Trading & kelola akun MT di Aplikasi HSB Trading
store google
Ini Beda Investasi Permanen dan Non-Permanen

Investasi merupakan salah satu strategi yang umum digunakan oleh individu dan perusahaan untuk mengembangkan kekayaan mereka. Namun, tidak semua investasi diciptakan sama. Terdapat perbedaan mendasar antara investasi permanen dan non-permanen yang perlu dipahami oleh para investor. Konsep ini sering kali menjadi bahan diskusi yang menarik dalam dunia keuangan, karena masing-masing memiliki karakteristik, risiko, dan tujuan yang berbeda. 

Dalam artikel ini, kita akan membedah dengan lebih mendalam mengenai perbedaan antara investasi permanen dan non-permanen, serta implikasinya terhadap strategi investasi seseorang. Seperti apa beda antara keduanya? Yuk, simak langsung ulasannya!

Pengertian 

1. Investasi Permanen

Investasi permanen merupakan alokasi dana yang dilakukan oleh suatu entitas dengan tujuan untuk memperoleh kepemilikan jangka panjang dalam suatu aset atau entitas bisnis. Karakteristik utama dari investasi permanen adalah niat untuk mempertahankan kepemilikan dalam jangka waktu yang tidak terbatas, dengan harapan mendapatkan manfaat jangka panjang seperti pendapatan dividen, pertumbuhan modal, atau kontrol atas entitas tersebut. 

Investasi permanen biasanya dilakukan dalam bentuk kepemilikan saham atau ekuitas suatu perusahaan, properti fisik, atau instrumen keuangan lainnya yang diharapkan memberikan pengembalian investasi jangka panjang

2. Investasi Non-Permanen

Sebaliknya, investasi non-permanen merupakan alokasi dana yang dilakukan dengan niat untuk memperoleh keuntungan dalam jangka pendek atau menengah, tanpa memiliki komitmen jangka panjang terhadap aset atau entitas yang diinvestasikan. 

Investasi non-permanen cenderung bersifat spekulatif dan likuid, dengan tujuan utama untuk menghasilkan keuntungan secepat mungkin melalui perubahan harga atau fluktuasi pasar. 

Jenis investasi ini sering melibatkan perdagangan saham, obligasi, mata uang, komoditas, atau derivatif keuangan lainnya, di mana investor dapat membeli dan menjual posisi mereka dengan cepat sesuai dengan perubahan kondisi pasar atau perubahan strategi investasi mereka. 

Karakteristik Investasi Permanen & Non-Permanen

Dalam dunia keuangan, investasi permanen seringkali berhubungan dengan strategi jangka panjang, sementara investasi non-permanen cenderung lebih singkat. Memahami karakteristik masing-masing jenis investasi ini penting untuk merencanakan portofolio yang seimbang dan sesuai dengan tujuan finansial masing-masing.

1. Investasi Permanen

Investasi permanen cenderung menunjukkan stabilitas

Stabilitas 

Investasi permanen cenderung menunjukkan pola perubahan nilai yang relatif stabil seiring berjalannya waktu, dibandingkan dengan investasi yang lebih spekulatif atau berisiko tinggi. Ini disebabkan oleh sifat aset yang mendasari investasi permanen, yang seringkali berkaitan dengan aset yang memiliki nilai intrinsik yang relatif stabil, seperti saham blue chip atau properti komersial primer. Ada banyak faktor yang dapat memengaruhi nilai investasi permanen, tetapi secara umum, fluktuasi nilainya cenderung lebih terkendali daripada investasi non-permanen.

Baca Juga:  Begini Cara Mengatur Gaji Keuangan dengan Baik!

Pertumbuhan bertahap

Investasi permanen cenderung mempunyai sifat perlahan namun pasti dalam peningkatan nilai investasi tersebut seiring berjalannya waktu dan seringkali dimaksudkan untuk menjadi bagian dari portofolio jangka panjang. Hal ini sering terlihat dalam investasi saham, di mana investor dapat memperoleh keuntungan dari kenaikan nilai saham secara bertahap seiring dengan peningkatan kinerja perusahaan yang mendasarinya.

Rendah likuiditas

Investasi permanen seringkali melibatkan komitmen jangka panjang, di mana dana yang diinvestasikan tidak dapat dengan mudah dicairkan atau ditarik kembali dalam waktu singkat tanpa menimbulkan kerugian signifikan. 

Contohnya adalah investasi dalam bentuk properti komersial. Kendati terdapat opsi untuk menjual atau melepas aset tersebut, prosesnya mungkin memakan waktu dan biaya, sehingga membuat investasi permanen kurang likuid.

