11 Tokoh Analisis Teknikal Dunia yang Kisahnya Menginspirasi Trader

inilah tokoh analisis teknikal dunia

Dunia analisis teknikal dipenuhi dengan para pionir yang telah mengubah cara kita memahami dan berinteraksi dengan pasar keuangan. Mereka bukan hanya pencipta metode, tetapi juga visioner yang melihat pola di balik hiruk pikuk harga. Artikel ini akan memperkenalkan Anda pada 11 tokoh terkemuka dalam analisis teknikal, membahas kontribusi utama mereka, dan mengapa kisah mereka tetap relevan bagi para trader dan investor saat ini.

1. Charles Dow, Bapak Analisis Teknikal Modern

Charles Dow dikenal sebagai tokoh penting dalam pengembangan analisa teknikal

Charles Dow adalah salah satu tokoh paling fundamental dalam sejarah analisis teknikal. Sebagai salah satu pendiri Dow Jones & Company dan pencipta indeks Dow Jones Industrial Average, kontribusinya meletakkan dasar bagi banyak teori modern.

Apa itu Dow Theory? Dow Theory adalah kerangka kerja yang menjelaskan pergerakan pasar dalam tiga fase:

  • Fase Akumulasi: Investor cerdas mulai membeli aset pada harga rendah, seringkali saat sentimen pasar masih negatif.
  • Fase Markup: Pasar mulai bullish, harga aset naik seiring dengan meningkatnya partisipasi investor.
  • Fase Distribusi: Investor besar mulai menjual aset mereka pada harga tinggi, sebelum pasar berbalik arah.

Konsep Penting: Dow juga memperkenalkan konsep support dan resistance, yaitu level harga di mana pasar cenderung memantul atau berbalik arah. Ia adalah salah satu yang pertama menggunakan grafik harga secara luas untuk analisis.

2. Munehisa Homma, Penemu Candlestick Charting

Munehisa Homma adalah seorang pedagang beras legendaris dari Jepang abad ke-18. Ia diakui sebagai “Bapak Candlestick Charting“, sebuah teknik visualisasi harga yang kini digunakan secara universal.

  • Apa itu Candlestick Charting? Candlestick adalah representasi grafis pergerakan harga suatu aset dalam periode waktu tertentu. Setiap candlestick menunjukkan harga pembukaan, penutupan, tertinggi, dan terendah, memberikan gambaran visual yang kaya tentang sentimen pasar.
  • Dampak: Inovasi Homma memungkinkan trader melihat pola harga dan tren pasar dengan lebih akurat, memprediksi potensi pergerakan harga di masa depan.

3. William Hamilton, Pengembangan Konsep Charting

tokoh analisis teknikal William Hamilton
cc: biografiasyvidas.com

William Hamilton, editor The Wall Street Journal, berperan penting dalam mempopulerkan konsep charting sebagai alat analisis pasar saham.

Kontribusi Utama: Hamilton mengembangkan beberapa konsep kunci analisis teknikal, termasuk trend, resistance, dan support.

Jenis Trend: Ia mengklasifikasikan trend menjadi tiga jenis:

  • Uptrend (tren naik)
  • Downtrend (tren turun)
  • Sideways (tren mendatar)

Relevansi: Konsep-konsep ini menjadi dasar bagi banyak strategi trading dan indikator teknikal yang digunakan hingga saat ini.

Kamu bisa menguji atau mencoba untuk belajar indikator teknikal ini di akun demo milik HSB Investasi secara gratis!  Selain itu, akun demo juga berguna bagi pemula yang ingin belajar trading tanpa harus mengkhawatirkan risiko atau loss. Mulai dari sekarang dengan mengklik “buka akun demo” dalam banner ini ya!

Trading bebas risiko dengan dana virtual akun demo HSB Investasi

4. Richard Wyckoff, Metode Akumulasi dan Distribusi

Richard Wyckoff adalah analis teknikal terkemuka di awal abad ke-20 yang mengembangkan Wyckoff Method. Pendekatan ini berfokus pada pengamatan volume dan pergerakan harga untuk memprediksi tren pasar.

  • Konsep Utama: Wyckoff memperkenalkan konsep distribusi dan akumulasi sebagai fase penting dalam siklus pasar.
  • Teknik Analisis: Ia mengembangkan teknik seperti chart pattern (pola grafik) dan Volume Spread Analysis (VSA), yang menganalisis hubungan antara volume dan range harga untuk memprediksi arah pergerakan harga.

5. Robert Rhea

Robert Rhea adalah analis teknikal awal abad ke-20 yang sangat terobsesi dengan Dow Theory. Ia menyempurnakan teori tersebut dan memperkenalkan konsep-konsep baru.

  • Konsep Baru: Rhea mengembangkan ide divergensi (harga dan indikator teknikal bergerak tidak sejalan) dan konfirmasi (harga dan indikator teknikal bergerak sejalan).
  • Pola Pembalikan (Reversal Patterns): Ia juga mengembangkan konsep pola pembalikan bullish dan bearish, seperti head and shoulders, double tops and bottoms, serta ascending dan descending triangles.

6. J. Welles Wilder Jr, Pencipta Indikator Populer

Welles Wilder Jr. adalah seorang analis teknikal
cc: Mikaylabinar.com

J. Welles Wilder Jr. adalah seorang insinyur mekanik yang beralih menjadi trader dan analis teknikal. Ia terkenal karena mengembangkan beberapa indikator teknikal yang paling banyak digunakan di dunia.

Indikator Ikonik:

  • Relative Strength Index (RSI): Mengukur kekuatan tren pasar dan membantu mengidentifikasi kondisi overbought atau oversold.
  • Average True Range (ATR): Mengukur volatilitas pasar.
  • Parabolic SAR: Digunakan untuk menentukan titik keluar dari suatu posisi trading.

