Home Pengetahuan Keuangan Berkenalan dengan Candlestick Pattern Saham

Berkenalan dengan Candlestick Pattern Saham

by HSB
0 comment

Dalam dunia trading, kamu akan bertemu dengan candlestick pattern saham yang digunakan untuk analisis teknikal. Sebelumnya, perlu kamu ketahui bahwa dalam melakukan trading perlu dilakukan perencanaan terlebih dahulu, salah satunya dengan melakukan analisis. 

Umumnya terdapat dua cara menganalisa pasar, yaitu analisis fundamental dan teknikal. Dalam analisis teknikal terdapat salah satu alat yang lazim digunakan para investor untuk menilai pergerakan harga saham. Alat tersebut berbentuk grafik yang terdiri dari berbagai jenis, seperti line chart, bar chart, dan tentu saja candlestick chart.

Apa Itu Candlestick Pattern Saham?

Candlestick merupakan salah satu jenis grafik harga saham yang biasa digunakan dalam analisis teknikal. Grafik ini akan menunjukkan harga tertinggi, terendah, pembukaan, dan penutupan dari suatu saham pada periode tertentu.

Candlestick ini berbentuk seperti lilin yang identik dengan warna hijau dan merah. Sebagai trader, kamu harus belajar membaca pola khusus candlestick yang mengindikasikan pergerakan harga pasar. Kehadiran candlestick ini akan membuat sesi perdagangan kamu lebih mudah ditafsirkan.

Baca juga: Chart Pattern Lengkap Akurat: Pengertian, Jenis, Dan Cara Bacanya

Chart Pattern Lengkap

Manfaat Candlestick Pattern Saham

Candlestick pattern saham umumnya berbeda dengan jenis grafik batangan lainnya. Selain bentuk visualnya yang menarik, candlestick lebih mudah dipahami khususnya oleh trader pemula. Tidak hanya itu, candlestick memberikan berbagai manfaat lainnya seperti yang akan diuraikan di bawah ini. 

1. Memberikan Gambaran Aksi Harga

Setiap candlestick memberikan gambaran aksi harga yang sederhana, tetapi menarik secara visual. Lewat candlestick ini, seorang trader dapat membandingkan secara langsung hubungan antara pembukaan dan penutupan serta tinggi dan rendahnya harga.

2. Memberi Sinyal Jual atau Beli

Candlestick diciptakan oleh Steve Nison yang terinspirasi dari para pedagang beras di Jepang yang menggunakan analisis teknik untuk berdagang. candlestick ini kemudian dikenal dengan Japanese candlestick dengan fungsi sebagai berikut:

  • Sangat mudah dalam melihat apakah pembeli atau penjual yang menang.
  • Memberi gambaran letak momentum.

3. Digunakan untuk Menganalisa Kondisi Bursa

Candlestick akan sangat membantu trader dalam menganalisa kondisi bursa, indeks, maupun kinerja suatu aset. Pola candlestick akan memberikan sinyal kepada trader apakah pasar akan berbalik atau melanjutkan pergerakannya.

2 Komponen Candlestick Pattern

Candlestick yang saat ini digunakan sebagai alat untuk menganalisa pasar memiliki dua komponen utama, yaitu body dan shadow/ wick. Berikut masing-masing penjelasannya.

1. Tubuh Candle (Body) 

Bagian candlestick ini menunjukkan harga pembukaan dan penutupan pada titik waktu tertentu. Perubahan harga ini akan ditunjukkan dari persegi empat berwarna merah atau hijau. Terkadang warnanya berubah menjadi hitam atau putih.

2. Ekor Candle (Shadow/ Wick) 

Ekor candle akan memberikan informasi kepada trader berupa harga tertinggi dan harga terendah saham pada waktu tertentu. Perubahan harga ini akan ditunjukkan sebagai garis lurus yang membentang di atas dan di bawah tubuh candlestick. 

Selain dua komponen utama, terdapat dua jenis warna candlestick, yaitu merah dan hijau. Merah artinya terjadi penurunan harga saham. Dalam kata lain harga penutupan lebih rendah dari harga pembukaan. 

