Home Saham Perbedaan Saham dan Obligasi yang Wajib Kamu Ketahui

Perbedaan Saham dan Obligasi yang Wajib Kamu Ketahui

by HSB
0 comment

Apakah kamu sudah mengetahui apa perbedaan saham dan obligasi? Meskipun keduanya mengeluarkan surat sebagai bentuk kepemilikan aset investasi, namun jenis surat yang diberikan kepada investor berbeda.

Surat tersebut dapat diperjualbelikan di dalam bursa efek atau pasar modal. Lalu, apa yang membedakan saham dengan obligasi?

Sebelum kamu mulai berinvestasi, ada baiknya untuk memahami terlebih dahulu perbedaan antara saham dan obligasi. Yuk, langsung simak saja pembahasan lengkapnya di bawah ini.

Apa Itu Saham?

Saham menjadi jenis investasi yang sangat populer di kalangan investor. Baik pemain lama maupun pemain baru, banyak yang tertarik untuk berinvestasi saham karena kemampuannya memberikan return yang besar. Menurut Otoritas Jasa Keuangan, saham memiliki pengertian sebagai berikut:

“Saham dapat diartikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) pada suatu perusahaan atau Perseroan Terbatas.  Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim (hak) atas pendapatan perusahaan, aset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)”.

 

Mengacu pada keterangan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa saham merupakan surat yang menyatakan bahwa seorang investor memiliki sebagian aset pada suatu perusahaan. Investor akan mendapatkan dividen atas aset saham yang mereka miliki.

Baca juga: Support dan Resistance: Pengertian, Jenis, & Strateginya

Supaya kamu dapat memahami cara kerja saham, silakan simak ilustrasi berikut ini:

Perusahaan teknologi multinasional terbesar di dunia menerbitkan 2000 lembar saham kepada masyarakat luas. Kamu pun tertarik untuk membeli 200 lembar sahamnya. Jika dihitung-hitung, maka persentase kepemilikan saham yang kamu terima sebesar 10%.

Dari persentase kepemilikan tersebut, maka kamu akan mendapatkan dividen sebesar 10% juga. Namun perlu diingat, dividen yang kamu terima juga dilihat dari keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan tersebut.

Saham memiliki 2 jenis yaitu saham biasa (common stock) dan saham preferen (preferred stock). Saham biasa dan saham preferen memiliki persamaan dari segi pemberian hak untuk pengambilan keputusan penting di dalam suatu perusahaan.

Hal yang membedakan antara kedua jenis saham tersebut terletak pada pemberian dividen kepada investor. Investor yang memilih saham preferen akan mendapatkan dividennya terlebih dahulu dibandingkan mereka yang memiliki saham biasa.

Pengertian Saham

Apa Itu Obligasi?

Instrumen investasi obligasi juga sangat populer di kalangan investor, namun biasanya investor pemula jarang memilih investasi ini. Alasannya bukan karena jenis investasi ini tidak cocok bagi para pemula, tetapi masih banyak yang belum mengetahui apa itu obligasi dan bagaimana cara kerjanya.

Obligasi merupakan jenis investasi yang diterima oleh investor dalam bentuk surat utang. Surat ini diterbitkan oleh perusahaan atau entitas pemerintah dan memiliki periode jatuh tempo.

Baca juga: 10 Pola Candlestick Paling Lengkap & Akurat Bagi Pemula

Mungkin kamu bingung, apa maksudnya dengan investasi tapi dalam bentuk surat utang? Investasi di dalam obligasi memiliki sifat pinjam meminjam, di mana investor dapat disebut juga sebagai kreditur dan pihak penerbit obligasi disebut sebagai debitur.

Debitur harus melunasi uang yang dipinjamkan oleh kreditur sesuai dengan waktu jatuh tempo yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. Tentu saja, ada bunga yang harus dibayarkan kepada kreditur. Dari bunga itulah kreditur mendapatkan keuntungannya.

Fakta menariknya, bunga di dalam obligasi memiliki istilah lain yaitu kupon. Apabila kamu ingin berinvestasi obligasi, maka return yang didapatkan berupa kupon.

