa kamu gunakan untuk memahaminya. Untuk menjadi trader bijak dan profesional, dibutuhkan pengetahuan yang banyak. Ikuti trading seminar dari HSB agar ilmu kamu dapat bertambah. Daftar sekarang juga untuk mendapatkan informasi penting seputar dunia trading!***

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

Quick Links
HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288