7 Pelanggaran Berbahaya Forex, Apakah Kamu Juga Melakukannya?

hukum yang berlaku dalam trading emas berjangka

Pelanggaran dalam dunia trading memang bukan fenomena baru. Namun, era digital dan kemudahan trading online telah membuka pintu yang lebih lebar, tidak hanya untuk meraih profit, tetapi juga untuk berbagai jenis manipulasi pasar dan kejahatan keuangan. Kecepatan dan aksesibilitas internet sayangnya juga meningkatkan risiko bagi para trader yang kurang waspada.

Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap trader untuk mengenali bentuk-bentuk pelanggaran ini agar tidak menjadi korban atau pelaku yang tidak disengaja. Artikel ini akan membahas beberapa pelanggaran paling umum di pasar forex, mulai dari praktik ilegal hingga kesalahan fatal yang sering dilakukan tanpa sadar.

1. Manipulasi Harga

dampak manipulasi pasar ke dua orang ini

Ini terjadi ketika seseorang memengaruhi harga untuk mendapatkan keuntungan bagi diri mereka sendiri. Itu bisa dilakukan dengan melakukan transaksi besar yang bisa menggerakkan harga, atau dengan memanipulasi spread atau likuiditas. Manipulasi harga adalah pelanggaran serius dan dikenakan sanksi yang ketat.

Beberapa contoh manipulasi harga dalam trading forex adalah sebagai berikut:

  • Stop Loss Hunting

Stop loss hunting adalah praktik manipulasi harga yang dilakukan dengan menempatkan pesanan besar untuk menjual atau membeli mata uang pada level stop loss.

Hal ini dilakukan untuk mendorong pasar ke arah yang diinginkan dan menyentuh level stop loss para trader, yang dapat menyebabkan kerugian bagi para trader.

  • Spread Manipulation

Spread manipulation adalah praktik manipulasi harga di mana broker forex memanipulasi spread antara harga beli dan harga jual dengan cara menaikkan spread untuk mendapatkan keuntungan lebih besar atau mempersempit spread untuk menarik para trader ke dalam pasar.

  • Slippage

Slippage adalah perbedaan antara harga yang diminta dan harga yang diisi pada saat pesanan trading dijalankan. Slippage dapat terjadi secara alami pada pasar yang volatil, tetapi juga dapat dimanipulasi dengan membuat pesanan palsu atau memanipulasi permintaan dan penawaran di pasar.

  • Quote Stuffing

Quote stuffing dapat terjadi pada pasar forex dengan membanjiri pasar dengan pesanan kecil yang menimbulkan fluktuasi harga yang tidak wajar dan mempercepat transaksi pasar.

2. Insider Trading

dampak insider trading saham

Insider trading terjadi ketika seseorang memanfaatkan informasi yang tidak tersedia untuk umum guna mendapatkan keuntungan dalam trading. Contohnya adalah seseorang yang bekerja di perusahaan forex dan menggunakan informasi internal perusahaan untuk melakukan trading.

Di Indonesia, praktik insider trading dilarang oleh Undang-undang Pasar Modal dan diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pelanggaran insider trading dapat menyebabkan denda dan sanksi hukum yang berat, termasuk penjara bagi individu yang terlibat dalam praktik ini.

3. Front-Running

Ini terjadi ketika seseorang mengetahui bahwa ada order besar yang akan dilakukan, dan mereka melakukan order yang sama sebelumnya untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga yang diakibatkan oleh order besar tersebut.

Contoh praktik front-running dalam trading forex adalah ketika seorang broker mengambil posisi pada suatu pasangan mata uang sebelum pesanan dari kliennya masuk ke pasar.

Broker tersebut dapat memanipulasi harga pasar dengan membeli atau menjual dalam volume besar untuk menciptakan pergerakan harga yang menguntungkan dirinya sendiri.

Praktik front-running dianggap tidak etis dan ilegal dalam banyak yurisdiksi, termasuk di Indonesia. Praktik ini dapat merusak integritas pasar dan dapat menyebabkan kerugian bagi investor yang tidak memiliki akses ke informasi yang sama.

4. Pencucian Uang

money laundry

Ini adalah praktik ilegal untuk menyembunyikan atau melegitimasi dana yang diperoleh secara ilegal. Praktik ini dilakukan dengan cara mentransfer uang dari sumber yang tidak sah ke rekening bank atau rekening broker dalam upaya untuk membuat asal-usul uang tersebut menjadi sulit ditelusuri atau diteliti oleh otoritas keuangan atau hukum.

Dalam trading forex, pencucian uang dapat terjadi ketika seorang individu atau kelompok memperoleh keuntungan dari aktivitas ilegal, dan kemudian mencoba untuk melegitimasi keuntungan tersebut dengan berinvestasi di pasar forex.

Salah satu cara umum untuk mencuci uang dalam trading forex adalah dengan membuka rekening broker dengan nama palsu atau menggunakan identitas palsu. Kemudian, uang hasil kegiatan ilegal tersebut dapat didepositkan ke rekening tersebut dan diinvestasikan di pasar forex.

Setelah uang tersebut diperoleh kembali melalui trading, hasilnya kemudian dapat ditarik atau ditransfer ke rekening lain, sehingga membuatnya sulit dilacak.

5. Penggelapan Dana

Ini terjadi ketika broker atau perusahaan forex tidak memproses transaksi klien atau mengalihkan dana klien untuk kepentingan pribadi mereka.

Contoh penggelapan dana dalam trading forex dapat meliputi pemindahan dana dari rekening klien ke rekening pribadi broker atau trader, pengambilan dana dari akun klien tanpa persetujuan atau alasan yang jelas, atau memperoleh keuntungan pribadi melalui manipulasi trading atau aktivitas lainnya.