Obligasi memiliki berbagai macam jenis, sama seperti saham. Berikut ini, kamu dapat mengetahui 5 jenis obligasi yang diperdagangkan di pasar modal, yaitu:

  • Obligasi korporasi yang diterbitkan oleh BUMN, BUMD, dan perusahaan swasta nasional.
  • Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang diterbitkan oleh pemerintah berdasarkan syariah Islam (diatur dalam UU No.19/2008).
  • Surat Utang Negara (SUN) yang diterbitkan oleh pemerintah (diatur dalam UU No.24/2002).
  • Efek Beragun Aset (EBA) yang diterbitkan oleh Underlying Asset.
  • Sukuk Koperasi yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah.

 

Sekarang kamu sudah memahami bahwa obligasi merupakan surat utang. Menurut kamu, apakah surat utang tersebut bisa diperjualbelikan di pasar seperti saham?

Jawabannya adalah bisa, kamu dapat menjual obligasi yang dimiliki pada pasar sekunder. Kamu tidak harus memegang surat utang tersebut hingga tanggal jatuh tempo.

5 Perbedaan Saham dan Obligasi

fibonacci retrPerbedaan Saham dan Obligasiacement adalah

Setelah memahami pengertiannya, jenis investasi mana yang harus kamu pilih sebagai investor pemula? Lebih baik saham atau obligasi?

Keduanya tentu saja sama-sama menguntungkan. Namun, kamu harus menyesuaikan dengan tujuan investasi yang ingin dicapai. Saham dan obligasi memiliki berbagai perbedaan yang perlu disesuaikan dengan kebutuhan kamu.

Baca juga: Doji Candle: Pengertian, Komponen, dan Jenisnya

Setidaknya ada 5 perbedaan mendasar antara saham dan obligasi, yaitu:

  1. Bentuk surat: Sesuai dengan pembahasan di atas, kamu tentu sudah memahami perbedaan bentuk surat antara saham dan obligasi. Saham mengeluarkan surat kepemilikan dan obligasi mengeluarkan surat utang.
  2. Badan yang menerbitkan: Badan penerbit saham merupakan Perusahaan Terbuka (Tbk.). Sedangkan obligasi diterbitkan oleh perusahaan dan entitas pemerintah.
  3. Jangka waktu: Saham memiliki jangka waktu kepemilikan yang tidak terbatas selama perusahaan tersebut masih berdiri. Sebaliknya, obligasi memiliki batasan waktu sesuai dengan jangka waktu pembayaran yang telah ditetapkan.
  4. Keuntungan investasi: Kamu bisa mendapatkan return yang tinggi melalui saham, namun risikonya tinggi. Obligasi memberikan return yang rendah dan tingkat risikonya pun juga rendah.
  5. Fluktuasi harga: Peningkatan harga saham cenderung fluktuatif ketika terjadi perubahan kondisi ekonomi. Berbeda dengan pergerakan harga obligasi yang cenderung stabil.

 

Jadi, sekarang kamu sudah memahami perbedaan saham dan obligasi, bukan? Instrumen investasi apa yang akan menjadi pilihan pertama kamu?

Apapun jenis investasinya, pastikan kamu selalu ter-update dengan informasi terbaru seputar pergerakan pasar saham maupun obligasi. Bagaimana caranya untuk selalu mendapatkan berita terbaru dengan cepat dan akurat?

Kamu bisa menggunakan aplikasi HSB untuk melihat pergerakan harga pasar secara realtime. HSB merupakan Broker Trading No. 1 di Indonesia dan sudah teregulasi BAPPEBTI. Maka itu informasi yang kamu terima sudah pasti akurat dan dapat dipercaya.

Selain itu, kamu juga bisa ikut belajar trading pemula melalui aplikasi HSB. Jadi tidak hanya informasi seputar dunia investasi saja yang bisa kamu dapatkan, namun juga segala hal berbau trading. Yuk, download aplikasi HSB sekarang dan registrasikan akun investasimu sekarang juga!***

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288