Trading & kelola akun MT di Aplikasi HSB Trading
store google
Memahami Pair Forex USD/JPY dan Karakteristiknya

Pasangan mata uang USD/JPY merupakan salah satu yang populer diperdagangkan di dunia forex. Ini mengkombinasikan Dolar Amerika Serikat (USD) dengan Yen Jepang (JPY), keduanya memegang kepentingan besar dalam ekonomi global. 

Pada kesempatan ini, kita akan menyelami lebih dalam mengenai USD/JPY serta karakteristik uniknya untuk memperdalam pemahaman kita terhadap dinamika pergerakan pasangan ini.

Sejarah pasangan mata uang USD/JPY

Untuk memahami sejarah pasangan mata uang ini, kita perlu melihat beberapa periode penting dalam hubungan ekonomi antara Amerika Serikat dan Jepang.

1. Pasca Perang Dunia II (1945-1971)

Setelah Perang Dunia II, Jepang mengalami kehancuran ekonomi yang parah dan pada tahun 1949, Jepang menerapkan sistem nilai tukar tetap yang disebut "Sistem Bretton Woods" yang dipimpin oleh Amerika Serikat.

2. Masa Pertumbuhan Ekonomi Jepang (1971-1985)

Pada tahun 1971, sistem Bretton Woods runtuh dan Amerika Serikat meninggalkan standar emas. Dolar AS beralih ke sistem nilai tukar bebas yang mengalami fluktuasi berdasarkan pasokan dan permintaan pasar. Dalam periode ini, Jepang mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat dan yen menguat secara signifikan terhadap dolar. Pada tahun 1985, sebagai respons terhadap ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Jepang, kelompok negara-negara maju (G5) mengadakan pertemuan dan mencapai kesepakatan untuk mereda kekuatan yen. Kesepakatan ini menyebabkan depresiasi yen dan mendorong pasangan mata uang USD/JPY meningkat secara signifikan.

3. Krisis Keuangan Jepang (1990-2000)

Pada akhir tahun 1980-an, gelembung aset di Jepang meletus, dan negara tersebut menghadapi periode yang sulit dalam hal pertumbuhan ekonomi. Bank-bank Jepang menghadapi krisis keuangan yang parah, yang dikenal sebagai "Krisis Ekonomi Jepang" atau "Lumpur Heisei." Selama periode ini, nilai tukar yen melemah terhadap dolar, dan pasangan mata uang USD/JPY mencapai puncak tertingginya sepanjang masa pada tahun 1998.

4. Pasca Krisis Keuangan (2000- )

Setelah krisis keuangan, pemerintah Jepang mengadopsi kebijakan stimulus moneter yang agresif untuk memulihkan ekonomi yang membuat pasangan mata uang USD/JPY mengalami fluktuasi yang signifikan, tetapi secara umum dolar cenderung menguat terhadap yen.

Karakteristik pasangan mata uang USD/JPY

Pasangan mata uang USD/JPY memiliki karakteristik yang unik dalam pasar valuta asing dan mempengaruhi banyak aspek perdagangan dan investasi.  

Likuiditas yang Tinggi

Likuiditas merujuk pada kemampuan aset untuk dijual atau dibeli dengan mudah tanpa menimbulkan perubahan signifikan dalam harga. Likuiditas tinggi juga mengindikasikan bahwa ada banyak pelaku pasar yang aktif bertransaksi menggunakan pasangan mata uang ini.

Baca Juga:  Menghindari Sikap Endowment Effect dalam Trading

Ada beberapa alasan mengapa likuiditas pasangan mata uang USD/JPY tinggi. Salah satunya karena Amerika Serikat dan Jepang adalah dua dari ekonomi terbesar di dunia. Kedua negara tersebut memiliki perdagangan internasional yang signifikan dan transaksi bisnis yang melibatkan mata uang mereka. Aktivitas ekonomi yang besar dan luas dari kedua negara ini menciptakan permintaan yang kuat untuk menukar USD dengan JPY dan sebaliknya.

Keuntungan dari likuiditas tinggi dalam USD/JPY adalah kemampuan untuk masuk dan keluar dari perdagangan dengan cepat dan tanpa terlalu banyak perubahan harga. Likuiditas tinggi juga berarti ada kesempatan yang lebih baik untuk mengeksekusi strategi trading yang berbeda, termasuk scalping, day trading, atau swing trading.

