Home Saham Apa Itu Window Dressing dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Apa Itu Window Dressing dan Bagaimana Cara Kerjanya?

by HSB
0 comment

Apa itu window dressing? Kerapian dan kecantikan menjadi bentuk visual yang menjadi daya tarik untuk memiliki sebuah barang. Tidak hanya berlaku pada benda atau manusia, kerapian dan kecantikan juga digunakan dalam performa laporan keuangan pada perusahaan terbuka untuk menjadi daya tarik bagi investor. 

Strategi tersebut diterapkan dengan mengelola laporan keuangan perusahaan menjadi lebih tertata dan memiliki cara penulisan informasi penjualan aset secara lebih rinci. Baca informasi berikut ini untuk memahami window dressing secara lebih detail.

Apa Itu Window Dressing Saham?

Apa Itu Window Dressing Saham

Window dressing adalah cara yang dilakukan perusahaan dengan mempercantik laporan keuangan untuk menunjukkan peningkatan performa perusahaan. Sehingga, laporan keuangan tersebut akan lebih menjual dan menarik investor untuk menanamkan modalnya pada perusahaan terkait.

Strategi ini dilakukan oleh perusahaan untuk memperbaiki laporan keuangan yang menurun tanpa menghilangkan investor sebelumnya. Dalam kata lain, window dressing adalah kegiatan memanipulasi laporan keuangan yang sedang menurun menjadi terlihat untung dan menjanjikan profit besar pada investor. 

Perubahan nilai untung rugi dalam laporan keuangan perusahaan disesuaikan dengan target perusahaan dan kinerja pesaing pada tahun lalu. 

Baca juga: Mengenal Apa Itu Saham Atas Nama

Bagaimana Cara Kerja Window Dressing?

Laporan kinerja dan daftar pemilik saham perusahaan pada umumnya akan diberikan setiap kuartal. Laporan kerja ini kemudian akan digunakan oleh para investor untuk memantau pergerakan investasi yang dilakukan pada perusahaan. 

Apabila menjelang akhir tahun perkembangan perusahaan sedang dalam kondisi yang kurang memuaskan, perusahaan dapat menggunakan window dressing dengan merekayasa laporan laba rugi yang diterima perusahaan. Rekayasa yang dilakukan dapat dengan menuliskan bahwa perusahaan menerima laba besar, padahal kenyataannya laba yang diterima hanya kecil. 

Untuk menutupi kondisi tersebut, perusahaan biasanya akan menjual saham sebelumnya dan mengganti dengan mengeluarkan saham yang memberikan keuntungan besar pada jangka pendek. Dengan demikian, perusahaan akan menutup perkembangan buruk sebelumnya dengan hasil penjualan saham baru tersebut.

Apakah Window Dressing Legal?

Berdasarkan UU No. 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal, window dressing adalah bentuk aktivitas yang dilarang dan termasuk dalam pelanggaran karena pada praktiknya tidak menerapkan prinsip keterbukaan. 

Selain itu, praktik window dressing juga termasuk dalam kegiatan manipulasi pasar dan perdagangan. Sebab, dalam memberikan laporan keuangan, perusahaan tidak mengungkapkan hasil yang sesungguhnya dan berdampak pada pengambilan keputusan yang salah serta nilai kerugian yang diterima oleh investor mungkin akan jauh lebih besar. 

Baca juga: Apa Itu Saham Gorengan dan Seperti Apa Ciri-Cirinya?

Dampak Window Dressing Bagi Investor

Laporan keuangan atau portofolio sering digunakan oleh investor untuk menentukan langkah selanjutnya dalam kegiatan investasi yang dilakukan pada sebuah perusahaan. Selain menentukan perpanjangan investasi, laporan juga dapat menentukan tingkat pendapatan dan potensi keuntungan yang akan didapatkan pada masa depan.

Namun, penggunaan window dressing dalam laporan keuangan akan membuat analisis dan keputusan investor dalam menanamkan modalnya terhadap suatu perusahaan tidak dapat sepenuhnya akurat. Karena seperti yang telah diketahui, laporan keuangan yang diberikan adalah bentuk rekayasa dan bukan kondisi perkembangan perusahaan asli.

