Home Forex Memahami Definisi & Cara Hitung Market Size Forex

Memahami Definisi & Cara Hitung Market Size Forex

by Imelia Santoso
Memahami pentingnya market size dalam trading forex

Sobat Trader, kamu pernah dengar istilah market size? Yap, market size adalah ukuran keseluruhan pasar di mana suatu produk atau layanan dipasarkan. Dalam konteks bisnis, ini adalah faktor yang sangat penting untuk diketahui. Mengetahui dan mampu menghitung market size dengan baik bisa membantu kamu menentukan sejauh mana peluang dan potensi bisnis kamu. 

Definis dan cara menghitung market size yang tepat

Definisi TAM, SAM, dan SOM

Ketika membahas menghitung market size, kamu akan sering mendengar istilah TAM, SAM, dan SOM. TAM atau Total Available Market adalah total pasar yang dapat dicapai atau ditargetkan. SAM atau Serviceable Available Market adalah segmen pasar yang dapat dilayani produk atau layanan kamu. Sedangkan SOM atau Serviceable Obtainable Market adalah bagian dari SAM yang bisa kamu capai dalam jangka waktu tertentu.

TAM, SAM, dan SOM saling berhubungan dalam menghitung market size. TAM adalah pasar total, SAM adalah pasar yang bisa kamu layani, dan SOM adalah bagian dari SAM yang bisa kamu capai. Singkatnya, SOM merupakan potensi pasar nyata yang bisa kamu miliki, dan ini biasanya lebih kecil dari TAM dan SAM.

Market Size Trading Forex

Mengetahui cara menghitung market size memiliki kaitan yang sangat erat dengan peluang profit dalam trading forex, Sobat Trader. Meski dalam trading forex kita tidak berbicara tentang ‘pasar’ dalam artian produk atau layanan, namun pemahaman tentang ‘ukuran’ pasar tetap relevan.

Dalam forex trading, market size bisa dianalogikan dengan volume perdagangan di pasar forex. Sebagai pasar keuangan terbesar di dunia, forex memiliki volume perdagangan rata-rata lebih dari $6 triliun per hari. Ini adalah ‘ukuran’ pasar forex. Ukuran ini memberikan likuiditas yang sangat tinggi, yang berarti trader bisa memasuki dan keluar dari posisi dengan mudah dan cepat.

Dalam konteks trading forex, ukuran posisi trading juga berperan penting dalam memanfaatkan peluang profit. Ukuran posisi trading mengacu pada jumlah lot yang kamu transaksikan. Semakin besar posisi trading, potensi profit (dan juga risiko) pun menjadi lebih besar.

Baca Juga:  Seluk-beluk Kebijakan Moneter Amerika Serikat

Menerapkan pemahaman tentang cara menghitung market size dalam konteks forex trading, bisa membantu kamu dalam menentukan ukuran posisi trading. Misalnya, dengan memahami volume dan likuiditas pasar forex, kamu bisa menentukan seberapa besar posisi yang bisa kamu ambil tanpa merusak pasar.

Lebih jauh lagi, pemahaman tentang market size bisa membantu kamu dalam analisis fundamental. Pasar forex dipengaruhi oleh berbagai faktor makroekonomi global. Dengan memahami ‘ukuran’ pasar ekonomi suatu negara, kamu bisa membuat perkiraan tentang bagaimana mata uang negara tersebut mungkin bergerak.

Oleh karena itu, dalam platform trading seperti MetaTrader 5 HSB Investasi, pemahaman tentang ukuran pasar dan ukuran posisi trading menjadi sangat penting. Dengan pengetahuan ini, Sobat Trader bisa memaksimalkan peluang profit, sekaligus meminimalisir risiko yang mungkin ada.

Tahapan menghitung market size dalam trading forex

Tahapan Menghitung Market Size

1. Identifikasi Target Market

Definisi target market adalah kelompok konsumen yang akan menjadi fokus utama penjualan produk atau layanan kamu. Mengidentifikasi target market sangat penting dalam menghitung market size. Sobat Trader, kamu bisa melakukan identifikasi ini dengan menggali lebih dalam tentang demografi, perilaku, dan kebutuhan calon konsumen kamu.

2. Mempelajari Tren dan Pola Konsumen

Tren dan pola konsumen sangat penting dalam menentukan ukuran pasar. Tren bisa memberi kamu gambaran tentang minat konsumen, sementara pola konsumen bisa membantu kamu memahami perilaku pembelian mereka. Kamu bisa menggunakan berbagai sumber data, seperti survei konsumen, laporan industri, dan data penjualan, untuk memahami tren dan pola konsumen.

Sesuaikan strategi trading dengan 21 timeframe trading di platform MetaTrader 5 HSB Investasi

3. Metode Menghitung Market Size

Ada dua metode populer dalam menghitung market size: metode Top-Down dan Bottom-Up. Metode Top-Down dimulai dari gambaran besar dan kemudian dipersempit, sementara Bottom-Up memulai dari detail dan kemudian diperluas. Pilihan metode tergantung pada jenis bisnis dan data yang tersedia.

Metode Top-Down

Dalam metode Top-Down, kamu mulai dengan gambaran pasar secara keseluruhan atau global. Biasanya, ini adalah statistik yang umum dan mudah diakses, seperti data populasi, demografi, atau ukuran industri. Dari sana, kamu kemudian mereduksi pasar tersebut berdasarkan faktor-faktor yang relevan dengan produk atau layanan yang ditawarkan.

