Home Forex Perbedaan Three White Soldiers & Three Black Crows

Perbedaan Three White Soldiers & Three Black Crows

by Imelia Santoso
0 comment

Pernahkah kamu melihat formasi tiga candle yang muncul secara berurutan dalam grafik pergerakan harga? Bisa jadi itu adalah Pola Three White Soldiers atau Three Black Crows. Meskipun serupa, tapi kamu bisa mengenali karakteristik mereka dengan mudah.  Lalu bagaimana cara membedakannya? Simak 6 perbedaan keduanya di bawah ini ya, Sobat Trader.

 1. Arah Tren Pembalikan

Three White Soldiers adalah Pola Pembalikan Bullish (Bullish Reversal Pattern), sedangkan Three Black Crows adalah pola Pembalikan Bearish (Bearish Reversal Pattern).

Arah tren pembalikan Pola Three White Soldiers adalah Bullish. Pola ini terbentuk ketika tiga candlestick Bullish muncul secara berurutan setelah tren Bearish yang cukup kuat. Masing-masing candlestick harus memiliki tubuh yang panjang dan tidak ada atau sedikit ekor di atas atau bawahnya.

Ini menunjukkan bahwa bulls (pembeli) sedang mengambil kendali dari pasar dan mengindikasikan bahwa tren Bearish akan segera berakhir.

arah tren pembalikan pola three white soldiers dari downtren ke uptrend

Sedangkan arah tren pembalikan Pola Three Black Crows adalah Bearish. Pola ini terbentuk ketika tiga candlestick Bearish muncul berurutan setelah adanya tren Bullish yang cukup kuat. Ini menunjukkan bahwa bears (penjual) mendominasi kendali dari pasar dan mengindikasikan adanya potensi tren Bullish akan segera berakhir.

Akan tetapi penting untuk Sobat Trader ingat, bahwa pola ini tidak selalu mengindikasikan pembalikan tren yang pasti, dan harus digunakan bersama dengan analisis teknis dan fundamental lainnya untuk mengkonfirmasi sinyal pembalikan tren.

2. Ukuran Tubuh Candle

Cara membedakan Three White Soldiers dan Three Black Crows juga bisa dengan melihat ukuran body candle yang terbentuk. Dalam Pola Three White Soldiers, candle yang digunakan adalah candle Bullish dengan ukuran tubuh panjang dan hanya memiliki sedikit ekor di bagian atas atau bawah, atau justru tidak ada sama sekali.

Ukuran candle dan ekor ini menunjukkan bahwa kubu pembeli sedang mengambil alih pergerakan harga di pasar dan mengindikasikan bahwa tren Bearish akan segera berakhir. Ukuran candle yang panjang juga menunjukkan adanya tekanan beli kuat dari pembeli dan mengindikasikan bahwa tren baru akan segera muncul.

Sedangkan dalam Pola Three Black Crows, ukuran candle yang digunakan adalah candle Bearish dengan tubuh yang juga panjang. Sama dengan Three White Soldiers, masing-masing candle tidak memiliki ekor atau hanya sedikit di bagian atas atau bawah.

Ini menunjukkan bahwa penjual sedang mengambil kendali transaksi perdagangan di pasar dan mengindikasikan bahwa tren Bullish akan segera berakhir.

 3. Sentimen & Sinyal Pasar

Sentimen pasar dapat mempengaruhi pembentukan Pola Three White Soldiers dan Three Black Crows dalam beberapa cara untuk membedakan keduanya.

Pertama, sentimen pasar Bullish dapat menyebabkan pergerakan harga yang kuat ke atas, sehingga memungkinkan terbentuknya Pola Three White Soldiers. Sentimen Bullish menunjukkan bahwa para trader sangat optimis tentang prospek pasar dan lebih cenderung untuk melakukan pembelian.

Sebaliknya, sentimen pasar yang Bearish dapat menyebabkan pergerakan harga yang kuat ke bawah, yang dapat memungkinkan terbentuknya Pola Three Black Crows. Sentimen Bearish menunjukkan bahwa trader yang terlibat dalam perdagangan sangat pesimis tentang prospek pasar dan lebih cenderung untuk melakukan penjualan.

sentimen pasar saat pola three white soldiers terbentuk

Kedua, pembentukan Pola Three White Soldiers juga bisa diakibatkan oleh adanya sentimen pasar yang negatif. Dalam kondisi ini, trader akan cenderung menjual forex atau instrument lainnya, yang menyebabkan harganya turun dan membentuk Pola Three White Soldiers. Namun, saat harga turun, pembeli akan mulai masuk ke pasar dan mengambil alih kendali yang akan menyebabkan harga berbalik naik dan membentuk Three White Soldiers.

Sedangkan sentimen pasar positif dapat mendorong pembentukan Pola Three Black Crows. Jika sentiment pasar positif, Sobat Trader bisa merencanakan perintah membeli forex yang akan berakibat pada naiknya harga di pasar.

Akan tetapi saat harga naik, berhati-hatilah karena bisa jadi penjual akan mulai masuk ke pasar dan mengambil alih kendali sehingga mengakibatkan harga merosot turun dan muncullah Pola Three Black Crows.

Ketiga, sentimen pasar yang berubah dari Bearish ke Bullish dapat menyebabkan pembentukan Pola Three White Soldiers. Dalam kondisi ini, trader yang sebelumnya cenderung mengambil aksi menjual aset akan mulai melakukan pembelian. Ini akan menyebabkan harga forex naik dan terbentuklah Pola Three White Soldiers.