Pendapatan Pasif

Investasi permanen seringkali dirancang untuk menghasilkan pendapatan pasif, yang dapat berupa dividen, bunga, atau pendapatan sewa dari aset fisik seperti properti. Pendapatan pasif ini memberikan keuntungan tambahan bagi investor, karena mereka dapat memperoleh penghasilan reguler tanpa harus terlibat dalam operasi sehari-hari atau manajemen aktif dari aset tersebut. 

2. Investasi Non-Permanen

Volatilitas tinggi

Jika berbicara investasi, volatilitas tinggi menunjukkan bahwa nilai aset dapat berubah secara drastis dalam waktu singkat. Ini berarti bahwa investor yang terlibat dalam investasi non-permanen harus siap menghadapi risiko yang tinggi dan perubahan nilai investasi yang cepat.

Investasi non-permanen seringkali menawarkan potensi keuntungan yang besar

Keuntungan cepat

Investasi non-permanen seringkali menawarkan potensi keuntungan yang besar dalam waktu singkat. Hal ini karena fluktuasi harga yang cepat dan besar-besaran yang sering terjadi dalam aset non-permanen. Namun, keuntungan cepat juga memiliki risiko yang sepadan, karena perubahan harga yang cepat juga dapat menyebabkan kerugian yang besar dalam waktu singkat.

Likuiditas tinggi

Investasi non-permanen cenderung mempunyai likuiditas tinggi yang memungkinkan investor untuk membeli dan menjual aset dengan mudah tanpa mengalami kesulitan atau biaya yang tinggi. Hal ini dikarenakan, investasi non-permanen seringkali diperdagangkan di pasar yang aktif dan likuid, seperti pasar saham atau pasar mata uang.

Pengawasan aktif

Dalam investasi non-permanen, para investor perlu secara aktif memantau pergerakan pasar dan melakukan penyesuaian strategi investasi mereka sesuai dengan perubahan kondisi pasar. Pengawasan aktif ini diperlukan karena volatilitas yang tinggi dan kecepatan perubahan harga dalam investasi non-permanen dapat mengakibatkan perubahan yang cepat dalam nilai portofolio investasi. 

Contoh Investasi Permanen 

Berbeda dengan investasi non-permanen yang fokus pada keuntungan jangka pendek, investasi permanen menempatkan penekanan pada pemilihan aset yang secara potensial dapat memberikan pengembalian jangka panjang yang stabil. 

Baca Juga:  6 Jenis-jenis Mata Uang Dirham pada Umumnya!

Investasi real estate dianggap permanen karena nilai properti cenderung naik

1. Real Estate

Investasi real estate dianggap permanen karena nilai properti cenderung naik seiring waktu, sementara pendapatan sewa memberikan aliran kas yang stabil. Selain itu, real estate juga memberikan perlindungan terhadap inflasi, karena nilai properti dan sewa cenderung naik seiring dengan meningkatnya biaya hidup. Meskipun real estate memerlukan modal awal yang besar, namun dalam jangka panjang, real estate dapat menjadi salah satu investasi yang paling menguntungkan dan aman.

2. Saham Blue-Chip

Saham blue-chip dianggap permanen karena perusahaan-perusahaan ini telah terbukti bertahan dalam berbagai kondisi pasar dan ekonomi. Dengan memegang saham blue-chip dalam jangka panjang, investor dapat mengharapkan pertumbuhan nilai modal yang stabil seiring dengan pembayaran dividen tahunan yang dapat digunakan untuk memperkuat portofolio atau sebagai pendapatan pasif. 

3. Obligasi Pemerintah

Obligasi pemerintah dianggap permanen karena investasi ini memiliki tingkat keamanan yang tinggi dan cenderung memberikan pembayaran yang stabil, terlepas dari fluktuasi pasar atau ketidakpastian ekonomi. Meskipun tingkat pengembalian obligasi pemerintah mungkin lebih rendah dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya, namun obligasi pemerintah sering menjadi pilihan bagi investor yang mencari pendapatan tetap dan perlindungan terhadap risiko.

4. Dana Pensiun

Investasi dalam dana pensiun dianggap permanen karena tujuan jangka panjangnya adalah untuk memberikan pendapatan pasif kepada peserta selama masa pensiun mereka. Melalui kontribusi reguler selama bertahun-tahun, dana pensiun memungkinkan akumulasi kekayaan yang signifikan dan beragam, sehingga memberikan perlindungan dan stabilitas keuangan di masa pensiun. 

Contoh Investasi Non-Permanen 

Sebaliknya, dibandingkan dengan investasi permanen, investasi non-permanen cenderung lebih fleksibel dan dapat menawarkan hasil yang cepat namun memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi. 