Misalnya, jika kamu menjual perangkat lunak manajemen proyek, kamu bisa mulai dengan ukuran total pasar perangkat lunak. Kemudian, kamu bisa mereduksinya dengan memperhitungkan seberapa banyak dari pasar tersebut yang relevan dengan perangkat lunak manajemen proyek, berapa banyak dari itu yang bisa diakses, dan seberapa banyak dari itu yang mungkin tertarik dengan produk kamu.

Baca Juga:  Simulasi Demo Trading Forex GRATIS!

Top-Down bisa sangat efektif untuk memberi gambaran pasar secara cepat dan luas, tetapi sering kali kurang akurat karena didasarkan pada asumsi dan estimasi.

Metode Bottom-Up

Di sisi lain, metode Bottom-Up dimulai dari unit terkecil dan paling spesifik, biasanya pada tingkat konsumen atau transaksi, dan kemudian membangun ke atas untuk mencapai ukuran total pasar.

Sebagai contoh, jika kamu menjual kopi spesial, kamu bisa mulai dengan menentukan berapa banyak orang dalam target demografis kamu yang minum kopi setiap hari. Kemudian, kamu bisa menggali lebih dalam untuk mengetahui berapa banyak dari mereka yang bersedia membayar lebih untuk kopi spesial. Dengan mengalikan jumlah potensial konsumen tersebut dengan berapa banyak yang mereka bersedia belanja, kamu bisa mencapai estimasi ukuran pasar.

Meskipun metode Bottom-Up cenderung lebih rumit dan memerlukan lebih banyak penelitian, biasanya lebih akurat karena berdasarkan pada data yang lebih konkret dan spesifik.

Baik metode Top-Down maupun Bottom-Up memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Keduanya adalah alat yang berguna dalam menghitung market size dan seringkali terbaik jika digunakan bersama-sama untuk mencapai gambaran yang paling lengkap dan akurat tentang ukuran pasar. Ingatlah bahwa dalam banyak kasus, penghitungan ini tidak akan sempurna dan akan memerlukan penyesuaian seiring berjalannya waktu. Selalu ada ruang untuk memperbaiki dan memperluas pengetahuan kamu tentang pasar targetmu.

kesalahan umum dalam menghitung market size forex

Kesalahan Umum dan Cara Menghindarinya

Salah satu kesalahan umum dalam menghitung market size adalah overestimating atau underestimating pasar. Ini bisa terjadi ketika kamu terlalu optimis atau pesimis tentang produk atau layanan kamu.

Pastikan untuk selalu melakukan penelitian pasar yang mendalam dan objektif. Jangan hanya mengandalkan intuisi, tetapi gunakan data yang solid untuk membantu kamu dalam menghitung market size.

Nah, Sobat Trader, setelah mempelajari cara menghitung market size dan ukuran posisi trading, yuk coba terapkan dalam bisnis atau trading forex kamu. Jangan lupa gunakan aplikasi trading forex HSB Investasi atau platform MetaTrader 5 HSB Investasi untuk memudahkan aktivitas trading kamu. 

Baca Juga:  15 Buku Trading Forex Terbaik untuk Pemula dan Profesional

Untuk mulai trading forex, saham, indeks, atau komoditas, kamu para trader pemula bisa mendownload aplikasi HSB Investasi dengan tampilan yang ramah pengguna dan fitur-fitur canggih di dalamnya. Sobat Trader bisa mendownloadnya melalui aplikasi bawaan PlayStore atau AppStore.

Jika kamu adalah trader berpengalaman yang ingin memanfaatkan beragam fitur trading modern untuk memaksimalkan potensi profit, kamu bisa menggunakan platform MetaTrader 5 HSB Investasi.

Jangan sampai di download saja, pastikan Sobat Trader sudah melakukan registrasi akun trading HSB, melalui tahapan verifikasi, dan melakukan transfer deposit trading ke rekening segregated account HSB ya. Jadi, tunggu apa lagi? Raih peluang profit tradingmu secara aman bersama HSB Investasi!***

DISCLAIMER

Artikel ini ditujukan sebatas sebagai sumber informasi dan edukasi serta tidak ditujukan sebagai sumber utama pemberian saran. Perlu dipahami bahwa aktivitas finansial investasi dan trading memiliki tingkat risiko yang perlu dikelola dengan baik. Pastikan Sobat Trader telah memahami potensi risiko yang mungkin muncul agar dapat meminimalisir kerugian di masa yang akan datang.

Pertanyaan yang Paling Sering Ditanyakan

Bagaimana cara menghitung market size?

Kamu bisa menghitung market size menggunakan metode Top-Down atau Bottom-Up. Metode Top-Down dimulai dari ukuran total pasar, lalu dipersempit berdasarkan faktor-faktor tertentu. Sementara metode Bottom-Up dimulai dari detail (misalnya, jumlah konsumen atau transaksi) dan kemudian diperluas.

Apa yang kalian ketahui tentang market size?

Market size adalah ukuran keseluruhan pasar di mana suatu produk atau layanan dipasarkan. Mengetahui dan mampu menghitung market size sangat penting dalam bisnis karena bisa membantu menentukan sejauh mana peluang dan potensi bisnis kamu.

Apa perbedaan market share dan market size?

Market size adalah ukuran total pasar, sedangkan market share adalah persentase dari market size yang dikuasai oleh suatu perusahaan atau produk. Singkatnya, jika market size adalah kolam renang, maka market share adalah seberapa besar ruang di kolam renang tersebut yang kamu kuasai.

Quick Links
HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288