Sentimen pasar yang berubah dari Bullish ke Bearish dapat menyebabkan pembentukan Pola Three Black Crows karena trader yang sebelumnya membeli akan mulai mengambil keputusan menjual aset seperti forex, saham, atau komoditas. Kondisi ini akan berakibat pada merosotnya harga dan membentuk Pola Three Black Crows.

Secara keseluruhan, sentimen pasar dapat mempengaruhi pembentukan kedua pola tersebut dengan cara mempengaruhi pergerakan harga aset. Namun perlu diingat, kedunya hanyalah sebagai sinyal atau indikator, pergerakan harga aset dapat dipengaruhi oleh faktor fundamental dan teknikal yang lain juga.

Cara membedakan keduanya dari segi sinyal pasar adalah bahwa Three White Soldiers dapat dilihat sebagai tanda pembalikan dari Bearish ke Bullish, sementara Three Black Crows merupakan tanda pembalikan dari tren Bullish ke tren Bearish.

4. Cara Trading

Cara trading juga bisa kamu gunakan untuk membedakan kedua pola tiga candle yang populer ini. Three White Soldiers adalah Pola Candlestick Bullish yang terdiri dari tiga candle Bullish yang muncul setelah tren Bearish. Pola ini menunjukkan bahwa pasar telah menemukan dasar dan kemungkinan akan terus naik.

Cara trading dengan pola ini adalah dengan membeli setelah pola terkonfirmasi dan menempatkan stop loss di bawah candle pertama. Target profit dapat ditentukan dengan menggunakan rasio risiko atau dengan mengukur jarak antara puncak candle pertama dan terendah dari ketiga candle dan menempatkannya sebagai target profit.

cara trading dengan pola three black crows

Three Black Crows adalah Pola Candlestick Bearish yang terdiri dari tiga candle Bearish yang muncul setelah tren Bullish. Pola ini menunjukkan bahwa pasar telah mencapai puncak dan kemungkinan akan terus turun.

Sobat Trader bisa memanfaatkan pola ini dengan menjual setelah pola terkonfirmasi dan menempatkan stop loss di atas candle pertama. Kamu juga bisa menentukan target profit dengan menggunakan rasio risiko atau dengan mengukur jarak antara titik tertinggi candle pertama dan titik terendah candle ketiga dan menempatkannya sebagai target profit.

Akan tetapi, lagi-lagi kamu harus melibatkan indicator lainnya untuk bisa mengkonfirmasi peluang profit yang diberikan oleh kedua pola tiga candle tersebut.

5. Harga Penutup Lebih Rendah

Pada Pola Three White Soldiers, posisi harga penutupan dari ketiga candle harus lebih tinggi dari harga penutupan candle sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa pembeli sedang mengambil alih pasar dan mengakhiri tren Bearish yang ada.

Pada pola ini pula, harga penutupan dari ketiga candle harus lebih tinggi dari harga pembukaan, untuk menunjukkan bahwa harga ditutup di level yang lebih tinggi dari level pembukaan.

Sedangkan pada Pola Three Black Crows, posisi harga penutupan ketiga candle harus lebih rendah dari harga penutupan candle sebelumnya. Kondisi ini memperlihatkan bahwa penjual sedang menguasai pasar dan mengakhiri tren Bullish.

Selain itu, pada Three Black Crows, harga penutupan dari ketiga candle harus lebih rendah dari harga pembukaan, yang mengindikasikan bahwa harga ditutup di level yang lebih rendah dari level pembukaannya.

6. Time Frame Trading

Pola Three White Soldiers dan Three Black Crows dapat ditemukan pada berbagai time frame trading, tetapi biasanya lebih sering ditemukan pada time frame daily (1 hari) atau weekly (1 minggu).

Time frame yang lebih rendah seperti hourly (1 jam) atau 4-hourly (4 jam) juga dapat digunakan. Namun pola ini lebih sulit untuk dikenali dan dikonfirmasi karena lebih banyak noise (gangguan) pada data harga.

Pada time frame daily atau weekly, Sobat Trader dapat melihat tren jangka panjang dan mengidentifikasi Pola Three White Soldiers atau Three Black Crows setelah terbentuk secara sempurna.

Hal ini memungkinkanmu untuk mengambil posisi dengan lebih meyakinkan dan menempatkan stop loss dan target profit yang lebih baik. Namun, jika kamu menggunakan time frame yang lebih rendah seperti hourly atau 4-hourly, kamu harus lebih berhati-hati dalam mengkonfirmasi pola-pola ini dan menempatkan stop loss serta target profit karena mungkin akan lebih banyak noise dalam data harga.

Kamu bisa memilih time frame yang ingin digunakan melalui platform atau aplikasi trading HSB Investasi yang menyediakan grafik pergerakan harga secara real-time. Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan beragam fitur indikator teknikal lainnya untuk membantumu meraih peluang profit trading.

Sobat Trader bisa mengaksesnya langsung melalui platform berbasis web atau dengan men-download aplikasi trading all-in-one HSB dan mendaftarkan akun trading live atau akun demo sekarang juga!***

DISCLAIMER

Artikel ini ditujukan sebatas sebagai sumber informasi dan edukasi serta tidak ditujukan sebagai sumber utama pemberian saran. Perlu dipahami bahwa aktivitas finansial investasi dan trading memiliki tingkat risiko yang perlu dikelola dengan baik. Pastikan Sobat Trader telah memahami potensi risiko yang mungkin muncul agar dapat meminimalisir kerugian di masa yang akan datang.

Banner Trading

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288