HSB Blog Saham Cara Menghitung Saham Preferen Lengkap dengan Rumus dan Contohnya

Cara Menghitung Saham Preferen Lengkap dengan Rumus dan Contohnya

Updated 2 Juli 2026 Beladdina Annisa
Cara Menghitung Saham Preferen Lengkap dengan Rumus dan Contohnya

Menghitung saham preferen pada dasarnya berfokus pada dua hal, yaitu besaran dividen tetap yang diterima pemegang saham dan nilai wajarnya berdasarkan tingkat return yang disyaratkan. Kalau kamu memahami rumus dasarnya, proses menghitung saham preferen akan terasa jauh lebih sederhana, bahkan untuk pemula.

Saham preferen adalah jenis saham yang umumnya memberikan hak dividen lebih dahulu dibanding saham biasa, serta memiliki karakteristik yang berada di antara saham dan obligasi. Karena itu, cara menghitungnya juga sering kali lebih terstruktur dibanding valuasi saham biasa yang sangat dipengaruhi pertumbuhan laba dan sentimen pasar.

Apa itu saham preferen?

Saham preferen adalah saham yang biasanya memberikan prioritas pembagian dividen kepada pemegangnya sebelum dividen dibagikan kepada pemegang saham biasa. Instrumen ini juga dapat memiliki hak prioritas saat likuidasi perusahaan, meski tetap berada di bawah kreditur.

Bagi pemula, cara paling mudah memahami saham preferen adalah melihatnya sebagai saham dengan karakter pendapatan yang relatif lebih tetap. Namun, tetap ada risiko, seperti perubahan suku bunga, kondisi keuangan emiten, dan likuiditas pasar.

Mengapa saham preferen perlu dihitung nilainya?

Perhitungan saham preferen membantu kamu menilai apakah harga instrumen tersebut masuk akal dibanding dividen yang ditawarkan. Jadi, tujuan utamanya bukan sekadar tahu angka, tetapi memahami hubungan antara dividen, tingkat return yang diharapkan, dan nilai wajar.

Dengan menghitungnya, kamu bisa membedakan antara harga pasar dan estimasi nilai intrinsik. Dari sini, analisis menjadi lebih objektif dan tidak hanya bergantung pada opini atau pergerakan harga jangka pendek.

Rumus saham preferen yang paling dasar

Rumus saham preferen yang paling sering digunakan adalah rumus nilai sekarang dari dividen tetap. Karena dividen saham preferen umumnya konstan, pendekatannya mirip dengan perpetuity.

1. Rumus dividen saham preferen

Jika perusahaan mencantumkan tingkat dividen preferen dalam persentase, maka dividen tahunannya dapat dihitung dengan rumus berikut:

Dividen tahunan = nilai pari x tingkat dividen

Contoh sederhana:

  • Nilai pari saham preferen: Rp1.000.000
  • Tingkat dividen: 8% per tahun

Maka:

Dividen tahunan = Rp1.000.000 x 8% = Rp80.000

Artinya, pemegang saham preferen berhak atas dividen tahunan sebesar Rp80.000 per lembar, selama emiten membagikan dividen sesuai ketentuan saham tersebut.

2. Rumus valuasi saham preferen

Rumus valuasi saham preferen umumnya ditulis sebagai berikut:

Nilai saham preferen = dividen tahunan / tingkat return yang disyaratkan

Rumus ini dipakai untuk memperkirakan nilai wajar saham preferen berdasarkan arus dividen yang relatif tetap dari waktu ke waktu.

Langkah mudah menghitung saham preferen untuk pemula

Kalau kamu baru belajar, ikuti urutan ini agar perhitungannya lebih rapi. Langkah-langkah ini membantu kamu memahami data apa saja yang perlu disiapkan sebelum menilai saham preferen.

1. Tentukan nilai pari saham

Nilai pari adalah nilai nominal yang menjadi dasar penghitungan dividen preferen. Informasi ini biasanya tercantum dalam prospektus atau dokumen penerbitan efek.

2. Cari tingkat dividen preferen

Tingkat dividen bisa dinyatakan dalam persentase tetap, misalnya 6%, 8%, atau 10% per tahun. Dari angka ini, kamu dapat menghitung nominal dividen yang berpotensi dibagikan.