1. Saham Spekulatif

Saham spekulatif melibatkan pembelian dan penjualan saham dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan cepat dalam waktu yang relatif singkat. Investor spekulatif seringkali lebih fokus pada fluktuasi harga saham dalam periode pendek, mencari peluang untuk membeli saham pada harga rendah dan menjualnya kembali pada harga yang lebih tinggi. Saham spekulatif biasanya memiliki tingkat volatilitas yang tinggi, sehingga membutuhkan toleransi risiko yang tinggi dari para investor. 

2. Trading Komoditas

Para trader komoditas berusaha memperoleh keuntungan dari fluktuasi harga komoditas dalam jangka waktu yang pendek, seringkali dalam hitungan hari atau bahkan jam. Mereka memanfaatkan analisis fundamental dan teknis serta faktor-faktor eksternal seperti keadaan cuaca atau kebijakan pemerintah untuk membuat keputusan trading. Karena harga komoditas sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk politik dan ekonomi global, trading komoditas seringkali berisiko tinggi dan dapat mengakibatkan kerugian besar jika tidak dikelola dengan hati-hati

Baca Juga:  Belajar Underlying Asset, Syarat, dan Contohnya

Trading forex merupakan praktik di mana para trader memperdagangkan pasangan mata uang

3. Trading Forex

Trading forex merupakan praktik di mana para trader memperdagangkan pasangan mata uang seperti EUR/USD atau USD/JPY dengan tujuan memperoleh keuntungan dari fluktuasi harga dalam waktu yang relatif singkat. 

Mereka seringkali melakukan perdagangan dalam hitungan menit, jam, atau hari, mencari peluang untuk membeli mata uang pada harga rendah dan menjualnya kembali pada harga yang lebih tinggi, atau sebaliknya. 

Karena pasar forex beroperasi 24 jam sehari dan sangat likuid, trading forex dapat dilakukan kapan saja, namun juga melibatkan risiko yang tinggi karena fluktuasi harga yang cepat dan besar. Oleh karena itu, kamu dapat memanfaatkan akun demo HSB merupakan solusi yang tepat untuk mencegah risiko.

HSB Investasi menawarkan akun demo trading yang dapat membantu kamu memulai perjalanan trading kamu. Jadi, jangan ragu untuk membuka akun demo sekarang dan mulai menjelajahi dunia trading dengan lebih percaya diri  melalui situs web atau aplikasi trading HSB, yang penghargaan "The Most Innovative Broker 2022" dari ICDX. 

Trading bebas risiko dengan dana virtual akun demo HSB Investasi

Selain itu, kamu bisa melakukan trading secara real-time dengan berbagai instrumen yang tersedia, termasuk 17 pasangan mata uang forex, 20 saham AS yang paling populer, 5 indeks pasar global besar, serta 3 jenis komoditas terkemuka, seperti emas, perak, dan minyak mentah. 

Jika kamu sudah paham akun demo, transisi secara bertahap menggunakan dengan akun live dengan mengikuti langkah-langkah berikut akan membantu kamu masuk ke dalam pasar forex bersama HSB:

  1. Daftarkan akun live HSB dan siapkan dokumen pendukung yang diperlukan.
  2. Tunggu tim KYC HSB untuk memverifikasi data pribadi kamu.
  3. Lakukan deposit trading melalui akun terpisah.
  4. Akun kamu siap digunakan! 

Komitmen penuh HSB terhadap keamanan dan transparansi transaksi para tradernya tercermin dalam regulasi resmi yang telah disahkan oleh BAPPEBTI di bawah Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Regulasi ini menjadi dasar utama dalam manajemen risiko trading yang harus diutamakan oleh semua trader.

Selain aspek keamanan dan transparansi, HSB juga berdedikasi untuk memberikan edukasi kepada semua trader melalui beragam sumber pembelajaran trading. Hal ini merupakan bagian dari komitmen HSB untuk menghasilkan trader-trader sukses di Indonesia. Jadi, tidak ada alasan bagi kamu untuk menunda peluang kesuksesan dalam trading. Bergabunglah dengan HSB sekarang dan raih peluang profit dalam trading kamu!***

Tag Terkait:
DISCLAIMER
Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, ditujukan hanya sebagai sumber pembelajaran dan bukan sebagai saran dalam pengambilan keputusan. Perlu Anda pahami bahwa produk dengan leverage tinggi memiliki potensi risiko kerugian yang juga tinggi, sehingga perlu dikelola dengan baik melalui pemahaman dan kemampuan analisa yang tepat. HSB Investasi tidak bertanggung jawab atas kesalahan keputusan yang dibuat berdasarkan konten ini. Sesuai ketentuan yang berlaku, HSB hanya menyediakan 45 instrumen trading yang dapat Anda pelajari di website resmi kami.

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
Artikel Lainnya

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
bonus tanpa deposit
Mulai Pengalaman Trading Terbaik