Selain keterampilan, aspek psikologi dalam trading perlu diasah agar meningkatkan peluang untuk sukses di pasar forex. Aspek psikologi mencakup kondisi emosional seorang trader ketika membuka atau menutup posisi dan mencari kesempatan trading yang potensial  

Biasanya trader mengalami emosi negatif setelah mengalami loss. Emosi negatif perlu dihindari oleh trader karena dapat mengganggu pemikiran rasional mereka ketika membuat keputusan saat trading berlangsung. 

Sebagai manusia, wajar mengalami emosi yang mempengaruhi keputusan yang dibuat. Manusia cenderung meninggikan egonya ketika membuat keputusan atau melupakan kemarahan ketika terjadi sesuatu yang tidak diharapkan.

Memiliki emosi itu tidak salah, namun reaksi manusia ketika timbul emosi itu yang perlu diperhatikan agar trader tidak salah membuat keputusan.

Jika emosi berlebihan dan seorang trader kesulitan mengontrol emosi itu, maka segala keputusan yang dibuat akan berujung dengan hasil yang tidak sesuai harapan. Meskipun trader itu sudah berpengalaman dan memiliki keterampilan yang memadai, namun bila tidak mengontrol emosi bisa mengalami loss yang seharusnya dapat dihindari.

Ada trader yang mencoba menjauhkan diri dari emosi secara total. Namun sebagai manusia tentu saja hal itu tidak mungkin dilakukan sempurna. Trader cukup mengendalikan emosi agar mencapai suasana hati dan pikiran yang tenang.

Berikut ini 4 emosi atau perasaan yang sering dialami trader baik pemula atau yang sudah berpengalaman sekalipun.

Ketakutan

Ketakutan adalah reaksi alami yang diperlihatkan manusia ketika ada suatu ancaman yang membahayakan. Merasa takut adalah normal, bahkan penting agar dapat terus mempertahankan hidup. Karena jika tidak mengalami ketakutan, maka manusia tidak dapat merasakan adanya bahaya yang mengancam nyawanya dan mengantisipasinya.

Meskipun begitu, ketika trading di forex, ketakutan dapat membuat seorang trader membuat keputusan yang tidak cocok. Karena takut loss, trader bisa saja membuat keputusan untuk tidak jadi membuka posisi padahal terdapat peluang yang jelas di depan mata. Ketakutan tersebut mengalahkan hasil analisa yang telah dilakukan trader

Trader juga dapat mengalami ketakutan akan hilangnya peluang trading yang bagus. Ketakutan ini mengakibatkan trader terburu-buru membuka posisi sebelum muncul konfirmasi yang menguatkan peluang tersebut.

Tipe ketakutan lainnya yaitu takut menghadapi loss. Ketakutan ini bahkan sudah menghadang sebelum seorang trader membuat keputusan. 

Keserakahan

Keserakahan juga sama berbahayanya dengan ketakutan. Keserakahan mampu membawa seorang trader untuk menginginkan profit yang lebih besar sehingga melupakan strategi yang telah dibuat sebelumnya dan membuat keputusan yang berisiko tinggi.

Ambil contoh, seorang trader yang tidak segera menutup posisi karena ingin memperoleh profit lebih tinggi lagi, tetapi justru setelah itu, harga berbalik arah. Keserakahan juga membawa trader menggunakan leverage yang terlalu tinggi, membuka posisi terburu-buru, dan trading terlalu banyak.

Balas Dendam

Biasanya trader ingin “balas dendam” dengan trading secara agresif hanya karena ingin menutupi loss yang dialami di trading sebelumnya.

Tujuan sebenarnya trading balas dendam ini adalah untuk menutup kembali beberapa loss yang terjadi sebelumnya. Tetapi justru karena emosi ini bahkan bisa membawa kembali loss di trading berikutnya.

Karena tidak direncanakan dengan baik, trading balas dendam dilakukan tergesa-gesa dan memiliki peluang yang sangat kecil untuk win. Kemudian karena putus asa ingin segera menutupi loss sebelumnya, maka seorang trader membuka posisi dengan ukuran lot yang lebih besar daripada yang sudah dihitung dalam strategi manajemen risiko yang sudah dibuat.

Euforia Yang Berlebihan

Euforia adalah perasaan senang yang berlebihan. Seorang trader yang mendapat win yang besar beberapa kali dalam jangka waktu pendek biasanya mengalami euforia. Trader itu merasa analisa yang dilakukannya selalu benar dan tidak mungkin salah di trading berikutnya.

Apabila mengalami win, wajar bagi seorang trader untuk merasa senang sehingga kurang berhati-hati di trading selanjutnya karena merasa trading berikutnya juga akan mengalami win. Setelah mengalami win beberapa kali, seorang trader dapat menjadi terlalu percaya diri dan melakukan trading tanpa analisa yang lebih mendalam dahulu terhadap pergerakan pasar. Terlalu percaya diri juga meningkatkan risiko karena percaya bahwa analisa nya sudah tepat tanpa ada kesalahan sedikitpun atau melupakan strategi yang sudah dibuat sebelumnya. 

Disclaimer

Artikel di atas hanyalah sebagai informasi dan pendidikan saja. Informasi di atas tidak bertujuan untuk dijadikan saran. Produk dengan leverage memiliki tingkat risiko yang tinggi terhadap modal yang anda investasikan. Nilai investasi dapat turun atau naik dan anda dapat kehilangan pembayaran margin awal anda. Pastikan anda telah memahami sepenuhnya semua risiko yang terlibat.