Home Forex Apakah Forex Haram dan Legal Di Indonesia?

Apakah Forex Haram dan Legal Di Indonesia?

by Beladdina Annisa
0 comment

Sobat Trader, kamu pasti sudah tidak asing mendengar istilah forex bukan? di tengah popularitasnya, banyak trader mendengar isu-isu yang simpang siur mengenai “apakah forex haram atau halal bagi umat muslim untuk meraih profit?”

Artikel ini akan membahas bagaimana aturan forex menurut MUI dan transaksi apa yang tidak boleh digunakan dalam islam. Yuk, simak selengkapnya!

Apakah Trading Forex Haram?

Perdebatan mengenai apakah forex halal atau haram dalam hukum Islam sudah berlangsung cukup lama. Pendapat yang menganggap forex haram didasarkan pada fakta bahwa perdagangan mata uang dianggap sebagai bentuk spekulasi yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam. 

Dalil-dalil yang digunakan untuk menyatakan bahwa trading mata uang haram adalah riba, gharar, dan spekulasi. Namun, ada juga pendapat yang menganggap bahwa perdagangan mata uang halal jika dilakukan dengan cara yang benar dan sesuai dengan syariah seperti transaksi yang sesuai dengan kontrak yang jelas dan tidak mengandung unsur riba.

Secara umum, perdebatan ini berfokus pada konsep riba (bunga), gharar (ketidakpastian) dan maslahah (kemaslahatan) dalam hukum islam. 

Sementara beberapa ulama berpendapat bahwa trading forex yang tidak sesuai dengan hukum syariah dapat dikatakan sebagai bentuk riba dan gharar, sebagian lain berpendapat bahwa perdagangan forex dapat diperbolehkan karena dapat menguntungkan dan dapat mengurangi risiko ekonomi dan finansial bagi negara dan masyarakat.

 Bukankah ini membuatmu semakin bingung? Tenang saja, terus simak penjelasanya!

Forex Menurut MUI

forex menurut mui

Sobat Trader, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa tentang trading forex antar bank masih diperbolehkan, namun transaksi forex dilakukan secara individu bisa melanggar hukum Islam. Kenapa bisa seperti ini ya?

MUI menyatakan bahwa perdagangan forex dilakukan dengan SPOT diperbolehkan, namun jika menggunakan jenis forex forward, yaitu penjualan forex ditetapkan pada saat sekarang dan diberlakukan untuk waktu akan datang diharamkan loh!. Transaksi forward mengandung unsur spekulasi yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam. 

Itu sebabnya sangat penting bagi trader pemula memahami perbedaan antara perdagangan SPOT dan forward serta mengetahui hukum yang berlaku di negara tempat melakukan trading. Sebagai catatan, dikeluarkannya aturan forex oleh MUI hanyalah berlaku bagi umat muslim di Indonesia, sehingga tidak berlaku untuk negara lain. 

Aturan Forex Menurut MUI

Majelis Ulama Indonesia (MUI) adalah organisasi yang berfungsi sebagai badan konsultatif dalam hal keagamaan di Indonesia, MUI telah mengeluarkan beberapa fatwa (pernyataan hukum) tentang perdagangan forex. 

Fatwa Dewan Syari’ah Nasional nomor 28/DSN-MUI/III/2002 menyatakan bahwa transaksi forex individual dalam bentuk apapun diperbolehkan dalam hukum Islam, asalkan memenuhi beberapa kriteria:

  1. Transaksi dilakukan dengan serta merta dan tidak ditentukan untuk masa depan.
  2. Barang yang diperdagangkan adalah bukan barang yang haram.
  3. Transaksi dilakukan dengan dua pihak yang sah.
  4. Transaksi dilakukan dengan sistem yang transparan dan dapat dipertanggung jawabkan.

MUI mengingatkan bahwa transaksi forex memiliki risiko cukup besar dapat menyebabkan kerugian yang signifikan, sehingga dianjurkan untuk berhati-hati dalam memperhatikan prinsip trading.

Transaksi Forex yang Tidak Boleh Digunakan Dalam Islam

Transaksi Forex yang Tidak Boleh Digunakan Dalam Islam

Transaksi forex yang tidak boleh dilakukan dalam syariat Islam meliputi:

1. Options

Trading options adalah bentuk transaksi derivatif, beberapa ulama mungkin menganggap sebagai haram karena sebagai bentuk perjudian karena hasilnya tidak pasti dan berpotensi kerugian. 

Sebelum melakukan trading forex pentingnya Sobat Trader untuk berkonsultasi dengan seorang ulama MUI atau penasihat keuangan mengajarkan peraturan dan pedoman khusus terkait option dalam konteks hukum Islam dan yurisdiksi.

