Trading & kelola akun MT di Aplikasi HSB Trading
store google
3 Teknik Trading Saham yang Perlu Diketahui!

Siapa yang tidak tertarik dengan dunia trading saham? Bagi sebagian orang, trading saham adalah cara yang menarik untuk berpartisipasi dalam pasar keuangan dan mencoba meraih keuntungan. Namun, sebelum kamu melompat ke dalam dunia trading yang memukau, penting untuk memahami beberapa teknik trading saham mendasar. 

Selain itu penggunaan analisis teknikal juga penting untuk dipahami karena melibatkan penggunaan grafik harga saham dan indikator teknikal untuk mengidentifikasi tren dan peluang trading. Dengan memahami pola-pola grafik dan sinyal-sinyal teknikal, kamu dapat mengambil keputusan yang lebih baik tentang kapan membeli atau menjual saham. Jadi, jika kamu tertarik untuk memasuki dunia trading saham, kamu telah datang ke tempat yang tepat, karena kita akan memulai dengan merinci beberapa teknik trading saham yang penting.

Teknik trading saham digunakan untuk mengidentifikasi peluang beli atau jual

Mengapa Teknik Trading Saham Penting? 

Teknik trading saham digunakan untuk mengidentifikasi peluang beli atau jual yang tepat berdasarkan pada analisis pasar, pergerakan harga saham, dan faktor-faktor lainnya. Teknik-teknik ini dapat beragam dan umumnya digunakan sesuai dengan gaya dan preferensi masing-masing.

Teknik trading saham penting karena dapat membantu kamu mengambil keputusan yang lebih cerdas dan terinformasi dalam mengelola portofolio kamu di pasar saham. Dengan memahami teknik-teknik ini, kamu dapat mengurangi risiko dan meningkatkan peluang untuk mendapatkan keuntungan. 

Selain itu, teknik trading saham juga dapat membantu kamu dalam manajemen risiko. Tanpa teknik trading yang baik, kamu mungkin terjebak dalam emosi yang dapat mengganggu pengambilan keputusan dan berdampak negatif pada hasil trading. Oleh karena itu, pemahaman yang baik tentang teknik trading saham menjadi kunci untuk sukses dalam trading di pasar saham.

1. Teknik Berdasarkan Analisis Chart

Teknik ini merupakan metode pengambilan keputusan trading saham berdasarkan pergerakan harga historis dan pola-pola yang terlihat dalam grafik harga saham. Apa saja sih teknik berdasarkan analisis chat ini? 

Teknik Berdasarkan Analisis Chart dalam trading saham

a. Candlestick Patterns

Pola candlestick sering digunakan oleh para trader untuk mengidentifikasi pola-pola harga historis yang terbentuk dalam grafik harga saham dari waktu ke waktu. Setiap candlestick pada grafik mewakili aktivitas harga saham selama periode waktu tertentu, tergantung dari time frame yang digunakan. 

Kamu dapat menggunakan berbagai pola candlestick seperti Doji, Hammer, dan banyak lainnya untuk mengidentifikasi potensi pembalikan tren atau kelanjutan tren. 

b. Teknik Moving Averages

Teknik Moving Averages (MA) digunakan untuk mengidentifikasi tren harga saham dengan melihat fluktuasi harian dalam data harga saham selama periode waktu tertentu. MA dapat digunakan dalam berbagai kerangka waktu, tergantung dari preferensi trader. 

Saat digunakan dalam analisis chart, MA digambarkan sebagai garis yang mengikuti rata-rata harga saham selama periode tertentu.

Baca Juga:  15 Faktor Penting yang Memengaruhi Saham MCD

MA sering digunakan untuk mencari sinyal pembelian atau penjualan. Selain itu, perpotongan antara dua MA dengan periode yang berbeda juga digunakan untuk mengidentifikasi perubahan tren lebih signifikan.

c. Support dan Resistance

Support adalah level harga di mana tekanan jualan berkurang dan harga saham cenderung berhenti turun atau berbalik naik. Support umumnya digunakan sebagai indikator untuk membeli saham. 

Sementara, Resistance adalah level harga di mana tekanan beli mulai berkurang dan harga saham cenderung berhenti naik atau berbalik turun. Resistance digunakan sebagai indikator untuk menjual saham.

Support dan Resistance dapat digabungkan untuk mengidentifikasi zona atau range harga di mana saham bergerak. Hal ini dapat membantu dalam mengambil keputusan perdagangan yang lebih baik. 

2. Teknik Berdasarkan Indikator Teknikal

Teknik ini berfokus pada penggunaan berbagai indikator teknikal atau alat statistik matematis untuk mengidentifikasi tren, pola, dan potensi pergerakan harga aset keuangan di masa depan. 