7. John Magee, Penulis “Technical Analysis of Stock Trends”

John Magee adalah seorang analis teknikal terkemuka pada abad ke-20 yang terkenal karena karyanya dalam mengembangkan teori dan praktek analisis teknikal modern. Ia adalah penulis buku “Technical Analysis of Stock Trends“dianggap sebagai salah satu buku referensi terbaik dalam analisis teknikal.

Magee mempelajari karya Charles Dow dan menggunakan teori Dow Theory sebagai dasar untuk mengembangkan metode analisis teknikal yang efektif. Ia mengembangkan beberapa konsep baru dalam analisis teknikal, termasuk moving averages, trendlines, dan chart patterns.

Salah satu kontribusi terbesar Magee dalam analisis teknikal adalah pengembangan konsep chart patterns. Ia mengidentifikasi beberapa pola harga seperti pattern double top dan bottom, head and shoulders, dan ascending dan descending triangles yang kemudian menjadi dasar bagi berbagai strategi trading dan indikator teknikal.

Magee juga mengembangkan konsep trendlines, yaitu garis-garis yang digunakan untuk mengidentifikasi tren pasar dan menentukan titik masuk atau keluar dari suatu posisi trading. Ia juga mengembangkan konsep moving averages, yaitu indikator teknikal yang digunakan untuk mengukur rata-rata harga dalam jangka waktu tertentu.

8. Martin Pring, Analisis Antar Pasar dan Strategi

Martin Pring adalah seorang analis teknikal
cc: pringturner.com

Martin Pring adalah analis teknikal terkemuka yang dikenal karena karyanya dalam mengembangkan indikator dan strategi trading berbasis analisis teknikal.

  • Karya Terkenal: Penulis buku “Technical Analysis Explained” dan “The Complete Technical Analysis Course”.
  • Inovasi: Pring mengembangkan indikator seperti MACD (Moving Average Convergence Divergence) dan Stochastic Oscillator (meskipun MACD dikembangkan oleh Gerald Appel, Pring mempopulerkannya) serta konsep intermarket analysis (analisis hubungan antara berbagai kelas aset).

9. Edson Gould, Analisis Volume dan Siklus

Edson Gould dikenal karena metode analisis teknikalnya yang efektif dan akurat, terutama dalam penggunaan volume trading dan analisis siklus.

  • Pendekatan: Gould mempelajari karya Charles Dow dan mengembangkan penggunaan volume trading untuk memperkuat sinyal analisis teknikal.
  • Analisis Siklus: Ia mengembangkan metode analisis siklus untuk memprediksi periode kenaikan dan penurunan pasar. Indikator seperti Advance-Decline line (mengukur kekuatan pasar secara keseluruhan) juga merupakan kontribusinya.

10. Ralph Nelson Elliott

Ralph Nelson Elliott adalah seorang analis teknikal
cc: mikaylabinar.com

Ralph Nelson Elliott adalah seorang akuntan yang mengembangkan Elliott Wave Theory pada tahun 1930-an, setelah mengamati pola-pola pergerakan pasar yang berulang.

Konsep Utama: Teori ini menyatakan bahwa pasar saham bergerak dalam pola gelombang yang dapat diidentifikasi. Gelombang dibagi menjadi:

  • Gelombang Impuls: Mengikuti arah tren utama.
  • Gelombang Koreksi: Berlawanan dengan arah tren utama.

Turunan: Teori Elliott Wave menjadi dasar pengembangan indikator seperti Fibonacci Retracement dan Harmonic Pattern Recognition.

11. Steve Nison

Steve Nison adalah analis teknikal modern yang bertanggung jawab mempopulerkan candlestick charting di dunia Barat.

  • Kontribusi: Nison menggabungkan metode analisis teknikal Jepang dengan teknik Barat, memperkenalkan berbagai pola candlestick seperti Doji, Hammer, dan Shooting Star. Bukunya, “Japanese Candlestick Charting Techniques,” menjadi referensi penting.
  • Dampak: Ia membuat candlestick menjadi alat yang mudah diakses dan dipahami oleh trader di seluruh dunia.

Manfaatkan Analisis Teknikal di Akun Demo Trading!

Analisis teknikal sangat berperan penting dalam dunia trading, tanpa melakukan analisis teknikal sama aja kamu melakukan trading seperti mengambil jarum di tumpukkan jerami. Maka dari itu, jika kamu masih tidak paham mengenai trading, manfaatkan lah akun demo trading dari HSB Investasi sebagai bahan belajar, menguji strategi dan mencoba semua analisa teknikal yang tersedia.

“Lalu, gimana sih cara trading emas di HSB Investasi?”

Kamu bisa langsung membuat akun atau melakukan registrasi akun HSB menggunakan email milikmu.

Unduh aplikasi HSB Investasi sekarang di Android dan iOS. Mulai perjalanan trading online sekarang!

Pertanyaan yang Sering di Ajukan!

Siapa saja yang menggunakan analisis teknikal?

Analisa teknikal digunakan oleh semua kalangan trader yang aktif dalam segaja jenis trading.

Analisis teknikal itu apa?

Analisis teknikal adalah metode yang digunakan dalam trading dan investasi untuk menganalisis pergerakan harga saham, mata uang, komoditas, atau aset keuangan lainnya dengan memeriksa data historis harga dan volume perdagangan.

Kenapa analisis teknikal penting?

Analisis teknikal penting karena memberikan wawasan tentang pergerakan harga aset keuangan dan membantu kamu membuat keputusan yang informasional.

Bagikan Artikel