2. Forward 

Forward adalah istilah jenis transaksi keuangan yang mengikat dua pihak untuk melakukan pertukaran mata uang atau aset lainnya pada tanggal tertentu di masa depan dengan harga telah ditentukan sekarang. 

Ini adalah kontrak bilateral mengikat kedua belah pihak untuk menyelesaikan transaksi pada tanggal yang ditentukan, tanpa adanya pembayaran uang sekarang sehingga transaksi seperti ini tidak sesuai dengan aturan Islam karena didalamnya terdapat aturan yang menjelaskan bunga itu termasuk haram seperti rollover atau swap.

3. Non Tunai

Non tunai atau disebut gharar or uncertainty yaitu transaksi yang mengandung unsur ketidakpastian seperti tidak didasarkan pada barang nyata menggunakan non tunai, perdagangan mata uang virtual, serta periode waktu jangka panjang maupun pendek juga dianggap haram oleh para ulama MUI telah diajarkan dalam agama Islam.

4. SWAP

Swap dalam trading forex tidak sesuai dengan hukum Islam karena mengandung unsur riba. Kenapa demikian Sobat Trader? Transaksi swap adalah jenis transaksi keuangan yang melibatkan pertukaran cash flows atau pembayaran bunga antara dua pihak pada tanggal yang berbeda.

Transaksi swap umumnya dilakukan oleh perusahaan atau lembaga keuangan untuk melindungi diri dari risiko perubahan suku bunga atau nilai tukar. Namun, transaksi ini juga dapat digunakan oleh investor atau spekulator untuk mencari keuntungan dari perbedaan suku bunga atau nilai tukar yang diharapkan.

Aturan Forex Dalam Islam

Aturan Forex Dalam Islam

Sebelum memulai trading, Sobat Trader harus memahami trading forex dalam Islam agar aman melakukan trading forex sesuai dengan pendapat ulama, sebagai berikut:

1. Transaksi Bersifat Terbuka

Jenis transaksi tidak memiliki tanggal kadaluarsa, sebaiknya trader dapat menutup kapan saja pasar yang diinginkan. Pembelian bersifat terbuka sering digunakan dalam trading futures, opsi, dan forex. 

Karena aturan forex dalam islam bersifat terbuka, maka setiap individu atau lembaga yang akan melakukan trading forex harus mengevaluasi dan meyakini sendiri apakah trading forex ini sesuai dengan keyakinan agama dan hukum berlaku bagi dirinya seperti menghindari praktek-praktek yang dilarang dalam islam seperti riba, gharar.

2. Memenuhi Syarat Penting

Syarat penting harus dipenuhi dalam transaksi forex agar dianggap sesuai dengan hukum Islam, di antaranya adalah:

  1. Transaksi harus jelas dan transparan tanpa unsur kecurangan atau penipuan.
  2. Bebas dari unsur riba, yaitu bunga yang dikenakan pada transaksi.
  3. Transaksi nyata dengan penjual dan pembeli, seperti melakukan transaksi mata uang jelas bukan spekulasi atau perjudian.
  4. Tertulis pada kontrak yang jelas mencakup harga beli atau jual, jumlah mata uang, dan tanggal transaksi.
  5. Transaksi yang sudah disahkan oleh hukum negara tempat transaksi dilakukan.

Jika transaksi forex memenuhi syarat-syarat di atas, maka dapat dianggap sesuai dengan hukum Islam. 

3. Pertukaran Beda Jenis

Aktivitas bertukar atau barter yang biasa disebut Sharf merupakan hal yang serupa dengan aktivitas trading. Trading forex juga bisa disebut taqabudh fi’li yang memiliki pengertian menyetarakan nilai dari mata uang dengan pembelian yang tidak sejenis. 

Oleh sebab itu, trading yang dilakukan dengan cara kontan pada aktivitas transaksi mata uang beda jenis dianggap haram dilakukan.

4. Membayar Tunai dan Adil

Hukum Islam menjelaskan bahwa trading forex diperbolehkan jika dilakukan tunai dan tidak dilakukan dengan forward, futures, atau option. Pembayaran cash merupakan kondisi harus dipenuhi dalam perjanjian, dimana kedua pihak sepakat untuk melakukan pembayaran mata uang ditukar saat transaksi dilakukan.