RSI sering digunakan untuk mengukur kekuatan dan kelemahan suatu aset

a. RSI (Relative Strength Index)

RSI sering digunakan untuk mengukur kekuatan dan kelemahan suatu aset dalam periode tertentu dan untuk membantu mengidentifikasi potensi perubahan arah harga. RSI menghitung nilai antara 0 hingga 100, di mana level 70 sebagai sinyal overbought dan 30 sebagai sinyal oversold dalam pengambilan keputusan.

Dalam praktiknya, RSI sering digunakan bersama dengan indikator teknikal lainnya dan analisis pola harga untuk mengambil keputusan perdagangan yang lebih baik. Namun, seperti semua indikator teknikal, sinyal RSI juga dapat menghasilkan hasil yang berbeda tergantung pada kondisi pasar yang sedang berlangsung. 

b. MACD

MACD digunakan untuk mengidentifikasi potensi pembalikan tren atau momentum pasar. Indikator ini terdiri dari dua komponen utama: garis MACD dan garis sinyal. Garis MACD dihitung dengan mengurangkan EMA (Exponential Moving Average) jangka pendek dengan EMA jangka panjang. Perbedaan antara kedua EMA ini mencerminkan perubahan dalam momentum harga aset. Garis sinyal adalah EMA dari garis MACD itu sendiri.

MACD juga sering ditemani oleh histogram MACD, yang mengukur perbedaan antara garis MACD dan garis sinyal. Histogram ini membantu trader mengenali divergensi antara harga aset dan indikator MACD.

c. Bollinger Bands

Bollinger Bands adalah indikator teknikal yang terdiri dari tiga komponen utama: garis tengah, upper band, dan lower band. Garis tengah didasarkan pada moving average, menggambarkan tren harga, dan berfungsi sebagai titik referensi. 

Upper band dan lower band mengelilingi garis tengah, dihitung berdasarkan deviasi standar harga dari garis tengah untuk mengukur volatilitas pasar.

Bollinger Bands digunakan untuk mengidentifikasi kondisi pasar overbought atau oversold. Harga mendekati upper band bisa menjadi tanda pasar overbought, sedangkan mendekati lower band bisa menjadi tanda oversold. 

Baca Juga:  Deretan 10 Anak Perusahaan Alibaba Group, Kamu Pilih yang Mana?

Selain itu, breakout dari Bollinger Bands juga dapat menjadi sinyal penting; breakout dari upper band menunjukkan potensi tren naik yang kuat, sementara breakout dari lower band menunjukkan potensi tren turun yang kuat.

3. Teknik Trading Saham Lanjutan

Teknik trading saham lanjutan melibatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang analisis teknis, analisis fundamental, serta strategi manajemen risiko yang lebih canggih. Beberapa teknik trading lanjutan adalah Fibonacci Retracements dan Volume-Based Techniques.

a. Fibonacci Retracements

Fibonacci Retracements digunakan dalam mengidentifikasi tingkat support dan resistensi potensial dalam pergerakan harga saham. Konsep dasarnya melibatkan penggunaan rasio Fibonacci seperti 23,6%, 38,2%, 50%, 61,8%, dan 78,6% sebagai tingkat-tangga yang mungkin digunakan oleh harga saham saat mengalami koreksi sementara dalam tren utamanya. 

Trader sering menggunakan Fibonacci Retracements sebagai panduan untuk menentukan saat yang tepat untuk masuk atau keluar dari trading saham dengan memeriksa konfirmasi dari indikator teknikal lainnya sebelum mengambil keputusan. 

b. Volume-Based Techniques 

Volume-Based Techniques berfokus pada analisis volume transaksi yang terjadi di pasar saham mencerminkan seberapa banyak saham yang ditradingkan dalam periode waktu tertentu. Dalam prakteknya, Volume-Based Techniques dapat memberikan wawasan tentang minat dan partisipasi pasar.

Pertama, Lonjakan volume yang signifikan dapat mengindikasikan minat yang kuat dari investor dan sering kali dianggap sebagai tanda bahwa pergerakan harga saham akan berlanjut atau terbalik. 

Kedua, analisis volume dapat digunakan untuk mengkonfirmasi sinyal dari indikator teknis lainnya untuk meningkatkan akurasi keputusan trading.

Terakhir, analisis volume juga dapat membantu dalam mengidentifikasi perubahan tren pasar ketika volume meningkat secara signifikan. Selain itu, Trader juga dapat menggunakan konsep akumulasi dan distribusi untuk menentukan apakah pemain besar di pasar sedang mengumpulkan atau menjual saham dalam jumlah besar.

Menggabungkan teknik trading saham melibatkan penggunaan berbagai metode dan strategi trading

Menggabungkan Teknik untuk Maksimalisasi Profit

Menggabungkan teknik trading saham melibatkan penggunaan berbagai metode dan strategi trading untuk mencapai tujuan keuntungan yang optimal. Salah satu cara utama untuk mencapai hal ini adalah dengan menggabungkan analisis fundamental dan teknikal. 