3. Hitung dividen tahunan

Kalikan nilai pari dengan tingkat dividen. Hasilnya adalah estimasi dividen per tahun yang menjadi dasar valuasi.

4. Tentukan tingkat return yang kamu minta

Tingkat return yang disyaratkan mencerminkan kompensasi atas risiko yang kamu tanggung. Semakin tinggi risiko emiten atau semakin menarik alternatif investasi lain, biasanya tingkat return yang diminta juga lebih tinggi.

5. Masukkan ke rumus valuasi

Setelah dividen tahunan dan tingkat return diketahui, bagi dividen tahunan dengan tingkat return yang disyaratkan. Hasilnya adalah estimasi nilai wajar saham preferen.

Contoh menghitung saham preferen

Contoh ini bisa membantu kamu memahami cara menghitung saham preferen secara praktis. Kita gunakan angka sederhana agar mudah diikuti.

Komponen Nilai
Nilai pari Rp1.000.000
Tingkat dividen 8% per tahun
Dividen tahunan Rp80.000
Tingkat return yang disyaratkan 10%

Maka perhitungannya:

Nilai saham preferen = Rp80.000 / 10% = Rp800.000

Dari hasil ini, estimasi nilai wajarnya adalah Rp800.000 per lembar. Jika harga pasar berada di atas angka tersebut, kamu bisa menilai bahwa instrumen itu relatif lebih mahal dibanding estimasi nilai wajarnya. Sebaliknya, jika harga pasar berada di bawahnya, kamu bisa menganggap valuasinya relatif lebih rendah. Namun, keputusan tetap perlu mempertimbangkan risiko emiten dan kondisi pasar.

Bagaimana kalau dividen saham preferen dibayar per kuartal?

Jika dividen dibagikan per kuartal, kamu tetap bisa menghitungnya dengan prinsip yang sama. Yang perlu disesuaikan adalah periode dividen dan tingkat return agar konsisten.

Misalnya, dividen tahunan Rp80.000 berarti dividen kuartalan Rp20.000. Jika kamu ingin menghitung dengan basis kuartalan, gunakan tingkat return per kuartal, lalu sesuaikan rumusnya. Untuk pemula, pendekatan tahunan biasanya lebih mudah dan cukup membantu sebagai dasar analisis.

Apa bedanya saham preferen dengan saham biasa dalam perhitungan?

Perbedaan utamanya ada pada pola arus kas. Saham preferen biasanya dinilai dari dividen tetap, sedangkan saham biasa lebih sering dinilai dari potensi pertumbuhan dividen, laba, atau valuasi pasar.

  • Saham preferen: fokus pada dividen tetap dan required return.
  • Saham biasa: lebih dipengaruhi pertumbuhan bisnis, laba, valuasi relatif, dan market sentiment.

Karena itu, rumus saham preferen cenderung lebih sederhana untuk dipelajari pemula.

Apakah semua saham preferen selalu mudah dinilai?

Tidak selalu. Beberapa saham preferen memiliki fitur tambahan yang membuat valuasinya lebih kompleks, seperti callable preferred stock, convertible preferred stock, atau cumulative preferred stock.

Callable preferred stock

Jenis ini dapat dibeli kembali oleh penerbit pada harga dan waktu tertentu. Fitur ini memengaruhi potensi pendapatan dan risiko investor.

Convertible preferred stock

Jenis ini dapat dikonversi menjadi saham biasa sesuai syarat tertentu. Karena ada opsi konversi, valuasinya tidak hanya bergantung pada dividen tetap.

Cumulative preferred stock

Jika dividen tidak dibayarkan pada suatu periode, hak dividen dapat diakumulasikan untuk dibayar di masa depan. Fitur ini penting untuk dipahami karena memengaruhi ekspektasi arus kas.

Kesalahan yang sering terjadi saat menghitung saham preferen

Pemula sering kali salah bukan karena rumusnya sulit, tetapi karena input datanya kurang tepat. Beberapa kesalahan berikut perlu kamu hindari:

  1. Mencampur nilai pari dengan harga pasar
    Nilai pari dipakai untuk menghitung dividen, sedangkan harga pasar dipakai untuk membandingkan hasil valuasi.
  2. Tidak menyesuaikan periode
    Kalau dividen dihitung kuartalan, tingkat return juga perlu disesuaikan agar perhitungan tetap konsisten.
  3. Mengabaikan risiko emiten
    Dividen tetap bukan berarti tanpa risiko. Kondisi bisnis perusahaan tetap perlu dianalisis.
  4. Menganggap nilai wajar sebagai kepastian harga
    Hasil valuasi adalah alat bantu analisis, bukan jaminan bahwa harga pasar akan bergerak ke angka tertentu.

