Home Pengetahuan Keuangan Candlestick Three White Soldiers Dan Three Black Crows

Candlestick Three White Soldiers Dan Three Black Crows

by HSB
0 comment

Kamu bisa menggunakan pola candlestick chart pattern untuk mengambil keputusan trading berdasarkan analisa pola yang terjadi secara teratur dan berulang untuk memperkirakan potensi pergerakan harga jangka pendek di pasar.

Three White Soldiers dan Three Black Crows adalah contoh pola pembalikan (Reversal Pattern) yang menunjukkan kapan sebuah tren akan berubah arah. Kedua pola tersebut memiliki tiga candle berturut-turut, sehingga pembentukannya tidak terjadi sesering beberapa pola candlestick lainnya.

Penting untuk kamu ingat bahwa kedua pola hanya berfungsi ketika mereka muncul setelah tren naik atau turun yang kuat. Di pasar dengan volatilitas tinggi, kedua pola ini bekerja kurang maksimal.

Apa itu Pola Three White Soldiers?

Pola Three White Soldiers

Three white soldier merupakan pola bullish reversal yang menunjukkan perubahan arah pergerakan harga yang terjadi saat downtrend kuat. Formasi ini terdiri dari tiga candle pola bullish berturut-turut, dengan masing-masing ditutup dengan posisi yang lebih tinggi dari sebelumnya.

Baca juga: Chart Pattern Lengkap Akurat: Pengertian, Jenis, Dan Cara Bacanya

Karena terdiri dari tiga candles, pola ini membuktikan dengan sendirinya bahwa tren pembalikan sedang terjadi karena dibuat oleh kekuatan bullish. Three White Soldier muncul setelah downtrend yang kuat dan biasanya berakhir dengan titik rendah jangka pendek yang baru.

Kapan Three White Soldier Muncul?

Pola candlestick three white soldier menunjukkan pergerakan harga saham, komoditas, atau pasangan mata uang forex pada chart pattern setelah terjadi perubahan besar.

Sebagai pola visual bullish, Three White Soldier digunakan untuk pintu masuk atau keluar posisi trading.

Baca juga: 10 Pola Candlestick Paling Lengkap Dan Akurat Bagi Pemula

Saat kamu menggunakan strategi trading pola Three White Soldier, penting untuk kamu ingat bahwa pergerakan kuat harga yang lebih tinggi dapat menyebabkan kondisi overbought jangka pendek.

Misalnya, indeks kekuatan relatif (Relative Strength Index – RSI) mungkin telah bergerak di atas level 70,0. Setelah pola Three White Soldier terbentuk, terkadang ada periode konsolidasi yang singkat, tetapi tren jangka pendek dan menengah masih terus akan naik.

Kenaikan besar harga juga bisa mencapai level resistance kunci, di mana saham bisa berhenti bergerak naik untuk sementara waktu sebelum akhirnya naik kembali.

Apa itu Three Black Crows?

Pola Three Black Crows

Three Black Crows adalah frasa yang digunakan untuk menggambarkan pola candlestick bearish untuk menganalisa tren pola pembalikan. Pola candlestick pembalikan ini menunjukkan harga pembukaan, tertinggi, terendah, dan penutupan hari itu untuk harga aset tertentu.

Untuk saham yang bergerak lebih tinggi, pola candlestick berwarna putih atau hijau. Saat bergerak lebih rendah, warnanya akan berubah menjadi hitam atau merah.

Baca juga: 3 Cara Sakti Membaca Pola Chart Pattern dengan Benar

Pola Three Black Crows terdiri dari tiga candle bertubuh panjang berturut-turut yang dibuka tidak lebih panjang dari ukuran tubuh candle sebelumnya dan ditutup lebih rendah dari candle sebelumnya.

Seringkali, trader menggunakan indikator ini bersama dengan indikator teknis atau pola grafik lainnya sebagai konfirmasi adanya tren pembalikan.

Kapan Three Black Crows Muncul?

Jika kamu melihat Three Black Crows, hal terbaik yang harus kamu lakukan adalah mencari konfirmasi dari indikator teknis lainnya. Seberapa baik bentuk pola Three Black Crows yang terbentuk sangat berkaitan dengan seberapa dalam analisamu akan tren yang terjadi berikutnya.

