Trading & kelola akun MT di Aplikasi HSB Trading
store google
Mengenal Indikator CPR dalam Trading Forex

Trading forex melibatkan penggunaan berbagai indikator teknis untuk memprediksi tren pasar dan membuat keputusan trading yang tepat. Salah satu indikator tersebut adalah indikator Central Pivot Range (CPR).

Pada artikel ini, kami akan membahas indikator CPR secara detail, termasuk definisinya, cara kerjanya, cara penggunaannya dalam trading Forex, serta kelebihan dan kekurangannya. Di akhir artikel ini, kamu akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang indikator CPR dan cara menggunakannya untuk meningkatkan strategi trading Forex-mu.

Apa itu Indikator CPR?

Apa itu Indikator CPR

Untuk mengidentifikasi level pasar yang krusial, trader menggunakan indikator Central Pivot Range (CPR), sebuah alat analisis teknis. Ini dihitung dengan rata-rata harga tertinggi, terendah, dan penutupan dari hari trading sebelumnya.

Indikator CPR terdiri dari tiga garis: garis pivot pusat, garis resistance, dan garis support. Garis pivot pusat adalah rata-rata dari harga tertinggi, terendah, dan penutupan pada hari trading sebelumnya.

Garis resistance dihitung dengan mengalikan garis pivot pusat dengan dua dan mengurangkan harga terendah dari hari trading sebelumnya. Garis support dihitung dengan mengalikan garis pivot pusat dengan dua dan mengurangi harga tertinggi di hari trading sebelumnya.

Garis-garis ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi potensi level support dan resistance, yang dapat membantu trader membuat keputusan trading yang lebih tepat.

Cara Menggunakan Indikator CPR dalam Cara Menggunakan Indikator CPR dalam Trading Forex

Indikator CPR dapat digunakan dalam trading forex dalam beberapa cara:

1. Identifikasi level pasar

Garis pivot pusat, garis resistance, dan garis support dapat membantu mengidentifikasi level kritis di pasar. Level ini berguna untuk menentukan titik masuk dan keluar trading, serta level stop loss dan take profit.

2. Analisis tren

Indikator CPR juga dapat digunakan untuk menganalisis tren pasar. Jika pasar diperdagangkan di atas garis pivot pusat, maka dianggap bullish, dan jika diperdagangkan di bawah garis pivot pusat, dianggap bearish.

Trader dapat menggunakan informasi ini untuk menentukan apakah akan melakukan beli atau jual pada pasangan mata uang tertentu.

3. Konfirmasi

Indikator CPR dapat digunakan untuk mengonfirmasi indikator teknis lainnya, seperti moving average atau Fibonacci retracement.

Jika harga pasangan mata uang mendekati level pasar yang diidentifikasi oleh indikator CPR, dan juga didukung oleh indikator teknis lainnya, ini dapat memberikan sinyal yang lebih kuat bagi trader untuk masuk atau keluar dari trading.

4. Trading breakout

Trader juga dapat menggunakan indikator CPR untuk mengidentifikasi potensi peluang trading breakout.

Jika harga pasangan mata uang menembus level pasar yang diidentifikasi oleh indikator CPR, ini dapat menandakan potensi pembalikan atau kelanjutan tren, dan trader dapat mengambil keuntungan dengan memasuki trading ke arah breakout.

Keuntungan Menggunakan Indikator CPR

Keuntungan Menggunakan Indikator CPR

Ada beberapa keuntungan menggunakan indikator Central Pivot Range (CPR) dalam trading Forex.

1. Mengidentifikasi level pasar

Indikator CPR dapat bermanfaat dalam mengidentifikasi level krusial di pasar, termasuk level support dan resistance. Level ini dapat memandu trader dalam menentukan titik masuk dan keluar trading, serta level stop loss dan take profit.

2. Mudah digunakan

Indikator CPR mudah dipahami dan digunakan, bahkan untuk pemula dalam trading Forex.

3. Serbaguna

Indikator CPR dapat digunakan dalam kerangka waktu yang berbeda dan dapat diterapkan pada pasangan mata uang dan pasar yang berbeda.

4. Dapat digunakan untuk analisis tren

Indikator CPR dapat digunakan untuk menganalisis tren pasar, yang dapat membantu trader menentukan apakah akan melakukan beli atau jual pada pasangan mata uang tertentu.

5. Memberikan konfirmasi

Indikator CPR dapat digunakan untuk mengonfirmasi indikator teknis lainnya, seperti moving average atau Fibonacci retracement.

Jika harga pasangan mata uang mendekati level pasar yang diidentifikasi oleh indikator CPR, dan juga didukung oleh indikator teknis lainnya, ini dapat memberikan sinyal yang lebih kuat bagi trader untuk masuk atau keluar dari trading.

6. Membantu trader membuat keputusan berdasarkan informasi

Dengan mengidentifikasi level pasar dan menganalisis tren, indikator CPR dapat membantu trader membuat keputusan trading yang lebih tepat, yang dapat menghasilkan trading yang lebih menguntungkan.

Keterbatasan Penggunaan Indikator CPR

Keterbatasan Penggunaan Indikator CPR

Sementara indikator Central Pivot Range (CPR) dapat menjadi alat yang berguna dalam perdagangan Forex, ada beberapa keterbatasan terkait efektivitasnya.