Kapan rumus saham preferen paling berguna?

Rumus ini paling berguna saat kamu ingin memahami nilai instrumen yang memberikan dividen relatif tetap. Selain itu, perhitungan ini juga bermanfaat untuk membandingkan beberapa instrumen pendapatan dengan karakteristik yang mirip.

Dalam praktiknya, kamu tetap perlu menggabungkan valuasi dengan analisis kondisi perusahaan, suku bunga, prospek industri, dan likuiditas instrumen. Jadi, menghitung saham preferen sebaiknya dilihat sebagai bagian dari proses analisis, bukan satu-satunya dasar pengambilan keputusan.

Kesimpulan Cara Menghitung Saham Preferen

Langkah mudah menghitung saham preferen dimulai dari memahami nilai pari, tingkat dividen, lalu menghitung nilai wajarnya dengan membagi dividen tahunan terhadap tingkat return yang disyaratkan. Untuk pemula, pendekatan ini cukup efektif karena struktur perhitungannya jelas dan lebih mudah diikuti.

Meski begitu, saham preferen tetap memiliki risiko dan tidak bisa dinilai hanya dari satu rumus. Semakin kamu memahami karakter dividen, fitur saham, dan kondisi emiten, semakin baik pula kualitas analisismu.

Pertanyaan Seputar Cara Menghitung Saham Preferen

Apa rumus saham preferen yang paling dasar?

Rumus saham preferen yang paling dasar adalah nilai saham preferen sama dengan dividen tahunan dibagi tingkat return yang disyaratkan. Rumus ini cocok digunakan ketika saham preferen memberikan dividen tetap secara berkelanjutan, sehingga pendekatannya mirip dengan perhitungan perpetuity dalam valuasi keuangan.

Rumus valuasi saham preferen itu bagaimana?

Rumus valuasi saham preferen adalah nilai wajar sama dengan dividen tahunan dibagi required return. Sebelum memakai rumus ini, kamu perlu mengetahui nilai pari saham, tingkat dividen preferen, dan tingkat return yang sesuai dengan risiko emiten agar hasil analisis lebih relevan.

Dividen saham preferen adalah apa?

Dividen saham preferen adalah pembagian keuntungan perusahaan kepada pemegang saham preferen yang umumnya dibayarkan lebih dahulu dibanding pemegang saham biasa. Besarnya sering ditetapkan dalam persentase tertentu dari nilai pari, sehingga perhitungannya cenderung lebih terstruktur dan mudah dipahami pemula.

Bagaimana cara menghitung dividen saham preferen?

Cara menghitung dividen saham preferen adalah mengalikan nilai pari dengan tingkat dividen yang tercantum. Misalnya, jika nilai pari Rp1.000.000 dan tingkat dividen 8%, maka dividen tahunannya adalah Rp80.000. Hasil ini kemudian bisa dipakai sebagai dasar untuk menghitung nilai wajarnya.

Apakah cara menghitung saham preferen sama dengan saham biasa?

Tidak sama. Saham preferen biasanya dihitung berdasarkan dividen tetap dan tingkat return yang disyaratkan, sedangkan saham biasa lebih sering dinilai dari potensi pertumbuhan laba, dividen, valuasi relatif, dan sentimen pasar. Karena itu, saham preferen umumnya lebih sederhana untuk dipelajari pemula.

Ingin belajar analisis instrumen trading dan investasi dengan lebih terstruktur?

Memahami cara menghitung saham preferen bisa membantu kamu membangun dasar analisis yang lebih rapi. Kalau kamu ingin melanjutkan proses belajar tentang market, valuasi, dan pengelolaan risiko, kamu bisa daftarkan diri melalui HSB Investasi untuk mengakses ekosistem trading yang dirancang lebih praktis.

HSB juga menyediakan aplikasi yang memudahkan kamu memantau pergerakan pasar, belajar dari berbagai materi edukasi, dan berlatih memahami instrumen secara bertahap. Kamu bisa unduh aplikasinya untuk Android dan iOS sekarang!