Maka dari itu, investor harus berhati-hati dan lebih cermat ketika membaca laporan keuangan atau portofolio, terutama pada akhir periode keuangan jika akan melakukan pembelian saham pada suatu perusahaan. 

4 Tips Mengidentifikasi Window Dressing

Tips Mengidentifikasi Window Dressing

Untuk menghindari pembelian saham pada perusahaan yang melakukan window dressing, terdapat beberapa tips. Adapun tips yang dapat kamu terapkan adalah: 

1. Melihat Indeks Harga Saham Gabungan 

Cara pertama yang dapat kamu lakukan untuk mengidentifikasi window dressing adalah melihat indeks harga saham gabungan atau IHSG. Apabila IHSG menunjukkan peningkatan yang cukup pesat padahal tidak ditemukan pendapat atau pandangan positif apa pun yang memengaruhi pergerakan harga saham, maka dapat dikatakan bahwa terdapat window dressing. 

Karena window dressing yang dilakukan akan membuat nilai IHSG meningkat akibat adanya penjualan saham ternama dengan penerimaan keuntungan jangka pendek. Sehingga laporan keuangan akan naik karena permintaan saham dan harga saham jangka pendek tersebut meningkat. 

Baca Juga: Apa itu IHSG? Seperti Apa Contohnya?

2. Memantau Kinerja Investasi

Pastikan kamu selalu memantau kinerja investasi dengan cermat. Baca laporan keuangan perusahaan dengan teliti terutama pada bagian pembayaran pajak perusahaan. Apabila pengeluaran pajak tidak sesuai dengan PPh yang berlaku, maka besar kemungkinan bahwa laba yang tercatat dalam laporan keuangan bukan merupakan nilai laba yang diterima perusahaan. 

3. Lakukan Analisis Teknikal 

Analisis teknikal adalah analisis saham yang dilakukan dengan mempelajari pola pergerakan harga, data pasar, dan volume transaksi. Melalui analisis teknikal, kamu dapat mencocokkan hasil yang dimiliki dengan laporan keuangan perusahaan. 

Baca juga: Yuk Belajar Analisis Fundamental Saham

4. Perhatikan Penjualan 

Perusahaan yang melakukan rekayasa laporan keuangan akan melakukan beberapa cara penjualan. Pertama, perusahaan akan mengobral barang modal dengan menurunkan nilainya agar total nilai aset berubah menjadi bertambah dan berganti dengan yang baru. Kedua, perusahaan akan memberikan diskon lebih awal kepada pelanggan agar mendapatkan keuntungan lebih cepat. 

Ketiga, pembayaran tagihan yang harus diselesaikan, justru dimasukkan pada periode selanjutnya. Keempat, pembagian laba investor akan ditunda agar saldo akhir dapat terlihat lebih tinggi dari seharusnya. Terakhir, jumlah utang yang tidak tertagih ditampilkan dengan nilai yang sangat kecil, sehingga nilai piutang akan tampak lebih besar. 

Nah, informasi di atas merupakan penjelasan mengenai apa itu window dressing dan tips untuk mengidentifikasinya. Apabila kamu menemukan saham perusahaan dengan laporan keuangan yang menerapkan window dressing di dalamnya, sebaiknya pertimbangkan kembali keputusan untuk membeli saham tersebut. 

Laporan keuangan perusahaan yang jujur akan menunjukkan kredibilitas perusahaan saat bagi hasil. Maka dari itu, pastikan kamu telah memahami cara trading yang benar untuk menghindari pemilihan saham perusahaan yang salah. Jika ingin belajar trading untuk pemula yang mudah dipahami, kamu dapat memanfaatkan fitur edukasi trading HSB Academy dari HSB Investasi

Selain mendapatkan ilmu trading dari ahlinya, melalui HSB Academy, kamu juga bisa coba trading saham secara langsung karena HSB merupakan platform trading yang mudah, aman, dan memiliki komisi rendah. Tunggu apa lagi? Bergabung dengan HSB sekarang dan jadi trader profesional.***

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

Quick Links
HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288