Ikuti Panduan Melakukan Scale In Dalam Trading!
Scale In adalah strategi trading di mana trader menambah posisi baru pada transaksi yang sudah dibuka sebelumnya. Tujuannya untuk memanfaatkan momentum tren yang kuat dan meningkatkan potensi keuntungan.
Namun, teknik ini juga punya risiko besar jika tidak disertai manajemen risiko yang ketat.
Artikel ini akan membahas langkah-langkah Scale In, mulai dari analisis pasar, titik entry tambahan, hingga cara mengatur stop loss dan mengelola risiko.
1. Analisis Pasar
Sebelum melakukan Scale In, lakukan analisis pasar untuk mengidentifikasi arah tren yang dominan. Perhatikan juga tingkat support dan resistance yang relevan serta indikator teknikal yang dapat memberikan sinyal yang kuat. Berikut adalah beberapa langkah dalam melakukan analisis pasar:
- Analisis tren → gunakan Moving Average, MACD, atau trendline.
- Identifikasi support & resistance → dari pola chart, Fibonacci, atau level horizontal.
- Gunakan indikator teknikal → RSI, Stochastic, atau MACD untuk konfirmasi arah.
- Tips: Hindari Scale In pada pasar sideways. Teknik ini lebih efektif di tren kuat.
2. Tentukan Titik Entry Tambahan
Setelah mengidentifikasi tren dan tingkat support/resistance, tentukan titik entry tambahan untuk melakukan Scale In. Biasanya, trader memilih titik entry yang lebih menguntungkan setelah terjadi retracement atau pullback dalam arah tren yang dominan.
Berikut adalah beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan saat menentukan titik entry tambahan:
-
Retracement/pullback → entry saat harga koreksi searah tren.
-
Dekat support/resistance → area ini sering jadi titik pantulan harga.
-
Kombinasi faktor → idealnya, gunakan lebih dari satu konfirmasi.
3. Menentukan Jumlah dan Ukuran Posisi
- Sesuaikan ukuran posisi tambahan dengan modal & toleransi risiko.
- Hindari menambah lot terlalu besar yang bisa mengganggu manajemen risiko utama.
- Gunakan pendekatan bertahap: lot kecil → tambah sesuai momentum.
4. Atur Level Stop Loss
Setiap kali kamu melakukan Scale In, pastikan untuk menentukan level stop loss yang sesuai untuk setiap posisi tambahan. Level stop loss yang ditempatkan harus mempertimbangkan tingkat support/resistance terdekat dan meminimalkan risiko kerugian yang tidak terkendali.
Berikut adalah beberapa panduan untuk mengatur level stop loss:
-
Time frame tinggi → butuh SL lebih lebar.
-
Perhatikan volatilitas → gunakan ATR untuk menyesuaikan jarak SL.
-
Statis atau dinamis → bisa pilih trailing stop untuk mengunci profit.
5. Manajemen Risiko
- Jaga rasio risk-to-reward minimal 1:2.
- Pastikan setiap entry tambahan masih dalam batas risiko akun.
- Hindari overtrading hanya karena tren terlihat “kuat”.
6. Pemantauan dan Pengelolaan Posisi
- Pantau pergerakan harga setelah Scale In.
- Pertimbangkan ambil profit sebagian jika target tercapai.
- Lakukan review hasil: apakah strategi Scale In meningkatkan performa atau justru menambah risiko berlebihan?
Kelebihan & Kekurangan Scale In
Kelebihan | Kekurangan |
---|---|
Memaksimalkan profit saat tren kuat | Bisa memperbesar kerugian jika tren berbalik |
Fleksibel, bisa bertahap masuk pasar | Perlu analisis & disiplin ekstra |
Cocok untuk swing/position trading | Tidak efektif di pasar sideways |
Trading Lebih Efektif di HSB Investasi
HSB Investasi menyediakan platform ideal untuk menerapkan Scale In:
- Latihan dengan akun demo gratis $10,000.
- Trading forex mayor, saham AS, indeks global, dan komoditas (emas, perak, minyak).
- Gunakan MetaTrader 5 dengan 38 indikator teknikal, copy trading, dan AI trading interaktif pertama di Indonesia.
Coba dulu dengan akun demo, lalu lanjutkan dengan trading real di aplikasi HSB Investasi Android dan iOS.
Pertanyaan Seputar Teknik Scale In
Apa itu teknik Scale In dalam trading?
Scale In adalah strategi menambah posisi baru pada transaksi yang sudah dibuka ketika harga bergerak sesuai arah tren, untuk memaksimalkan keuntungan.
Kapan waktu terbaik melakukan Scale In?
Waktu terbaik adalah saat tren sudah terkonfirmasi, terutama setelah retracement atau pullback, bukan saat harga bergerak terlalu jauh tanpa koreksi.
Apakah Scale In aman untuk pemula?
Bisa, asal dimulai dengan lot kecil di akun demo. Pemula perlu memahami analisis tren dan manajemen risiko sebelum mencoba di akun real.
Apa bedanya Scale In dengan Averaging Down?
Scale In menambah posisi saat harga searah tren, sedangkan Averaging Down menambah posisi saat harga berlawanan arah untuk memperbaiki harga rata-rata entry.
Bagaimana cara menentukan stop loss saat Scale In?
Gunakan kombinasi support/resistance, volatilitas (ATR), dan trailing stop. Setiap posisi tambahan sebaiknya punya stop loss sendiri agar risiko tetap terkendali.
Apa kelemahan utama dari teknik Scale In?
Risikonya adalah jika tren tiba-tiba berbalik, semua posisi tambahan bisa terkena kerugian lebih besar. Karena itu penting disiplin pakai stop loss dan batasi risiko sebelum entry tambahan.