Sementara itu, warna hijau berarti menunjukkan terjadinya peningkatan harga saham, yang mana harga penutupan lebih tinggi daripada harga pembukaan. Apabila kamu menemukan candlestick tidak berwarna, maka warna hitam mengindikasikan situasi penurunan harga, dan warna putih memberi informasi tentang kenaikan harga.

Baca juga: Diamond Chart Pattern: Pengertian, Ciri, Dan Cara Trading

Cara Membaca Candlestick Pattern Saham

3 Cara Membaca Candlestick Pattern Saham

Untuk membaca candlestick pattern saham, kamu bisa memperhatikan ukuran candle yang dapat berubah sesuai dengan perubahan harga pasar. Berikut cara membacanya.

1. Melihat Ukuran Tubuh Candlestick

Semakin panjang tubuh candle maka semakin intens tekanan pembelian dan penjualan saham. Begitupun sebaliknya, semakin pendek tubuh candle, maka mengindikasikan pergerakan harga yang minim dan terjadi konsolidasi harga saham.

2. Melihat Ukuran Ekor Candlestick

Ketika kamu melihat ekor candle yang panjang, artinya terdapat beberapa aktivitas atau transaksi trading yang jauh melampaui harga pembukaan dan penutupan pada titik tertentu. Semakin pendek ekor candle, mengindikasikan aktivitas trading tidak jauh melewati harga pembukaan dan penutupan. 

3. Ukuran Ekor Atas dan Bawah Tidak Sama

Dalam candlestick saham, jika ekor atas lebih panjang dan ekor bawah pendek, artinya pembeli mendominasi aktivitas trading dengan melakukan bidding yang tinggi. Dalam kondisi ini, penjual menekan harga lebih rendah dari harga tersebut.

Namun, apabila kondisi yang terjadi justru sebaliknya, yaitu ekor di atas lebih pendek dan ekor bawah panjang, artinya penjual menekan harga agar turun. Sedangkan pembeli tetap melakukan bidding dengan harga tinggi di sesi tersebut.

Macam-Macam Candlestick Pattern Saham

Jenis candlestick saham sebenarnya sangat banyak. Namun, pola candlestick yang paling kuat dan memiliki tingkat akurasi tinggi terdiri dari empat pola berikut ini.

  • Three Line Strike

Pola candlestick ini akan memberikan informasi kepada trader, bahwa terjadi pola pembalikan arah yang ditunjukkan dengan tiga candle dalam tren menurun. Kemudian akan diikuti candle keempat yang menutup tiga candle tersebut.

  • Two Black Gapping 

Tanda kemunculan pola ini memprediksi bahwa penurunan akan terus berlanjut pada posisi yang lebih rendah. Bahkan mungkin memicu tren penurunan yang lebih luas. Pola ini akan muncul setelah mengalami tren kenaikan. Umumnya, pola two black gapping berwarna hitam dengan posisi yang sangat rendah.

  • Three Black Crows

Pola ini identik dengan kondisi pembalikan yang ditunjukkan dengan kemunculan tiga candle warna hitam di bagian posisi yang paling rendah. Pola candlestick saham ini akan memprediksi bahwa penurunan akan terus berlanjut ke posisi yang semakin rendah.

  • Abandoned Baby

Jika tiga candlestick sebelumnya menunjukkan penurunan, maka pola yang satu ini mengindikasikan tanda pembalikan arah yang menguat. Pola ini akan muncul setelah serangkaian candle hitam mencetak titik terendah.

Baca juga: Mengenal 12 Jenis Chart Pattern Lengkap Untuk Pemula

Demikian informasi mengenai candlestick pattern saham yang menunjukkan terjadinya perubahan harga pasar. Candlestick tidak hanya berfungsi membaca pattern untuk saham, melainkan berfungsi juga untuk menunjukkan kenaikan dan penurunan harga perak dan minyak mentah yang terjadi di aplikasi trading HSB. 

Bahkan di HSB, kamu dapat melakukan simulasi trading menggunakan akun demo sebelum membuka akun live. Siap untuk trading. Download aplikasi HSB sekarang juga!***

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288