False Breakout, Jebakan Paling Sering Terjadi dalam Trading
Sebagai seorang trader, kamu pasti pernah mengalami momen di mana harga aset seolah menembus level penting, tapi kemudian berbalik arah. Ini adalah yang disebut “false breakout” atau “fakeout”. Fenomena ini bisa sangat merugikan, terutama bagi trader pemula yang belum tahu cara menghindarinya.
Apa itu False Breakout?
False breakout adalah kondisi ketika harga suatu aset, seperti pasangan mata uang, berhasil melewati level support atau resistance, tetapi gagal bertahan di level baru dan kembali ke posisi sebelumnya. Ini sering membuat trader terkecoh.
- Contoh Sederhana: Bayangkan harga EUR/USD berada di level support 1.2000. Harga turun, menembus level ini, dan kamu berpikir ini sinyal untuk menjual. Kamu membuka posisi short. Tapi, tiba-tiba harga kembali naik ke 1.2000. Kamu terjebak dalam jebakan false breakout dan mengalami kerugian.
Penyebab Fakeout Trading Forex
Ada beberapa faktor yang menyebabkan fakeout sering terjadi:
- Ketidakpastian Pasar: Saat pasar sedang tidak stabil, harga bisa bergerak naik-turun secara tiba-tiba dan sulit diprediksi.
- Likuiditas Rendah: Volume perdagangan yang sedikit membuat harga lebih mudah dimanipulasi oleh pemain besar.
- Pengaruh Berita: Rilis berita ekonomi atau politik yang tidak terduga bisa memicu lonjakan harga sesaat yang kemudian berbalik arah.
- Kesalahan Analisis: Analisis teknikal yang tidak tepat atau tidak lengkap bisa membuat trader salah mengambil keputusan.
Perbedaan false breakout dengan breakout yang sebenarnya
Karakteristik | False Breakout | Breakout yang Sebenarnya |
---|---|---|
Harga | Menembus level support/resistance, lalu kembali ke level semula. | Menembus level support/resistance dan menutup (closed) di luar level tersebut. |
Sinyal | Sering terjadi di pasar yang tidak stabil. | Terjadi di pasar dengan tren yang jelas. |
Hasil | Bisa menyebabkan kerugian jika kamu salah membuka posisi. | Bisa menghasilkan keuntungan besar jika kamu masuk pada waktu yang tepat. |
Kuncinya ada pada “penutupan harga”. Breakout yang sebenarnya terjadi ketika harga berhasil menutup (closed) di luar level support atau resistance.
Cara Menghindari False Breakout
Berikut adalah beberapa cara yang dapat membantumu menghindari fakeout dalam trading forex:
1. Gunakan konfirmasi
Sebelum membuka posisi trading, pastikan untuk mengonfirmasi bahwa level support atau resistance telah benar-benar telah ditembus dan ditutup pada posisi yang tepat. Sobat Trader juga bisa menggunakan indikator teknikal lainnya untuk membantu proses konfirmasi ini.
2. Konfirmasi Break dan Retest
Konfirmasi break berarti menunggu konfirmasi bahwa harga telah benar-benar menembus level support atau resistance yang diinginkan, sebelum membuka posisi. Konfirmasi ini dapat dilakukan dengan menunggu penutupan harga di atas atau di bawah level tersebut pada timeframe yang digunakan.
Selain itu, trader juga dapat menggunakan konfirmasi retest. Setelah harga berhasil menembus level support atau resistance, trader dapat menunggu retest, yaitu ketika harga kembali ke level tersebut dan menguji apakah level tersebut benar-benar berubah menjadi support atau resistance baru. Jika level tersebut bertahan dan harga bergerak sesuai dengan arah yang diantisipasi, trader dapat membuka posisi.
Dengan menggunakan konfirmasi break dan retest, trader dapat menghindari false breakout dan mengambil keputusan trading yang lebih akurat. Namun, perlu diingat bahwa tidak ada metode yang dapat memberikan jaminan 100% terhadap false breakout. Oleh karena itu, trader perlu melakukan manajemen risiko yang tepat dan tidak mengambil risiko yang terlalu besar dalam setiap posisi trading yang dibuka.
3. Analisis Trendline
Trendline dapat membantu mengidentifikasi level support atau resistance yang valid. Pastikan untuk menggunakan beberapa titik dalam menarik trendline untuk memastikan validitas level tersebut.
4. Perhatikan Volume Trading
Ketika harga menembus level support atau resistance, pastikan untuk memperhatikan volume trading. Volume yang tinggi dapat menunjukkan bahwa breakout yang terjadi adalah breakout yang sebenarnya, sedangkan volume yang rendah dapat menunjukkan bahwa breakout tersebut kemungkinan adalah palsu.
5. Hindari Membuka Posisi Trading saat Terjadi News Release
Saat terjadi pengumuman berita penting, pasar dapat menjadi sangat tidak stabil dan sulit diprediksi. Hal ini dapat meningkatkan kemungkinan fakeout, sehingga sebaiknya hindari membuka posisi trading saat terjadi rilis berita.
Dengan memperhatikan beberapa cara di atas, kamu dapat menghindari false breakout dan meningkatkan peluang untuk mendapatkan keuntungan dalam trading forex. Lantas, situasi pasar seperti apa yang bisa Sobat Trader manfaatkan untuk menerapkan False Breakout?
Kamu juga harus tetap mempertimbangkan sentimen pasar, perilisan berita ekonomi besar, akal sehat, dan jenis analisa pasar lainnya meskipun kamu mengetahui bahwa hasil terbaik cenderung terjadi di pasar range bound.
Harga di pasar keuangan pada umumnya bergerak di antara kisaran-kisaran (range) harga tertentu dan tidak menyimpang terlalu jauh dari titik high atau low. Range harga di pasar keuangan terikat oleh titik support dan resistance, serta buyer dan seller juga terus mendorong pergerakan harga untuk naik dan turun dalam level-level tersebut.
Kunci untuk menghindari false breakout adalah dengan banyak latihan.
Cara terbaik untuk menguasai keterampilan ini adalah dengan menggunakan akun demo trading HSB.
Kamu bisa memanfaatkan akun demo di aplikasi trading HSB yang meraih penghargaan “The Most Innovative Broker 2024” dari ICDX.
Manfaatkan aplikasi trading terpercaya HSB untuk pengalaman trading yang mulus dan efisien, lengkap dengan broker forex terbaik di Indonesia.
Unduh aplikasi HSB Investasi sekarang di Android dan iOS. Mulai perjalanan trading online sekarang!!