Volatilitas yang Tinggi

Pasangan mata uang USD/JPY umumnya memiliki volatilitas yang moderat hingga tinggi.

Salah satu alasan mengapa USD/JPY dianggap memiliki volatilitas yang relatif tinggi adalah karena Bank Sentral Jepang, Bank of Japan (BOJ), sering kali melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk mempengaruhi nilai tukar Yen Jepang. Tindakan-tindakan yang bertujuan untuk mencegah apresiasi yang berlebihan terhadap Yen tersebut, menyebabkan fluktuasi harga yang besar dalam USD/JPY.

Selain itu, USD/JPY rentan terhadap rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat atau Jepang. Berita yang mengejutkan atau berbeda dari yang diharapkan dalam data ekonomi, seringkali memicu pergerakan harga yang signifikan dalam pasangan mata uang ini.

Korelasi dengan Pasangan Mata Uang Lainnya

Korelasi mencerminkan hubungan statistik antara pergerakan harga dua pasangan mata uang yang dapat memberikan wawasan tentang bagaimana pasangan mata uang tersebut bergerak relatif terhadap satu sama lain. 

Pasangan mata uang USD/JPY memiliki korelasi positif yang kuat dengan pasangan mata uang yang melibatkan Dolar AS, seperti EUR/USD dan GBP/USD. Hal ini disebabkan oleh hubungan yang erat antara Dolar AS dan Yen Jepang terhadap faktor-faktor ekonomi global dan sentimen pasar. 

Di sisi lain, USD/JPY memiliki korelasi negatif yang lemah dengan pasangan mata uang komoditas seperti AUD/USD, NZD/USD, dan USD/CAD. Korelasi ini terkait dengan pengaruh faktor-faktor seperti harga komoditas, kinerja ekonomi, dan kebijakan moneter di negara-negara terkait. 

Penting untuk dicatat bahwa memantau dan menganalisis korelasi secara teratur dapat memberikan informasi tambahan dalam mengidentifikasi peluang trading dan mengelola risiko.

Baca Juga:  Ketahui Cara Membaca Candlestick dengan Benar!

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pasangan Mata Uang USD/JPY

Nilai tukar pasangan mata uang ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang melibatkan kedua negara dan pasar keuangan global secara umum. Memahami faktor-faktor ini, akan membantu kamu dalam menganalisis dan mengantisipasi perubahan dalam pasangan mata uang USD/JPY.

Faktor Politik

Faktor politik juga memiliki peran penting dalam mempengaruhi pasangan mata uang USD/JPY. Kebijakan politik yang diambil oleh pemerintah Amerika Serikat dan Jepang seringkali memiliki dampak langsung pada nilai tukar USD/JPY.   

Misalnya, kebijakan proteksionis yang diambil oleh pemerintah Amerika Serikat, seperti penerapan tarif bea masuk yang tinggi terhadap produk impor Jepang, dapat menyebabkan penurunan permintaan terhadap yen Jepang dan melemahkan nilai tukarnya terhadap dolar Amerika Serikat. Sebaliknya, kebijakan perdagangan yang liberal atau upaya untuk memperkuat hubungan ekonomi antara Amerika Serikat dan Jepang dapat memperkuat permintaan terhadap yen dan menguatkan nilai tukarnya terhadap dolar.

Selain itu, peristiwa politik yang signifikan, seperti pemilihan umum, perubahan pemerintahan, atau keputusan kebijakan yang kontroversial, juga dapat mempengaruhi pasangan mata uang USD/JPY.

Dalam mengamati faktor politik, analisis yang cermat dan pemahaman terhadap dinamika politik Amerika Serikat dan Jepang sangat penting untuk memprediksi pergerakan pasangan mata uang USD/JPY dengan lebih akurat.

Faktor Teknikal

Analisis teknikal melibatkan studi dan interpretasi data historis tentang pergerakan harga dan volume perdagangan untuk mengidentifikasi pola dan tren yang dapat mempengaruhi nilai tukar. Beberapa faktor teknikal yang sering diperhatikan adalah indikator momentum, dan rata-rata pergerakan.

Indikator momentum, seperti RSI atau MACD, membantu mengukur kekuatan tren atau perubahan momentum pasar. Jika indikator ini menunjukkan bahwa pasangan mata uang USD/JPY berada dalam kondisi oversold atau overbought hal ini dapat memberikan petunjuk tentang kemungkinan pembalikan tren atau kelanjutan tren.

