Home Forex Mengenal Apa itu Pola Candlestick Piercing Line

Mengenal Apa itu Pola Candlestick Piercing Line

by Imelia Santoso
0 comment

Pola analisa teknikal untuk menganalisa pergerakan harga di pasar terdiri dalam berbagai bentuk. Salah satunya adalah Pola Piercing Line Candlestick. Sobat Trader bisa mencari tahu pengertian, karakteristik, dan fungsi dasar Pola Piercing Line di bawah ini.

Apa Itu Pola Piercing Line?

Pola Piercing Line adalah salah satu Pola Candlestick yang digunakan dalam analisis teknikal forex yang mengindikasikan adanya potensi perubahan arah harga jangka pendek dari tren Bearish (turun) ke tren Bullish (naik).

Nama Pola Piercing Line biasa juga dikenal sebagai Pola Candlestick Double yang merujuk pada candle Bullish yang memotong/menembus (pierces) dari candle Bearish sebelumnya.

Pola ini terdiri dari dua Candlestick, yaitu Candlestick Bearish (merah/hitam) yang menandakan tren dalam kondisi menurun, diikuti dengan Candlestick Bullish (hijau/putih) yang muncul setelahnya dan memotong harga Candlestick Bearish sebelumnya. Ini mengindikasikan bahwa pembeli telah mengambil alih kendali pasar dari penjual dan mendorong harga naik.

Pola Piercing Line dapat digunakan sebagai sinyal beli yang kuat, terlebih jika dikonfirmasi oleh indikator teknikal lain seperti RSI atau Moving Average. Namun, perlu diingat bahwa pola ini tidak selalu menunjukkan perubahan arah tren yang pasti, sehingga disarankan untuk menggunakannya sebagai sinyal yang digabungkan dengan analisis fundamental dan teknis yang lebih luas dalam pengambilan keputusan trading yang lebih baik.

candlestick piercing line

Proses Terbentuknya Pola Piercing Line

Pola Piercing Line muncul berawal ketika pasar sedang berada dalam kondisi downtrend, dimana harga sedang mengalami penurunan secara berkelanjutan yang dikarenakan para penjual sedang mendominasi pasar dengan melakukan aksi jual secara masif. Hal tersebut akan terlihat pada grafik harga dengan banyaknya candle Bearish yang tercipta.

Proses terjadinya adalah pada saat sesi pembukaan harga akan pertama kali mencapai puncak yang lebih rendah (lower high), kemudian pada sesi penutupan harga akan semakin turun dan menciptakan puncak yang lebih rendah lagi dari sebelumnya, termasuk gap turun (gap down).

Akan tetapi, ketika sesi perdagangan dibuka berikutnya, harga akan mulai merangkak naik dan membentuk lembah yang lebih rendah (lower low) dari lembah sebelumnya.

Ketika pasar perdagangan ditutup, harga akan semakin naik dan membentuk candle Bullish yang memotong garis tengah antara dua puncak yang lebih rendah. Ini menandakan bahwa dominasi pasar mulai beralih dari penjual ke pembeli dan berpotensi akan mengakhiri tren turun yang sedang berlangsung.

 Karakteristik Pola Piercing Line

Untuk terciptanya Pola Piercing Line, ada beberapa karakteristik yang harus dipenuhi, diantaranya adalah:

1. Tren Bearish

Pola Piercing Line hanya akan terbentuk saat pasar sedang dalam kondisi downtrend, yaitu kondisi pasar perdagangan di mana harga forex, saham, atau komoditas mengalami penurunan secara berkelanjutan dalam periode tertentu.

Downtrend dapat dikenali dengan adanya garis tren yang menurun pada grafik harga. Pada kondisi downtrend, trader cenderung menjual aset forex, saham, atau komoditas yang dipegangnya karena diperkirakan harga akan terus menurun.

Kondisi downtrend dapat disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya seperti kondisi ekonomi yang buruk, kenaikan suku bunga, atau keputusan pemerintah yang merugikan pasar. Faktor fundamental seperti laba yang rendah, prospek pertumbuhan yang buruk, atau kondisi politik yang tidak stabil juga dapat memperburuk kondisi downtrend.

2. Candle Pertama Bearish

Terbentuknya pola ini terdiri dari dua Candlestick berbeda yang menandai perubahan arah tren dari turun menjadi naik, sehingga syarat selanjutnya adalah candle pertama harus candle Bearish diikuti candle Bullish, tidak tertukar ataupun dari jenis candle (Bearish) yang sama. Candle Bearish terdiri dari tubuh Candlestick yang berwarna merah atau hitam dengan bayangan atas (upper shadow) yang biasanya lebih panjang dari tubuh Candlestick.

 Pada candle Bearish, harga pembukaan (open) berada di atas harga penutupan (close) yang menunjukkan bahwa pada awal periode harga cenderung lebih tinggi dibandingkan pada akhir periode, dan ini menunjukkan bahwa banyak aksi jual di pasar.

Candle Bearish menunjukkan dominasi penjual di pasar dan dapat digunakan sebagai indikator sinyal jual, terutama jika muncul setelah tren kenaikan yang kuat atau jika terjadi pada Level Resistance yang kuat.

detail komponen pola candlestick piercing line

3. Candle Kedua Bullish

Pola Piercing Line merupakan pola pembalikan tren dari harga turun ke harga naik, sehingga candle kedua setelah candle Bearish haruslah candle Bullish. Candle Bullish adalah jenis Candlestick yang menunjukkan tren kenaikan harga dalam periode waktu tertentu.