Dalam analisis fundamental, kamu akan menganalisis kinerja keuangan perusahaan, berita ekonomi, dan faktor-faktor fundamental lainnya untuk menilai nilai intrinsik saham. Sementara dalam analisis teknikal, kamu akan menggunakan grafik harga historis dan indikator teknis untuk mengidentifikasi tren dan titik masuk yang potensial. 

Selain itu, diversifikasi portofolio juga penting untuk mengurangi risiko dan meningkatkan peluang profit. Terakhir, manajemen risiko yang cermat juga menjadi bagian integral dari pendekatan ini untuk menjaga agar kerugian tetap terkendali. Dengan menggabungkan semua elemen ini secara bijak, kamu dapat meningkatkan peluang untuk meraih profit maksimal dalam pasar saham.

Baca Juga:  Mengenal Borsa Istanbul, Bursa Saham Populer Turki

Nah, itulah teknik trading saham yang bisa kamu terapkan ke dalam akunmu. Ingatlah bahwa semua jenis trading adalah keterampilan yang memerlukan waktu untuk dikuasai, jadi bersabarlah dan terus belajar menggunakan akun demo yang bisa meminimalisir risiko terjadi. Selain itu, kamu bisa beralih dengan akun live yang dapat membawa kamu menjadi seorang trader sukses di dunia!

Teknik Trading Saham Tanpa Risiko

Setelah menjelaskan topik di atas, ada satu hal penting lain yang perlu kamu pahami, bahwa trading saham memiliki risiko yang mungkin bisa kamu temui setelah memasuki pasar finansial. Namun jangan khawatir ada langkah bijak untuk mencegah hal tersebut, yaitu kamu bisa menggunakan akun demo untuk melakukan uji coba teknik trading saham ini!

Akun demo sendiri memungkinkan kamu untuk berlatih strategi trading, menguji rencana dan memahami cara kerja pasar tanpa harus menghadapi risiko finansial hingga mahir dalam trading. Inilah mengapa akun demo trading HSB berperan penting. Dengan akun demo ini, kamu bisa belajar trading tanpa risiko kehilangan uang sungguhan, sehingga kamu dapat meningkatkan kemampuan trading kamu dengan percaya diri. Trading bebas risiko dengan dana virtual akun demo HSB Investasi

Di akun demo HSB, secara otomatis kamu akan diberikan dana virtual hingga $100,000 yang tentunya bisa digunakan untuk mencoba beragam metode trading, posisi, hingga melatih kemampuanmu dalam menganalisa pergerakan tren pasar. Kamu bisa memanfaatkan akun demo di aplikasi trading HSB yang meraih penghargaan “The Most Innovative Broker 2022” dari ICDX. 

Aplikasi HSB Investasi juga mudah digunakan dengan adanya fitur CS online 24 jam, talent board dan menu deposit yang dapat membantu kamu dalam mengeksekusi trading jadi lebih mudah, cepat dan efisien.

Jika sudah siap, kamu bisa mulai memasuki keseruan pasar melalui akun live HSB yang menyediakan 45 instrumen trading berupa 17 pasangan mata uang forex, 20 saham AS terpopuler, 5 Indeks raksasa dunia, dan 3 jenis komoditi paling hits seperti logam mulia emas, perak, serta minyak mentah.

Selain itu, HSB menjaga keamanan serta transparansi transaksi nasabahnya terwujud dalam regulasi resmi yang disahkan oleh BAPPEBTI di bawah Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Regulasi menjadi manajemen risiko trading paling dasar yang perlu Sobat Trader utamakan.

Bukan hanya aman, transparan, dan terdepan, HSB juga memastikan untuk mengedukasi seluruh tradernya melalui berbagai sumber media belajar trading baik online maupun offline sebagai bentuk dedikasi HSB melahirkan trader-trader sukses di Indonesia. Jadi, tidak ada alasan bagimu untuk menunda peluang kesuksesan trading. Bergabunglah dengan HSB sekarang dan raih peluang profit tradingmu kemudian!***. 

Tag Terkait:
DISCLAIMER
Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, ditujukan hanya sebagai sumber pembelajaran dan bukan sebagai saran dalam pengambilan keputusan. Perlu Anda pahami bahwa produk dengan leverage tinggi memiliki potensi risiko kerugian yang juga tinggi, sehingga perlu dikelola dengan baik melalui pemahaman dan kemampuan analisa yang tepat. HSB Investasi tidak bertanggung jawab atas kesalahan keputusan yang dibuat berdasarkan konten ini. Sesuai ketentuan yang berlaku, HSB hanya menyediakan 45 instrumen trading yang dapat Anda pelajari di website resmi kami.

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB1

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
Artikel Lainnya

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
bonus tanpa deposit
Mulai Pengalaman Trading Terbaik