Selain itu, rata-rata pergerakan, seperti moving averages (MA), sering digunakan untuk mengidentifikasi tren jangka pendek atau jangka panjang. Ketika pasangan mata uang USD/JPY bergerak di atas MA, itu dapat menunjukkan tren bullish (penguatan USD terhadap JPY), sementara bergerak di bawah MA dapat menunjukkan tren bearish (pelemahan USD terhadap JPY).

Meskipun analisis teknikal tidak dapat memprediksi pergerakan harga dengan sempurna, namun dapat membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih informasi dan mengenali pola pergerakan harga yang mungkin terulang.

Baca Juga:  Mengenal Lebih Dalam Bank of Japan (BoJ)

Faktor Ekonomi

Pasangan mata uang USD/JPY dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi yang dapat mempengaruhi nilai tukarnya. Salah satunya adalah kebijakan moneter yang diterapkan oleh bank sentral kedua negara. Tindakan-tindakan kebijakan moneter, seperti tingkat suku bunga, atau intervensi mata uang, dapat memiliki dampak langsung pada pasangan mata uang USD/JPY.

Pertumbuhan ekonomi, juga memainkan peranan penting. Jika ekonomi Amerika Serikat tumbuh lebih cepat daripada Jepang, maka USD cenderung menguat terhadap JPY, dan sebaliknya. 

Selain itu, inflasi juga dapat mempengaruhi nilai tukar USD/JPY. Kenaikan inflasi di Amerika Serikat dapat mendorong kenaikan suku bunga, yang pada gilirannya dapat meningkatkan daya tarik USD dan memperkuatnya terhadap JPY. Di sisi lain, jika inflasi di Jepang meningkat, BOJ mungkin akan mengadopsi kebijakan moneter yang lebih akomodatif, yang dapat melemahkan nilai JPY terhadap USD.

Karena faktor-faktor ini terus berubah dan saling terkait, nilai tukar USD/JPY merupakan salah satu pasangan mata uang yang sangat fluktuatif dan sulit diprediksi.

Setelah memahami tentang Pair USD/JPY, Sobat trader bisa langsung daftarkan diri kamu ke HSB Investasi untuk menerapkan poin-poin yang sudah dijabarkan diatas.

Di HSB, keamanan data kamu juga dijamin oleh sistem akun terpisah, artinya dana nasabah dan dana perusahaan dipisahkan, sehingga kegiatan trading pun jadi lebih aman. Belum lagi, dengan kredibilitas HSB sebagai aplikasi trading yang telah mendapatkan sertifikat BAPPEBTI, trading pun jadi lebih terpercaya.

Tak hanya mengantongi izin resmi BAPPEBTI, tetapi HSB Investasi juga meraih penghargaan Most Innovative Broker 2022 dari ICDX. Jadi, sudah gak ada lagi alasan untuk menunda berinvestasi di HSB. Mulai sekarang juga dengan registrasikan akun trading-mu!***

DISCLAIMER

Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, ditujukan hanya sebagai sumber pembelajaran dan bukan sebagai saran dalam pengambilan keputusan. Perlu Sobat Trader pahami bahwa produk dengan leverage tinggi memiliki potensi risiko kerugian yang juga tinggi, sehingga perlu dikelola dengan baik melalui pemahaman dan kemampuan analisa yang tepat. HSB Investasi tidak bertanggung jawab atas kesalahan keputusan yang dibuat berdasarkan konten ini. Sesuai ketentuan yang berlaku, HSB hanya menyediakan 45 instrumen trading yang dapat Sobat Trader pelajari di website resmi kami.

Tag Terkait:
DISCLAIMER
Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, ditujukan hanya sebagai sumber pembelajaran dan bukan sebagai saran dalam pengambilan keputusan. Perlu Anda pahami bahwa produk dengan leverage tinggi memiliki potensi risiko kerugian yang juga tinggi, sehingga perlu dikelola dengan baik melalui pemahaman dan kemampuan analisa yang tepat. HSB Investasi tidak bertanggung jawab atas kesalahan keputusan yang dibuat berdasarkan konten ini. Sesuai ketentuan yang berlaku, HSB hanya menyediakan 45 instrumen trading yang dapat Anda pelajari di website resmi kami.

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB1

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
Artikel Lainnya

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
bonus tanpa deposit
Mulai Pengalaman Trading Terbaik