1. Indikator lagging

Indikator CPR adalah indikator lagging, yang berarti bergantung pada data masa lalu untuk menghasilkan sinyal. Hal ini terkadang dapat mengakibatkan sinyal tertunda atau salah, yang dapat menyebabkan hilangnya peluang atau kerugian trading.

2. Tidak selalu akurat

Indikator CPR tidak selalu akurat dan terkadang dapat menghasilkan sinyal palsu, terutama di pasar yang sangat bergejolak. Hal ini dapat mengakibatkan trader masuk atau keluar dari trading pada waktu yang salah, yang dapat menyebabkan kerugian.

3. Mungkin tidak berfungsi di semua kondisi pasar

Indikator CPR mungkin tidak berfungsi di semua kondisi pasar, terutama di pasar yang sangat tidak dapat diprediksi atau mengalami perubahan arah yang tiba-tiba. Ini dapat mempersulitmu jika hanya mengandalkan indikator CPR untuk keputusan trading.

4. Dapat bersifat subyektif

Interpretasi indikator CPR dapat bersifat subyektif dan dapat bervariasi antar trader, yang dapat menyebabkan keputusan trading yang berbeda. Hal ini dapat mempersulit pembuatan trading plan yang jelas hanya berdasarkan indikator CPR.

5. Ketergantungan yang berlebihan pada indikator

Ada risiko ketergantungan yang berlebihan pada indikator CPR, yang dapat menyebabkan pengabaian faktor penting lainnya yang dapat memengaruhi pasar, seperti berita ekonomi atau peristiwa geopolitik.

Itulah informasi seputar indikator CPR dalam trading forex. Secara keseluruhan, indikator CPR adalah alat yang ampuh yang dapat membantu trader meningkatkan strategi trading Forex dan membuat prediksi pasar yang lebih akurat.

Dengan menggunakan indikator CPR bersamaan dengan indikator teknis lainnya dan mempraktikkan manajemen risiko, trader dapat memaksimalkan keuntungan dan meminimalkan kerugian di pasar Forex.

Nah, bagi kamu yang tertarik untuk terjun ke dunia trading, kamu bisa memulainya dengan memilih broker tepercaya, seperti HSB Investasi. HSB Investasi adalah salah satu broker di Indonesia yang menyediakan sistem trading modern MetaTrader 5.

Dengan MT 5 ini, para trader dapat menikmati sistem trading yang kuat dan fleksibel dilengkapi berbagai fitur trading canggih dalam satu aplikasi (all-in-one trading platform). Adapun berbagai fitur trading canggih yang tersedia, diantaranya:

  • Sistem tradisional dan sistem hedging
  • Mendukung semua jenis order
  • 38 indikator teknikal
  • 44 objek analisis
  • 21 time frames
  • 1 menit trading history
  • Jumlah chart tidak terbatas
  • Indikator gratis dari code base
  • 2500 algoritma aplikasi
  • Analisis fundamental
  • Fitur copy trading
  • Algoritma trading

HSB Investasi juga menyesuaikan kebutuhan dan pola trading para trader, sehingga trader dapat memperoleh penawaran harga dengan komisi terendah hingga 0 rupiah dengan service terbaik. Adapun produk investasi yang dapat kamu akses di HSB diantaranya forex, indeks, dan komoditi seperti emas dan perak.

Di HSB, keamanan data kamu juga dijamin oleh sistem akun terpisah, artinya dana nasabah dan dana perusahaan dipisahkan, sehingga kegiatan trading pun jadi lebih aman. Belum lagi, dengan kredibilitas HSB sebagai aplikasi trading yang telah mendapatkan sertifikat BAPPEBTI, trading pun jadi lebih tepercaya.

Tak hanya mengantongi izin resmi BAPPEBTI, tetapi HSB Investasi juga meraih penghargaan Best Innovative Broker 2022 dari ICDX. Jadi, sudah gak ada lagi alasan untuk menunda berinvestasi di HSB. Mulai sekarang juga dengan registrasikan akun trading-mu!***

DISCLAIMER

Artikel ini ditujukan sebatas sebagai sumber informasi dan edukasi serta tidak ditujukan sebagai sumber utama pemberian saran. Perlu dipahami bahwa aktivitas finansial investasi dan trading memiliki tingkat risiko yang perlu dikelola dengan baik. Pastikan Sobat Trader telah memahami potensi risiko yang mungkin muncul agar dapat meminimalisir kerugian di masa yang akan datang.

DISCLAIMER
Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, ditujukan hanya sebagai sumber pembelajaran dan bukan sebagai saran dalam pengambilan keputusan. Perlu Anda pahami bahwa produk dengan leverage tinggi memiliki potensi risiko kerugian yang juga tinggi, sehingga perlu dikelola dengan baik melalui pemahaman dan kemampuan analisa yang tepat. HSB Investasi tidak bertanggung jawab atas kesalahan keputusan yang dibuat berdasarkan konten ini. Sesuai ketentuan yang berlaku, HSB hanya menyediakan 45 instrumen trading yang dapat Anda pelajari di website resmi kami.

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
bonus tanpa deposit
Artikel Lainnya

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
bonus tanpa deposit
Mulai Pengalaman Trading Terbaik