Candlestick Bullish terdiri dari tubuh Candlestick yang berwarna hijau atau putih dengan bayangan bawah yang lebih panjang dari tubuh Candlestick.

Kebalikan dari candle Bearish, pada candle Bullish harga pembukaan (open) berada di bawah harga penutupan (close) yang menunjukkan bahwa pada awal periode harga cenderung lebih rendah dibandingkan pada akhir periode, dan ini menunjukkan bahwa banyak aksi beli yang di pasar.

Candle Bearish dan Candle Bullish merupakan indikasi Candlestick yang berseberangan. Dengan kata lain, jika candle Bearish merupakan sinyal jual, maka candle Bullish merupakan sinyal beli.

4. Bullish Memotong Bearish

Ketika Pola Piercing Line terjadi, maka harga penutupan (close) dari Candlestick Bullish yang muncul harus lebih tinggi setidaknya setengah dari harga pembukaan (open) Candlestick Bearish sebelumnya sehingga membentuk gap.

Ini menandakan bahwa ada banyak aksi beli yang terjadi di pasar sehingga mendorong harga naik dan mengubah arah tren dari Bearish (turun) menjadi Bullish (naik).

Secara visual, hal ini akan terlihat pada grafik harga seperti Candlestick Bullish yang “memotong” atau “menembus” Candlestick Bearish sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa pembeli telah mengambil alih kendali dari penjual di pasar dan mendorong harga naik, yang mengindikasikan perubahan sentimen pasar yang signifikan.

grafik pergerakan harga melalui platform dan aplikasi HSB Investasi

Apa Fungsi dari Pola Piercing Line?

Setidaknya ada dua fungsi utama dari Pola Piercing Line yang perlu Sobat Trader kenali, yaitu:

Sebagai Sinyal Beli

Sinyal dalam Pasar Forex merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk menentukan kapan waktu terbaik membeli atau menjual aset. Ada berbagai macam jenis cara yang dapat digunakan untuk mencari sinyal aksi forex, termasuk analisis teknikal, analisis fundamental, dan sentimen pasar.

Sinyal teknikal menggunakan data historis harga forex dan volume untuk menentukan tren dan pola harga yang menunjukkan potensi kenaikan nilainya. Beberapa contoh sinyal teknikal yang umum digunakan adalah Moving Average, Relative Strength Index (RSI), dan Bollinger Bands.

Analisis fundamental menggunakan data finansial perusahaan, seperti laporan keuangan, pendapatan, dan laba, serta berita ekonomi dan industri untuk menentukan nilai intrinsik aset yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan dan prospek perusahaan guna menentukan apakah pasangan mata uang forex tersebut undervalued atau overvalued.

Beberapa contoh sinyal fundamental yang umum digunakan adalah Price-to-Earnings Ratio (P/E Ratio), Price-to-Book Ratio (P/B Ratio), dan Dividend Yield.

Sentimen pasar adalah persepsi atau opini umum dari para pelaku pasar tentang arah pergerakan harga. Sentimen pasar dapat ditentukan melalui analisis teknis atau fundamental, atau dengan mengamati aktivitas perdagangan. Sentimen pasar yang positif menunjukkan optimisme di pasar, sementara sentimen pasar yang negatif menunjukkan pesimisme. Sentimen pasar dapat mempengaruhi arah pergerakan harga di pasar finansial.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa Pola Piercing Line merupakan sinyal beli yang kuat bagi trader untuk membeli pasangan mata uang forex, saham, atau komoditas ketika harga sedang turun dan menjualnya dengan harga lebih tinggi karena menunjukkan pembalikan arah dari Bearish (turun) ke Bullish (naik).

Penanda Bullish Reversal

Kemunculan candle Bullish setelah candle Bearish di saat pasar sedang dalam kondisi downtrend pada Pola Piercing Line, mengindikasikan adanya perubahan arah tren (dari Bearish menjadi Bullish). Hal ini menunjukkan bahwa pembeli telah mengambil alih kendali dari pasar dan mendorong harga naik.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa Pola Piercing Line biasanya hanya berlangsung dalam jangka waktu yang singkat (biasanya hanya lima hari). Oleh karena itu, penting untuk mengikuti tren secara konsisten dan melakukan analisis mengunakan indikator teknis lainnya seperti RSI sebelum mengambil keputusan trading.

Sobat Trader dapat memanfaatkan fungsi dasar Pola Piercing Line untuk meraih potensi profit trading dengan menggunakan grafik pergerakan harga secara real-time di platform atau aplikasi all-in-one trading HSB Investasi.

Daftarkan akun trading HSB sekarang juga dan raih target keuntungan trading-mu dengan menjadi bagian dari komunitas trader forex sukses Indonesia bersama HSB Investasi, Invest in Time!***

DISCLAIMER

Artikel ini ditujukan sebatas sebagai sumber informasi dan edukasi serta tidak ditujukan sebagai sumber utama pemberian saran. Perlu dipahami bahwa aktivitas finansial investasi dan trading memiliki tingkat risiko yang perlu dikelola dengan baik. Pastikan Sobat Trader telah memahami potensi risiko yang mungkin muncul agar dapat meminimalisir kerugian di masa yang akan datang.

Banner Trading

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288