6. Manipulasi Pasar

Manipulasi pasar adalah tindakan sengaja untuk menyesatkan pelaku pasar lain demi keuntungan pribadi, biasanya dengan menyebar rumor atau berita bohong. Praktik ini bertujuan menciptakan kesan palsu tentang penawaran atau permintaan di pasar. Namun, penting untuk membedakannya dengan manipulasi harga yang memiliki metode lebih teknis dan langsung.

Jika manipulasi pasar berfokus pada penyebaran informasi untuk memengaruhi psikologi pasar, manipulasi harga berfokus pada aksi trading untuk mengganggu data. Contohnya adalah spoofing, yaitu memasang order jual/beli palsu dalam jumlah besar untuk menipu. Singkatnya, yang satu adalah ‘perang informasi’, sementara yang lainnya adalah ‘perang order’.

7. Kecurangan

Ini meliputi segala bentuk tindakan yang tidak jujur dalam trading forex, seperti menyimpan dokumen atau memalsukan tanda tangan.

Itulah 7 bentuk pelanggaran dalam dunia trading forex. Semua bentuk pelanggaran ini melanggar hukum dan dapat mengakibatkan sanksi yang serius, termasuk denda, tuntutan pidana, dan bahkan penjara. Oleh karena itu, sangat penting untuk menghindari melakukan praktik-praktik ini ketika melakukan trading forex.

Adapun selain menghindari melakukan praktik-praktik ini, Sobat Trader juga perlu mengetahui berbagai regulasi trading forex yang ada di Indonesia.

Regulasi Trading Forex di Indonesia

Trading forex di Indonesia diatur oleh Bank Indonesia dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) yang merupakan bagian dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Adapun regulasi yang mengatur trading forex di Indonesia terangkum dalam Undang-undang Pasal 31 ayat (1) No. 10 Tahun 2011 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK). Undang-undang ini menyediakan kerangka hukum yang mengatur perdagangan berjangka, termasuk trading forex di Indonesia.

Berikut adalah beberapa peraturan terkait trading forex di Indonesia.

  • Wajib Memiliki Izin dari Bappebti

    Semua perusahaan yang ingin beroperasi di Indonesia harus memiliki izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

  • Dana Nasabah Dipisahkan

    Semua perusahaan pialang berjangka yang beroperasi di Indonesia wajib memisahkan dana nasabah dengan dana perusahaan. Hal ini dilakukan untuk melindungi dana nasabah dari risiko kebangkrutan atau penggelapan oleh perusahaan.

  • Margin Call dan Stop Out

    Bursa berjangka wajib memberikan margin call dan stop out kepada nasabah. Margin call memberikan peringatan ketika saldo akun mencapai batas minimum tertentu, sedangkan stop out akan menghentikan posisi trading ketika saldo akun telah habis.

  • Pelaporan Transaksi

    Semua perusahaan pialang berjangka wajib melaporkan transaksi klien ke Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Hal ini dilakukan untuk memastikan transaksi dilakukan sesuai dengan aturan dan untuk memastikan kepatuhan perusahaan terhadap peraturan yang berlaku.

  • Pajak

    Setiap trader forex di Indonesia wajib membayar pajak sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku.

Peraturan ini dibuat bertujuan untuk melindungi kepentingan para trader forex di Indonesia dan untuk memastikan bahwa perusahaan pialang berjangka beroperasi secara transparan dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Oleh karena itu, sangat penting bagi para trader untuk memahami dan mematuhi semua peraturan yang terkait dengan trading forex di Indonesia.

Itulah informasi seputar pelanggaran trading forex. Selain memahami peraturan dan regulasi yang ada, trader juga harus memastikan bahwa mereka menggunakan broker forex yang tepercaya dan terdaftar di otoritas pengawasan pasar keuangan yang sah agar terhindar dari investasi bodong.

Adapun salah satu broker trading yang bisa kamu percayakan adalah HSB Investasi. HSB Investasi tak hanya mengantongi izin resmi BAPPEBTI, tetapi juga meraih penghargaan Best Innovative Broker 2024 dari ICDX.

Di HSB, keamanan data kamu terjamin oleh sistem akun terpisah, artinya dana nasabah dan dana perusahaan dipisahkan, sehingga bertransaksi pun jadi lebih aman. Jangan tunda lagi, jadilah bagian dari jutaan trader sukses bersama HSB Investasi dan registrasikan akun trading-mu sekarang juga!

Unduh aplikasi HSB Investasi sekarang di Android dan iOS. Mulai perjalanan trading online sekarang!!***

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa aturan 90% dalam forex?

Aturan 90% adalah statistik tidak resmi yang populer di kalangan trader, yang menyatakan bahwa sekitar 90% trader pemula kehilangan 90% modal mereka dalam 90 hari pertama.

Berapa persen trader forex gagal?

Tidak ada angka resmi, namun berbagai studi dan data broker menunjukkan persentase kegagalan yang sangat tinggi, umumnya berkisar antara 80% hingga 95% trader ritel kehilangan uang dalam jangka panjang.

Apakah forex melanggar hukum?

Tidak. Trading forex itu sendiri legal di Indonesia. Yang melanggar hukum adalah jika melakukannya melalui broker ilegal yang tidak memiliki izin dari regulator resmi seperti BAPPEBTI.

Apa risiko terbesar dalam forex?

Risiko terbesarnya adalah penggunaan leverage yang berlebihan. Leverage dapat melipatgandakan keuntungan, tetapi juga melipatgandakan kerugian dengan sangat cepat. Selain itu, kurangnya manajemen risiko dan disiplin emosi juga merupakan risiko yang sangat fatal.

Bagikan Artikel