Bank sentral menjaga sistem perbankan suatu negara agar tetap berjalan dengan baik. Salah satu caranya adalah dengan menyediakan dana atau likuiditas yang cukup untuk perekonomian suatu negara. Konsep bank sentral yang modern sesuai dengan fungsinya seperti saat ini ditemukan pada abad ke-20.

Bank sentral biasanya dimiliki oleh pemerintah, namun terpisah dari departemen keuangan dan menteri keuangan. Bank sentral menangani kegiatan jual beli obligasi dan surat berharga milik pemerintah. Namun sejauh mana hubungan antara bank sentral dan pemerintah di setiap negara berbeda-beda. Meskipun begitu kebijakan bank sentral terbebas dari politik di pemerintahan maupun kegiatan komersial lainnya.

Fungsi Dari Bank Sentral

Tugas utama bank sentral adalah menjaga kestabilan nilai mata uang negara dengan cara mengatur tingkat inflasi. Bank sentral bekerja sebagai badan yang mengatur kebijakan moneter, dan satu-satunya yang berhak memproduksi uang kertas dan koin yang beredar umum.

Bank sentral memiliki tanggung jawab untuk mengawasi sistem moneter suatu negara, mengatur ketersediaan uang, mengeluarkan kebijakan untuk kestabilan nilai mata uang, menjaga agar tingkat inflasi rendah, mempertahankan pertumbuhan GDP, dan memastikan tingkat pengangguran rendah.

Untuk menjaga kestabilan harga, bank sentral mengatur angka inflasi dengan cara mengatur pasokan uang dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan moneter. Bank sentral dapat bekerja dengan cara menambahkan dana ke pasar atau menyerap kelebihan dana, untuk mengatur inflasi.

Untuk meningkatkan jumlah sirkulasi uang yang beredar dan menurunkan tingkat suku bunga pinjaman, bank sentral dapat melakukannya dengan cara membeli obligasi milik pemerintah, maupun surat-surat berharga lainnya. Dengan pembelian surat-surat tersebut akan menaikkan tingkat inflasi.

Apabila bank sentral akan melakukan penyerapan dana di masyarakat untuk menurunkan tingkat inflasi, bank sentral akan melakukan penjualan obligasi milik pemerintah. Dengan begitu, tingkat suku bunga akan naik dan mengurangi angka peminjaman uang.

Begitu cara-cara bank sentral untuk mengendalikan inflasi, ketersediaan uang, dan kestabilan harga.

Bank sentral mengeluarkan kebijakan untuk bank-bank komersial. Kebijakan-kebijakan tersebut berguna untuk mengatur pasokan uang di pasar. Apabila bank-bank komersial memerlukan dana untuk memenuhi kebutuhan likuiditas, bank-bank tersebut dapat meminjam dari bank sentral. Bank sentral juga dapat berfungsi untuk mengatur rasio cadangan untuk bank-bank komersial. Bank sentral di beberapa negara mengharuskan bank-bank komersial untuk mendepositokan cadangan.

Discount rate yang merupakan basis dari tingkat suku bunga ditentukan oleh bank sentral. Discount rate adalah tingkat dimana bank-bank komersial dapat meminjam dana jangka pendek. Untuk mencegah pinjaman berlebihan yang dapat mengakibatkan terlalu banyak uang yang beredar di masyarakat, maka digunakan discount rate ini sebagai disinsentif.

Disclaimer

Artikel di atas hanyalah sebagai informasi dan pendidikan saja. Informasi di atas tidak bertujuan untuk dijadikan saran. Produk dengan leverage memiliki tingkat risiko yang tinggi terhadap modal yang Anda investasikan. Nilai investasi dapat turun atau naik dan Anda dapat kehilangan pembayaran margin awal Anda. Pastikan Anda telah memahami sepenuhnya semua risiko yang terlibat.

Klik disini untuk trading forex di aplikasi smartphone HSB Investasi dan berkesempatan untuk memenangkan berbagai hadiah di promo telur emas yang sedang berlangsung.