Three Black Crows harus berupa candle bearish dengan badan panjang yang ditutup pada atau dekat pergerakan harga rendah untuk jangka waktu tersebut.

Dengan kata lain, candle harus memiliki tubuh yang panjang dan nyata serta sumbu yang pendek atau tanpa sumbu sama sekali. Jika sumbu semakin panjang, hal itu menandakan mungkin bulls dan bears sedang mengubah kecepatannya sedikit sebelum tren pembalikan naik kembali.

Three White Soldier vs. Three Black Crows

Three White Soldier vs. Three Black Crows

Three White Soldier dan Three Black Crows adalah pola kuat yang dimiliki dari keluarga yang sama. Mereka tidak hanya menunjukkan bahwa tren pasar sedang berubah, tetapi mereka juga menunjukkan bahwa harga bergerak ke arah yang berbeda.

Meskipun ini adalah keuntungan dari kedua pola ini dibandingkan dengan reversal pattern lainnya, ini juga menjadi kekurangannya karena ketiga candles-lah yang mengubah pergerakan harga jauh dari titik terrendah/tertinggi.

Pola Three White Soldier adalah kebalikan dari pola grafik Three Black Crows. Pola ini terjadi pada akhir tren turun bearish dan menandakan kemungkinan belokan ke atas.

Baca juga: Doji Candle: Pengertian, Komponen, dan Jenisnya

Three White Soldier hanyalah pola visual yang menunjukkan perubahan tren menurun, sedangkan Three Black Crows menunjukkan perubahan tren naik. Kedua pola memiliki peringatan yang sama dalam hal volume dan konfirmasi dari indikator lain.

Sebaiknya kamu memerhattikan beberapa aspek berikut sebelum memutuskan untuk percaya padasinyal dari pola Three White Soldier dan Three Black Crows:

1. Tren yang Sedang Berlangsung

Pola Three Black Crows kemungkinan besar akan muncul ketika tren telah mencapai titik tertingginya dan harga terus naik (overbought). Sedangkan Pola Three White Soldier, di sisi lain, paling akurat ketika harga terus menerus turun (oversold).

Kamu sebaiknya tidak memulai trading di pasar yang harganya hanya naik turun dalam waktu yang singkat.

2. Prediksi Pola Berikutnya

Perhatikan bagaimana gerakan harga dan berikutnya untuk mengkonfirmasi sinyal pembalikan dari dua pola pertama.Kamu sebaiknya menunggu hingga candlestick berikutnya bergerak ke arah yang ditunjukkan oleh sinyal.

3. Periode Pola Candlestick

Semakin tinggi Timeframe Sinyal dari kedua pola ini, akan semakin akurat pula analisanya. Setidaknya gunakan Timeframe H4 atau lebih tinggi untuk memastikan kualitas sinyal yang bagus. Karena pada timeframe yang sangat rendah seperti M5, sinyal seringkali tidak valid karena terputus oleh fluktuasi pendek (noise).

Jadi, kapan harus menentukan sebuah pola masuk kategori Three White Soldier atau Three Black Crows? Jawabannya tentu saja tergantung pada pergerakan harga di pasaran dan tren yang sedang terjadi saat itu.

Memahami perbedaan kedua pola tersebut dan pola candlestick lainnya sangat penting bagi kamu untuk bisa menganalisa potensi keuntungan trading di kemudian hari.

Dengan mengerti dan memahami cara menganalisanya, kamu bisa terhindarkan dari potensi kerugian trading yang sebenarnya sangat bisa kamu prediksi dan cegah. Cari tahu strategi menganalisa pergerakan pasar trading di aplikasi trading No. 1 Indonesia, HSB Investasi.

Dengan pola grafik live modern dan notifikasi aplikasi secara realtime, kamu bisa dengan lebih leluasa membaca pergerakan harga pasar dan menyusun strategi trading berujung cuan. Tunggu apa lagi? Download aplikasinya sekarang dan registrasikan akun tradingmu bersama HSB Investasi, Invest in Time.***

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288