Selain itu Sobat Trader diperintahkan melakukan transaksi secara adil, yaitu tidak merugikan salah satu pihak. Trading forex dalam hukum syariah mengajarkan untuk melakukan transaksi dengan cara yang sehat tidak merugikan salah satu pihak dan sesuai dengan kaidah-kaidah berlaku dalam agama

Jenis- Jenis Trading Forex Haram

Jenis Jenis Trading Forex Haram

Trading forex haram dapat diartikan jika perniagaan mata uang dilakukan dengan cara yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Beberapa jenis-jenis trading forex dianggap haram dalam agama Islam adalah:

  1. Riba-based Transactions: Transaksi yang mengandung unsur bunga seperti rollover atau swap dianggap haram dalam agama Islam.
  2. Gharar or Uncertainty-based Transactions: Transaksi mengandung unsur ketidakpastian atau gharar, seperti perdagangan berjangka juga dianggap haram dalam agama Islam.
  3. Speculative Transactions: Transaksi dilakukan hanya dengan tujuan spekulasi, tanpa didasarkan pada analisis dan strategi yang baik sehingga dianggap haram dalam agama Islam.
  4. Transactions without real underlying: Transaksi tidak didasarkan pada barang yang nyata, seperti perdagangan mata uang virtual sehingga dianggap haram dalam agama Islam.
  5. Transactions that involve gambling: Transaksi mengandung unsur perjudian, seperti perdagangan yang dilakukan tanpa analisis dan strategi baik, dianggap haram dalam agama Islam.

Cara Trading Forex Dengan Aman

Trading forex dilakukan dengan cara yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, seperti menghindari riba, spekulasi, menggunakan analisis serta strategi baik dan memastikan bahwa tidak ada unsur gambling dalam transaksi.

Cara trading forex dengan aman menurut Islam, ada beberapa hal yang dapat dilakukan:

  1. Mempelajari dasar dari trading forex dan mengerti mekanisme pasar.
  2. Membuat trading plan dan menetapkan batas risiko yang dapat diterima.
  3. Menggunakan teknik money management baik, seperti menetapkan rasio risiko/keuntungan sesuai dan mengendalikan ukuran posisi.
  4. Mencari broker forex yang terdaftar dan teregulasi dengan baik.
  5. Menjaga emosi dan psikologi trading tetap stabil dan tidak terlalu serakah atau panik saat trading.
  6. Melakukan diversifikasi portofolio, menempatkan investasi di beberapa pasangan mata uang atau instrumen trading yang berbeda.
  7. Membuat analisa yang baik sebelum membuka posisi dengan menggunakan analisis teknikal atau fundamental.
  8. Mengawasi posisi dengan baik dan menutupnya sesuai dengan rencana trading atau jika batas risiko telah tercapai.

Perlu diingat bahwa trading forex tetap memiliki risiko yang tinggi dan dapat menyebabkan kerugian besar jika tidak dilakukan dengan bijak. Sebaiknya mempelajari dasar-dasar pasar keuangan dan melakukan latihan dengan akun demo sebelum melakukan trading dengan uang sungguhan.

Apakah Forex Legal di Indonesia?

Forex di Indonesia legal dan diatur oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) yang merupakan lembaga pemerintah bertanggung jawab untuk mengatur perdagangan berjangka di Indonesia, termasuk perdagangan valuta asing (forex). 

BAPPEBTI mengatur bahwa transaksi forex harus dilakukan melalui perusahaan pialang yang terdaftar dan diawasi oleh otoritas berwenang. Perusahaan pialang yang terdaftar harus memenuhi syarat-syarat tertentu, seperti menyediakan dana jaminan dan memiliki izin usaha yang sah. 

Selain itu, perusahaan pialang juga harus mengikuti peraturan BAPPEBTI yang mengatur transparansi, keamanan dana nasabah, dan praktik perdagangan yang etis.Sementara itu, perdagangan forex juga harus sesuai dengan peraturan perpajakan dan peraturan anti-pencucian uang yang berlaku di Indonesia. 

Oleh karena itu, perdagangan forex di Indonesia legal jika dilakukan melalui perusahaan pialang yang terdaftar dan diawasi oleh BAPPEBTI dan sesuai dengan peraturan perpajakan dan anti-pencucian uang yang berlaku seperti HSB Investasi.

HSB Investasi memiliki fitur yang berbeda dari broker lainnya. Mereka menawarkan pelatihan trading guna mengedukasi trader pemula karena banyak sekali strategi dan analisa di dalamnya yang dapat kamu gunakan ke dalam akunmu.

Selain itu, HSB Investasi merupakan broker forex tepercaya, aman dan sudah memiliki izin resmi dari BAPPEBTI. Raih keuntungan dengan cara registrasikan akunmu dan download aplikasinya, jadilah bagian dari trader sukses di Indonesia.

DISCLAIMER

Artikel ini ditujukan sebatas sebagai sumber informasi dan edukasi serta tidak ditujukan sebagai sumber utama pemberian saran. Perlu dipahami bahwa aktivitas finansial investasi dan trading memiliki tingkat risiko yang perlu dikelola dengan baik. Pastikan Sobat Trader telah memahami potensi risiko yang mungkin muncul agar dapat meminimalisir kerugian di masa yang akan datang.

Banner Trading

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288